Blog

  • 4 Orang Tewas di Lokasi Tambang Afghanistan, Diduga Keracunan Asap

    4 Orang Tewas di Lokasi Tambang Afghanistan, Diduga Keracunan Asap

    Kabul

    Empat penambang di Afghanistan utara tewas karena sesak napas saat menggali batu permata di lokasi tambang. Korban tewas diduga karena sesak napas akibat asap mesin penghancur batu.

    “Insiden itu terjadi di Distrik Khash, Provinsi Badakhshan, di mana empat pekerja di sebuah tambang meninggal,” kata juru bicara kepolisian Badakhshan, Ehsanullah Kamgar, seperti dilansir AFP, Minggu (11/1/2026).

    Insiden ini terjadi pada Jumat (9/1) wakt setempat. Para penambang sedang mencari batu mulia di bawah tanah dan “meninggal karena sesak napas yang disebabkan oleh asap yang dikeluarkan dari mesin penghancur batu,” tambahnya.

    Pihak berwenang tidak menanggapi permintaan AFP untuk berkomentar apakah tambang tersebut beroperasi secara resmi atau ilegal.

    Afghanistan menambang marmer, mineral, emas, dan batu mulia serta batubara.

    Kecelakaan fatal sering terjadi dan para penambang sering bekerja tanpa peralatan atau perlengkapan keselamatan yang memadai.

    Pada Juli 2025, enam penambang tewas dan 18 luka-luka dalam runtuhan tambang batu bara di provinsi Baghlan bagian utara.

    (lir/lir)

  • Diresmikan, Parkiran Bertingkat Jadi Solusi Kebutuhan Kantong Parkir di Kayutangan Heritage

    Diresmikan, Parkiran Bertingkat Jadi Solusi Kebutuhan Kantong Parkir di Kayutangan Heritage

    Malang (beritajatim.com) – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat meresmikan parkir bertingkat di Kayutangan Heritage pada Sabtu, (10/1/2026). Parkiran ini diharapkan menjadi kantong parkir bagi wisatawan yang ingin berlibur ke Kayutangan termasuk solusi mengatasi kemacetan di kawasan ini.

    Selama ini wisatawan yang berlibur ke Kayutangan Heritage selalu kesulitan mencari kantong parkir sebab lahan yang tersedia minim. Tidak sedikit situasi ini membuat pengunjung akhirnya kecewa lantaran gagal menikmati suasana Kayutangan Heritage hanya karena tidak mendapat tempat parkir.

    Sebagai solusinya, Pemkot Malang akhirnya membuat parkir bertingkat yang dibuat tembus dari Jalan Basuki Rahmat menuju Jalan Mojopahit. Untuk kapasitas parkir motor bisa mencapai 800 lebih kendaraan. Sedangkan mobil atau roda 4 sekitar puluhan kendaraan.

    “Ini salah satu solusi dengan gedung bertingkat, baik yang di kayu tangan maupun yang di Majopahit. Tingkat kepadatan, keruwetan, yang parkir sepanjang Kayutangan sudah bisa kami atasi. Insya allah karena menyambung antara Kayutangan dengan Majopahit kita bisa selesaikan (kemacetan),” ujar Wahyu.

    Sebelum meresmikan parkir bertingkat. Pemkot Malang melakukan penertiban atau penataan parkiran di sepanjang koridor Kayutangan Heritge. Untuk sisi kanan Kayutangan Heritage kendaraan roda 2 saat ini dilarang parkir di bahu jalan. Hasilnya, arus lalu lintas terlihat lebih lancar. Karena semua kendaraan diparkir di parkiran bertingkat.

    “Kami cek dua sampai tiga hari terakhir, alhamdulillah pengunjung lebih nyaman. Mereka bisa menikmati Kayutangan heritage tanpa terganggu parkir sepeda motor yang semrawut dan kemacetan,” ujar Wahyu.

    Dengan diresmikannya parkiran bertingkat membuat Pemkot Malang semakin matang menata jantung kota menjadi destinasi wisata. Sebab, mereka berencana meneruskan pembangunan kawasan Kayutangan Heritage agar terintegrasi ke wilayah Splendid, Taman Rekreasi Kota (belakang Balai Kota Malang) bahkan hingga Stasiun Malang.

    “Kita akan tata kawasan Splendid agar bisa merasakan dampak dari Kayutangan Heritage. Di sana ada potensi berbeda, ada sekolah heritage, Pasar Bunga, dulu dikenal Pasar Senggol. Nanti tidak akan ada jembatan ikonik yang menghubungkan Kayutangan Heritage dengan Splendid, sehingga menjadi satu kesatuan kawasan,” kata Wahyu. (luc/ian)

  • Menengok ‘Kampung Mati’ Akibat Banjir Bandang di Tapanuli Selatan

    Menengok ‘Kampung Mati’ Akibat Banjir Bandang di Tapanuli Selatan

    Liputan6.com, Jakarta – Lebih dari satu bulan berlalu, duka akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara masih menyisakan trauma mendalam.

    Dusun Tamansari di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, kini berubah menjadi “kampung mati” setelah ditinggalkan oleh seluruh penghuninya.

    Berdasarkan pantauan di lokasi, Sabtu (10/1/2026) siang, kondisi permukiman yang dulunya dihuni oleh 43 kepala keluarga ini tampak memprihatinkan. Material banjir berupa lumpur pekat dan tumpukan kayu gelondongan berukuran besar masih berserakan di antara puing-puing rumah warga.

    Meski bencana telah berlalu selama 47 hari sejak 25 november 2025 lalu, belum ada upaya evakuasi material secara menyeluruh di kawasan tersebut.

    Ketakutan akan banjir susulan dari luapan Sungai Batangtoru membuat warga enggan kembali. Mereka memilih meninggalkan rumah-rumah mereka yang hancur dan bertahan di pengungsian atau menumpang di rumah kerabat.

    Beberapa warga sesekali tampak mendatangi lokasi hanya untuk mencari sisa harta benda yang mungkin masih bisa diselamatkan dari balik reruntuhan.

    Sukiatman, seorang korban banjir, mengungkapkan kepasrahan warga Dusun Tamansari. Menurutnya, warga sudah sepakat untuk tidak lagi menempati lokasi tersebut demi keselamatan nyawa.

    “Kami sudah trauma melihat air seperti itu. lihatlah kayu-kayu besar ini, kalau hanyut secara alami pasti ada akarnya, tapi ini tidak. kami sepakat lebih baik kampung ini jadi kampung mati daripada nyawa kami terancam. kami ikhlas, yang penting selamat,” ujar Sukiatman dengan nada getir.

  • Beraksi Saat Pasar Ramai, Pencurian Motor di Bangkalan Berakhir di Tangan Polisi

    Beraksi Saat Pasar Ramai, Pencurian Motor di Bangkalan Berakhir di Tangan Polisi

    Bangkalan (beritajatim.com) – Aksi pencurian sepeda motor yang terjadi di area parkir Pasar Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Pelaku memanfaatkan kelengahan korban saat pasar mulai ramai untuk menggondol kendaraan roda dua.

    Peristiwa pencurian itu terjadi pada Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 05.30 WIB di parkiran belakang Pasar Tanah Merah, Desa Petrah, Kecamatan Tanah Merah.

    Korban, Maliha (35), memarkir sepeda motor Honda Beat miliknya sebelum masuk ke dalam pasar untuk berbelanja. Namun, ketika kembali ke area parkir, motor tersebut sudah tidak berada di tempat.

    Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa pelaku menjalankan aksinya dengan menggunakan kunci palsu atau kunci T, sehingga dapat membawa sepeda motor korban tanpa menimbulkan kecurigaan di sekitar lokasi. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, polisi mengantongi identitas terduga pelaku.

    Pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, Unit Reskrim Polsek Tanah Merah bersama Satreskrim Polres Bangkalan melakukan penggeledahan di rumah pelaku di Desa Tanah Merah Dajah. Polisi mengamankan MOH Nafi (40) beserta sepeda motor Honda Beat yang diduga hasil pencurian.

    Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Hafid Dian Maulidi menegaskan bahwa pelaku sengaja memilih lokasi dan waktu yang dianggap aman untuk beraksi.

    “Pelaku memanfaatkan situasi pasar yang mulai ramai. Dengan menggunakan kunci palsu, motor bisa diambil dalam waktu singkat tanpa menarik perhatian,” ujar AKP Hafid Dian Maulidi.

    Ia menambahkan, pengungkapan kasus ini dilakukan setelah penyidik mengumpulkan keterangan saksi dan mencocokkan informasi di lapangan.

    “Setelah identitas pelaku kami kantongi, tim langsung bergerak dan mengamankan tersangka berikut barang bukti. Saat ini pelaku masih kami dalami, termasuk kemungkinan keterlibatan dalam kasus pencurian lain,” tegasnya.

    Selain sepeda motor, polisi juga menyita kunci T, satu lembar STNK, dan kunci sepeda motor sebagai barang bukti. Tersangka kini diamankan di Polsek Tanah Merah untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

    Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan terancam hukuman sesuai ketentuan yang berlaku. [sar/kun]

  • 17 Jembatan Bailey Rampung Dibangun pascabanjir Sumatera

    17 Jembatan Bailey Rampung Dibangun pascabanjir Sumatera

    JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut TNI Angkatan Darat telah merampungkan pembangunan 17 jembatan bailey di berbagai titik pascabanjir bandang di wilayah utara Sumatera pada akhir November 2025.

    “Hingga saat ini, TNI AD telah membangun 17 jembatan bailey dengan target 40 unit. Sementara itu, jembatan aramco yang telah siap berjumlah 13 unit dan akan terus bertambah hingga mencapai 50 titik,” KSAD menyampaikan dalam keterangan tertulis dilansir ANTARA, Sabtu, 10 Januari. Menurut dia, seluruh pembangunan dilakukan dengan perencanaan matang dan konstruksi yang kokoh agar mampu menopang kendaraan berat serta mendukung pemulihan fasilitas publik lainnya, termasuk sekolah dan sarana umum.

    Guna memastikan percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana, KSAD pada Jumat (9/1) meninjau langsung pembangunan jembatan aramco di Kelurahan Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

    Ia menyebut jembatan tersebut memiliki peran strategis sebagai akses vital untuk memulihkan mobilitas warga, memperlancar distribusi logistik, serta mendukung percepatan bantuan kemanusiaan dan aktivitas masyarakat.

    Selain pembangunan jembatan, TNI AD juga mengerahkan 35 unit alat berat, termasuk 10 dump truk, guna mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak, khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah.

    Jenderal Maruli menegaskan percepatan pemulihan membutuhkan kerja keras, koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif masyarakat agar hasil pembangunan benar-benar tepat sasaran.

    Selain itu, KSAD juga menyampaikan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap percepatan rehabilitasi pascabencana.

    Menurut dia, fokus pemulihan tidak hanya pada pembangunan jembatan, tetapi juga perumahan, sarana dasar, dan penyediaan air bersih di sekolah guna mendukung masyarakat kembali beraktivitas secara normal dan berkelanjutan.

    Seluruh program pemulihan tersebut, tegas KSAD, diarahkan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat dan mampu memperkuat ketahanan wilayah pascabencana.

  • 17 Jembatan Bailey Rampung Dibangun pascabanjir Sumatera

    17 Jembatan Bailey Rampung Dibangun pascabanjir Sumatera

    JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut TNI Angkatan Darat telah merampungkan pembangunan 17 jembatan bailey di berbagai titik pascabanjir bandang di wilayah utara Sumatera pada akhir November 2025.

    “Hingga saat ini, TNI AD telah membangun 17 jembatan bailey dengan target 40 unit. Sementara itu, jembatan aramco yang telah siap berjumlah 13 unit dan akan terus bertambah hingga mencapai 50 titik,” KSAD menyampaikan dalam keterangan tertulis dilansir ANTARA, Sabtu, 10 Januari. Menurut dia, seluruh pembangunan dilakukan dengan perencanaan matang dan konstruksi yang kokoh agar mampu menopang kendaraan berat serta mendukung pemulihan fasilitas publik lainnya, termasuk sekolah dan sarana umum.

    Guna memastikan percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana, KSAD pada Jumat (9/1) meninjau langsung pembangunan jembatan aramco di Kelurahan Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

    Ia menyebut jembatan tersebut memiliki peran strategis sebagai akses vital untuk memulihkan mobilitas warga, memperlancar distribusi logistik, serta mendukung percepatan bantuan kemanusiaan dan aktivitas masyarakat.

    Selain pembangunan jembatan, TNI AD juga mengerahkan 35 unit alat berat, termasuk 10 dump truk, guna mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak, khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah.

    Jenderal Maruli menegaskan percepatan pemulihan membutuhkan kerja keras, koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif masyarakat agar hasil pembangunan benar-benar tepat sasaran.

    Selain itu, KSAD juga menyampaikan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap percepatan rehabilitasi pascabencana.

    Menurut dia, fokus pemulihan tidak hanya pada pembangunan jembatan, tetapi juga perumahan, sarana dasar, dan penyediaan air bersih di sekolah guna mendukung masyarakat kembali beraktivitas secara normal dan berkelanjutan.

    Seluruh program pemulihan tersebut, tegas KSAD, diarahkan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat dan mampu memperkuat ketahanan wilayah pascabencana.

  • Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Kuta Selatan Bali, Dipicu Aktivitas Sesar Aktif

    Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Kuta Selatan Bali, Dipicu Aktivitas Sesar Aktif

    Liputan6.com, Jakarta – Gempa bumi magnitudo 4,5 mengguncang Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (11/1/2026) pukul 17.34 WITA. Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mencatat gempa memiliki gerakan mendatar (strike slip).

    “Gempa bumi yang terjadi itu adalah dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut,” kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho di Denpasar.

    Hasil tersebut diketahui berdasarkan analisis dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter gempa bumi tektoni.

    Episenter terletak pada koordinat 9,26 derajat Lintang Selatan (LS) dan 114,78 derajat Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 71 kilometer barat daya Kuta Selatan, Bali pada kedalaman 34 kilometer.

    Gempa bumi itu dirasakan beberapa wilayah di Pulau Dewata yakni di Kuta Selatan, Kuta, Denpasar dan Jembrana.

    Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik, menunjukkan bahwa gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami.

    Meski begitu, pihaknya mencatat gempa bumi susulan terjadi dengan magnitudo lebih kecil yakni 2,5 pada pukul 18.21 WITA dengan kedalaman 10 kilometer yang berlokasi 78 kilometer barat daya Kuta Selatan.

  • Analisis BMKG Ungkap Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut

    Analisis BMKG Ungkap Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut

    Liputan6.com, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan gempa magnitudo 7,1 kemudian diperbarui menjadi magnitudo 6,4 di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) disebabkan aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku.

    “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku,” kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, Sabtu (11/1/2026).

    Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun (oblique normal).

    Gempa bumi tersebut berdampak dan dirasakan di daerah Tobelo, Sitaro dengan skala intensitas III-IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Morotai dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

    Sementara di daerah Ternate, Minahasa Utara, dan Bitung dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

    “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.

    Hingga pukul 22.20 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo Magnitudo 4,6.

    Dia berharap, untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

  • Menjelajah Gunung Pandan, Atap Bojonegoro di Jantung Kendeng yang Mulai Dilirik Pendaki

    Menjelajah Gunung Pandan, Atap Bojonegoro di Jantung Kendeng yang Mulai Dilirik Pendaki

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Di gugusan Pegunungan Kendeng, berdiri Gunung Pandan yang menjulang paling tinggi dibanding dua “saudaranya”, Gunung Glagahgede dan Gunung Gambir. Dengan ketinggian sekitar 897 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Pandan—yang juga dikenal dengan sebutan Gunung Gede—menjadi titik tertinggi di Kabupaten Bojonegoro sekaligus menyimpan pesona alam dan budaya yang kian menarik perhatian.

    Selama ini, Gunung Pandan lebih dikenal lewat cerita rakyat dan kisah-kisah lisan yang hidup di tengah masyarakat sekitar. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, wajah gunung ini mulai berubah. Jalur-jalur setapak yang dahulu hanya dilalui warga kini semakin akrab dengan sepatu pendaki. Bahkan, kawasan ini sempat digunakan sebagai lokasi kegiatan olahraga fun trail run oleh komunitas pelari di Bojonegoro, menandai mulai terbukanya Gunung Pandan sebagai destinasi wisata minat khusus.

    Gunung Pandan berada di Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro. Untuk mencapai puncaknya, pendaki memiliki setidaknya empat pilihan jalur dengan karakter yang berbeda-beda. Jalur yang paling awam dan sering digunakan berada di Dusun Tugurejo, Desa Klino. Aksesnya relatif mudah dan menjadi favorit pendaki lokal yang ingin menikmati panorama Kendeng dari ketinggian.

    Pilihan kedua adalah jalur Dusun Jomblangjati, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, yang berbatasan langsung dengan wilayah Bendoasri, Kabupaten Nganjuk. Jalur ini menawarkan pengalaman berbeda karena pendaki akan melewati anak Gunung Pandan serta sebuah sumber mata air alami. Sumber mata air panas itu kerap menjadi tempat singgah untuk beristirahat.

    Sebelum mencapai puncak utama, pendaki akan melewati Gunung Gambir dengan ketinggian sekitar 600 mdpl. Gunung ini bukan sekadar persinggahan, melainkan ruang budaya yang masih hidup. Setiap tanggal 1 hingga 15 Suro, warga setempat rutin menggelar tradisi manganan atau sedekah bumi di kawasan tersebut.

    “Sedekah bumi dilakukan di sebuah sumber mata air yang kami sebut Sendang Ndimo. Selain itu, sedekah bumi juga dilakukan di puncak Gunung Pandan,” tutur Mbah Saji, Sabtu (10/1/2026).

    Tradisi tersebut menjadi penanda kuat bahwa Gunung Pandan bukan hanya ruang geografis, tetapi juga ruang spiritual bagi masyarakat sekitar. Kepercayaan warga setempat juga menyebut bahwa di puncak Gunung Pandan terdapat penunggu tak kasat mata yang dikenal dengan sebutan Ki Drepo dan Nyi Gendrosari. Keduanya kerap disebut warga sebagai seorang tabib yang akhirnya muksa di puncak gunung.

    Perpaduan antara alam, budaya, dan kepercayaan inilah yang membuat kawasan Kendeng, termasuk Gunung Pandan, memiliki daya tarik khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

    Selain dua jalur tersebut, pendakian ke Gunung Pandan juga bisa ditempuh melalui Desa Bandungan di wilayah Kabupaten Nganjuk, serta jalur Lemahbang yang dikenal sebagai akses dari arah Madiun. Meski belum sepopuler jalur Klino dan Krondonan, kedua jalur ini menyimpan tantangan tersendiri bagi pendaki yang mencari suasana berbeda.

    Dengan potensi alam yang masih terjaga dan tradisi lokal yang tetap lestari, Gunung Pandan perlahan menjelma menjadi destinasi alternatif bagi pencinta alam dan pegiat olahraga luar ruang. Di balik ketinggiannya, gunung tertinggi di Bojonegoro ini menyimpan cerita, spiritualitas, dan petualangan yang menunggu untuk dijelajahi.

    Sementara itu, salah seorang pemerhati sejarah Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Wahyu Rizkiawan, dalam artikel yang pernah dipublikasikan di jurnaba.co berjudul Gunung Pandan: Spirit Ekologi dan Pusat Kebudayaan mengungkapkan bahwa keberadaan Gunung Pandan yang berada di Pegunungan Kendeng cukup diperhatikan oleh Raja Dyah Baletung (898–910).

    Selama masa kejayaan Medang dengan Raja Dyah Baletung, sangat mengistimewakan keseimbangan sungai (Bengawan Solo) dan pegunungan. Gunung yang juga memiliki nama Gunung Pugawat itu juga telah banyak ditulis dalam sebuah prasasti. Dalam Prasasti Pucangan (1041 M), Gunung Pandan dikenal sebagai tempat pertapaan megah kaum Brahmana yang dibuat oleh Raja Erlangga dari Kerajaan Medang Kahuripan.

    “Hal ini menunjukkan bahwa kawasan ini sudah menjadi pusat spiritual dan kebudayaan sejak awal era Hindu-Buddha di Jawa,” ungkap Wahyu dalam tulisannya.

    Kemudian, dalam catatan penjelajah dan kolonial sekitar abad ke-19 M, pelancong Jawa bernama Raden Mas Arya Purwalelana melakukan ekspedisi ke lereng Gunung Pandan dan mencatat adanya makam seorang putri bernama Gendrosari serta patung besar yang dikenal masyarakat sebagai Mbah Derpo.

    Pada catatan lain, pada tahun 1857, ilmuwan Belanda Roorda Eysinga melaporkan penemuan berbagai benda peribadatan di puncak gunung, termasuk patung Brahma raksasa yang juga disebut Kiai Derpo oleh warga setempat.

    Akhir abad ke-19, dalam sebuah laporan arkeologi Hindia Belanda tahun 1910 disebutkan bahwa patung raksasa yang pernah berdiri di puncak gunung hilang sejak 1882. Namun, patung tersebut sempat dideskripsikan oleh peneliti Belanda seperti Dr. Brumund.

    Pada awal abad ke-20, para ilmuwan seperti Dr. Frederik David Kan Bosch melakukan penelitian terhadap prasasti seperti Prasasti Sendang Sedati yang ditemukan di batas wilayah Bojonegoro dan Nganjuk. Temuan ini menyebutkan wilayah sekitar Gunung Pandan sebagai bagian wilayah penting dalam penataan administrasi kerajaan dan aktivitas masyarakat zaman dahulu.

    “Penemuan prasasti dan catatan ekspedisi serta laporan arkeologi menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki kedalaman sejarah yang signifikan, jauh lebih tua dari kisah-kisah mitos yang kini berkembang,” pungkasnya. [lus/kun]

  • Respon Banjir di Lamongan, Gubernur Jatim Upayakan Normalisasi Kanal Sungai

    Respon Banjir di Lamongan, Gubernur Jatim Upayakan Normalisasi Kanal Sungai

    Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengintensifkan langkah mitigasi banjir seiring meningkatnya intensitas hujan pada Januari 2026 yang mengakibatkan banjir di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Lamongan.

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, curah hujan pada Januari menjadi yang tertinggi dibandingkan bulan lainnya.

    “Menurut BMKG Juanda, intensitas hujan pada Desember hanya sekitar 20 persen, sementara Januari ini mencapai 58 persen atau hampir tiga kali lipat. Pada Februari diprediksi turun kembali menjadi 22 persen,” ujar Khofifah saat memberikan bantuan bencana kepada warga Desa Laladan, Kecamatan Deket, Sabtu (10/1/2026).

    Tingginya intensitas hujan berpotensi meningkatkan risiko banjir di sejumlah wilayah Jawa Timur, khususnya daerah aliran Sungai Bengawan Jero di Lamongan yang bermuara hingga wilayah Kabupaten Gresik.

    “Karena itu, selain melakukan modifikasi cuaca yang saat ini telah berjalan, Pemprov Jatim juga menyiapkan langkah struktural berupa normalisasi kanal sungai hingga ke laut,” ujarnya.

    Normalisasi kanal tersebut direncanakan sepanjang kurang lebih sembilan kilometer dan akan melibatkan kerja sama lintas daerah dengan Pemerintah Kabupaten Gresik. Sebab, jalur kanal akan melintasi wilayah Gresik.

    “Kami perlu komunikasi dan koordinasi intensif dengan Pemkab Gresik karena ada kekhawatiran limpasan air ke wilayah mereka. Semua langkah ini dilakukan agar aliran air bisa terkendali,” katanya.

    Sebagai langkah darurat, Khofifah juga menyebutkan bahwa skema buka-tutup pintu air secara tepat dapat dilakukan untuk mengatur aliran air guna mengurangi dampak banjir.

    “Kalau semua (pintu air) dibuka, air dari anak-anak sungai akan mengalir ke satu titik. Jadi pengoperasiannya harus bertahap, menyesuaikan dengan kondisi hujan. Jika intensitas hujan mulai mereda, suplai air ke sungai berkurang dan genangan bisa berangsur surut,” ujarnya.

    Khofifah menegaskan, upaya mitigasi bencana memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, instansi teknis, hingga media massa. Ia mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama membangun kewaspadaan publik menghadapi puncak musim hujan.

    “Kita harus siap secara antisipatif. Prediksi alam ini tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa kita kurangi dengan kerja bersama dan kesiapsiagaan,” tuturnya. (fak/kun)