Percikan Knalpot Diesel Hanguskan Gudang Penggilingan Padi di Blitar

Percikan Knalpot Diesel Hanguskan Gudang Penggilingan Padi di Blitar

Blitar (beritajatim.com) – Peristiwa kebakaran melanda sebuah gudang penggilingan padi milik Badrul Mutarom di Dusun Kebonagung, Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Diduga kuat, api berasal dari panas knalpot mesin diesel yang menyambar tumpukan sekam kering di lokasi kejadian.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.15 WIB ini sempat mengejutkan warga setempat. Mengingat api muncul saat sang pemilik sedang tidak berada di lokasi penggilingan padi.

Kejadian bermula saat istri korban, Durotul Nasikah (33), tengah menyuapi anaknya di dapur rumah. Di tengah suasana tenang, ia mendengar suara gemeretak kayu terbakar yang cukup keras. Awalnya, Durotul mengira suara tersebut berasal dari tetangga yang sedang membakar sampah.

Namun, rasa curiga menyelimuti hatinya karena suara tersebut kian membesar. Saat memeriksa ke belakang rumah, ia mendapati gudang penggilingan padi milik suaminya sudah diselimuti asap dan kobaran api.

“Saat kejadian, Pak Mutarom sedang tidak ada di rumah karena sedang mengirim beras ke wilayah Sumberpucung, Kabupaten Malang. Istri korban langsung berteriak meminta tolong kepada warga,” ujar Teddy Prasojo, Kepala Unit Damkar Kabupaten Blitar.

Melihat api kian membesar, warga sekitar bahu-membahu memadamkan api dengan alat seadanya sementara saksi lain, Alfi Romdoni, segera menghubungi Call Center Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar.

Tak lama berselang, armada pemadam kebakaran tiba di lokasi. Petugas dibantu aparat dari Polsek Selopuro, Koramil, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas langsung melakukan lokalisir api agar tidak merambat ke bangunan utama atau pemukiman warga lainnya.

“Api sudah bisa kita jinakkan tadi dibantu oleh aparat dan warga sekitar juga,” tegasnya.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim Inafis Polres Blitar dan keterangan petugas di lapangan, api diduga berasal dari knalpot mesin diesel penggilingan padi yang masih panas. Percikan atau suhu panas tersebut mengenai tumpukan merang (sekam) yang mudah terbakar hingga akhirnya menjalar ke konstruksi bangunan gudang.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah), meliputi kerusakan bangunan gudang dan beberapa peralatan di dalamnya. [owi/aje]