Saya Harap Bang Yos Bisa Tidur Lebih Nyenyak

Saya Harap Bang Yos Bisa Tidur Lebih Nyenyak

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemprov DKI akan mengeksekusi pembongkaran tiang bekas proyek monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said pada pekan depan.

Sejarahnya, proyek monorel di Jakarta dimulai pada tahun 2024 atau semasa kepemimpinan Sutiyoso menjabat Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, monorel digagas sebagai sarana transportasi massal untuk menekan kemacetan.

Sayangnya, proyek ini mendek dan dibatalkan saat tiang pancang telah didirikan. Oleh sebab itu, Pramono berharap pembongkaran tiang monorel bisa membuat Sutiyoso tenang.

“Minggu depan ini, monorel yang sudah dibangun dari tahun 2004 kita bongkar. Saya berharap, Bang Yos tidurnya bisa lebih nyenyak, karena monorel itu rupanya bagi beliau menjadi beban pribadi,” kata Pramono di TPU Karet Bivak, Jakarta Selatan, Minggu, 11 Januari.

Pramono juga berencana mengundang Gubernur DKI periode 1997-2007 ini untuk hadir langsung menyaksikan pembongkaran pada Rabu, 14 Januari mendatang.

Di satu sisi, Pramono menjelaskan pengalokasian anggaran sebesar Rp100 miliar dari APBD DKI Jakarta dalam pelaksanaan ini tak hanya dihabiskan untuk pembongkaran 98 tiang monorel di sepanjang Jalan Rasuna Said.

Pemprov DKI juga akan melakukan penataan jalan raya hingga trotoar atau jalur pedestrian di kawasan Kuningan dalam waktu yang bersamaan.

“Rp100 miliar yang dikeluarkan itu bukan hanya untuk membongkar tetapi untuk membuat jalan, trotoar, merapikan dan sebagainya. Biaya keseluruhan untuk memperbaiki jalan Rasuna Said itu angkanya 100 miliar. Jadi bukan hanya bongkar, kalau bongkar, kecil banget lah (anggarannya),” jelas Pramono.

Sementara itu, Kepala Dinas Binar Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menjelaskan, pada tahap awal, pembongkaran akan dilakukan oleh Pasukan Kuning Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Heru menegaskan pihaknya siap untuk langsung membongkar tiang bekas proyek monorel yang tak selesai tersebut.

“Kalau kita mah sudah siap saja. Jadi karena permintaan Pak Gub untuk dibongkar hari Rabu pekan depan, ya kita jalankan. Karena kan sudah dipenuhi semua aturannya. Jadi ya kita akan lakukan pembongkaran dan kita akan tata Jalan Rasuna Said,” ungkap Heru.

Dalam pembongkaran tiang tersebut, Pemprov DKI juga sekaligus melakukan penataan trotoar hingga perbaikan jalan. Nantinya, tak ada lagi pemisah antara jalur cepat dan jalur lambat karena tiang yang berada di tengah-tengah lajur telah dibongkar.

“Nantinya pemisah jalur cepat dan jalur lambat akan hilang, sama seperti di sisi barat Jalan Rasuna Said. Di sana kan jalan dan trotoarnya sudah rapi. Jadi kita akan nata jalannya sama seperti Rasuna Said sisi barat. Di mana ada satu jalur busway, tiga jalur reguler. Sisi timur akan kita buat sama seperti itu,” tandasnya.