Serangan AS ke Venezuela Picu Ketidakpastian Logistik Global

Serangan AS ke Venezuela Picu Ketidakpastian Logistik Global

Menghadapi kondisi tersebut, ia menekankan pentingnya penguatan supply chain resilience bagi eksportir Indonesia. Diversifikasi rute pengiriman dan mitra logistik menjadi langkah awal untuk mengurangi ketergantungan pada satu jalur atau satu penyedia jasa pelayaran.

Setijadi juga merekomendasikan agar eksportir secara proaktif meninjau dan menyesuaikan klausul kontrak ekspor. Khususnya yang berkaitan dengan jadwal pengiriman, mekanisme penyesuaian biaya logistik, serta pengaturan force majeure.

Selain itu, eksportir Indonesia perlu meningkatkan perencanaan persediaan dan manajemen lead time, termasuk mempertimbangkan buffer stock atau safety time untuk kontrak berulang. Strategi ini bertujuan menjaga service level dan kepercayaan pasar, meskipun terjadi gangguan pada sistem transportasi internasional.

“Eskalasi geopolitik global tidak seharusnya menghambat agenda diversifikasi pasar ekspor Indonesia ke Amerika Selatan. Dengan strategi logistik yang adaptif, komunikasi yang transparan dengan mitra dagang, serta penguatan manajemen risiko rantai pasok, Indonesia justru berpeluang memperkuat posisi sebagai mitra dagang yang handal dan kompetitif di kawasan tersebut,” tuturnya.