Liputan6.com, Jakarta – Pendiri Zara, Amancio Ortega, kembali menjadi perhatian setelah kantor investasinya dikabarkan membeli gedung The Post—kompleks perkantoran dan ritel ikonik di pusat kota Vancouver—senilai USD 1,1 miliar atau kurang lebih Rp 18,3 triliun (kurs dolar Rp 16.671). Transaksi ini menjadi yang terbesar di Kanada pada 2024 untuk sektor properti komersial, sekaligus masuk tiga besar di Amerika Utara.
Langkah ini menambah panjang daftar investasi real estat Ortega yang tersebar di berbagai negara.
Siapa sebenarnya Amancio Ortega dan bagaimana ia membangun kerajaan bisnis hingga menjadi salah satu orang terkaya di dunia?
Dikutip dari Yahoo Finance, Senin (23/11/2025). perjalanan Ortega dimulai di Spanyol, tempat ia bekerja sebagai remaja di sebuah bengkel pembuat kemeja. Pada 1975, ia mendirikan Zara bersama mantan istrinya, Rosalia Mera.
Ia dikenal sebagai pionir fast fashion berkat strategi integrasi vertikal—mulai dari desain, produksi, distribusi, hingga penjualan—yang memungkinkan Zara merespons tren dengan sangat cepat.
Pada 1985, keduanya mendirikan Inditex, perusahaan induk yang kini menaungi berbagai merek lain. Konsumen di Kanada mungkin mengenal Massimo Dutti, sementara merek Inditex lain seperti Bershka, Pull&Bear, Stradivarius, dan Zara Home tersebar di Eropa, Asia, Afrika, Timur Tengah, Meksiko, dan Amerika Selatan.
Zara sebagai merek utama memiliki lebih dari 2.000 toko di 96 negara, dengan penjualan bersih mencapai €27,7 miliar pada 2024.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421423/original/002251100_1763899202-AP182703911507.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)