Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Desa (Pemdes) Tebon Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro gerak cepat menangani jalan poros desa yang putus. Sehingga diharapkan aktivitas warga tidak terganggu.
Putusnya jalan utama warga di daerah setempat terjadi lantaran tersapu derasnya limpasan air dari tanggul Waduk Tirto Agung di Desa Prangi Kecamatan Padangan yang jebol, pada Rabu (6/3/2024) sekitar pukul 00.45 WIB.
“Material untuk membangun akses darurat sudah mulai datang,” ujar Kepala Desa Tebon Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro, Wasito, Jumat (8/3/2024).
Salah satu material yang didatangkan oleh Pemdes Tebon yakni 12 batang besi dan kayu yang nantinya akan dipakai sebagai jembatan darurat. Penanganan darurat tersebut dilakukan sendiri oleh Pemdes agar aktifitas masyarakat bisa berjalan normal kembali. “Kalau cuaca mendukung insyaallah nanti malam akan dilembur untuk pembangunan jembatan darurat,” jelas Wasito.
Jembatan darurat itu harapannya bisa dilalui oleh mobil siaga desa yang digunakan untuk pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, warga Desa Tebon yang akan melintas ke Desa Prangi tidak perlu lagi memutar melalui jalan alternatif melalui hutan.
Untuk diketahui, tanggul Waduk Tirto Agung yang longsor itu berada di Desa Prangi RT 02 RW 01 Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro pada Rabu, 6 Maret 2024 sekitar pukul 00.45 WIB. Akibat tanggul yang jebol itu menyebabkan tanaman padi seluar kurang lebih 20 hektare rusak dan jalan Desa Tebon putus sepanjang kurang lebih 30 meter. [lus/kun]
