YOGYAKARTA – Kehilangan karyawan teladan bisa saja menyebabkan kerugian banyak pendapatan bagi sebuah perusahaan. Itulah kenapa hal ini harus menjadi salah satu perhatian khusus setiap perusahaan, agar talenta-talenta berkualitas dapat dipertahankan. Salah satu caranya yaitu retensi karyawan.
Namun, terkadang perusahaan cukup kesulitan dalam mengelola retensi karyawan perusahaan dengan baik. Padahal, dengan memprioritaskan retensi karyawan, perusahaan dapat memangkas biaya-biaya pergantian karyawan dan menambah kinerja keseluruhan organisasi.
Apa Itu retensi karyawan?
Dilansir dari laman Harvard Business Review, retensi karyawan merupakan sebuah kemampuan atau upaya sebuah perusahaan dalam mempertahankan karyawan di tempat kerja atau perusahaan. Adapun tujuan retensi ini adalah untuk mempertahankan karyawan dengan talenta terbaik dan loyal di tempat kerja untuk jangka waktu yang lama.
Kebalikan dari retensi perusahaan yaitu perputaran atau turnover karyawan. Turnover dapat terjadi jika siklus karyawan yang sering meninggalkan perusahaan dengan berbagai alasan khusus yang menjadikannya tidak nyaman dalam jangka waktu lama.
Oleh sebab itu, setiap perusahaan mempunyai tingkat retensi yang berbeda-beda. Juga dapat menjadi indikator seberapa baik perusahaan dalam mengelola karyawannya dan tingkat kepuasan kerja karyawan.
Alasan Retensi Karyawan Penting
Ada beberapa faktor yang menjadi alasan keberadaan retensi karyawan penting bagi perusahaan. Di antaranya:
Produktivitas yang stabil
Karyawan yang bekerja dalam jangka waktu yang lama akan menambah nilai signifikan perusahaan tersebut.
Mengapa? Karena mereka cenderung mampu memahami visi perusahaan secara lebih dalam, memahami dengan baik bagaimana memenuhi ekspektasi peran mereka, dan telah mendapatkan semua keterampilan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas secara lebih efektif.
Menurunkan biaya perusahaan
Mempertahankan karyawan yang terampil dapat berguna secara finansial bagi perusahaan. Pada dasarnya, mencari dan merekrut karyawan baru sangat menghabiskan waktu dan biaya.
Dengan biaya turnover karyawan yang dapat ditekan, keuangan perusahaan akan diinvestasikan secara lebih efektif.
Mengurangi waktu pelatihan
Karyawan yang sudah mempunyai pengalaman cukup panjang dalam sebuah perusahaan memiliki rasa percaya diri dan kapabilitas yang lebih tinggi untuk melaksanakan pekerjaan harian.
Pada dasarnya, karyawan baru membutuhkan waktu dan pelatihan untuk beradaptasi dan membangun komunikasi yang dapat membebani produktivitas untuk sementara waktu.
Apa yang Menyebabkan Retensi Karyawan Rendah?
Urgensi pengelolaan retensi karyawan muncul berdasarkan hasil identifikasi beberapa masalah yang sering perusahaan hadapi. Menurut beberapa studi lapangan yang berhubungan dengan tingkat retensi karyawan Perusahaan, masalah-masalah tersebut antara lain:
Berdasarkan Real Estate Witch Great Resignation Survey, lebih dari 30% karyawan menjelaskan bahwa toxic workplace menjadi alasan utama mereka mengundurkan diri dari tempat kerjanya.
Data dari 2021 People Management Report menyimpulkan bahwa 60% dari 2000 karyawan mengundurkan diri karena pengelolaan manajemen perusahaan yang buruk dan tidak tepat.
Sebanyak 66% karyawan perusahaan akan mengajukan pengunduran diri secara sepihak jika menurut mereka hasil kerja keras mereka tidak dihargai atau diakui oleh perusahaan.
Dari survey Deloitte kepada kalangan Gen Z dan Milenial di tempat kerja, peluang untuk resign cukup besar dan dipengaruhi oleh ketidakseimbangan work-life balance dan kelelahan yang disebabkan beban kerja terlalu besar.
Lebih dari 60% karyawan resign atau berhenti dari pekerjaan karena menurutnya upah yang didapatkan tidak sesuai dengan tanggung jawabnya dan mencari gaji dan tunjangan terbaik pada jabatan mereka di perusahaan lain.
Ada lebih dari 60% karyawan perusahaan yang mengatakan bahwa kecilnya peluang mereka untuk pertumbuhan karier menghasilkan dampak pada pengunduran diri. Selanjutnya mencari perusahaan dengan peluang mobilitas karier ke atas yang tinggi.
Pandemi tahun 2020 mengubah tren pola kerja menjadi lebih fleksibel. Perusahaan yang tidak mengikuti tren kerja fleksibel seperti ini cenderung mempunyai peluang tinggi karyawannya mengundurkan diri.
Itulah ulasan mengenai retensi karyawan dan beberapa penyebab retensi karyawan rendah. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.
