Liputan6.com, Jakarta – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menargetkan seluruh pemerintah daerah di Indonesia memberlakukan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN).
Demikian disampaikan Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh saat acara Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan dan Penerapan Manajemen Talenta di Gedhong Pracimasana, Kepatihan, Yogyakarta, Rabu, 7 Januari 2026, dikutip dari Antara, Kamis (8/1/2026).
“Kami targetkan dua bulan ke depan kabupaten/kota dan provinsi sudah menerapkan manajemen talenta semua,” kata Zudan.
Zudan menuturkan, di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberlakukan manajemen talenta telah mencapai 100% di level provinsi.
Ia menargetkan seluruh kabupaten dan kota di DIY juga menerapkan sistem tersebut dalam waktu dekat.
“Ini target kami 100 persen seluruh Provinsi DIY. Dan ini bisa menjadi yang pertama di Indonesia. Satu provinsi menerapkan manajemen talenta nanti di bulan Februari,” kata dia.
Zudan mengatakan, penerapan manajemen talenta bertujuan memastikan pengangkatan dan penempatan pejabat berdasarkan prinsip meritokrasi, bukan karena intervensi politik atau faktor suka dan tidak suka. Tolok ukur yang digunakan adalah prestasi dan kinerja ASN.
“Semakin berprestasi, semakin berkinerja, dia layak duduk dalam jabatan terbaik. ASN terbaik duduk dalam jabatan terbaik,” tutur dia.
Dia menilai, sistem manajemen talenta dirancang transparan sehingga ASN dapat mengetahui posisi kompetensinya secara terbuka melalui pemetaan talenta.
ASN juga diminta aktif melengkapi portofolio digital, mulai dari riwayat pendidikan, pelatihan, sertifikasi, hingga rekam jejak jabatan.
“Portofolio itu penting. Sehingga dia otomatis nanti semakin banyak portofolionya, semakin naik ke jabatan atau ke kotak yang lebih tinggi,” ujar Zudan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5208760/original/028603000_1746416005-Screenshot_2025-05-05_102546.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)