Video
Video: PPATK Usul Kenaikan Anggaran Rp1,19 Triliun
News
1 jam yang lalu

Video
Video: PPATK Usul Kenaikan Anggaran Rp1,19 Triliun
News
1 jam yang lalu

Ketua PPATK, Ivan Yustiavandana, mengatakan 571 ribu lebih nomor induk kependudukan (NIK) penerima bantuan sosial terindikasi digunakan untuk judi online. Selain judi online, penerima bansos tersebut juga terindikasi korupsi hingga pendanaan terorisme.
Ivan mengatakan saat ini PPATK melakukan pendalaman berdasarkan data yang diterima dari Kementerian Sosial.

GELORA.CO – Seorang WNA asal China nekat mengambil mobil milik Unit Laka Ditlantas Polda Jaya pada Rabu (9/7) dini hari di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Wadirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono, menjelaskan peristiwa bermula ketika Unit Laka datang untuk menangani kecelakaan mobil yang dikemudikan pelaku. Lalu, saat sedang melakukan penanganan, tiba-tiba pelaku menggasak mobil milik Unit Laka.
“Pas dia keluar untuk menangani korban sama kendaraan, pelakunya itu mengambil alih,” kata dia kepada wartawan pada Kamis (10/7).
Namun begitu, tak berselang lama usai mengambil mobil Unit Laka, pelaku kembali mengalami kecelakaan usai menabrak tiang listrik. Saat itu, menurut Argo, pelaku sedang dalam pengaruh minuman keras.
“Kondisinya mabuk,” ujar dia.
Kini, pelaku sudah ditangkap dan sedang diperiksa secara intensif oleh polisi. Argo belum menyebutkan secara rinci identitas dari pelaku.
“Pelaku ya sudah diamankan, sedang dalam proses pendalaman pemeriksaan,” kata dia.

Jakarta, CNBC Indonesia – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusulkan penambahan anggaran Rp 1,34 Triliun dari pagu indikatif mereka yang telah ditetapkan pada 2026 sebesar Rp 878,04 Miliar.
Selengkapnya saksikan di Program Nation Hub CNBC Indonesia, Kamis (10/07/2025).

“Penyidik menyimpulkan telah diperoleh alat bukti yang cukup untuk meletakkan sebanyak sembilan tersangka,” ucap Abdul Qohar dalam konferensi pers Kamis (10/07/2025). Berikut daftar inisial sembilan tersangka baru tersebut yaitu ; AN, HB, TN, DS, AS, HW, MH, IP, MRC. (Dok. Kejaksaan Agung)

GELORA.CO – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria membonceng jenazah menggunakan sepeda motor di Kecamatan Pinembani, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, viral dan memantik keprihatinan publik.
Peristiwa itu terjadi di Desa Palentuma, kawasan dataran tinggi yang hingga kini masih terkucil karena buruknya infrastruktur jalan. Dalam video berdurasi singkat yang beredar di media sosial, tampak jenazah yang dibungkus kain jarik diletakkan di jok belakang motor Honda Revo, dengan bantuan batang kayu sebagai penyangga.
Jenazah tersebut diketahui adalah seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di lingkup Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Donggala. Saat kejadian, almarhum tengah menjalankan tugas di wilayah terpencil itu.
Minimnya akses transportasi, terutama kendaraan roda empat seperti ambulans, memaksa warga menggunakan sepeda motor untuk membawa jenazah menuju lokasi pemakaman. Jalan sempit, rusak parah, dan hanya bisa dilalui roda dua menjadi tantangan utama di kawasan tersebut.
Fenomena ini memicu gelombang empati dari warganet. Ribuan kali dibagikan, video itu menuai komentar yang menyoroti masih lemahnya pembangunan infrastruktur di daerah terpencil. Banyak yang mendesak pemerintah untuk segera membuka akses jalan layak agar pelayanan dasar, termasuk darurat medis dan kemanusiaan, dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Peristiwa ini menjadi pengingat nyata bahwa pembangunan yang merata masih menjadi pekerjaan rumah besar, terutama bagi daerah yang jauh dari pusat kota.

Sumber foto: M Salim/elshinta.com.
417 juta dana Baznas disalurkan untuk mustahik Langkat
Dalam Negeri
Editor: Sigit Kurniawan
Kamis, 10 Juli 2025 – 15:26 WIB
Elshinta.com – Bupati Langkat Syah Afandin, memimpin kegiatan pendistribusian dana Baznas Kabupaten Langkat,.Sumatera Utara, triwulan II tahun 2025, yang dilaksanakan di Jentera Malay, Rumah Dinas Bupati Langkat, Rabu (9/7).
Sebanyak Rp417.000.000 disalurkan kepada para mustahik atau masyarakat penerima manfaat di Kabupaten Langkat. Dana tersebut diperuntukkan program di bidang pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan, sebagai wujud nyata kepedulian sosial pemerintah daerah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Langkat.
Dalam sambutannya, Bupati Syah Afandin menyampaikan rasa terima kasih kepada Baznas Langkat atas kinerja dan kontribusinya dalam membantu masyarakat. Menurutnya, pendistribusian zakat ini sejalan dengan program nasional Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam rangka pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem secara tepat sasaran.
“Program ini mendukung strategi pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan, serta penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan,” tegas Syah Afandin seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Kamis (10/7).
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program Baznas Langkat dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. “Apa yang diberikan hari ini bukanlah hadiah, melainkan bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat. Allah lebih menyayangi hamba-Nya yang tangannya di atas, yakni yang gemar memberi,” tutur Afandin di hadapan para mustahik.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Baznas Langkat agar semakin optimal dalam melayani masyarakat. “Baznas Langkat jangan pernah lelah dalam mengemban amanah. Saya akan menjadi garda terdepan untuk mendukung Baznas demi kesejahteraan masyarakat Langkat,” tegasnya.
Ketua Baznas Langkat Thantawi Jauhari, dalam laporannya, mengungkapkan bahwa dana yang disalurkan berasal dari pengumpulan zakat, infak, dan sedekah masyarakat Langkat. Dana tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban mustahik dan mendorong peningkatan kualitas hidup mereka.
Kegiatan pendistribusian berjalan dengan tertib dan penuh rasa kebersamaan. Para mustahik penerima bantuan terlihat antusias dan mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah dan Baznas Langkat.
Sumber : Radio Elshinta

Bisnis.com, Jakarta — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengaku senang jika harus berkantor di Papua karena bisa lebih dekat dengan masyarakat.
Gibran menegaskan bahwa di mana pun kantor Wakil Presiden, dirinya sudah siap. Menurut Gibran, berkantor di Ibu Kota Negara (IKN), Jakarta maupun di Klaten, dirinya tidak masalah, selama bisa dekat dengan masyarakat.
“Saya bisa berkantor di mana saja, di Kebon Sirih, bisa di IKN, bisa di Papua, bisa juga di Klaten. Kita jadikan kantor di mana pun,” tuturnya di Jakarta, Kamis (10/7).
Gibran mengemukakan sebagai pembantu Presiden Prabowo Subianto, dirinya harus lebih sering berdialog dengan masyarakat.
Menurutnya, upaya dialog tersebut dapat menghasilkan kritik dan saran masyarakat terkait kebijakan dan langkah pemerintah.
“Bagi saya sebagai pembantu presiden kan harus sering ke daerah dan berdialog juga dengan pelaku usaha, menerima kritikan dan kita bisa berkantor di mana saja. Bisa bertemu dentan warga itu yang paling penting,” katanya.
Berdasarkan catatan Bisnis, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bakal berkantor di Papua setelah diberi mandat menangani berbagai permasalahan di Bumi Cendrawasih itu oleh Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikan langsung Menteri Koordinator bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra di sela-sela acara Laporan Tahunan Komnas HAM 2024 melalui channel Youtube Komnas HAM yang diakses Selasa (8/7).
Yusril mengemukakan bahwa tidak menutup kemungkinan Wapres Gibran Rakabuming Raka juga bakal berkantor di wilayah Papua mengingat tugas yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Gibran tidak hanya mempercepat pembangunan Papua, tetapi juga menangani permasalahan HAM Papua yang tidak pernah tuntas.
“Sekarang ini wakil presiden akan diberikan penugasan bahkan mungkin ada kantornya di sana untuk bekerja langsung dari Papua untuk menangani masalah ini,” tutur Yusril.

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan ke depannya pemerintah daerah atau pemda juga harus ikut menanggung beban pensiun pegawai negeri sipil.
Selengkapnya saksikan di Program Nation Hub CNBC Indonesia, Kamis (10/07/2025).