Prajurit TNI berjalan kaki pikul logistik untuk korban bencana di Aceh

Prajurit TNI berjalan kaki pikul logistik untuk korban bencana di Aceh

Jakarta (ANTARA) – Personel TNI AD berjalan kaki memikul logistik korban bencana melewati jalur terputus menuju Desa Rumah Bundar, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Selasa.

Berdasarkan siaran pers resmi yang diterima ANTARA di Jakarta, dijelaskan bahwa para personel memilih berjalan kaki karena jalur darat terputus akibat banjir dan tanah longsor sehingga tidak bisa dilintasi kendaraan.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta mengatakan, personel yang dikerahkan dari Kodim 0108/Agara dari jajaran Kodam Iskandar Muda.

Dia melanjutkan, semula personel masih bisa mengantar logistik menggunakan kendaraan darat.

“Sejak titik terakhir yang masih bisa dilalui roda empat di Desa Simpur, para Babinsa melanjutkan perjalanan menggunakan motor sampai di lokasi dimana medannya sudah tak memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda dua,” kata Donny.

Donny melanjutkan, para personelnya harus melalui medan yang cukup terjal dan berlumpur sambil memikul sembako.

“Meski cuaca tidak menentu, personel tetap bergerak membawa berbagai kebutuhan pokok yang sangat dinantikan warga,” terang Donny.

Donny melanjutkan, total logistik yang dibawa seberat satu ton beras, 25 dus mie instan, 15 papan telur, lima kardus susu, dua kardus sarden, sepuluh koli pakaian, serta berbagai kebutuhan penting lainnya.

“Seluruh barang dipikul bergantian demi memastikan bantuan tiba dengan aman di titik-titik permukiman yang masih terisolasi,” jelas dia.

Hingga saat ini, proses distribusi secara manual itu masih terus berlangsung. Dia berharap, bantuan yang diantar itu dapat memenuhi seluruh kebutuhan pokok para korban bencana di Aceh.

Pewarta: Walda Marison
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.