Blog

  • SBY Tegaskan Matahari Demokrat Hanya AHY: Saya Mentor Senior

    SBY Tegaskan Matahari Demokrat Hanya AHY: Saya Mentor Senior

    Jakarta

    Partai Demokrat menggelar puncak perayaan Natal nasional hari ini. Dalam acara tersebut, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan matahari di partainya hanya satu, yaitu Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

    Hal itu dikatakan SBY saat menyampaikan pidatonya di acara tersebut pada Senin (12/1/2026) malam. Awalnya SBY menjelaskan AHY yang tidak bisa hadir langsung karena ada urusan bersama Presiden Prabowo Subianto.

    “Sebagaimana kita ketahui, Mas AHY sedang mengemban tugas mendampingi Bapak Presiden Prabowo di Kalimantan Timur. Tentu bagi Demokrat, country first, people first, baru partai. Jangan dibalik. Negara dulu, rakyat dulu, baru partai,” kata SBY.

    SBY mengatakan dia tidak dirancang menyampaikan pidato tersebut karena peran AHY. Barulah dirinya menegaskan bahwa yang paling atas di Partai Demokrat adalah AHY.

    “Seharusnya yang menyampaikan sambutan utama adalah pemimpin Partai Demokrat, Bung Agus Harimurti Yudhoyono. Beliau pemimpin partai. Saya boleh dikatakan seorang mentor senior. Mataharinya hanya satu di Partai Demokrat, Mas AHY,” kata SBY.

    Dalam kesempatan yang sama, AHY juga menyampaikan sambutannya secara virtual. Dia mengajak masyarakat Indonesia bersatu dan berdoa bersama.

    “Mari bersatu dalam misi kemanusiaan agar mereka segera bangkit dan pulih dari kehancuran dan keterpurukan,” tuturnya.

    (ial/maa)

  • Video Syur ‘Batang Timur’ 16 Detik Viral, Warga Resah, Diduga Modus Love Scam

    Video Syur ‘Batang Timur’ 16 Detik Viral, Warga Resah, Diduga Modus Love Scam

    GELORA.CO – Sebuah video berdurasi 16 detik yang diklaim berasal dari “Batang Timur”, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kembali menghebohkan jagat media sosial dalam beberapa hari terakhir. Konten intim tersebut menjadi buruan warganet, dengan berbagai tautan dan narasi menyebar luas di platform seperti TikTok, Twitter, dan WhatsApp.

    Namun, di balik viralnya konten tersebut, muncul keresahan mendalam dari warga setempat. Mereka mengecam penyebaran konten ilegal ini, terlebih karena dugaan kuat bahwa kasus ini merupakan bentuk kejahatan digital bermodus love scam dan pemerasan.

    Nama ‘Batang Timur’ Picu Stigma Negatif

    Istilah “Batang Timur” dalam judul video langsung memicu asosiasi geografis dengan Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Padahal, hingga kini tidak ada bukti valid yang menunjukkan bahwa lokasi kejadian memang berada di wilayah tersebut. Penggunaan nama daerah dalam judul konten provokatif ini telah memicu stigma negatif terhadap warga setempat.

    Beberapa warga Batang melalui media sosial menyampaikan kekecewaan mereka. “Kami tidak tahu siapa pelakunya, tapi kami yang jadi sasaran ejekan. Ini merugikan nama baik daerah,” ujar salah seorang warga, sebagaimana dihimpun Mureks.

    Fenomena serupa bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, istilah seperti “Cianjur”, “Garut”, atau “Sleman” juga pernah digunakan secara sembarangan dalam judul video viral, seringkali tanpa dasar faktual yang kuat.

    Kronologi Dugaan Love Scam dan Pemerasan Digital

    Catatan Mureks menunjukkan, kasus ini diduga berawal dari perkenalan seorang influencer lokal berinisial A, yang juga dikenal dengan nama populer G, dengan seorang perempuan melalui platform media sosial. Komunikasi awal keduanya bersifat personal dan intens.

    Setelah hubungan terjalin, diduga pihak perempuan—atau akun yang mengaku perempuan—meminta sejumlah uang kepada A. Namun, A menolak memberikan dana karena merasa curiga dengan permintaan tersebut.

    Pasca-penolakan, muncul ancaman dari pihak lawan komunikasi A. Tak lama setelah itu, video pribadi A beredar luas dengan judul “Batang Timur 16 Detik”. Video tersebut menyebar cepat, disertai narasi sensasional yang justru membuat A mengalami bullying, doxing, dan serangan reputasi di dunia maya. Padahal, dalam kasus seperti ini, A seharusnya dilindungi sebagai korban kejahatan digital.

    Bahaya Pencarian Konten Sensitif dan Kejahatan Digital

    Kasus ini menyoroti bahaya nyata di balik tren pencarian konten sensitif dan penyebaran informasi tanpa verifikasi. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan tautan atau memperkuat hoaks yang dapat merugikan korban dan memicu kejahatan digital lebih lanjut.

    Pihak berwenang terus mengingatkan pentingnya menjaga privasi digital dan berhati-hati dalam berinteraksi di media sosial, terutama jika melibatkan permintaan uang atau ancaman penyebaran konten pribadi.

  • Prabowo Ungkap Cadangan Migas RI Besar, Kasih Tugas Khusus ke Bahlil

    Prabowo Ungkap Cadangan Migas RI Besar, Kasih Tugas Khusus ke Bahlil

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto menyatakan cadangan minyak dan gas Indonesia sangat besar. Dia menekankan penemuan dan pengelolaan cadangan migas sangat diperlukan untuk menambah produksi energi di Indonesia.

    Hal ini diungkapkan Prabowo saat melakukan peresmian Kilang RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur. Acara itu disiarkan langsung secara virtual YouTube Sekretariat Presiden, Senin (12/1/2026).

    “Saya diberitahu juga oleh para pakar cadangan minyak kita sangat besar, cadangan gas kita sangat besar, tinggal kita mengelola dan mengejarnya,” ujar Prabowo.

    Prabowo pun memberikan perintah khusus kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk memperluas eksplorasi cadangan migas di Indonesia.

    “Saya minta ya (Menteri) ESDM segera perluas eksplorasi, segera mempermudah mereka yang mau eksplorasi ya,” tegas Prabowo.

    Dia juga menyinggung jangan sampai ada praktik-praktik kutip mengutip keuntungan untuk proses eksplorasi migas. Orang nomor satu di Indonesia itu meminta agar semua pihak menjaga agar kepercayaan publik dijaga.

    “Jangan dikutip-kutip di depan. Jaga terus kepercayaan rakyat, teruskan prestasi ini,” tutur Prabowo.

    Dalam catatan detikcom, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan total cadangan minyak bumi dan kondesat Indonesia per 1 Januari 2025 tercatat 4,4 miliar barel. Cadangan tersebut terdiri cadangan terbukti 2,3 miliar barel, cadangan mungkin 1,06 miliar barel dan cadangan harapan 1,033 miliar barel.

    Untuk cadangan gas bumi, berdasarkan data ESDM per 1 Januari 2025, total cadangan gas bumi mencapai 55.852 billion standard cubic feet (BSCF). Jumlah tersebut terdiri dari cadangan terbukti 34.782 BSCF, cadangan mungkin 11.856 BSCF, dan cadangan harapan 9.212 BSCF.

    (hal/hns)

  • Bahlil Mengadu ke Prabowo: Banyak yang Tak Senang RI Swasembada Energi

    Bahlil Mengadu ke Prabowo: Banyak yang Tak Senang RI Swasembada Energi

    Bisnis.com, BALIKPAPAN — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan proses pembangunan Refinery Development Master Plan atau RDMP Balikpapan penuh drama. Dia menyebut ada pihak yang tidak ingin proyek itu berhasil.

    Hal tersebut Bahlil sampaikan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara peresmian RDMP Balikpapan di Balikpapan, Senin (12/1/2026).

    Mulanya, Bahlil mengatakan bahwa peresmian RDMP Balikpapan seharusnya dilakukan pada Mei 2024. Namun, peresmian itu baru bisa terealisasi saat ini la taran terdapat beberapa hambatan.

    “Proyek RDMP ini, Bapak Presiden, banyak dramanya. Saya harus jujur katakan banyak dramanya, kenapa? Seharusnya sudah jadi tahun awal bulan, awal Mei 2024,” kata Bahlil.

    Dia mengatakan hambatan pembangunan itu seperti peristiwa kebakaran. Namun, Bahlil mengkritisi apakah peristiwa itu terjadi karena kecelakaan atau unsur kesengajaan.

    “Tapi ini, Pak, terbakar. Ada bagian yang dibakar. Saya tidak mengerti apakah dibakar karena terbakar atau dibakar karena ada faktor lain,” ucap Bahlil.

    Oleh karena itu, pihaknya pun melakukan investigasi pada Agustus 2024. Bahlil tak merinci apa hasil dari investigasi itu.

    Dia hanya menegaskan bahwa hasil investigasi mengungkapkan indikasi yang tak wajar. Bahlil mengeklaim, ada pihak yang tak rela RI swasembada migas dan setop impor.

    “Ternyata barang ini, Pak, ada udang dibalik batu. Masih ada pihak-pihak yang tidak rela kalau kita itu mempunyai cadangan dan swasembada energi. [Mereka ingin RI] agar impor terus, impor terus, impor terus,” jelas Bahlil.

    RDMP Balikpapan sendiri merupakan proyek yang dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI). Proyek strategis nasional (PSN) senilai Rp123 triliun itu mampu meningkatkan produksi minyak dari 260.000 barel per hari (bph) menjadi 360.000 bph.

    Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menyebut bahwa impor BBM khususnya solar bakal di-setop seiring dengan beroperasinya RDMP Balikpapan.

    Dia menuturkan, RDMP Balikpapan mampu memproduksi solar dengan volume yang tinggi. Hal tersebut pun membuat RI surplus produksi solar dalam negeri yang diperkirakan mencapai 4 juta kiloliter (kl) tahun ini.

    Selain RDMP, penghentian impor solar juga seiring dengan implementasi biodiesel B40 yang bakal ditingkatkan menjadi B50 pada semester II/2026 ini.

    “Tahun ini Kementerian ESDM atas perintah Bapak Presiden, karena kita punya kilang [RDMP Balikpapan] sudah ada, kita tidak lagi mengeluarkan impor [solar],” ucapnya.

    Bahlil juga mengatakan impor solar juga dihentikan untuk badan usaha (BU) SPBU swasta. Dengan kata lain, SPBU swasta wajib membeli solar produksi dalam negeri atau dari Pertamina.

    Lebih lanjut, Bahlil mengatakan cepat atau lambat SPBU swasta juga harus membeli bensin produksi dalam negeri lewat Pertamina.

    Dia menuturkan, RDMP Balikpapan kelak bakal memproduksi BBM jenis gasoline atau bensin dengan kualitas terbaik. Dia pun mengklaim hasil olahan RDMP Balikpapan bisa dibeli oleh SPBU swasta.

    “Dengan RDMP ini kita akan meningkatkan produksi RON 92, 95 dan 98. Itu supaya tidak kita impor lagi. Supaya badan-badan usaha [SPBU] swasta ini beli produksi dalam negeri lewat Pertamina,” ujarnya.

    Dia menambahkan bahwa konsumsi BBM besutan dalam negeri menjadi keniscayaan. Sebab, segala sumber daya alam di dalam negeri harus dinikmati masyarakat dan untuk kepentingan masyarakat.

    “Ini perintah konstitusi, Perintah Pasal 33 [UUD 1045] adalah cabang-cabang produksi yang menyangkut hajat juta orang banyak harus dikuasai oleh negara. Dan oleh karena itu negara harus menyiapkan,” tutur Bahlil.

  • Politisi PDI-P Bantah KPK soal Terima Aliran Uang dari Bupati Bekasi Ade Kuswara

    Politisi PDI-P Bantah KPK soal Terima Aliran Uang dari Bupati Bekasi Ade Kuswara

    Politisi PDI-P Bantah KPK soal Terima Aliran Uang dari Bupati Bekasi Ade Kuswara
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PDIP Nyumarno membantah ada aliran uang dari Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang terkait kasus suap ijon proyek di Pemkab Bekasi.
    Bantahan tersebut disampaikan Nyumarno usai diperiksa oleh KPK sebagai saksi terkait kasus
    suap ijon proyek
    di Pemkab Bekasi di Gedung Merah Putih, Senin (12/1/2026).
    “Tidak ada sama sekali saya dimintain keterangan
    aliran uang
    dari, misalnya dari Pak Bupati tidak ada, tidak benar,” kata Nyumarno.
    Dia mengatakan, dalam pemeriksaan hari ini, penyidik mendalami pengetahuannya terkait kasus suap yang menjerat Ade Kuswara dan kawan-kawan.
    Politisi PDIP ini mengaku tidak mengetahui kasus suap yang menyeret nama Ade Kuswara tersebut.
    “Seputar tahu tidak soal peristiwa hukum Pak Ade (Bupati Bekasi), Pak HM Kunang dan Pak Sarjan. Kita jawab sudah, kita tidak tahu soal peristiwa itu,” ujarnya.
    Selain itu, Nyumarno mengatakan, penyidik mendalami pengetahuannya sebagai Anggota DPRD yang bertugas di Badan Anggaran (Banggar) DPRD.
    “Yang kedua ditanya seputar tentang jabatan saya sebagai anggota DPRD di alat kelengkapan dewan di badan anggaran kah di Baperda, dan hal-hal lain yang seputar itu saja sih,” tuturnya.
    Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan aliran uang dari para tersangka kasus dugaan suap ijon proyek di Pemkab Bekasi, salah satunya
    Bupati Bekasi nonaktif
    Ade Kuswara Kunang.
    Materi ini didalami KPK saat memeriksa dua saksi di Gedung Merah Putih, pada Senin (12/1/2025) yaitu, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Nyumarno, dan eks Sekdis Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Beni Saputra.
    “Termasuk di antaranya dugaan aliran uang kepada saudara BS (Beni Saputra) ini peruntukannya untuk apa. Itu yang kemudian didalami dalam pemeriksaan kali ini. Termasuk kepada saksi saudara NYO (Nyumarno) selaku anggota DPRD, itu juga pendalaman terkait dengan dugaan aliran uang kepada saksi dimaksud,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Senin.
    Dalam perkara ini, KPK menetapkan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, HM Kunang (Ayah Bupati), dan Sarjan selaku pihak swasta sebagai tersangka pada Sabtu (21/12/2025).
    Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan, kasus suap ini bermula saat Ade Kuswara menjalin komunikasi dengan Sarjan selaku pihak swasta penyedia paket proyek di lingkungan Pemkab Bekasi.
    Dari komunikasi tersebut, dalam rentang 1 tahun terakhir, Bupati Ade rutin meminta ‘ijon’ paket proyek kepada Sarjan melalui perantara HM Kunang.
    “Total ‘ijon’ yang diberikan oleh Sarjan kepada Bupati Ade bersama-sama HM Kunang mencapai Rp 9,5 miliar. Pemberian uang dilakukan dalam empat kali penyerahan melalui para perantara,” kata Asep dalam konferensi pers, Sabtu.
    Selain aliran dana tersebut, sepanjang tahun 2025, Bupati Ade juga diduga mendapatkan penerimaan lainnya, yang berasal dari sejumlah pihak dengan total mencapai Rp 4,7 miliar.
    Dengan demikian, total uang yang diterima Bupati Ade mencapai Rp 14,2 miliar.
    Atas perbuatannya, Bupati Ade Kuswara bersama-sama HM Kunang selaku pihak penerima disangkakan Pasal 12 a atau Pasal 11 dan Pasal 12B UU Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU TPK jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
    Sementara, Sarjan selaku pihak pemberi disangkakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU TPK.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Psikolog: Bundir Pelajar Bukan Lemah Mental, tapi Lingkungan yang Gagal Mendengar

    Psikolog: Bundir Pelajar Bukan Lemah Mental, tapi Lingkungan yang Gagal Mendengar

  • Berkas Sudah di Jaksa, Nasib Roy Suryo Cs di Ujung Tanduk, Josua Sinambela: Lebih Dulu Ditahan Kayaknya

    Berkas Sudah di Jaksa, Nasib Roy Suryo Cs di Ujung Tanduk, Josua Sinambela: Lebih Dulu Ditahan Kayaknya

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Proses hukum perkara tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Jokowi, kembali memasuki babak baru.

    Polda Metro Jaya dikabarkan telah merampungkan pemberkasan terhadap tiga tersangka klaster kedua.

    Ketiga tersangka yang dimaksud, Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma alias dr Tifa.

    Berkas perkara ketiganya pun telah dilimpahkan ke Kejaksaan.

    Menanggapi perkembangan tersebut, Pengamat Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Josua Sinambela, memprediksi proses pelimpahan seluruh berkas akan segera rampung dalam waktu dekat.

    “Tampaknya bulan ini pelimpahan semua berkas kasus TiRoRis ke kejaksaan akan segera dilakukan,” ujar Josua kepada fajar.co.id, Senin (12/1/2026).

    Dikatakan Josua, jika jaksa menyatakan berkas perkara telah lengkap, maka langkah penahanan tidak lagi dilakukan oleh kepolisian, melainkan langsung oleh pihak kejaksaan.

    “Jika sudah lengkap maka prediksi saya penahanan bukan dilakukan kepolisian, tetapi langsung oleh kejaksaan,” jelasnya.

    Josua juga mengungkapkan bahwa untuk klaster kedua, proses hukum sudah melangkah lebih cepat dibanding klaster lainnya.

    Informasi yang ia terima menyebutkan berkas perkara klaster ini telah masuk tahap pertama di kejaksaan.

    “Khusus cluster dua infonya sudah dilimpahkan tahap pertama. Jadi bakal lebih dulu ditahan kayaknya,” katanya.

    Dengan pelimpahan berkas tersebut, penanganan perkara kini sepenuhnya berada di tangan jaksa penuntut umum.

    Selanjutnya, kejaksaan akan meneliti kelengkapan formil dan materiil sebelum menentukan sikap, termasuk kemungkinan melakukan penahanan terhadap para tersangka.

  • Belum Lunas BPIH, 1.143 Calon Jamaah Haji Gresik Gagal Berangkat Tahun Ini

    Belum Lunas BPIH, 1.143 Calon Jamaah Haji Gresik Gagal Berangkat Tahun Ini

  • Madas Serumpun Siapkan 500 Anggota Hadang Eksekusi Rumah di Jalan Raya Darmo Surabaya

    Madas Serumpun Siapkan 500 Anggota Hadang Eksekusi Rumah di Jalan Raya Darmo Surabaya

  • AHY Absen Perayaan Natal Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara Dulu, Baru Partai

    AHY Absen Perayaan Natal Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara Dulu, Baru Partai

    AHY Absen Perayaan Natal Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara Dulu, Baru Partai
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan alasan kenapa Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) absen dalam Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 Demokrat.
    SBY menjelaskan, AHY sebagai Menko Infrastruktur sedang mendampingi Presiden Prabowo Subianto ke Kalimantan Timur.
    Walhasil, SBY pun mewakili anaknya untuk memberikan sambutan kepada umat Kristiani yang hadir.
    “Mas AHY sedang mengemban tugas mendampingi Bapak Presiden Prabowo di Kalimantan Timur. Tentu bagi Demokrat,
    country first, people first,
    baru partai. Jangan dibalik. Negara dulu, rakyat dulu, baru partai,” ujar SBY di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026) malam.
    “Oleh karena itu, saya mendapat tugas dari panitia untuk menyampaikan sambutan ini mewakili Mas AHY. Tiada rotan, akar pun berguna,” sambungnya.
    Dalam acara ini, AHY tampak hanya memberikan sambutan melalui rekaman video.
    AHY mengucapkan selamat Natal, sekaligus berharap momen spesial bagi umat Kristiani ini senantiasa menghadirkan kedamaian, kebahagiaan, dan keberkahan bagi semua orang.
    “Sungguh saya ingin berada bersama para sahabat sekalian pada acara peringatan Natal Nasional Partai Demokrat ini. Namun pada saat yang sama, saya dalam kapasitas sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, mendapatkan tugas untuk mendampingi Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja di Kalimantan Timur. Meski secara fisik saya tidak bisa hadir, namun hati dan doa saya tentunya bersama Bapak/Ibu sekalian,” papar AHY.
    Demokrat Mengutamakan Kemanusiaan
    AHY menjelaskan, sebagai partai yang memiliki jati diri nasionalis religius, Demokrat senantiasa meletakkan nilai-nilai kemanusiaan di atas kepentingan politik dan perbedaan identitas di antara sesama anak bangsa.
    Dia pun mengajak masyarakat Indonesia untuk bersatu dalam doa, kepedulian, dan aksi nyata dalam membantu korban terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
    “Mari bersatu dalam misi kemanusiaan agar mereka segera bangkit dan pulih dari kehancuran dan keterpurukan. Selebihnya, mari bersatu dalam mengawal dan menyukseskan pembangunan bangsa ke depan, termasuk pembangunan sektor infrastruktur yang menjadi tulang punggung transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
    “Indonesia yang semakin maju dan makmur, Indonesia yang tumbuh secara berkeadilan, dan berkelanjutan untuk keselamatan bumi kita, untuk masa depan anak cucu kita. Demikian sambutan saya. Terima kasih.
    Once again, Merry Christmas and Happy New Year
    . Semoga Tuhan memberkati kita semua,” imbuh AHY.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.