JAKARTA – Jakpro melanjutkan sejumlah penugasan strategis terkait pengelolaan infrastruktur olahraga, ruang publik, serta penguatan sistem transportasi perkotaan yang dilaksanakan sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, mengatakan optimalisasi Jakarta International Stadium (JIS) sebagai markas resmi Persija Jakarta dilakukan melalui pengelolaan kawasan yang tertib dan terintegrasi, didukung penguatan konektivitas transportasi publik.
“JIS kini tidak hanya menjadi ikon olahraga nasional, tetapi juga ruang publik yang memberi nilai tambah sosial dan ekonomi bagi kota,” kata Iwan, Sabtu, 10 Januari.
Iwan mengatakan, di sisi sosial yakni terkait penyelesaian transisi warga eks Kampung Bayam ke Hunian Pekerja Pendukung Operasional (HPPO) di kawasan JIS telah dilaksanakan dengan pendekatan humanis.
Selain JIS, Jakpro juga mengoptimalkan Velodrome Jakarta sebagai multipurpose venue yang adaptif dan inklusif.
Sepanjang 2025, Velodrome dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional, mulai dari pertandingan olahraga internasional seperti SEA V League 2025, kompetisi esport Mobile Legends, konser musik, hingga kegiatan komunitas seperti Jakarta Drum Corps International.
Iwan mengatakan, pemanfaatan ini memperkuat fungsi Velodrome sebagai ruang publik aktif yang mendukung interaksi sosial, ekonomi kreatif, serta gaya hidup perkotaan yang dinamis.
“Dalam mendukung penguatan mobilitas perkotaan, Jakpro juga menjalankan penugasan pembangunan LRT Jakarta Fase 1B, yang hingga saat ini terus bergerak melampaui target dengan deviasi positif sebesar 89,22% per tanggal 31 Desember 2025,” ujarnya
Proyek ini menjadi bagian penting dari penguatan sistem transportasi publik yang efisien, andal, dan berkelanjutan. Beroperasi menggunakan tenaga listrik, LRT Jakarta berperan signifikan dalam menurunkan emisi karbon per penumpang per kilometer dibandingkan kendaraan pribadi.
Peningkatan jumlah pengguna LRT Jakarta juga menunjukkan pergeseran perilaku masyarakat menuju transportasi umum, yang berdampak pada pengurangan kemacetan dan penurunan jejak karbon kota.
Secara kolektif, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu mencapai pengurangan emisi sebesar 2.927.250 ton CO₂e, dengan target kenaikan jumlah penumpang hingga 18 juta penumpang pada tahun 2028.
Selain sektor transportasi, Jakpro terus mengoptimalkan Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai pusat seni, budaya, dan edukasi.
Selama periode libur akhir tahun 22 Desember 2025–3 Januari 2026, kawasan TIM mencatat 67.198 pengunjung, dengan Planetarium Jakarta sebagai salah satu pusat edukasi sains dan antariksa yang dikembangkan berstandar internasional.
Penguatan ekosistem TIM juga ditandai dengan hadirnya Paviliun Raden Saleh hasil kolaborasi Jakpro dan Artotel Group, yang mendukung aktivitas seniman, ekonomi kreatif, serta penyelenggaraan kegiatan seni budaya bertaraf nasional hingga internasional.
“Jakpro berkontribusi nyata dalam mendukung transformasi Jakarta menuju kota global dengan menjawab berbagai kebutuhan pembangunan kota, mulai dari penyediaan ruang yang layak dan nyaman untuk dihuni, penguatan daya tarik wisata serta interaksi budaya, hingga pengelolaan ruang publik yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan,” katanya.
Upaya tersebut diperkuat melalui peningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra maupun inter kota, penguatan ekonomi perkotaan yang terkoneksi secara global, serta pengembangan kapasitas inovasi kota yang berkelanjutan.
Seluruh langkah ini dijalankan sebagai bagian dari komitmen Jakpro untuk menghadirkan pembangunan yang berintegritas, berdampak nyata, dan berkelanjutan bagi Jakarta.
“Melalui penerapan GCG yang konsisten dan pelaksanaan penugasan strategis yang terukur, Jakpro berkomitmen menghadirkan pembangunan yang berdampak nyata serta mendukung transformasi Jakarta menuju kota global yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” ujarnya.