Blog

  • Juragan Gula Oplosan di Banyumas Ditangkap, Punya 3 Gudang Tanpa SNI
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        10 Juli 2025

    Juragan Gula Oplosan di Banyumas Ditangkap, Punya 3 Gudang Tanpa SNI Regional 10 Juli 2025

    Juragan Gula Oplosan di Banyumas Ditangkap, Punya 3 Gudang Tanpa SNI
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com –
    Pria berinisial MS, juragan
    gula oplosan
    tanpa Standar Nasional Indonesia (SNI) di Kabupaten
    Banyumas
    , Jawa Tengah ditangkap polisi.
    Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Arif Budiman, mengatakan bahwa MS merupakan pemilik gudang sekaligus pengedar gula oplosan.
    “Tersangka dalam kasus ini satu, MS,” kata Arif di Kantor Dirreskrimsus Polda Jawa Tengah, Kamis (10/7/2025).
    Juragan gula oplosan itu mempunyai tiga gudang yang menjadi suplai utama untuk mengedarkan gula tanpa standar SNI tersebut.
    “Tiga gudang itu berada di Banyumas,” ungkapnya.
    Modus operandi pelaku, mengganti karung kemasan gula kristal rafinasi angels menjadi gula kristal putih kemasan Raja Gula.
    Selain itu, terdapat juga praktik pencampuran lima sak gula kristal rafinasi angels kemasan kilogram dengan tiga sak gula kristal rafinasi kemasan SUJ/Andalan 50 kilogram menjadi delapan sak gula kristal putih kemasan Raja Gula 50 kilogram.
    “Modusnya mengganti kemasan gula kristal putih reject pabrik, gula putih kondisi rusak atau basah menggunakan kemasan gula kristal putih Raja Gula bekas,” sambungnya.
    MS kini dijerat dengan Pasal 113 jo pasal 57 ayat (2) UU RI no. 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf (a) dan/atau pasal 9 ayat (1) huruf a UU RI no. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
    MS terancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar.
     
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • OpenAI Bakal Rilis Browser Berbasis AI, Tandingan Google Chrome

    OpenAI Bakal Rilis Browser Berbasis AI, Tandingan Google Chrome

    Bisnis.com, JAKARTA— OpenAI dikabarkan tengah bersiap merilis browser berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam beberapa pekan mendatang. 

    Melansir laman Reuters pada Kamis (10/7/2025), langkah ini disebut-sebut sebagai upaya menyaingi dominasi Google Chrome di pasar peramban internet. Browser AI buatan OpenAI tersebut dikembangkan dengan pendekatan baru dalam menjelajah web, serupa dengan Comet milik Perplexity dan Dia dari The Browser Company. 

    Bedanya, browser ini memungkinkan beberapa interaksi pengguna tetap berlangsung di dalam platform ChatGPT, tanpa perlu membuka tautan eksternal ke situs lain. 

    Menurut laporan Reuters, OpenAI kemungkinan akan menyematkan Operator, agen AI penjelajah web miliknya, sebagai salah satu fitur utama dalam browser tersebut. Ini akan memperkuat fungsionalitas pencarian dan interaksi langsung pengguna dengan informasi dari internet.

    Sebelumnya, laporan dari The Information mengungkap OpenAI memang telah mempertimbangkan untuk mengembangkan browser pesaing Chrome sejak awal 2024. 

    Seperti halnya Perplexity, tujuan OpenAI adalah mendapatkan akses langsung terhadap data pengguna dan merancang pengalaman browsing yang lebih inovatif tanpa bergantung pada perantara seperti Google.

    Dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun sejak meluncurkan platform chatbot populernya, ChatGPT, OpenAI berhasil mencatat lonjakan pendapatan yang signifikan. 

    Perusahaan ini mengklaim telah mencapai pendapatan tahunan sebesar US$10 miliar atau setara sekitar Rp163 triliun (kurs Rp16.300 per dolar AS). Angka tersebut naik hampir dua kali lipat dari sekitar US$5,5 miliar atau setara Rp89,65 triliun pada tahun sebelumnya.

    Melansir laman TechCrunch, Selasa (10/6/2025), seorang juru bicara OpenAI menyebutkan bahwa angka tersebut mencakup pendapatan dari berbagai lini bisnis, mulai dari produk konsumen, layanan ChatGPT untuk kalangan bisnis, hingga API untuk perusahaan.

    Saat ini, OpenAI tercatat melayani lebih dari 500 juta pengguna aktif mingguan dan memiliki 3 juta pelanggan bisnis berbayar. Ke depan, perusahaan yang dipimpin oleh Sam Altman ini menargetkan pendapatan mencapai US$125 miliar atau sekitar Rp2.037 triliun pada 2029.

    Namun, ambisi besar ini datang bersama tekanan besar pula. OpenAI harus terus mendorong pertumbuhan pendapatan di tengah tingginya biaya operasional, mencakup miliaran dolar per tahun yang digunakan untuk merekrut talenta unggulan dan membangun infrastruktur guna melatih serta menjalankan sistem kecerdasan buatan miliknya. 

    Hingga kini, perusahaan belum secara terbuka mengungkap besaran biaya operasional maupun apakah mereka sudah mulai mendekati titik impas. Seiring ekspansi dan inovasi yang terus dilakukan, OpenAI juga terus mendapatkan suntikan dana dari sejumlah investor besar. 

    Baru-baru ini, perusahaan berhasil mengumpulkan pendanaan sekitar US$6,6 miliar atau sekitar Rp107,58 triliun dari berbagai pemodal, termasuk Microsoft, NVIDIA, Thrive Capital, dan Khosla Ventures. 

    Dana segar ini turut mendorong valuasi perusahaan melonjak hingga menyentuh US$157 miliar atau setara sekitar Rp2.560 triliun. 

    Menurut laporan Reuters, sebagian besar pendanaan ini diperoleh melalui penerbitan obligasi konversi. 

    Thrive Capital bahkan disebut telah menggelontorkan investasi lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp16,3 triliun, dengan potensi tambahan investasi pada tahun depan apabila OpenAI berhasil mencapai target pertumbuhan yang ditetapkan.

    Di sisi lain, SoftBank lewat Vision Fund dikabarkan tengah menjajaki peluang untuk berpartisipasi dalam putaran pendanaan tersebut yang akan menjadi investasi pertama mereka di OpenAI, jika terealisasi. 

    Sementara itu, Apple disebut memilih mundur dari rencana keterlibatan dalam pendanaan. Adapun, untuk tahun 2025, OpenAI memproyeksikan pendapatan mencapai US$11,6 miliar atau sekitar Rp189 triliun, naik signifikan dibanding estimasi pendapatan pada 2024 yang sebesar US$3,7 miliar atau sekitar Rp60,31 triliun. 

  • UMKM Komunitas Ciptakan Sumber Ekonomi Baru dan Lapangan Kerja

    UMKM Komunitas Ciptakan Sumber Ekonomi Baru dan Lapangan Kerja

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Wajah UMKM Jakarta Pusat hari ini semakin beragam dan tumbuh dari komunitas-komunitas akar rumput yang tangguh. Hal ini terlihat jelas dalam acara “Level Up, Jakpus!” yang digagas oleh HIPMI Jaya berkolaborasi dengan Pusat Harapan, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.

    Di antara peserta yang hadir, dua inisiatif dari Petamburan, Tanah Abang, seperti Jamu Clinic dan Katar Corner, menjadi sorotan berkat pendekatan kolektif dan keberdayaan yang mereka bangun dari bawah. Jamu Clinic adalah komunitas ibu-ibu RW 07 Petamburan yang memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk memproduksi olahan jamu herbal. Di stand mereka, Ibu Efi, penggerak komunitas, menjawab santai ketika ditanya tanaman apa saja yang ditanam.

    “Kami menanam jahe, kencur, bunga telang, kelor juga ada,” katanya sambil tersenyum. Jawaban sederhana itu menggambarkan kesahajaan inisiatif ini, yang tumbuh dari kerja gotong royong warga. Namun di balik itu, program ini juga dirancang dengan tujuan yang lebih besar. Cika Aprilia, Head of Programme Indonesia Resilience (IRES), menjelaskan bahwa Jamu Clinic adalah bagian dari inisiatif pemulihan ekonomi pasca pandemi yang didukung oleh Pemprov DKI Jakarta dan Temasek Foundation.

    “Jamu Clinic tidak hanya fokus menanam tanaman obat. Tapi
    juga sebagai sarana membangun ketahanan sosial, memperkuat kohesi komunitas, dan menciptakan sumber ekonomi baru yang berpihak pada warga,” ujarnya.

    Melalui skema koperasi, hasil panen akan diolah bersama dan dikembangkan menjadi produk herbal yang dipasarkan di lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bersama
    antara kader PKK, karang taruna, dan dasawisma, semua bergabung untuk menciptakan nilai ekonomi dari halaman rumah mereka.

  • Ponton Timah Ilegal Diusir, Nelayan Teluk Inggris Bisa Melaut Lagi
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        10 Juli 2025

    Ponton Timah Ilegal Diusir, Nelayan Teluk Inggris Bisa Melaut Lagi Regional 10 Juli 2025

    Ponton Timah Ilegal Diusir, Nelayan Teluk Inggris Bisa Melaut Lagi
    Tim Redaksi
    BANGKA BARAT, KOMPAS.com
    – Nelayan yang biasa mencari ikan di Teluk Inggris, Mentok, Bangka Barat, Kepulauan
    Bangka Belitung
    , kini bisa kembali melaut setelah barisan
    ponton
    tambang timah ilegal diusir dari kawasan tersebut.
    Roni (45), seorang nelayan, mengatakan keberadaan ponton-ponton tambang ilegal sebelumnya sangat mengganggu aktivitas mereka sebagai pencari ikan.
    “Kami sangat berterima kasih. Laut sekarang bersih, tidak ada lagi ponton. Kami nelayan kecil bisa kerja lagi, dulu susah mau melaut, takut sama ponton,” ujar Roni di Bangka Barat, Kamis (10/7/2025).
    Kepala Desa Belo Laut, Ibnu, turut mengapresiasi kinerja aparat yang telah menertibkan aktivitas tambang ilegal secara damai.
    “Kami atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Belo Laut mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Polri,” kata Ibnu.
    Ia berharap penertiban tambang ilegal dapat terus dilakukan dengan pendekatan persuasif agar tidak terjadi konflik antarwarga.
    Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha mengatakan, sebanyak 20 ponton tambang telah ditarik dari Teluk Inggris, sehingga nelayan kini bisa kembali beraktivitas seperti biasa.
    “Kembalinya nelayan ke laut adalah bukti bahwa tindakan tegas yang kami lakukan berdampak langsung ke masyarakat,” ujar Pradana.
    Ia menegaskan bahwa kepolisian akan terus menjaga perairan dari potensi aktivitas tambang ilegal serupa.
    “Dari hasil pemantauan terakhir, tidak ada lagi aktivitas ponton atau tambang ilegal yang ditemukan di kawasan Teluk Inggris,” tambahnya.
    Monitoring di wilayah tersebut, lanjut Pradana, akan dilakukan secara berkala untuk memastikan kelestarian lingkungan laut tetap terjaga.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ahmad Dhani Laporkan Kasus Perundungan Anaknya ke Polda Metro

    Ahmad Dhani Laporkan Kasus Perundungan Anaknya ke Polda Metro

    Bisnis.com, JAKARTA — Musisi Ahmad Dhani telah melaporkan psikolog Lita Gading (LG) ke kepolisian terkait dengan kasus dugaan pelanggaran UU Anak dan UU ITE ke Polda Metro Jaya.

    Laporan Ahmad Dhani itu terdaftar di Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/4750/7/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA, tertanggal 15 Juli 2025. 

    Kuasa Hukum Dhani, Aldwin Rahadian mengatakan pelaporan kini dilakukan lantaran Lita diduga telah merundung anak Dhani berinisial SA yang masih di bawah umur.

    “Kami telah resmi melaporkan seseorang berinisial LG atas dugaan pelanggaran UU Perlindungan Anak dan ITE. Dari kajian kami, unsur pidananya sudah terpenuhi,” kata Aldwin di Polda Metro Jaya, Kamis (10/7/2025).

    Dia menambahkan, perilaku terlapor dinilai telah menyerang anak Dhani yang masih di bawah umur. Terlebih, foto anak Dhani itu sampai disebarkan di akun sosial media Lita.

    Oleh sebab itu, Aldwin tak hanya melaporkan Lita dengan kasus dugaan perundungan anak, namun juga terkait dengan pelanggaran UU ITE.

    “Apalagi setelahnya, didistribusi melalui elektronik. Artinya selain UU perlindungan anak, juga kita laporkan UU ITE,” pungkasnya.

    Sementara itu, Ahmad Dhani yang juga anggota DPR RI itu memilih untuk tidak banyak bicara dan meminta seluruh pihak agar mengikuti proses hukum selanjutnya.

    “Sudah tidak sabar. Nanti tunggu saja,” ujar Dhani.

  • Aniaya Warga Serang Banten hingga Tewas, Ayah dan Anak Dihukum 6 Tahun Penjara
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        10 Juli 2025

    Aniaya Warga Serang Banten hingga Tewas, Ayah dan Anak Dihukum 6 Tahun Penjara Regional 10 Juli 2025

    Aniaya Warga Serang Banten hingga Tewas, Ayah dan Anak Dihukum 6 Tahun Penjara
    Tim Redaksi
    SERANG, KOMPAS.com
    – Tiga terdakwa kasus
    penganiayaan
    yang mengakibatkan tewasnya
    Amin
    , seorang warga Kota
    Serang
    , Banten, dijatuhi hukuman enam tahun penjara.
    Ketiga terdakwa tersebut adalah Jasuki dan Ade Muklas, yang merupakan
    ayah dan anak
    , serta Masud.
    Hakim Pengadilan Negeri Serang, Mochamad Ichwanudin menyatakan, ketiga terdakwa terbukti bersalah sesuai dengan Pasal 170 ayat 2 ke-2 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan luka atau kematian.
    “Menjatuhkan pidana terhadap masing-masing terdakwa dengan pidana penjara selama enam tahun,” ujar Ichwanudin saat membacakan putusan pada Kamis (10/7/2025).
    Ichwanudin menjelaskan, hukuman tersebut dijatuhkan karena tindakan ketiga terdakwa menyebabkan korban mengalami luka serius akibat pengeroyokan.
    Meski demikian, ada beberapa keadaan yang meringankan, di antaranya adalah sikap kooperatif para terdakwa selama proses hukum serta fakta bahwa mereka belum pernah dipidana sebelumnya.
    “Terdakwa telah memberikan santunan kepada keluarga korban,” tambah Ichwanudin.
    Vonis hakim tersebut lebih ringan dibanding tuntutan jaksa Kejaksaan Negeri Banten, yang meminta agar ketiga terdakwa dihukum 9 tahun penjara.
    Jaksa Raden Isjuniyanto mengungkapkan, pihaknya akan memikirkan langkah hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan untuk melakukan banding.
    “Pikir-pikir yang mulia,” kata Isjuniyanto.
    Dalam dakwaan terungkap bahwa peristiwa penganiayaan bermula dari kecurigaan Jasuki terhadap anaknya, Mukhaidah, yang diduga memiliki hubungan dengan korban Amin.
    Untuk mengonfirmasi kecurigaannya, Jasuki meminta Ade dan Masud untuk mengikuti Mukhaidah.
    Pada 5 September 2024, mereka menemukan Mukhaidah masuk ke rumah bersama Amin.
    Ketiganya kemudian mendobrak masuk dan menganiaya Amin hingga mengalami luka berat.
    Saksi Maryanah, istri Amin, menemukan suaminya tergeletak di teras rumah pada pukul 07.30 WIB.
    Saat ditemukan, wajah Amin mengalami lebam-lebam, bibir sobek, dan mata sebelah kanan lebam biru serta mulut mengeluarkan darah.
    Maryanah segera membawa Amin ke RSUD Banten untuk mendapatkan perawatan.
    Meskipun kondisinya sempat membaik, Amin akhirnya meninggal dunia lima hari setelah kejadian.
    Ketiga terdakwa ditangkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten untuk diproses hukum lebih lanjut.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Harga Gas Naik, Gubernur Kepri Jelaskan Alasan Tarif Listrik Batam Melonjak
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        10 Juli 2025

    Harga Gas Naik, Gubernur Kepri Jelaskan Alasan Tarif Listrik Batam Melonjak Regional 10 Juli 2025

    Harga Gas Naik, Gubernur Kepri Jelaskan Alasan Tarif Listrik Batam Melonjak
    Tim Redaksi
    BATAM, KOMPAS.com
    – Gubernur Kepulauan Riau (
    Kepri
    )
    Ansar Ahmad
    menjelaskan penyebab kenaikan
    tarif listrik
    di Kota
    Batam
    . Menurutnya, hal ini dipicu oleh lonjakan harga gas yang menjadi bahan bakar utama pembangkit listrik milik PLN Batam.
    Ansar menyebutkan, selama ini pembangkit listrik di Batam mengandalkan pasokan gas pipa dari Gresik. Namun, karena produksinya menurun, 30 persen pasokan harus diganti dengan gas alam cair (LNG) yang diimpor.
    “Konversi ke gas alam cair menyebabkan biaya operasional lebih mahal, harga LNG jauh lebih tinggi. Proporsi pemakaiannya pun berubah menjadi 70 persen LNG dan 30 persen gas pipa,” ujar Ansar saat ditemui di PT Stania Batam, Kamis (10/7/2025).
    Ia menyebut harga LNG saat ini berkisar 13–15 dolar AS, sedangkan gas pipa hanya sekitar 7 dolar AS. Selain itu, biaya pengiriman gas LNG dari Lampung ke Batam juga menambah beban operasional.
    Ansar menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kepri saat ini tengah mendorong proyek metering gas di Pulau Pemping agar tersambung ke Kecamatan Belakang Padang, Batam. Ia juga menyinggung pentingnya kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) agar sebagian gas dari Natuna yang selama ini dikirim ke Singapura bisa digunakan untuk kebutuhan energi Batam.
    “Kita yakin, kebutuhan listrik di tahun 2027 akan naik signifikan, sekitar 2 sampai 4 gigawatt, terutama karena kehadiran data center. Kita harus kompetitif dengan Johor, jangan sampai harga listrik kita mahal dan kalah saing,” katanya.
    Meski demikian, Ansar mengaku belum menerima laporan resmi dari Pemerintah Kota Batam terkait
    kenaikan tarif listrik
    yang sudah berlaku.
    “Kan itu PLN Batam, mungkin mereka bisa diskusi langsung dengan Pemko maupun BP Batam,” ucapnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Harga Gas Naik, Gubernur Kepri Jelaskan Alasan Tarif Listrik Batam Melonjak
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        10 Juli 2025

    Harga Gas Naik, Gubernur Kepri Jelaskan Alasan Tarif Listrik Batam Melonjak Regional 10 Juli 2025

    Harga Gas Naik, Gubernur Kepri Jelaskan Alasan Tarif Listrik Batam Melonjak
    Tim Redaksi
    BATAM, KOMPAS.com
    – Gubernur Kepulauan Riau (
    Kepri
    )
    Ansar Ahmad
    menjelaskan penyebab kenaikan
    tarif listrik
    di Kota
    Batam
    . Menurutnya, hal ini dipicu oleh lonjakan harga gas yang menjadi bahan bakar utama pembangkit listrik milik PLN Batam.
    Ansar menyebutkan, selama ini pembangkit listrik di Batam mengandalkan pasokan gas pipa dari Gresik. Namun, karena produksinya menurun, 30 persen pasokan harus diganti dengan gas alam cair (LNG) yang diimpor.
    “Konversi ke gas alam cair menyebabkan biaya operasional lebih mahal, harga LNG jauh lebih tinggi. Proporsi pemakaiannya pun berubah menjadi 70 persen LNG dan 30 persen gas pipa,” ujar Ansar saat ditemui di PT Stania Batam, Kamis (10/7/2025).
    Ia menyebut harga LNG saat ini berkisar 13–15 dolar AS, sedangkan gas pipa hanya sekitar 7 dolar AS. Selain itu, biaya pengiriman gas LNG dari Lampung ke Batam juga menambah beban operasional.
    Ansar menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kepri saat ini tengah mendorong proyek metering gas di Pulau Pemping agar tersambung ke Kecamatan Belakang Padang, Batam. Ia juga menyinggung pentingnya kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) agar sebagian gas dari Natuna yang selama ini dikirim ke Singapura bisa digunakan untuk kebutuhan energi Batam.
    “Kita yakin, kebutuhan listrik di tahun 2027 akan naik signifikan, sekitar 2 sampai 4 gigawatt, terutama karena kehadiran data center. Kita harus kompetitif dengan Johor, jangan sampai harga listrik kita mahal dan kalah saing,” katanya.
    Meski demikian, Ansar mengaku belum menerima laporan resmi dari Pemerintah Kota Batam terkait
    kenaikan tarif listrik
    yang sudah berlaku.
    “Kan itu PLN Batam, mungkin mereka bisa diskusi langsung dengan Pemko maupun BP Batam,” ucapnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KAI Divre II Sumbar gelar aksi bersih lintas dan sosialisasi keselamatan

    KAI Divre II Sumbar gelar aksi bersih lintas dan sosialisasi keselamatan

    Sumber foto: Musthofa/elshinta.com.

    KAI Divre II Sumbar gelar aksi bersih lintas dan sosialisasi keselamatan
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Kamis, 10 Juli 2025 – 16:27 WIB

    Elshinta.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali menunjukkan komitmennya sebagai BUMN yang tidak hanya menghadirkan layanan transportasi yang andal, aman, dan tepat waktu tetapi juga turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan membangun kesadaran masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Bersih Lintas di Stasiun Indarung dan Sosialisasi Keselamatan Perjalanan Kereta Api petak jalan Stasiun Indarung-Pauhlima, Rabu (9/7).

    Dalam kegiatan ini, para pekerja KAI Divre II Sumbar mulai dari level staf hingga manajemen secara gotong royong membersihkan area rel dari sampah rumah tangga, sisa tumpahan semen/klinker yang berpotensi mengganggu keselamatan operasional kereta api. Tak hanya itu, pada waktu yang bersamaan masyarakat yang bermukim di sekitar jalur KA juga diberikan edukasi dan himbauan langsung untuk tidak membuang sampah ataupun melakukan aktivitas di jalur rel yang membahayakan keselamatan diri sendiri maupun perjalanan kereta api.

    Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh. Tri Setyawan saat safety breafing sebelum kegiatan dilaksanakan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui tanggungjawab sosial dan lingkungan. Selanjutnya, berpesan kepada seluruh jajaran yang hadir agar tetap mengutamakan keselamatan selama kegiatan berlangsung.

    “Sebagai penyedia transportasi publik berbasis rel, KAI tidak hanya fokus pada kelancaran perjalanan kereta api, tetapi juga peduli terhadap keselamatan masyarakat dan kebersihan lingkungan sekitar rel,” ungkapnya.

    Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya agenda kebersihan biasa, melainkan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat nilai-nilai ESG (Environmental, Social, Governance), meningkatkan keterlibatan masyarakat (community engagement), dan memastikan transportasi publik yang aman, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan.

    Selain itu, kegiatan ini selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional dalam program Asta Cita, khususnya dalam hal peningkatan kualitas hidup masyarakat serta pengelolaan lingkungan yang bersih dan sehat. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) seperti:
    – SDG 3: Menjamin kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan,
    – SDG 11: Mewujudkan kota dan komunitas yang aman dan berkelanjutan,
    – SDG 13: Mengambil aksi terhadap perubahan iklim dengan menjaga lingkungan dari limbah.

    “KAI meyakini bahwa lingkungan yang bersih dan lintasan yang aman adalah fondasi utama dalam mendukung operasional kereta api yang andal dan berkelanjutan. Oleh karena itu, aksi bersih-bersih lintas ini tidak hanya bertujuan estetis, tetapi juga fungsional dalam mengurangi potensi gangguan perjalanan kereta api akibat material asing di jalur,” ujar Reza.

    Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah, tidak melakukan aktivitas apapun di jalur KA dan waspada terhadap potensi bahaya di sekitar perlintasan sebidang serta tidak melakukan kegiatan vandalisme seperti pelemparan KA dan lain sebagainya.

    “Dengan semangat kolaborasi dan tanggung jawab bersama, KAI Divre II Sumbar terus berkomitmen menjaga lingkungan, meningkatkan keselamatan, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pengguna jasa kereta api,” tutup Reza seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Musthofa, Kamis (10/7). 

    Sumber : Radio Elshinta

  • UNHAS: Nelson Mandela, Jusuf Kalla, Syekh Yusuf, dan Perdamaian Dunia

    UNHAS: Nelson Mandela, Jusuf Kalla, Syekh Yusuf, dan Perdamaian Dunia

    Oleh: Hafid Abbas
    (Promotor Doktor Kehormatan Nelson Mandela dari UNHAS 2005)

    Pada 1947, di masa awal kemerdekaan, Presiden Soekarno menerapkan kebijakan multi campuses management dengan menempatkan Universitas Indonesia (UI) sebagai pembina dan pengelola berbagai universitas di tanah air sesuai dengan corak keunggulannya masing-masing, misalnya: Kampus UI di Bandung untuk Teknik, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UI di Surabaya (Kedokteran dan Kedokteran Gigi), dan Makassar (Ekonomi dan Hukum), dan seterusnya.

    Dengan pendekatan itu, mutu pendidikan tinggi lebih merata dan sekaligus menciptakan harmoni interaksi antarpusat-pusat keunggulan keilmuan (center of excellence) agar saling bersinergi bagi pemajuan ekonomi, sosial dan budaya antardaerah di seluruh tanah air.

    Barulah pada 1956, pusat-pusat keunggulan itu diperluas mandat keilmuannya menjadi universitas-universitas yang lebih otonom. Pada 10 Sept. 1956, misalnya, Kampus UI di Makassar secara resmi berubah menjadi Universitas Hasanuddin (UNHAS) seperti wujudnya saat ini.

    Karenanya tidaklah mengherankan jika alumni UNHAS banyak dikenal ketokohannya di bidang Ekonomi, seperti Jusuf Kalla dan Tanri Abeng, dan Baharuddin Lopa untuk hukum.

    Setelah melintasi perjalanan sejarahnya lebih tujuh dekade, kini UNHAS telah tercatat sebagai salah satu Universitas Berkelas Dunia, berada di peringkat 951-1000 menurut QS World University Ranking 2025, dengan pencapaian tertinggi pada indikator rasio dosen-mahasiswa di posisi ke-484 di dunia (Tribun-Timur, 24/06/2025). Sedangkan Webometrics (2024) menempatkan UNHAS di peringkat ke-480 terbaik di Asia, dan ke-11 terbaik di antara lebih 4500 perguruan tinggi di tanah air.