Kakanwil BPN Bali Ditetapkan Jadi Tersangka, Diduga Salahgunakan Kekuasaan
Editor
DENPASAR, KOMPAS.com
– Kepolisian Daerah (Polda) Bali melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) resmi menetapkan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bali inisial IMD (55) sebagai tersangka.
IMD diduga terlibat kasus penyalahgunaan kekuasaan dan pelanggaran undang-undang kearsipan negara.
Kabid Humas
Polda Bali
, Kombes Polisi Ariasandy membenarkan adanya penetapan status tersangka tersebut. Menurutnya, keputusan ini diambil setelah penyidik melakukan serangkaian proses penyelidikan dan gelar perkara yang mendalam.
“Benar, saudara IMD telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Bali tertanggal 10 Desember 2025,” kata Sandy, Senin (12/1/2026).
Penetapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan polisi yang masuk pada Maret 2025 lalu.
Sandy membenarkan bahwa tersangka IMD diduga kuat melanggar Pasal 421 KUHP terkait penyalahgunaan kekuasaan yang memaksa seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.
Selain itu, IMD tersebut juga dijerat dengan Pasal 83 Undang-Undang RI Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.
“Perkaranya sesuai surat (penetapan tersangka) yang beredar itu,” ungkapnya.
Tersangka diduga dengan sengaja tidak menjaga keutuhan, keamanan, dan keselamatan Arsip Negara yang seharusnya dilindungi untuk kepentingan negara.
Kasus ini bermula dari laporan yang dilayangkan oleh pelapor berinisial IMTW pada akhir Maret 2025.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus merampungkan berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke pihak kejaksaan.
Dia menegaskan pihak kepolisian bekerja secara profesional dan transparan dalam menangani kasus ini. Penyidik sedang melengkapi administrasi penyidikan dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Bali.
“Saat ini sementara proses hukum masih berjalan,” beber Sandy.
Surat pemberitahuan penetapan tersangka (SPDP) juga telah dikirimkan secara resmi kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Bali pada tanggal 11 Desember 2025 sebagai bentuk transparansi proses hukum.
Sandy menyampaikan perkembangan terbaru terkait kasus dugaan penyalahgunaan kekuasaan dan pelanggaran undang-undang kearsipan yang menjerat IMD.
Meski telah resmi ditetapkan sebagai tersangka sejak Desember 2025, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa hingga saat ini IMD tidak menjalani penahanan.
Sandy menyatakan, meskipun proses hukum terus bergulir dan administrasi penyidikan sedang dirampungkan, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) memutuskan untuk tidak menahan tersangka.
“Ya benar, yang bersangkutan (IMD) statusnya tersangka namun tidak dilakukan penahanan,” ujar Sandy.
Untuk diketahui keputusan tidak ditahannya tersangka merupakan pertimbangan subjektif dari penyidik.
Meski demikian, proses hukum dijamin tetap berjalan profesional dan transparan.
Saat ini, penyidik tengah fokus merampungkan berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Bali.
Dalam sistem hukum acara pidana di Indonesia yang diatur dalam KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana), penahanan bukanlah sebuah keharusan otomatis setelah seseorang menjadi tersangka.
“Proses tetap jalan,” jelasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul
KEPALA Kanwil BPN Bali Tersangka! Polda: Duga Terlibat Kasus Kearsipan dan Penyalahgunaan Kekuasaan
.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Blog
-
/data/photo/2025/07/01/6863afad4db2c.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kakanwil BPN Bali Ditetapkan Jadi Tersangka, Diduga Salahgunakan Kekuasaan Denpasar 13 Januari 2026
-
/data/photo/2026/01/13/6965bdc229289.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Di Setiap Lampu Merah Matraman, Pedagang Cangcimen Menyambung Hidup Megapolitan 13 Januari 2026
Di Setiap Lampu Merah Matraman, Pedagang Cangcimen Menyambung Hidup
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com
– Sisa hujan masih membasahi aspal Jalan Matraman, Jakarta Timur. Lampu merah menyala, kendaraan berhenti berjejal, dan klakson saling bersahutan.
Di sela jeda itu, seorang pria berjalan pelan di tepi jalan.
Di pundaknya tergantung tas besar berisi kacang, kuaci, dan permen warna-warni atau cangcimen yang ia tawarkan tanpa suara lantang.
“Iya, asongan lah ini udah lama. Udah sempat balik kampung, balik lagi sekarang. Udah puluhan tahun lah,” kata Hidayat (52), pelan, saat ditemui di Matraman.
Hidayat sudah lama menjadikan jalanan Jakarta sebagai ruang hidup.
Duhulu, Halte dan terminal memberi ruang bagi pedagang kecil seperti dirinya.
Penumpang menunggu lebih lama, asongan bisa masuk, sekadar menawarkan permen atau kacang.
Kini, kota bergerak lebih cepat. Aturan kian ketat, halte kian steril.
Pedagang seperti Hidayat tak lagi naik ke dalam bus.
Ia menunggu di lampu merah, berharap kendaraan melambat dan ada yang menoleh.
Di bawah flyover Matraman, ia kerap berhenti sejenak.
Duduk di bangku plastik kecil, menghela napas, lalu kembali berdiri saat arus lalu lintas melambat.
Jaket tipis yang dikenakannya tak sepenuhnya menahan dingin sisa hujan, tapi ia tetap bertahan.
“Sekarang mah nggak bisa masuk bus. Paling ngandelinnya kendaraan lewat atau warga yang berhenti,” ujarnya.
Setiap hari, Hidayat datang sejak pagi.
Kadang dagangannya laku, kadang tasnya tetap berat saat pulang.
Tak ada target, tak ada jaminan. Yang ia pegang hanya harapan cukup untuk makan hari itu dan bisa kembali esok hari.
Di Matraman, Hidayat bukan siapa-siapa. Ia tak tercatat, kerap luput dari perhatian.
Namun langkahnya di setiap lampu merah menjadi potret kecil Jakarta yakni kota yang terus berlari, sementara sebagian warga Hidayat bertahan dengan cara paling sederhana.
Di antara bus, motor, dan klakson yang tak pernah benar-benar berhenti, Hidayat menyambung hidup.
Pelan, sunyi, dengan cangcimen yang kian sering disebut-sebut namanya.
(Reporter: Hafizh Wahyu Darmawan | Editor: Ambaranie Nadia Kemala Movanita)
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Fitur AI Google Sajikan Informasi Medis Keliru, Ahli Kesehatan Protes Keras
Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan teknologi Google dilaporkan telah menyajikan informasi kesehatan yang menyesatkan dalam fitur AI Overviews.
Laporan tersebut menemukan bahwa teknologi AI generatif milik Google memberikan ringkasan informasi medis yang tidak akurat pada topik kesehatan kritis.
Direktur Dukungan, Riset, dan Pengaruh di Pancreatic Cancer UK (PCUK) Anna Jewell mengatakan fitur AI tersebut memberikan instruksi yang berbahaya bagi pasien kanker pankreas. Diketahui, Google secara keliru menyarankan pasien untuk menghindari makanan tinggi lemak.
“Anjuran tersebut sepenuhnya salah dan dapat membahayakan peluang seseorang untuk cukup sehat dalam menjalani pengobatan,” kata Jewell dalam laporan The Guardian Selasa (13/1/2026).
Jewell menjelaskan bahwa tanpa asupan kalori yang cukup, pasien akan kesulitan menoleransi kemoterapi atau operasi penyelamatan nyawa. Hal ini menunjukkan risiko operasional AI dalam mengolah data medis yang sensitif.
Selain kanker, masalah serupa ditemukan pada pencarian terkait tes fungsi hati. Google AI menyajikan data yang membingungkan tanpa menyertakan konteks kewarganegaraan, jenis kelamin, etnis, maupun usia pasien.
Menurut beberapa sumber media asing, AI Overview Google untuk topik mengenai gejala kesehatan telah dihentikan.
Namun, berdasarkan pantauan Bisnis pada Senin (12/1/2026), ketika menuliskan “Apa rentang normal untuk tes darah hati?”, hasil pencarian masih tertuju pada ringkasan yang dihasilkan oleh AI.
Kepala Eksekutif British Liver Trust Pamela Healy mengatakan ringkasan tersebut sangat mengkhawatirkan karena penderita penyakit hati sering tidak menunjukkan gejala awal. Kesalahan interpretasi hasil tes dapat membuat pasien mengabaikan pertemuan medis lanjutan.
“Apa yang dinyatakan ‘normal’ oleh Google AI Overviews bisa sangat berbeda drastis dari apa yang sebenarnya dianggap normal secara medis,” ujar Healy.
Kritik tajam juga datang dari organisasi kesehatan mental Mind terkait saran berbahaya untuk kondisi psikosis dan gangguan makan. Kepala Informasi Mind Stephen Buckley mengatakan ringkasan AI seringkali merefleksikan bias dan stereotipe yang merugikan.
Menanggapi temuan tersebut, Juru Bicara Google mengatakan sebagian besar ringkasan AI tetap memberikan informasi faktual dan bermanfaat bagi pengguna. Pihak perusahaan mengeklaim terus melakukan peningkatan kualitas secara berkelanjutan pada sistem mereka.
“Kami berinvestasi secara signifikan dalam kualitas AI Overviews, terutama untuk topik seperti kesehatan,” kata juru bicara Google dikutip dari TechCrunch. Google menyatakan akan mengambil tindakan sesuai kebijakan jika ditemukan AI yang salah menafsirkan konten web. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)
-

Fitur AI Google Sajikan Informasi Medis Keliru, Ahli Kesehatan Protes Keras
Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan teknologi Google dilaporkan telah menyajikan informasi kesehatan yang menyesatkan dalam fitur AI Overviews.
Laporan tersebut menemukan bahwa teknologi AI generatif milik Google memberikan ringkasan informasi medis yang tidak akurat pada topik kesehatan kritis.
Direktur Dukungan, Riset, dan Pengaruh di Pancreatic Cancer UK (PCUK) Anna Jewell mengatakan fitur AI tersebut memberikan instruksi yang berbahaya bagi pasien kanker pankreas. Diketahui, Google secara keliru menyarankan pasien untuk menghindari makanan tinggi lemak.
“Anjuran tersebut sepenuhnya salah dan dapat membahayakan peluang seseorang untuk cukup sehat dalam menjalani pengobatan,” kata Jewell dalam laporan The Guardian Selasa (13/1/2026).
Jewell menjelaskan bahwa tanpa asupan kalori yang cukup, pasien akan kesulitan menoleransi kemoterapi atau operasi penyelamatan nyawa. Hal ini menunjukkan risiko operasional AI dalam mengolah data medis yang sensitif.
Selain kanker, masalah serupa ditemukan pada pencarian terkait tes fungsi hati. Google AI menyajikan data yang membingungkan tanpa menyertakan konteks kewarganegaraan, jenis kelamin, etnis, maupun usia pasien.
Menurut beberapa sumber media asing, AI Overview Google untuk topik mengenai gejala kesehatan telah dihentikan.
Namun, berdasarkan pantauan Bisnis pada Senin (12/1/2026), ketika menuliskan “Apa rentang normal untuk tes darah hati?”, hasil pencarian masih tertuju pada ringkasan yang dihasilkan oleh AI.
Kepala Eksekutif British Liver Trust Pamela Healy mengatakan ringkasan tersebut sangat mengkhawatirkan karena penderita penyakit hati sering tidak menunjukkan gejala awal. Kesalahan interpretasi hasil tes dapat membuat pasien mengabaikan pertemuan medis lanjutan.
“Apa yang dinyatakan ‘normal’ oleh Google AI Overviews bisa sangat berbeda drastis dari apa yang sebenarnya dianggap normal secara medis,” ujar Healy.
Kritik tajam juga datang dari organisasi kesehatan mental Mind terkait saran berbahaya untuk kondisi psikosis dan gangguan makan. Kepala Informasi Mind Stephen Buckley mengatakan ringkasan AI seringkali merefleksikan bias dan stereotipe yang merugikan.
Menanggapi temuan tersebut, Juru Bicara Google mengatakan sebagian besar ringkasan AI tetap memberikan informasi faktual dan bermanfaat bagi pengguna. Pihak perusahaan mengeklaim terus melakukan peningkatan kualitas secara berkelanjutan pada sistem mereka.
“Kami berinvestasi secara signifikan dalam kualitas AI Overviews, terutama untuk topik seperti kesehatan,” kata juru bicara Google dikutip dari TechCrunch. Google menyatakan akan mengambil tindakan sesuai kebijakan jika ditemukan AI yang salah menafsirkan konten web. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)
-

Demi Merah Putih, Jangankan Harta, Nyawa Pun Kita Kasih
GELORA.CO – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengaku banyak pihak yang tidak senang dengan upaya pemerintah menekan impor BBM (Bahan Bakar Minyak) dengan cara membangun fasilitas produksi sendiri. Hal ini disampaikan Bahlil di hadapan Presiden Prabowo saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan , Senin (12/1/2026).
Bahlil mengatakan, ke depan ditargetkan Indonesia tidak lagi impor BBM, namun hanya berbentuk minyak mentah saja. Sebab fasilitas pengolahannya akan dibangun oleh Pemerintah, salah satu contohnya seperti RDMP Balikpapan.
“Kalau ini kita mampu lakukan, gerakan-gerakan tambahan ini semakin tipis. Setelah ini ramai lagi di sosmed karena dianggap Menteri ESDM potong-potong jalur barang impor. Tapi tidak ada masalah, demi merah putih jangan harta, nyawa pun kita kasih,” ujar Bahlil dalam pidatonya.
Pada kesempatan itu, Bahlil juga menceritakan bahwa dalam meresmikan RDPM Balikpapan terdapat sejumlah tantangan dan hambatan yang dihadapi. Pasalnya, sesuai jadwal fasilitas kilang itu semestinya bisa diresmikan pada bulan Mei 2024 lalu, namun sempat terbakar dan harus masuk fase pemulihan.
Bahlil menduga, kebakaran yang sempat terjadi di RDPM Balikpapan ini disebabkan oleh pihak-pihak yang sengaja membakar. Karena kehadiran kilang ini praktis akan memangkas importasi BBM sebagaimana yang dilakukan sebelum-sebelumnya.
“Proyek ini banyak dramanya, kenapa karena seharusnya sudah jadi awal bulan mei 2024, tapi ini terbakar, ada bagian yang dibakar, saya tidak mengerti apakah terbakar karena dibakar atau ada faktor lain,” kata Bahlil.
“Bulan agustus, saya perintahkan dari Irjen, kami minta investigasi, ternyata ada udang di balik batu. Masih ada yang tidak rela kalau kita mempunyai cadangan swasembada energi, agar impor terus, impor terus, kita harus hadapi dalam waktu yang tidak lama lagi,” pungkasnya.
-

Lemhannas kirim kajian soal pilkada lewat DPRD ke Presiden
Kajian itu sesuai dengan tupoksinya, telah kami serahkan ke Bapak Presiden. dan itu sifatnya rahasia, kami tidak bisa ungkapkan terkait kajian tersebut
Jakarta (ANTARA) – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) mengatakan pihaknya telah mengirimkan kajian ke Presiden Prabowo Subianto terkait pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
“Kajian itu sesuai dengan tupoksinya, telah kami serahkan ke Bapak Presiden. dan itu sifatnya rahasia, kami tidak bisa ungkapkan terkait kajian tersebut,” kata Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily saat jumpa pers di gedung Lemhannas, Jakarta Pusat, Selasa.
Walau tidak mau membuka isi dari kajian tersebut, Ace tetap memberikan garis besar pandangan Lemhannas terkait rencana pilkada lewat DPRD ke awak media.
Menurut Ace, secara garis besar seluruh kebijakan pemerintah yang sudah berjalan lama wajib untuk dievaluasi guna menguji dampak baiknya bagi negara.
Termasuk pilkada secara langsung, sistem yang sudah berlangsung selama 15 tahun ini harus dievaluasi. Hasil evaluasi itulah yang nantinya dapat jadi penentu apakah sistem pilkada secara langsung layak dilanjutkan atau harus kembali lagi dipilih DPRD.
“Sudah hampir berlangsung 15 tahun kita melakukan pilkada secara langsung, rasanya memang perlu untuk dilakukan perbaikan dari aspek, prosedur, sistem maupun nanti hasilnya sehingga nanti kita bisa menghasilkan kepala daerah yang baik,” jelas Ace.
Pun jika sistem pilkada kembali dipilih oleh DPRD, Ace menilai hal tersebut tidak akan merusak nilai demokrasi yang ada.
“Evaluasi ini dilakukan upaya kualitas kepemimpinan termasuk di antaranya kepala daerah, itu betul betul bisa dihasilkan dari proses demokrasi yang baik,” jelas Ace.
Pewarta: Walda Marison
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
-
/data/photo/2026/01/13/6965ccac886fc.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Live Shopping dari Pasar, Inovasi Kebumen Bantu Pedagang Tradisional Bertahan di Tengah Belanja Online Regional 13 Januari 2026
Live Shopping dari Pasar, Inovasi Kebumen Bantu Pedagang Tradisional Bertahan di Tengah Belanja Online
Tim Redaksi
KEBUMEN, KOMPAS.com
— Upaya menghidupkan kembali pasar tradisional di tengah masifnya belanja daring terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kebumen.
Salah satunya melalui peluncuran program inovatif Makan Bergizi Gratis (MBG) Nglarisi Pasar dan Petani Kebumen yang dirangkaikan dengan peresmian
Studio Live Shop Pasar
Tumenggungan, Senin (12/1/2026).
Peluncuran program tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat kunjungan kerja ke Kebumen.
Momentum ini sekaligus ditandai dengan penandatanganan prasasti Studio Online Shop Pasar sebagai simbol transformasi pasar rakyat menuju ekosistem digital.
Bupati Lilis Nuryani menjelaskan, program inovasi tersebut lahir dari keluhan para pedagang pasar tradisional yang selama ini menghadapi penurunan omzet akibat persaingan dengan platform belanja online serta pedagang keliling yang menjamur.
“Pasar tradisional tidak boleh kalah. Melalui program SELARAS atau Sengkuyung Nglarisi Pasar, kami menghubungkan kebutuhan dapur MBG dengan pasar rakyat dan petani lokal,” ujar Lilis dalam keterangan resminya pada Selasa (13/1/2025).
Melalui kebijakan ini, dapur-dapur MBG di Kebumen diwajibkan memprioritaskan pembelian bahan pangan dari pasar tradisional setempat.
Selain menciptakan kepastian pasar, langkah tersebut juga diharapkan mampu mengembalikan keramaian pasar rakyat yang selama ini menjadi denyut ekonomi masyarakat kecil.
“Kami dorong agar sayur dan buah lokal seperti kacang panjang, terong, mentimun, semangka, hingga kelengkeng dibeli dari pedagang pasar. Dengan begitu, pasar kembali hidup dan pedagang memiliki penghasilan yang stabil,” tambahnya.
Kepala BGN Dadan Hindayana menilai integrasi antara program MBG dengan pasar tradisional merupakan langkah strategis.
Menurutnya, Kebumen dapat menjadi contoh nasional dalam memanfaatkan program pemenuhan gizi untuk memperkuat ekonomi lokal.
“Satu SPPG mengelola dana hingga Rp 11 juta per tahun. Jika belanja bahan bakunya dilakukan di pasar rakyat, maka perputaran uang akan langsung dirasakan masyarakat,” kata Dadan.
Studio Live Shop Pasar Tumenggungan yang diresmikan pada kesempatan tersebut diharapkan menjadi sarana promosi digital bagi pedagang pasar.
Melalui siaran langsung dan penjualan daring, pedagang dapat menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa harus meninggalkan lapak mereka.
Dampak kebijakan ini mulai dirasakan pedagang.
Susi, pedagang sayur di Pasar Tumenggungan, mengaku kini memiliki kepastian pasar setelah rutin memasok kebutuhan dapur MBG.
“Biasanya dagangan sering tidak habis. Sekarang hampir setiap hari ada permintaan dari yayasan MBG,” ujarnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2026/01/13/6965ee539cc30.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2026/01/13/6965ddd7a3023.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2026/01/13/6965cc37db736.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)