Pamekasan (beritajatim.com) – Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat IAI Al-Khairat Pamekasan, santuni 25 anak yatim bersamaan dengan momentum Ramadhan 1445 Hijriah, Selasa (26/3/2024).
Kegiatan santunan anak yatim tersebut digelar bersamaan dengan program Khatmil Qur’an dan buka bersama di basecamp PMII Al-Khairat Pamekasan, di Desa Beltok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.
Kegiatan yang digagas Pengurus Komisariat (PK) PMII Al-Khairat Pamekasan, diikuti puluhan kader di tingkatan pengurus rayon di bawah koordinasi komisariat. Meliputi Rayon Ibnu Aly, Rayon Ibnu Rusyd, serta Rayon Uwais Al-Qorny.
“Kegiatan ini sebagai bentuk syukur kami, sekaligus upaya kami untuk berbagi dengan sesama, khususnya para anak yatim yang berada di sekitar komisariat. Terlebih bersamaan dengan momentum Ramadan 1445 Hijriah,” kata Ketua PMII Komisariat IAI Al-Khairat Pamekasan, Ach Firdaus.
Selama ini kegiatan santunan dan buka puasa bersama digelar setiap tahun dan dipusatkan di Komisariat PMII Al-Khairat Pamekasan. Bahkan dalam kegiatan tersebut juga digagas Khatmil Qur’an dan doa bersama sebelum penyerahan santunan kepada para yatim.
“Dari itu kami sangat berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua, serta dapat meringankan beban para anak yatim yang berada di sekitar komisariat. Sehingga keberadaan kami dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Dari itu pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat menjadi motivasi kepada para pengurus serta para kader untuk terus memiliki komitmen menerapkan nilai-nilai keislaman. Salah satunya dengan selalu berbagi bersama anak yatim. “Kami sangat mengapresiasi semangat dari para kader PMII Al-Khairat dalam menerapkan nilai-nilai keislaman,” imbuhnya.
“Semoga melalui kegiatan ini, PMII IAI Al-khairat Pamekasan selalu eksis dalam menjalankan nilai luhur para pendiri PMII. Beberapa di antaranya dengan selalu memberikan pembelaan kepada kaum mustad’afin, termasuk para anak yatim,” pungkasnya. [pin/ian]