PSI: Sekolah Rakyat jadi tangga keluar dari jerat kemiskinan

PSI: Sekolah Rakyat jadi tangga keluar dari jerat kemiskinan

Jakarta (ANTARA) – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendukung sepenuhnya program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kemarin, Presiden Prabowo meresmikan 166 Sekolah Rakyat di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

“Sekolah Rakyat menyasar simpul awal masalah, menyediakan pendidikan, lengkap dengan asrama agar anak tidak lagi dibatasi kondisi ekonomi keluarga. Ini tangga untuk mobilitas vertikal, lepas dari jerat kemiskinan. PSI mendukung sepenuhnya,” kata Ketua DPP PSI Bidang Pendidikan Nasional Danik Eka Rahmaningtyas dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Danik juga turut menanggapi argumen dari beberapa pihak yang mengatakan “Sekolah sudah gratis, semua punya kesempatan. Buat apa bikin Sekolah Rakyat?”.

“Masalahnya, anak kurang mampu tidak hanya kesulitan biaya, tapi juga bermasalah dalam soal gizi, lingkungan belajar, dan dukungan keluarga. Sekolah Rakyat mengakui fakta penting: kesempatan yang sama tidak otomatis menghasilkan hasil yang sama,” ujarnya.

Menurut Danik, pendekatan komprehensif Presiden dengan mendirikan Sekolah Rakyat telah mengoreksi ketimpangan struktural, bukan sekadar membuka pintu formal.

Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama yang menyediakan pendidikan gratis untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Seluruh biaya pendidikan, akomodasi, dan kebutuhan dasar siswa ditanggung negara. Program ini menjadi bagian dari kebijakan untuk memuliakan keluarga kurang mampu.

Prabowo menargetkan 500 Sekolah Rakyat terbangun sampai 2029. Setiap Sekolah Rakyat dapat menampung 1.000 siswa.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.