Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah akan memperbanyak beasiswa kepada mahasiswa. Langkah itu diambil Presiden RI Prabowo Subianto selepas agenda pertemuan dengan 1.200 rektor hingga guru besar di Istana Negara pada Kamis (15/1/2025).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan dalam pertemuan tersebut ada beberapa hal yang disampaikan oleh akademisi kepada Presiden. Dilaporkan bahwa, kurang lebih ada sekitar 9,9 juta jumlah mahasiswa Indonesia.
Kemudian sejumlah mahasiswa di antaranya sudah mendapatkan beasiswa dalam berbagai bentuk, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang menyasar 1,1 juta penerima.
“Nah, disitulah juga Bapak Presiden memberikan arahan untuk kepada kami, terutama Mendikti Sainstek dan kami sebagai Mensesneg untuk mencoba menghitung ulang, memformulasikan ulang bagaimana memperbesar, memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan pada Kamis (15/1/2026).
Dalam diskusi itu, terdapat pula arahan agar beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) banyak dialokasikan ke bidang science, technology, engineering, dan mathematics (STEM). Alokasi LPDP untuk bidang STEM ditargetkan mampu mencapai 80%.
“Kami memang berkonsentrasi untuk mengejar ketertinggalan kita terlebih dahulu di dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Prasetyo.
Sebelumnya. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menyebut, Kemendikti Saintek akan segera melakukan pemetaan bersama LPDP agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
“Tindak lanjutnya, kami akan langsung memetakan bersama LPDP karena selama ini sudah bekerja sama erat. LPDP punya dana abadi yang diperuntukkan untuk pendidikan tinggi dan penelitian,” jelasnya.
