Peternak Sebut MBG Bikin Permintaan Daging Ayam Melambung, Stok Cukup

Peternak Sebut MBG Bikin Permintaan Daging Ayam Melambung, Stok Cukup

Bisnis.com, JAKARTA — Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong peningkatan permintaan daging ayam di dalam negeri. Hal ini mengingat komoditas tersebut masuk ke dalam salah satu menu MBG.

Sekretaris Jenderal Gopan Sugeng Wahyudi mengatakan bertambahnya jumlah penerima program MBG akan berjalan beriringan dengan meningkatnya kebutuhan daging ayam sebagai salah satu sumber protein utama.

Seperti diketahui, Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan akan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat MBG pada 2026.

“Dengan naiknya penerima MBG, permintaan daging ayam juga akan naik. Tetapi tidak serta-merta akan menyebabkan harga daging ayam menjadi tinggi karena stok saat ini masih cukup,” kata Sugeng kepada Bisnis, Selasa (13/1/2026).

Berdasarkan data Gopan, kondisi harga ayam hidup di tingkat kandang justru tengah mengalami tekanan pada awal 2026. Harga ayam hidup saat ini berada di kisaran Rp18.000 per kilogram, sementara biaya pokok produksi (BPP) peternak mencapai sekitar Rp20.000 per kilogram.

“Kondisi harga ayam saat ini di tingkat kandang rendah, di bawah biaya pokok produksi peternak. Artinya harga karkas atau daging turun di awal 2026,” lanjutnya.

Sebelumnya, Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS) Windhiarso Ponco Adi Putranto mengatakan harga daging ayam ras naik 0,25% dibandingkan Desember 2025 menjadi Rp40.384 per kilogram pada pekan kedua Januari 2026.

Harganya masih berada di atas harga acuan penjualan (HAP) yang semestinya di level Rp40.000 per kilogram. Bahkan, daging ayam ras mengalami kenaikan indeks perubahan harga (IPH) di 39,44% wilayah di Tanah Air.

“Secara spasial, di wilayah Sumatera sebagian ada yang mengalami penurunan, demikian juga di Pulau Jawa, tetapi secara umum harganya di kisaran stabil atau di sekitar 0–5% perubahannya dibandingkan Desember 2025,” ujar Windhiarso dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi, dikutip dari YouTube Kemendagri RI, Selasa (13/1/2026).

Sampai dengan pekan kedua Januari 2026, harga tertinggi daging ayam ras mencapai Rp100.000 per kilogram di kabupaten Intan Jaya. Mengekor, kabupaten Yahukimo dan kabupaten Pegunungan Arfak sebesar Rp80.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam ras terendah berada di level Rp25.000 per kilogram.