PKS Ingin Bahas Pilkada Lewat DPRD atau Tidak dengan Kepala Dingin

PKS Ingin Bahas Pilkada Lewat DPRD atau Tidak dengan Kepala Dingin

PKS Ingin Bahas Pilkada Lewat DPRD atau Tidak dengan Kepala Dingin
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M. Kholid mengatakan pihaknya enggan terburu-buru dalam memutuskan apakah akan mendukung sistem pilkada lewat DPRD atau tidak.
Kholid menjelaskan,
PKS
membutuhkan waktu untuk melakukan kajian mendalam terlebih dahulu.
“Kita melibatkan
partisipasi publik
secara luas kepada masyarakat sehingga
meaningful participation
itu berjalan dengan baik,” ujar Kholid di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
“Kita ingin bahas secara komprehensif nanti dulu di DPR RI ya. Kita dengarkan pandangan masyarakat, kita dengarkan pandangan para akademisi, ya, tokoh-tokoh bangsa, ormas ya, sehingga pembahasannya secara prosedural itu sudah memenuhi partisipasi publik,” imbuhnya.
Kholid menjelaskan, baik
pilkada
lewat DPRD ataupun dipilih rakyat sama-sama konstitusional.
Berhubung pilkada langsung dipilih rakyat sudah berjalan 20 tahun, maka PKS akan melakukan evaluasi terlebih dahulu.
“Kita harus objektif, harus rasional, akademik, ya, apa evaluasi pilkada langsung selama 20 tahun? Dan kemudian apa alternatifnya? Jika memang ada koreksi,” ucapnya.
“Nah, ini harus kita bahas di atas meja terbuka, transparan, partisipatif dengan masyarakat. Nah, ini yang kita ingin dorong. Kita tidak terlalu terburu-buru untuk membuat sebuah keputusan di sini sehingga perlu kita kaji secara mendalam secara komprehensif,” jelasnya.
Dengan demikian, Kholid menyebut PKS akan memutuskan sistem pilkada mana yang paling baik tanpa terburu-buru.
“Jadi begini, kita tidak ingin terjebak pada setuju atau tidak setuju, tapi kita bahas dulu dengan kepala dingin, secara jernih, secara akademik,” sambung Kholid.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.