Bisnis.com, JAKARTA — Amer Sports Canada Inc. menyampaikan kekecewaannya terhadap putusan Pengadilan Niaga Jakarta atas kasus merek Arc’teryx di Indonesia
Head of Legal Arc’teryx Cameron Clark menyampaikan kekecewaan yang mendalam atas putusan Pengadilan Niaga Jakarta pada 30 Desember 2025 yang menolak gugatan pembatalan merek terhadap perusahaan yang berbasis di China yang mendaftarkan merek Arc’teryx di Indonesia tanpa persetujuan dari Arc’teryx.
“Kami sangat kecewa atas putusan Pengadilan Niaga Jakarta. Putusan tersebut tidak mengandung pemeriksaan atas persamaan kedua merek yang disengketakan, serta tidak pula mempertimbangkan itikad tidak baik atas pendaftaran merek yang dilakukan oleh perusahaan yang berbasis di China tersebut,” ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu (10/1/2025).
Kedua aspek tersebut, lanjutnya, biasanya merupakan elemen kunci dalam suatu persidangan gugatan pembatalan merek.
Menurutnya, Arc’teryx telah mengajukan bukti yang signifikan termasuk fakta bahwa pihaknya telah mendaftarkan merek Arc’teryx di banyak negara sejak 1992.
Arc’teryx meyakini bahwa putusan ini tidak mencerminkan keadilan, mengingat posisi perusahaan sebagai pemilik merek di tingkat global yang telah berlangsung lama.
Selain itu, pengetahuan konsumen global, termasuk konsumen di Indonesia, telah menegaskan Arc’teryx sebagai merek yang berasal dari Kanada.
Menurut Clark, putusan ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran di kalangan perusahaan-perusahaan lain yang berminat untuk mempertimbangkan investasi atau peluang bisnis di Indonesia terkait kepastian hukum dalam perlindungan merek
Dia menegaskan Arc’teryx tetap pada komitmennya untuk melindungi integritas merek Arc’teryx di tingkat global.
“Perusahaan akan menempuh upaya hukum melalui pengajuan kasasi di Indonesia,” ujarnya.
Langkah ini dipandang penting untuk melindungi konsumen, menghindari kebingungan publik, dan memastikan hak atas merek Arc’teryx di negara mana pun tidak diberikan kepada pihak yang bukan pemilik sah.
