Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menetapkan skema distribusi arus kendaraan yang bergerak menuju Pulau Sumatra melalui tiga pelabuhan utama di Banten guna mengantisipasi kemacetan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa pembagian beban arus ini bertujuan untuk mengurai kepadatan di simpul utama penyeberangan Jawa–Sumatra.
“Dalam pengaturan arus penyeberangan, Kementerian PU mendukung skema distribusi kendaraan dari Jawa menuju Sumatera melalui tiga pelabuhan utama di Banten, yakni Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara,” jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (25/12/2025).
Secara teknis, konektivitas menuju ketiga pelabuhan tersebut ditopang oleh jalan nasional sepanjang 567,9 km dengan tingkat kemantapan mencapai 96,76%, serta jalur tol operasional sepanjang 204,78 km di wilayah Banten.
Kementerian PU juga menyiagakan 8 posko Nataru di titik strategis, termasuk penempatan Disaster Relief Unit (DRU) berupa alat berat di 10 lokasi rawan untuk mengantisipasi gangguan cuaca maupun teknis di lapangan.
Pada saat yang sama, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Banten, Primawan Avicenna, turut memastikan bahwa akses menuju pelabuhan telah siap dengan tingkat kemantapan antara 84% hingga 98%.
“Secara umum, tingkat kemantapan akses menuju pelabuhan di wilayah Banten berada pada kisaran 84%–98%, dengan perhatian khusus pada ruas yang dilalui kendaraan berat dari kawasan industri dan quarry,” jelas Primawan.
Dia juga menyebut, akses menuju pelabuhan turut didukung oleh koridor utama dari Exit Tol Merak KM 98, Exit Tol Cilegon Barat KM 92, hingga Exit Tol Cilegon Timur KM 87.
Selain itu, Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di KM 43A dan KM 68A Ruas Tol Tangerang–Merak juga akan dioptimalkan untuk menyaring kendaraan sebelum memasuki area pelabuhan, sehingga antrean di zona penyeberangan tetap terkendali dan kondusif bagi para pemudik.
