Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberadaan sekolah unggulan seperti SMA Taruna Nusantara merupakan kebutuhan strategis bagi setiap negara yang ingin maju dan berdaya saing.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan jelang peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026).
Prabowo menyebut, berdasarkan pengamatan terhadap negara-negara yang berkembang pesat maupun negara dengan peradaban maju, hampir semuanya memiliki banyak sekolah unggulan dengan pola pembinaan serupa.
“Wadah-wadah semacam SMA Taruna Nusantara sangat dibutuhkan oleh setiap negara. Dari pengamatan kita, negara-negara yang berkembang dengan pesat, bahkan negara-negara yang sudah jauh pembangunannya, memiliki banyak sekolah-sekolah semacam ini,” ujar Prabowo.
Kepala negara pun mencontohkan Malaysia yang telah mengembangkan puluhan sekolah sejenis selama beberapa dekade terakhir. Sementara itu, Inggris bahkan telah memiliki ratusan sekolah dengan karakter pembinaan serupa yang telah berdiri selama ratusan tahun.
“Di Malaysia saja sudah berapa puluh tahun memiliki lebih dari 20 sekolah-sekolah semacam ini. Di Inggris sudah ratusan tahun juga terdapat ratusan sekolah-sekolah semacam ini,” katanya.
Presiden Ke-8 RI itu pun menegaskan bahwa Indonesia pun bertekad kuat untuk mengejar ketertinggalan melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, pemerintah berkomitmen menambah kampus-kampus pendidikan unggulan seperti SMA Taruna Nusantara di berbagai daerah.
“Kami bertekad untuk meraih ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk itu kita menambah kampus-kampus semacam SMA Taruna Nusantara,” tegasnya.
Prabowo juga mengingatkan bahwa SMA Taruna Nusantara memiliki sejarah panjang dalam sistem pendidikan nasional. Sekolah ini pertama kali didirikan di Magelang pada 1990 atas dorongan Panglima ABRI saat itu, Jenderal TNI LB Moerdani, dan kemudian dilanjutkan pembinaannya oleh Jenderal TNI Try Sutrisno.
“Kita sudah punya SMA Taruna Nusantara di Magelang yang didirikan tahun 1990 dan terus kita bina sampai hari ini,” ungkap Prabowo.
