Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina Internasional EP (PIEP) resmi melakukan pengapalan perdana minyak mentah sebanyak 1 juta barel dari Port Arzew, Oran, Aljazair, menuju Indonesia jelang pergantian tahun.
PIEP yang merupakan regional Internasional anak usaha Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream itu membawa pulang produksi pertama setelah perpanjangan Production Sharing Contract (PSC) Blok 405A.
Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha mengatakan bahwa pengapalan perdana ini menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi Pertamina di kancah migas internasional.
“Kami menjalankan amanah untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui praktik operasional yang unggul dan berkelanjutan di Aljazair,” ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (25/12/2025).
Langkah tersebut juga mencerminkan implementasi nyata semangat ‘Bring the Barrel Home’ sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Langkah tersebut juga akan menjamin keberlanjutan operasi Pertamina di Aljazair hingga 25 tahun ke depan.
Kemitraan komersial antara Sonatrach dan Pertamina telah terjalin lebih dari dua dekade, menandai hubungan strategis yang konsisten dan berorientasi pada penciptaan nilai bersama. Dia berharap kerja sama dengan Sonatrach terus berkembang secara berkesinambungan.
Adapun, kolaborasi tersebut berkembang secara bertahap, dimulai dari kontrak tahunan pada 2002–2003, berlanjut ke transaksi spot pada 2006–2013, hingga memasuki fase ekspansi sejak 2014 melalui pengelolaan wilayah Menzel Lejmat (MLN).
Menjelang pelaksanaan pengapalan, kedua perusahaan menandatangani Lifting Service Contract pada 22 Desember 2025 di Kantor Pusat Sonatrach. Kesepakatan tersebut menjadi landasan hukum pelaksanaan lifting perdana dari Blok 405A.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Algeria EP (PAEP) Jon Erwin bersama VP Commercialization Sonatrach Mr. Mayouf Belgacem. Prosesi ini disaksikan oleh President & CEO Sonatrach Noureddine Daoudi, Duta Besar RI untuk Aljazair Chalief Akbar, serta Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha.
Sementara itu, Komisaris Utama PIEP Dharmawan H. Samsu menilai keberhasilan pengapalan tersebut merupakan hasil dari proses diplomasi dan perundingan yang panjang.
“Pengapalan kargo pertama sebesar 1 juta barel ke Indonesia ini menegaskan nilai strategis perpanjangan Blok 405A untuk 25 tahun ke depan. Ini merupakan pencapaian besar setelah melalui proses negosiasi kontrak yang intens,” jelasnya.
Direktur Utama PAEP Jon Erwin juga menekankan bahwa sinergi yang solid dengan Sonatrach telah menciptakan kepastian hukum dan operasional dalam mengoptimalkan potensi Blok 405A, sekaligus memberikan manfaat bagi Indonesia dan Aljazair.
Duta Besar RI untuk Aljazair Chalief Akbar yang hadir langsung di Port Arzew menyampaikan apresiasi atas realisasi pengapalan tersebut.
“Kegiatan ini bukan sekadar kerja sama bisnis migas, melainkan simbol kuat hubungan bilateral Indonesia dan Aljazair. Pemerintah Indonesia akan terus mendukung langkah Pertamina dalam mempererat kerja sama energi di masa mendatang dan tentunya mendukung kebijakan ketahanan energi pemerintah Indonesia,” tegasnya.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyatakan bahwa pengapalan dari lapangan internasional ini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan produksi migas nasional.
“Brings barrel home, yakni membawa hasil lifting migas dari lapangan luar negeri, merupakan salah satu upaya Pertamina untuk mencapai ketahanan energi,” jelasnya.
Ke depan, melalui kolaborasi yang berkelanjutan, PIEP berkomitmen terus mengoptimalkan potensi Blok 405A guna menopang ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Aljazair.
Pengapalan minyak mentah ini merupakan hasil kolaborasi terintegrasi di lingkungan Subholding Pertamina, yang melibatkan Subholding Upstream PHE melalui PIEP dan PAEP sebagai produsen migas luar negeri.
Kemudian, Subholding Shipping PT Pertamina International Shipping (PIS) sebagai pelaksana pengapalan internasional, serta Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) sebagai pembeli dan pengelola kilang di dalam negeri.
