Jakarta –
Kementerian Sekretaris Negara (Kemensesneg) resmi memperketat izin Perjalanan Dinas Luar Negeri (PDLN) bagi kementerian dan lembaga pemerintahan ke depan. Aturan tersebut diterbitkan melalui Surat Edaran nomor B-32/M/S/LN.00/12/2024.
Dikutip dari laman resmi Instagram Kemensesneg, @kemensesneg.ri, surat edaran tersebut diterbitkan atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam Sidang Kabinet tanggal 23 Oktober 2024 dan 6 November 2024 lalu.
“Menindaklanjuti arahan Presiden Republik lndonesia dalam Sidang Kabinet tanggal 23 Oktober 2024 dan 6 November 2024, agar Saudara Pimpinan Kementerian/Lembaga/Daerah/lnstansi beserta jajaran melakukan penghematan Perjalanan Dinas Luar Negeri (PDLN),” tulis surat edaran tersebut.
Adapun aturan tersebut memuat lima poin utama sebagai berikut:
1. PDLN dilakukan secara efektif, efisien, dan selektif dalam rangka mendukung Asta Cita Presiden Rl yang hasil kongkritnya dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kinerja Pemerintah dan pembangunan daerah.
2. PDLN dilakukan dalam rangka kegiatan yang memiliki urgensi substantif dan sepanjang tidak terdapat tugas prioritas ataupun mendesak di dalam negeri.
3. Kegiatan PDLN dilaksanakan dalam jumlah peserta yang sangat terbatas, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Tugas Belajar Program Diploma/Sarja nalMaster/Doktora l/Post-Doktoral dengan jumlah peserta maksimal sesuai permohonan.
b. Kurir Diplomatik/Tenaga Ahli I ndonesia Penelitian/Peng u mandahan/Detasering dengan jumlah peserta maksimal sesuai permohonan.
c. Misi Olahraga dengan jumlah peserta maksimal sesuai permohonan dengan membatasi jumlah pendamping
d. Kunjungan Presiden/Wakil Presiden dengan jumlah peserta maksimal sesuai arahan Presiden Rl melalui Menteri Luar Negeri
e. Kunjungan Menteri/Pimpinan Lembaga dengan jumlah peserta maksimal sesuai arahan Menteri Sekretaris Negara
f. Misi Kemanusiaan dengan jumlah peserta maksimal sesuai arahan Menteri Sekretaris Negara
g. Forum lnternasional Lintas Kementerian/Lembaga dengan jumlah peserta maksimal sesuai rekomendasi instansi penjuru
h. Pembinaan/Pengawasan/inspeksil/Factory Acceptance Test dengan jumlah maksimal peserta tiga orang
i. Perbantuan Teknis/Misi Khusus Bidang Pengamanan dengan jumlah maksimal empat orang.
j. Pameran/Promosi/Misi Kebudayaan/Misi Pariwisata/Misi Dagang/Misi lnvestasi dengan jumlah maksimal lima orang. Sementara untuk pendamping diminta untuk memperhatikan asas proporsionalitas
k. Pelatihan/Training/Studi Tiru dengan jumlah maksimal peserta 10 orang
l. Studi Banding/Benchmarking/Seminar/Simposium/Workshop/Konferensi dengan jumlah maksimal peserta tiga orang
m. Sidang/Dialog/Pertemuan Bilateral, Regional, Multilateral, lnternasional/Penjajakan kerja sama dengan jumlah peserta maksimal lima orang, dalam hal bentuk kegiatannya terdapat working group, maka dapat ditugaskan dua orang per working group yang merupakan bagian dari delegasi utama berasal dari lintas organisasi.
n. Seremonial/Penganugerahan/Penghargaan/Penandatanganan dengan jumlah peserta maksimal tiga orang.
4. PDLN dilakukan setelah mendapat izin dari Presiden RI melalui Sistem lnformasi Perjalanan Dinas Luar Negeri di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara, dengan prosedur:
a. Permohonan PDLN diajukan dalam jangka waktu paling lambat 7 tujuh hari sebelum rencana tanggal keberangkatan;
b. Pengajuan berkas permohonan PDLN wajib dilengkapi dengan dokumen:
1) Kerangka Acuan Kerja yang memuat informasi mengenai urgensi kegiatan, justifikasi peran substantif penugasan peserta PDLN, analisis biaya dan manfaat, serta rencana tindak lanjut pasca kegiatan;
2) konfirmasi resmi keikutsertaan individu beserta jadwal/agenda kegiatan/rundown yang bersumber dari mitra penyelenggara luar negeri;
3) korespondensi rencana pelaksanaan kegiatan PDLN dengan perwakilan Pemerintah Republik lndonesia pada negara yang dituju;
4) keterangan pembiayaan khususnya bagi kegiatan PDLN yang dibiayai:
i) sepenuhnya atau sebagian dari dana pribadi; dan
ii) sepenuhnya atau sebagian dari donor/sponsor;
5) rekomendasi dari Kementerian Luar Negeri, untuk PDLN ke negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan lndonesia; dan
6) perjanjian tugas belajar bagi kegiatan PDLN dalam rangka mengikuti pendidikan gelar.
c. Bagi kegiatan PDLN yang dilaksanakan oleh para Menteri/Wakil Menteri/Pimpinan Lembaga, maka permohonan izin PDLN diajukan bersamaan dengan:
1) permohonan persetujuan Tim pendamping substansi maupun non-substansi.
2) permohonan persetujuan Menteri Ad lnterim, khusus bagi penugasan PDLN Menteri.
d. Laporan kegiatan PDLN disampaikan paling lambat 2 (dua) minggu setelah kepulangan.
5. Dalam hal kegiatan PDLN dilakukan sebelum mendapatkan persetujuan Presiden, maka Saudara Pimpinan Kementerian/Lembaga/Daerah/lnstansi dan pelaku PDLN yang bersangkutan bertanggung jawab penuh atas segala konsekuensi yang ditimbulkan.
(kil/kil)