Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengaku tengah menyiapkan skema pembiayaan hingga menyiapkan desain untuk konstruksi rumah susun (Rusun) subsidi di Kawasan Meikarta, Cikarang, Jawa Barat.
Menteri PKP, Maruarar Sirait (Ara) juga menekankan saat ini pihaknya tengah menyiapkan legalitas pembangunan rusun subsidi tersebut.
“Semuanya disiapkan agar sesuai arahan Presiden Prabowo yakni bermanfaat bagi rakyat, negara, dan dunia usaha. Pegangan kami tiga itu,” ujar Ara dalam keterangan resmi, Selasa (20/1/2026).
Pada saat yang sama, dia turut memastikan bahwa Rusun tersebut tidak akan dibangun di kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Mengingat, Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi sendiri saat ini tengah menetapkan moratorium pembangunan kawasan perumahan se-Jawa Barat.
Hal tersebut diatur dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor: 180/HUB.03.08.02/DISPERKIM tentang Penghentian Sementara Penerbitan Izin Perumahan di Wilayah Provinsi Jawa Barat bertanggal 13 Desember 2025.
Untuk itu, tambah Ara, koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan, termasuk dengan pemerintah daerah dan pihak swasta.
“Saya sudah laporkan kepada Bapak Presiden dan Ketua Satgas Perumahan Pak Hashim. Kami akan bergerak cepat dan pastikan semua sesuai aturan. Rabu atau Kamis depan saya akan bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Pak Dedi Mulyadi, di Gedung Sate untuk verifikasi lanjutan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, pihaknya akan membangun sedikitnya 18 tower rusun subsidi di kawasan Meikarta. Langkah ini merupakan bagian dari upaya percepatan penyediaan hunian layak di wilayah perkotaan dan penyangga industri.
Adapun, rencana pembangunan tersebut akan berada di dua titik lokasi, yakni di Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, dan Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat. Masing-masing lokasi memiliki luas lahan sekitar 10 hektare.
Pengembangan rusun subsidi di Meikarta diklaim sangat strategis karena letaknya yang berdekatan dengan kawasan industri. Berdasarkan kalkulasinya, jarak hunian ke pusat industri hanya berkisar antara 2 kilometer hingga 2,5 kilometer.
