FAJAR.CO.ID, ACEH – Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan bersama Universitas Pertahanan (Unhan) terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Program strategis ini diwujudkan dengan pembangunan sumur bor serta pemasangan instalasi mesin reverse osmosis (RO) di sejumlah titik vital.
Ketua Satgas Sumur Bor, Kolonel Czi Sulistyo Gunawan, menyampaikan bahwa hingga awal Januari, pembangunan sumur bor telah menjangkau 12 kecamatan dengan total 250 titik yang sudah selesai dikerjakan.
“Pekerjaan ini akan terus dilanjutkan hingga merata, agar seluruh masyarakat terdampak dapat segera menikmati air bersih,” ujarnya, Jumat (9/1).
Sulistyo menegaskan, percepatan pembangunan dilakukan karena kebutuhan air bersih menjadi sangat mendesak pasca banjir.
“Kami melakukan pemantauan di setiap titik, baik yang sudah maupun yang sedang dikerjakan. Alhamdulillah sebagian besar kecamatan sudah terlayani, dan pekerjaan terus kami percepat,” katanya.
Ia menambahkan, program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat.
“Air bersih yang aman dan berkelanjutan adalah hak warga. Dengan sumur bor, masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air layak konsumsi,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan di lapangan, Sulistyo dibantu Kapten Czi Lambok Siregar sesuai arahan Kementerian Pertahanan.
Ia memastikan seluruh masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang akan menjadi sasaran utama program ini. Selain sumur bor, pemerintah juga memasang mesin RO agar air yang tersedia benar-benar layak diminum.
