Antisipasi Banjir, Pemkot Jakbar Keruk Sedimentasi di 11 Titik Rawan
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Pemerintah Kota
Jakarta Barat
kembali mengintensifkan
pengerukan lumpur
atau sedimentasi di sejumlah saluran air dan sungai sebagai langkah
antisipasi banjir
.
Upaya ini dilakukan menyusul evaluasi pascabanjir yang merendam sejumlah wilayah di Jakarta Barat.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat Purwanti Suryandari mengungkapkan tengah melakukan pengerukan secara serentak di 11 lokasi yang dinilai rawan banjir.
“Seperti yang ada di Mookervart, kemudian di Taman Palem, dan lain-lain. Ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi banjir dan genangan dengan menambah kapasitas tampungan air,” ujar Purwanti saat meninjau lokasi pengerukan di
Kali Sepak
, Kembangan, Selasa.
Salah satu lokasi yang menjadi prioritas adalah Kali Sepak, yang selama ini kerap menjadi titik luapan paling parah di kawasan Kembangan.
“Kali Sepak ini dalam upaya untuk menangani genangan bukan hanya di wilayah sini saja, tapi juga bisa ke Taman Alfa Indah, kemudian ke Intercon, ini alirannya dari sana, banyak,” jelas Purwanti.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menyebutkan pengerukan di Kali Sepak ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan dengan panjang lintasan mencapai 1,4 kilometer.
“Saat iniada tiga alat sedang difungsikan oleh Sudin SDA, tiga ekskavator amfibi. Tiga alat ini mampu melakukan pengerukan saluran atau kali dalam satu hari itu dua kali rit,” kata Iin.
Untuk mempercepat proses pembuangan sedimen, Pemerintah Kota Jakarta Barat mengerahkan total 10 armada truk yang bertugas mengangkut lumpur hasil pengerukan ke kawasan Ancol.
“Sepuluh truk ini akan mengangkut sedimen ini ke Ancol. Jadi sepuluh truk dengan 14 meter kubik per hari, ini 140 meter kubik volume lumpur bisa kita angkut tiap hari ke Ancol,” terang Iin.
Ia menambahkan, pengerukan sedimentasi menjadi salah satu kunci utama penanganan banjir karena Kali Sepak bermuara ke sungai besar yang alirannya melintasi sejumlah wilayah di Jakarta Barat.
“Kali Sepak ini nanti alirannya akan menuju ke Kali Angke. Nah ini akan berakibat juga ke dampak ke beberapa wilayah, untuk itu menjadi kunci di hulu kita akan lakukan ini supaya lebih optimal,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Jakarta Barat melakukan evaluasi penanganan banjir yang merendam sejumlah wilayah melalui apel gelar pasukan di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (13/1/2026) pagi.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengakui bahwa penanganan banjir merupakan tantangan berat karena menyangkut berbagai persoalan yang saling berkaitan.
Iin menegaskan, banjir di Jakarta Barat tidak dapat dipandang dari satu faktor semata, melainkan merupakan gabungan dari faktor alam, kondisi geografis, hingga persoalan infrastruktur.
“Banjir seperti saya sampaikan tadi di apel bahwa ini adalah persoalan yang multidimensi ya sesungguhnya. Ini kita bicara air kan bicara hulu sampai ke hilir,” ujar Iin usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa.
Menurut Iin, faktor dari wilayah hulu berkaitan dengan kiriman air yang menyebabkan kenaikan muka air. Sementara itu, faktor lokal diperparah oleh kondisi cuaca ekstrem.
Ia juga menyoroti data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat curah hujan di Jakarta Barat mencapai 192 milimeter (mm), yang tergolong dalam kategori ekstrem.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Blog
-
/data/photo/2026/01/13/6965d6eb6bb5d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Antisipasi Banjir, Pemkot Jakbar Keruk Sedimentasi di 11 Titik Rawan Megapolitan 13 Januari 2026
-

Mual-Pusing Saat Baca ‘Broken Strings’ Bukan Lebay, Ahli Jiwa Ungkap Penyebabnya
Jakarta –
Buku ‘Broken Strings’ karya aktris Aurelie Moeremans mendadak viral di media sosial. Dalam memoar itu, Aurelie mengungkap pengalaman pahitnya menjadi korban grooming saat masih berusia 15 tahun.
Banyak warganet yang mengaku ter-trigger saat membaca buku tersebut. Bahkan, muncul ketidaknyamanan seperti rasa mual, pusing, hingga ingin muntah.
“Tiap abis baca kasih jeda dulu ambil nafas, pusing bgt bacanya mual greget marah bgt benci bgt,” tulis salah satu akun di TikTok, dikutip Selasa (13/1/2026).
“Aku stop di halaman 72, mungkin akan aku lanjut di malam hari aja karna bener bener se mual itu liat kelakuan boby!” tambah akun lain di kolom komentar.
“Cuma baca sekilas tp perasaanku kacau, mual, sesak, marah dan gabisa ngebayangin perasaan aurelie sehancur apa waktu itu,” tulis lainnya.
Lantas, apakah ini normal?
Menurut spesialis kedokteran jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ mengatakan hal ini bisa terjadi karena adanya ‘trauma trigger’. Biasanya, orang dengan pengalaman serupa cenderung mengalami hal tersebut.
“Pada orang yang pernah mengalami pengalaman serupa atau luka relasional yang belum pulih, otak tidak membaca cerita sebagai ‘kisah orang lain’, tapi sebagai ancaman yang pernah nyata,” kata dr Lahargo kepada detikcom saat dihubungi, Selasa (13/1/2026).
“Yang terjadi di otak amygdala (pusat alarm bahaya) langsung aktif, otak masuk mode fight-flight-freeze, dan tubuh mengeluarkan hormon stres adrenalin dan kortisol,” sambungnya.
Akibatnya, lanjut dr Lahargo akan muncul reaksi seperti mual, pusing, jantung berdebar, napas pendek, cemas berlebihan, hingga perasaan ‘tidak aman’ meskipun hanya membaca buku.
“Jadi, ini bukan lebay, bukan lemah iman, dan bukan kurang kuat mental. Ini adalah reaksi biologis dari trauma yang belum selesai,” katanya.
-

dr. Tifa Ungkap Cuitan Akun Fufufafa yang Belum Pernah Dipublikasikan, Disebut Menghina Prabowo
GELORA.CO – Dokter sekaligus pegiat isu publik, dr. Fauzia (dr. Tifa), mengungkap keberadaan cuitan akun media sosial bernama Fufufafa yang disebut belum pernah terekspos ke publik dan dinilai berisi muatan penghinaan terhadap Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut disampaikan dr. Tifa dalam agenda penyerahan dokumen dan buku kajian kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, yang juga dihadiri oleh Roy Suryo dan Rismon Hasiholan Sianipar.
Dalam kesempatan itu, mereka mengajukan permohonan informasi publik terkait surat keterangan penyetaraan pendidikan atas nama Gibran Rakabuming Raka.
Selain itu, dr. Tifa menyebut, berdasarkan kajian yang dilakukan bersama timnya, akun Fufufafa diyakini 99,9 persen dimiliki oleh Gibran Rakabuming Raka.
Klaim tersebut, menurutnya, merupakan hasil analisis yang akan dimuat dalam buku trilogi bertajuk Gibran Black Paper.
“Di dalam chapter yang ditulis Mas Roy Suryo, ada bukti-bukti yang menguatkan bahwa akun Fufufafa ini 99,9 persen milik Gibran Rakabuming Raka,” ujar dr. Tifa.
Ia menambahkan, dirinya secara khusus melakukan analisis dari sudut pandang neuroscience behavior, neuropolitik, dan psikologi forensik terhadap ribuan unggahan akun tersebut.
Salah satu cuitan yang disampaikan dr. Tifa berasal dari tanggal 23 Juni 2014 pukul 01.57, yang disebut belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Dalam cuitan itu, akun Fufufafa menuliskan rangkaian kalimat yang menyinggung figur Prabowo Subianto dengan gaya satir dan dianggap merendahkan.
“Tulisannya adalah akhirnya para kader PDIP sadar. Sadarlah, sadarlah kalian. Prabowo pemimpin yang tegas, pemimpin yang berwibawa, pemimpin yang negarawan, pintar berbahasa Inggris.
Cinta sejati Prabowo hanya untuk Mbak Titik dan kuda-kuda koleksinya. Bocor, bocor, bocor, bocor, bocor. Kalau bocor besok langsung dicor. Sang macan Asia siap mengaum. Auuum.
Prabowo adalah kita. Prabowo pemimpin yang merakyat. Lexus putih lambang kesederhanaan Prabowo. Kalau uban putih cawapresnya.
Awas Lexus putihnya jangan sampai dipinjam Rasyid. Waspadalah kalian. Tegas tegas tegas tegas. Duda. Tegas ya. Awas bibir mulai miring macam orang stroke ya.”
Menurut dr. Tifa, dari sekitar 5.000 cuitan, ia menyeleksi 50 unggahan yang dinilai memiliki indikasi masalah dari sisi perilaku kognitif dan emosi penulisnya.
“Hasil analisis itu nantinya akan saya tuangkan dalam buku berjudul Gibran Black Brain,” jelasnya.
Selain mengungkap soal akun Fufufafa, dr. Tifa bersama Roy Suryo dan Rismon Sianipar juga mengajukan permohonan informasi publik kepada Kemendikdasmen terkait dasar hukum penerbitan Surat Keterangan Nomor 9149/KP/2019 tertanggal 6 Agustus 2019, yang menyatakan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan setara SMA/SMK.
Mereka meminta penjelasan rinci mengenai, dasar hukum dan regulasi penyetaraan pendidikan luar negeri, metode analisis kurikulum, hingga mekanisme konversi pendidikan akademik luar negeri ke jalur SMK peminatan akuntansi dan keuangan.
Dalam pernyataannya, dr. Tifa menegaskan bahwa seluruh temuan yang disampaikan saat ini masih berupa hipotesis dan memerlukan pembuktian resmi.
Namun ia menyebut, apabila kelak terbukti bahwa Gibran tidak memenuhi syarat pendidikan sebagaimana diatur undang-undang, maka hal tersebut berpotensi menjadi dasar konstitusional untuk pemakzulan (impeachment).
“Kalau nanti sudah terbukti secara hukum, tentu ada konsekuensi. Tapi hari ini masih dalam tahap pengujian dan permintaan klarifikasi,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Gibran Rakabuming Raka maupun pemerintah terkait klaim kepemilikan akun Fufufafa dan isi cuitan yang diungkapkan.
-
/data/photo/2026/01/13/6965d32014ee9.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pelapor Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Mengaku Rugi Rp 3 Miliar Megapolitan 13 Januari 2026
Pelapor Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Mengaku Rugi Rp 3 Miliar
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Pelapor kasus dugaan penipuan investasi trading mata uang kripto oleh Timothy Ronald, Younger, mengaku merugi sekitar Rp 3 miliar atas aktivitas investasi tersebut.
Younger merupakan anggota dari sekolah trading Akademi Kripto yang dikelola Timothy bersama rekannya, Kalimasada.
“Sesuai di laporan saya itu (kerugian) sekitar Rp 3 miliar,” ujar Younger kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (13/1/2025).
Pada Selasa, Younger mendatangi Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai pelapor kasus dugaan penipuan tersebut.
Ia datang sekitar pukul 11.40 WIB dan masuk ke ruang pemeriksaan sekitar pukul 11.50 WIB.
Kedatangan pelapor dan saksi hari ini untuk kepentingan berita acara pemeriksaan (BAP) dengan pihak kepolisian.
Sehingga Younger masih enggan memberikan keterangan lebih detail terkait kronologi dugaan penipuan.
Termasuk soal informasi ia mendapat ancaman setelah dugaan penipuan terungkap.
“Saya belum bisa cerita sih. Setelah BAP mungkin saya bisa cerita,” kata Younger.
“Itu nanti saya bakal jelasin sedetail mungkin setelah BAP,” tutur dia.
Namun, Younger sempat menyebut bahwa korban dugan penipuan oleh Timothy dan Kalimasada sangat banyak.
Sementara itu, kuasa hukum Younger, Jajang mengatakan, dua orang saksi juga ikut hadir dalam pemeriksaaan pada Selasa.
Namun, ia belum mengungkap identitas para saksi.
“Nanti. Saksi enggak boleh. Saksi setelah ini (BAP) nanti. Gitu ya, cukup dulu,” tutur Jajang.
Sebelumnya, dalam unggahan akun Instagram @skyholic888, disebutkan bahwa laporan dibuat oleh sejumlah member Akademi Crypto, sebuah komunitas yang didirikan oleh Timothy dan Kalimasada.
Keduanya dilaporkan karena diduga sengaja melakukan penipuan dengan modus mengajak berinvestasi pada sejumlah aset kripto untuk mengambil keuntungan pribadi.
Akun tersebut mengklaim ada sekitar 3.500 orang yang mengalami kerugian dengan estimasi mencapai lebih dari Rp 200 miliar.
Dalam keterangan disebutkan, awalnya para korban penipuan merasa takut karena sempat diancam saat akan melapor ke polisi.
Namun, para korban akhirnya membentuk sebuah grup dan memberanikan diri untuk melapor ke polisi.
Akun tersebut juga turut mengunggah foto lembar laporan polisi yang diterbitkan Polda Metro Jaya.
Timothy dan rekannya dilaporkan melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 45A ayat 1 Jo Pasal 28 ayat 1.
Selain itu, keduanya juga dilaporkan atas Pasal 80, 81, 82 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana, dan atau Pasal 492 KUHP dan atau Pasal 607 ayat 1.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471173/original/070213400_1768279320-Jadwal_Swiss_Stage_M7_Hari_Ini_13_Januari_2026.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Team Secret vs Onic, Duel Hidup Mati Boostgate vs CFU Gaming
Liputan6.com, Jakarta – Babak Swiss Stage M7 World Championship Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) semakin panas dan mendebarkan. Delapan tim saat ini masih bertarung dengan sengit untuk mengamankan posisi mereka di turnamen bergengsi ini.
Jadwal Swiss Stage M7 hari ini berpotensi mengubah peta persaingan menuju fase gugur, di mana Alter Ego menjadi tim pertama lolos ke babak knockout dengan kemenangan 3-0.
Di bracket high, tekanan duel terasa semakin berat. Tiga laga besar akan mempertemukan tim terbaik di region mereka masing-masing, dan sama-sama mengincar jalur aman ke ronde selanjutnya.
Bila menang, mereka bisa berada di posisi atas. Sedangkan kalah membuat langkah ke babak selanjutnya semakin sulit dan ada satu tim dipastikan pulang lebih awal di hari ini.
Berikut adalah jadwal lengkap M7 Hari Ini, 13 Januari 2026:
Boostgate Esports vs CFU Gaming – 14:00 WIB
Evil vs Aurora – 16:00 WIB
Team Secret vs Onic – 16:00 WIB
Selangor Red Giants vs Team Liquid PH – 18:00 WIBDuel Team Secret dan Onic dipastikan akan menjadi sorotan utama. Kedua tim memang dikenal sama-sama memiliki tempo permainan agresif dan eksekusi tiap objektif di pertandingan sangat disiplin.
Pertarungan menarik lainnya datang dari Selangor Red Giants melawan Team Liquid PH, di mana duel ini mempertemukan gaya permainan makro rapi melawan mekanik cepat khas Filipina.
Laga Evil vs Aurora juga tidak kalah serunya. Kedua tim masih memiliki peluang besar untuk mengamankan posisi mereka di fase selanjutnya. Di sisi lain, tensi tinggi justru datang dari laga hidup mati Bootsgate Esports melawan CFU Gaming.
Bertanding di laga eliminasi, tim pemenang duel hari ini masih bisa melanjutkan mimpi mereka untuk selangkah lebih dekat dengan trofi M7. Sementara tim kalah harus angkat koper dari turnamen.
-

Cuma Dijaga 2 Kereta Luncur Anjing
Washington DC –
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengejek pertahanan Greenland, yang disebutnya hanya dijaga oleh “dua kereta luncur anjing”. Ejekan ini dilontarkan Trump saat ambisinya menguasai pulau strategis di kawasan Arktik itu, berhadapan dengan penolakan sekutu-sekutunya di Eropa.
Pernyataan bernada ejekan itu, seperti dilansir AFP dan Euro News, Selasa (13/1/2026), disampaikan Trump ketika berbicara wartawan di dalam pesawat kepresidenan AS, Air Force One, pada Minggu (11/1) waktu setempat.
Saat membahas soal Greenland, Trump menegaskan bahwa AS akan mengambil alih pulau yang merupakan wilayah otonomi Kerajaan Denmark itu “dengan cara apa pun”. Dia juga memperingatkan bahwa Rusia dan China akan “mengambil alih” Greenland, jika AS tidak bertindak.
“Jika kita tidak mengambil alih Greenland, Rusia atau China akan melakukannya, dan saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi,” ujarnya, meskipun sejauh ini tidak ada negara lainnya yang mengklaim pulau tersebut.
Lebih lanjut, Trump mengatakan dirinya akan terbuka untuk membuat kesepakatan dengan otoritas dan warga Greenland.
“Greenland harus membuat kesepakatan, karena Greenland tidak ingin melihat Rusia atau China mengambil alih,” tegasnya.
Namun Trump kemudian mengejek keamanan Greenland, dengan mengatakan: “Anda tahu apa pertahanan mereka, dua kereta luncur anjing.”
Dia menambahkan bahwa Rusia dan China memiliki “kapal perusak dan kapal selam di mana-mana”.
Greenland yang merupakan wilayah koloni Denmark hingga tahun 1953 silam, mendapatkan pemerintahan sendiri sekitar 26 tahun kemudian dan saat ini sedang mempertimbangkan untuk melonggarkan hubungan dengan Denmark.
Sebagian besar penduduk dan partai politik di Greenland telah menegaskan bahwa mereka tidak ingin berada di bawah kendali AS, dan bersikeras menyatakan bahwa Greenland harus menentukan masa depan mereka sendiri — pandangan ini secara terus-menerus ditentang oleh Trump.
Perdana Menteri (PM) Denmark, Mette Frederiksen, memperingatkan pekan lalu bahwa setiap langkah AS untuk merebut Greenland dengan kekerasan akan menghancurkan 80 tahun hubungan keamanan trans-Atlantik yang tercakup dalam NATO.
Trump menepis komentar itu dengan mengatakan: “Jika itu berdampak pada NATO, itu akan berdampak pada NATO. Tetapi Anda tahu, (Greenland) lebih membutuhkan kami daripada kami membutuhkan mereka.”
Sementara itu, para pemimpin tujuh negara Eropa, termasuk Prancis, Inggris, Jerman, dan Italia, merilis pernyataan bersama yang menegaskan bahwa “hanya” Denmark dan Greenland yang berhak memutuskan masa depan wilayah tersebut.
Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)
-

Apple Duet dengan Google Gemini Perkuat AI Siri, Standar Privasi Terjaga
Bisnis.com, JAKARTA — Raksasa teknologi Apple secara resmi memilih Google sebagai mitra untuk memperkuat fitur kecerdasan artifisial (AI) pada ekosistem perangkatnya, termasuk asisten virtual Siri.
Keputusan ini diambil setelah perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai teknologi yang tersedia di pasar, termasuk dari pesaing seperti OpenAI dan Anthropic.
Dalam pernyataan bersamanya, kedua raksasa teknologi tersebut menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan menghadirkan pengalaman inovatif bagi pengguna melalui integrasi AI model Gemini.
“Setelah evaluasi yang cermat, kami menetapkan bahwa teknologi Google memberikan landasan yang paling mampu untuk Model Fondasi Apple,” bunyi pernyataan resmi Apple dan Google dikutip dari TechCrunch Selasa (13/1/2026).
Kerja sama ini antara kedua pihak ini akan berlangsung selama beberapa tahun ke depan. Dalam kerja sama ini, Apple akan memanfaatkan model kecerdasan artifisial Gemini milik Google, beserta infrastruktur dan layanan cloud Google.
Meskipun Apple terkenal dengan kultur perusahaannya yang fokus pada integrasi vertikal dengan mengandalkan perangkat keras dan lunak sendiri, langkah ini menandai perubahan strategi perusahaan dalam merangkul teknologi pihak ketiga untuk komponen inti AI.
Namun, sumber yang mengetahui masalah tersebut menegaskan bahwa kesepakatan ini tidak bersifat eksklusif.
Dari sisi finansial, baik Apple maupun Google belum mengonfirmasi nilai resmi kerja sama tersebut. Namun, laporan pasar sebelumnya mengindikasikan bahwa Apple berpotensi membayar Google sekitar US$1 miliar atau sekitar Rp16,87 triliun untuk akses teknologi AI tersebut.
Langkah strategis ini dilakukan di tengah tekanan pasar terhadap Apple, yang dinilai tertinggal dari kompetitor dalam pengembangan AI generatif. Meskipun Apple telah merilis versi awal Apple Intelligence pada 2024, fitur tersebut dianggap belum memberikan dampak signifikan seperti ChatGPT atau Gemini.
Terkait pengembangan produk, Apple mengonfirmasi bahwa perombakan besar pada Siri sedang dalam proses. Seorang juru bicara perusahaan mengatakan bahwa peningkatan layanan tersebut dijadwalkan hadir tahun ini, dengan prediksi peluncuran pada musim semi.
Aspek privasi data juga menjadi poin krusial dalam kesepakatan ini. Apple memastikan akan tetap mempertahankan standar privasi yang ketat sepanjang kemitraan berlangsung, di mana sebagian besar pemrosesan data dilakukan di perangkat atau melalui infrastruktur yang dikontrol ketat. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)
-
/data/photo/2025/12/29/6952447b148e8.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Menerka Muara Wacana Koalisi Permanen: Menuju Pilkada via DPRD
Menerka Muara Wacana Koalisi Permanen: Menuju Pilkada via DPRD
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) dipilih Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terus diulang-ulang, baik oleh elite politik maupun pemerintah.
Alasannya, biaya pemilihan langsung yang dianggap mahal, baik untuk penyelenggara pemilu maupun untuk kontestan.
Biaya mahal ini bisa berupa biaya kampanye, dan tidak menutup kemungkinan pada biaya di luar pelaporan resmi, seperti praktik mahar politik oleh partai.
Sejauh ini sudah ada lima partai yang menyikapi wacana tersebut, mereka secara terbuka mendukung pilkada kembali dipilih DPRD.
Lima partai ini adalah Golkar, Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nasdem, dan Demokrat.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono mengatakan, mereka memilih dengan kesadaran penuh dengan alasan seragam, ongkos politik yang mahal.
“Gerindra ada dalam posisi mendukung upaya ataupun rencana untuk melaksanakan pemilukada ini oleh DPRD di tingkat bupati, wali kota ataupun di tingkat gubernur,” ujar Sekretaris Partai Gerindra Sugiono, dalam keterangannya, Senin (29/12/2025).
Partai yang juga dipimpin Presiden Prabowo Subianto ini menyinggung, Pilkada 2025 disebut boros karena pelaksanaannya mencapai Rp 7 triliun.
Angka tersebut meningkat pada 2024, di mana dana hibah dari APBD untuk pelaksanaan pilkada meningkat menjadi lebih dari Rp 37 triliun.
“Itu merupakan jumlah yang bisa digunakan untuk hal-hal lain yang sifatnya lebih produktif, upaya-upaya peningkatan kesejahteraan dan ekonomi rakyat. Saya kira ini adalah sesuatu yang perlu kita pertimbangkan,” ujar Sugiono.
Oleh karena itu, Partai Gerindra berada dalam posisi mendukung usulan agar DPRD memilih gubernur, bupati, maupun wali kota.
“Dari sisi efisiensi, baik itu proses, mekanisme, dan juga anggarannya kami mendukung rencana untuk melaksanakan pilkada lewat DPRD,” ujar Sugiono.
Wacana pilkada dipilih DPRD ini juga berbarengan dengan wacana
koalisi
permanen yang diungkapkan Bahlil Lahadalia Dallam HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, 5 Desember 2025.
Setelah dia bicara usulan pilkada dipilih kembali DPRD, Bahlil di depan Prabowo menyebut perlu ada koalisi tetap yang kuat.
“Partai Golkar berpandangan Bapak Presiden, bahwa pemerintahan yang kuat dibutuhkan stabilitas. Lewat mimbar yang terhormat ini, izinkan kami menyampaikan saran, perlu dibuatkan
koalisi permanen
,” kata Bahlil.
Menurut Bahlil, Indonesia sudah harus memiliki prinsip yang kuat untuk meletakkan kerangka koalisi yang benar.
Bahlil menegaskan, baik penderitaan maupun kegembiraan harus dirasakan bersama-sama.
“Kalau mau menderita, menderita bareng-bareng. Kalau mau senang, senang bareng-bareng,” tegas Bahlil.
Belakangan koalisi permanen ini kembali digaungkan. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji mengatakan, mereka optimis koalisi usulan Bahlil itu akan terwujud.
“Koalisi permanen bisa terjadi, dan memang namanya koalisi itu pasti akan ada sikap-sikap politik yang akan didiskusikan secara intens,” ujar Sarmuji di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (8/1/2026) malam.
Perbedaan pandangan dari partai politik, kata Sarmuji, merupakan hal yang lumrah dalam pembicaraan awal mengenai koalisi permanen.
“Tetapi di ujungnya itu kemungkinan akan sama. Tentu nanti ada proses penyesuaian-penyesuaian,” ujar Sarmuji.
Wacana koalisi permanen yang beriringan dengan gagasan pilkada oleh DPRD ini dinilai tidak kebetulan.
Pengajar hukum pemilu Universitas Indonesia, Titi Anggraini, mengatakan koalisi ini justru memberikan konfirmasi atas kekhawatiran publik terkait dengan pilkada dipilih DPRD.
Karena koalisi permanen tak lagi soal stabilitas politik nasional, tapi menjadi instrumen konsolidasi elite yang semakin menutup ruang kompetisi politik yang adil di tingkat daerah.
“Dalam konteks Pilkada oleh DPRD, koalisi permanen akan mengubah proses pemilihan kepala daerah menjadi arena transaksi politik tertutup, di mana dukungan terhadap calon kepala daerah ditentukan oleh kesepakatan elite partai, bukan oleh preferensi publik,” kata Titi kepada
Kompas.com
, Senin (12/1/2026).
Jika itu terjadi, Titi mengatakan akan sangat gamblang praktik bagi-bagi kue kekuasaan dipertontonkan ke publik.
Dampak atas tingkah elite partai politik ini tidak main-main, Titi mengatakan, akuntabilitas politik kepala daerah bergeser dari rakyat kepada elite partai dan fraksi di DPRD, karena kepala daerah ditunjuk langsung oleh koalisi permanen.
“Kedua, oposisi politik nyaris dilumpuhkan, karena logika koalisi permanen menutup ruang kontrol dan alternatif kepemimpinan,” katanya.
Kemudian terakhir, politik lokal kehilangan daya korektif, sebab kepala daerah terpilih akan lebih loyal pada koalisi pengusung ketimbang pada kepentingan warga.
Pada titik ini, pilkada oleh DPRD yang dikombinasikan dengan koalisi permanen tidak lagi bisa dibaca sebagai upaya efisiensi biaya politik, melainkan sebagai rekayasa institusional yang mempersempit demokrasi lokal.
“Skema ini berisiko mengembalikan praktik politik ke pola pra-reformasi, di mana kekuasaan ditentukan melalui kesepakatan elite, sementara rakyat hanya menjadi penonton dari proses politik yang menyangkut hidup mereka sendiri,” tandasnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

/data/photo/2026/01/13/6965b1f68cbe2.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)