Mojokerto (beritajatim.com) – Puluhan siswa SMP Negeri 2 Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan berupa pusing, mual, dan panas tubuh. Namun, pihak sekolah menegaskan bahwa tidak seluruh siswa yang sakit tersebut dapat dipastikan berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Humas SMPN 2 Kutorejo, Siti Noor Sa’adah, menjelaskan bahwa keluhan tersebut tidak terpusat pada satu kelas saja. Dari pendataan sementara, tiap kelas rata-rata terdapat tiga hingga tujuh siswa yang tidak masuk sekolah dengan gejala hampir serupa. Namun, ada juga yang tidak masuk karena kecelakaan dan sakit sebelumnya.
“Beberapa anak memang tidak masuk, tapi tidak hanya satu kelas. Ada yang tiga, ada yang lima, bahkan ada yang tujuh. Gejalanya hampir sama, pusing dan mual. Tapi kami tidak langsung menyimpulkan penyebabnya karena keracunan MBG,” ungkapnya, Sabtu (10/1/2026).
Ia menyampaikan, pada Jumat (9/1/2026) sekolah tetap melaksanakan kegiatan seperti biasa, termasuk pelaksanaan MBG dengan menu soto ayam. Menu tersebut sama untuk seluruh siswa karena berasal dari satu dapur penyedia. Hingga jam pulang sekolah sekitar pukul 10.30 WIB, tidak ditemukan kejadian mencurigakan di lingkungan sekolah.
“Di sekolah tidak ada apa-apa. Anak-anak pulang setelah makan karena memang hari Jumat tidak ada kegiatan lanjutan. Jadi keluhannya justru diketahui keesokan harinya. Pas tadi pagi, di absensi ternyata jumlah siswa yang izin tidak masuk sekolah pada hari berikutnya mencapai sekitar 60 anak dari kelas VII hingga IX,” katanya.
Namun, lanjutnya, tidak semuanya disebabkan oleh dugaan keracunan MBG. Sebagian siswa memang sudah sakit sebelumnya, ada yang mengalami kecelakaan, serta ada yang izin karena keperluan lain. Ia mengungkapkan, beberapa siswa sempat mengalami muntah dan langsung diizinkan pulang.
“Yang sakit itu tidak seluruhnya karena MBG. Ada yang memang sudah sakit beberapa hari sebelumnya, ada yang kecelakaan, bahkan ada wali kelas yang tidak masuk karena kegiatan lain. Indikasinya memang mirip, pusing dan mual, tapi hasil pemeriksaan belum semua keluar. Jadi kami belum bisa memastikan semuanya karena MBG,” ujarnya.
Menurutnya, semua juga tergantung daya tahan tubuh masing-masing anak. Ia juga tidak bisa memastikan berapa jumlah siswa yang menjalani perawatan, lantaran sebagian lainnya mendapat penanganan medis dan diperbolehkan kembali ke rumah tanpa harus dirawat inap.
Sebelumnya, sebanyak 17 pelajar dari wilayah Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dilarikan ke UPT Puskesmas Gondang, Sabtu (10/1/2026), setelah diduga mengalami keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para pasien datang hampir bersamaan dan langsung mendapatkan penanganan medis. [tin/kun]
