Penjualan Motor di RI Tahun 2025 Capai 6,41 Juta Unit, Ini Prediksi Tahun Depan

Penjualan Motor di RI Tahun 2025 Capai 6,41 Juta Unit, Ini Prediksi Tahun Depan

JAKARTA – Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan sepeda motor di pasar domestik Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai 6.412.769 unit. Angka tersebut tumbuh 1,3 persen dibandingkan dengan periode Januari-Desember tahun sebelumnya.

Merujuk dari data AISI, pertumbuhan di tengah pelemahan daya beli di tahun lalu ini menunjukkan bahwa sepeda motor masih menjadi alat transportasi produktif paling efisien dan efektif yang dibutuhkan masyarakat.

Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala menjelaskan kondisi pasar sepeda motor domestik yang relatif stabil pada tahun lalu tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan pelaku industri memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap alat transportasi yang efisien dan efektif untuk menunjang kegiatan sehari-hari mereka.

Di awal tahun lalu, asosiasi memproyeksikan penjualan sepeda motor domestik akan berada di kisaran angka 6,4 juta unit hingga 6,7 juta unit, dan akhirnya tahun 2025 ini ditutup di angka 6.412.769 unit.

“Rata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik di angka 535.000 unit. Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan karena efisien dan efektif dipakai untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun untuk leisure dan gaya hidup masyarakat kita,” katanya, dalam keterangan resminya yang diterima, Minggu, 11 Januari.

Berdasarkan data AISI, segmen skutik masih mendominasi permintaan sepeda motor baru di pasar domestik pada tahun lalu dengan kontribusi 91,7 persen. Sisanya 4,46 persen berasal dari jenis motor underbone, 3,51 persen tipe sport dan kontribusi sepeda motor listrik masih di bawah 1 persen.

Lantas bagaimana prediksi pasar di tahun mendatang? Memasuki tahun baru, AISI melihat pasar motor domestik masih memiliki potensi untuk terus bertumbuh dengan berbagai tantangan ekonomi yang harus dihadapi bangsa ini.

Pemberlakuan opsen sebagai pajak tambahan yang diberlakukan di awal tahun oleh sejumlah pemerintah daerah, dikhawatirkan akan

menjadi batu ujian pertama bagi pelaku industri di awal tahun.

“Kami memahami kebutuhan kenaikan pendapatan setiap pemerintah daerah. Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan juga insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan sehingga dampaknya tidak berpengaruh ke permintaan konsumen,” ujar Sigit.

Sigit mengungkapkan efek berganda kondisi geopolitik global berpotensi memengaruhi perekonomian dan pasar motor domestik. Selain pertumbuhan ekonomi, harga komoditas dan kondisi cuaca akan mempengaruhi stabilitas daya beli masyarakat tahun ini. Dukungan lembaga pembiayaan yang kuat juga akan mampu mendorong terjadinya realisasi penjualan di pasar sepeda motor domestik.

“Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini, kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini di angka 6,4 juta-6,7 juta unit,” tambah dia.