2 Suporter Persib Bandung Terluka Imbas Sabetan Benda Tajam di Karawang
Tim Redaksi
KARAWANG, KOMPAS.com
– Dua suporter Persib Bandung terluka akibat sabetan benda tajam di tangan saat berada di Karawang, Jawa Barat.
Mantan Ketua Viking
Karawang
, Ronny Bochung, membenarkan peristiwa tersebut setelah melakukan pengecekan di lapangan.
Kejadian bermula ketika dua suporter Viking Kosambi hendak menjemput dan mengawal bus rombongan Viking Kosambi Raya yang baru keluar dari Tol Karawang Timur usai perjalanan dari Bandung.
“Namun di tengah perjalanan, rombongan tiba-tiba dilempari batu dan sempat terjadi bentrokan,” ujar Ronny di Karawang, Senin (12/1/2026).
Ronny menyebut, dua orang suporter yang mengendarai sepeda motor menjadi korban. Keduanya mengalami luka akibat senjata tajam di bagian tangan.
“Dua orang terkena senjata tajam. Semalam langsung dibawa untuk mendapatkan perawatan medis dan mendapatkan beberapa jahitan,” tutur dia.
Setelah mendapat perawatan, kedua korban dipulangkan ke rumah masing-masing.
Distrik
Viking Karawang
telah mengambil langkah dengan memberikan bantuan biaya pengobatan kepada korban.
Selain itu, pihak distrik juga memberikan ganti rugi atas kerusakan bus yang dialami rombongan suporter.
“Kami dari Distrik Viking Karawang berupaya bertanggung jawab, membantu biaya pengobatan korban dan mengganti kerusakan bus,” kata dia.
Ronny mengimbau seluruh suporter agar menahan diri serta mengedepankan keselamatan dan kondusivitas.
Ia menyayangkan peristiwa tersebut masih saja terjadi, mengingat kalah atau menang dalam pertandingan merupakan hal wajar dalam sepak bola.
“Bagaimanapun hasil pertandingan, tugas suporter adalah mendukung tim kebanggaan secara positif. Jangan sampai euforia atau kekecewaan justru berujung pada tindakan yang merugikan semua pihak,” kata Ronny.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Blog
-

Kala Prabowo Bandingkan Karakter Banyumas dan Orang Solo saat Resmikan Sekolah Rakyat
Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto sempat berbagi kisah latar belakang dirinya yang berasal dari Banyumas dan Sulawesi saat memberikan pidato dalam peresmian 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia, di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Senin (12/1/2026).
“Saya ini, saya ini orang Jawa tapi dari Banyumas, setengah Banyumas setengah Sulawesi jadi kalau orang Banyumas itu agak beda dengan orang Solo. Mana ada orang Solo di sini? Kalau orang Solo itu bicaranya halus ya kan? Kalau Banyumas itu ‘prep prep’,” ujarnya dalam forum tersebut.
Lebih lanjut, dia menggambarkan karakter orang Banyumas yang dikenal lugas dan apa adanya dalam menyampaikan pendapat.
“Saya ini orang Jawa tapi dari Banyumas, setengah Banyumas setengah Sulawesi. Kalau orang Banyumas itu apa adanya. Kalau tidak benar, saya bilang tidak benar. Tapi kalau baik saya bilang baik, kalau hebat saya bilang hebat,” ujar Prabowo.
Presiden Ke-8 RI itu mengaku kagum melihat penampilan baris-berbaris para siswa Sekolah Rakyat yang tampil dalam acara peresmian. Menurutnya, prestasi sekecil apa pun patut diapresiasi secara nyata, termasuk dengan pemberian beasiswa.
“Saya kagum tadi luar biasa baris-berbarisnya. Mungkin kita kasih beasiswa juga anak itu. Kita lihat umurnya berapa,” katanya.
Prabowo menilai salah satu kelemahan bangsa Indonesia adalah masih rendahnya budaya memberi penghargaan kepada mereka yang berprestasi.
Dia menekankan bahwa penghargaan seharusnya diberikan secara cepat dan tanpa ragu.
“Salah satu kekurangan bangsa kita adalah pelit memberi penghargaan. Padahal kalau berprestasi, hormati, beri penghargaan, cepat,” tegasnya.
Presiden juga menyinggung praktik penghargaan di institusi TNI dan Polri yang dinilainya sudah berjalan baik, seperti pemberian kenaikan pangkat bagi personel berprestasi.
Di mendorong pendekatan serupa diterapkan di sektor sipil, khususnya pendidikan.
“Kalau yang sipil-sipil, berprestasi kalau masih sekolah kasih beasiswa. Yang nakal-nakal dibina lagi, enggak apa-apa,” tandas Prabowo.
-

Menkes Klarifikasi soal Relawan Aceh Berangkat dari Malaysia karena Tiket Mahal
Jakarta –
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengeluh tiket pesawat Jakarta-Aceh mahal, sehingga para relawan yang akan dikirim ke Sumatera dan Aceh harus masuk dulu ke Malaysia demi tiket murah.
Hal ini terpaksa dilakukan Kemenkes karena pada momen libur natal dan tahun baru (Nataru) semua tiket ludes terjual, sehingga para relawan hanya kebagian kelas-kelas bisnis. Tentunya, harga untuk satu kursi sangatlah mahal sementara jumlah relawan ada ratusan.
“Pemerintah juga memberi diskon liburan pada tiket, sehingga pada masuk ke sana semua, sehingga nggak kebagian para relawan-relawan, hanya tiket-tiket business class yang mahal,” kata Menkes Budi dalam konferensi pers daring, Senin (12/1/2026).
“Nah pas deket-deket akhir tahun khususnya ke Medan, karena masuknya tuh kalau untuk misalnya Bener Meriah, Langkat, lalu Tamiang, Aceh Tengah itu masuknya dari Medan lebih deket, lebih mudah, daripada masuknya dari Banda Aceh,” sambungnya.
Saat ini, Menkes memastikan bahwa harga tiket telah kembali normal. Para relawan juga sudah bisa terbang langsung dari Jakarta menuju Medan, tanpa harus memilih jalur penerbangan internasional.
“Untuk minggu kedua Januari atau minggu ketiga Januari kami akan kirim lagi, kita lihat traffic-nya sudah kembali ke normal jadi kita akan memakai jalur penerbangan domestik,” tegasnya.
Sebelumnya, Menkes mengatakan jika relawan yang dikirim melalui penerbangan internasional ke Aceh bisa mendapatkan tiket murah seharga Rp 2 hingga 3 juta.
“Karena kita, yang penting jalan kan, kita kirim lewat Malaysia, karena murah tuh kirim lewat Malaysia. Tiketnya bisa Rp2 juta, Rp3juta,” ujar Budi dalam rapat itu yang disiarkan kanal YouTube DPR RI.
Budi lanjut bercerita bahwa sempat ada momen 400 relawan Kemenkes yang masuk ke Aceh melalui Malaysia dengan menggunakan baju biru. Kejadian itu terekam dalam video dan beredar di media sosial. Banyak netizen menyangka mereka adalah relawan asal Negeri Jiran.
(dpy/kna)
-
/data/photo/2026/01/12/6964b750a5b19.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
8 Diperiksa KPK, Ketua KONI Ponorogo Ungkap Utang Rp 26 Miliar Bupati Sugiri Sancoko Nasional
Diperiksa KPK, Ketua KONI Ponorogo Ungkap Utang Rp 26 Miliar Bupati Sugiri Sancoko
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ponorogo Sugiri Heru Sangoko mengungkap utang Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko terhadapnya sebesar Rp 26 miliar.
Dia mengatakan, Sugiri Sancoko meminjam uang tersebut untuk keperluan kampanye Pilkada 2024.
Informasi ini dia sampaikan ke penyidik saat pemeriksaan sebagai saksi kasus suap yang menjerat Sugiri.
“Enggak (soal aliran uang), utang, utang piutang saja. Utangnya lebih dari Rp 26 miliar. Biaya kampanye,” kata Sugiri Heru di Gedung Merah Putih, Jakarta, Senin (12/1/2026).
Dia mengatakan, utang itu baru dibayar setengah oleh Sugiri Sancoko sehingga ia berharap uangnya bisa dikembalikan.
“Hanya sebagian (uang dikembalikan). Perdata lah (utang kalau tidak dibayar), ya gimana kita kerja, utang dibalikin,” ujarnya.
Sebelumnya, KPK menetapkan
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko
dan tiga orang lainnya sebagai tersangka kasus suap pengurusan jabatan serta proyek RSUD Ponorogo dan penerimaan lainnya di Pemkab Ponorogo pada Jumat (7/11/2025).
Tiga tersangka lainnya adalah Agus Pramono selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo;
Yunus Mahatma selaku Direktur RSUD Dr. Harjono Kabupaten Ponorogo; dan Sucipto selaku rekanan RSUD Ponorogo.
Adapun keempat tersangka terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Ponorogo pada Jumat.
Dalam perkara ini, KPK mengatakan, Sugiri menerima suap dari tersangka Yunus Mahatma selaku Direktur RSUD Harjono Ponorogo agar posisinya sebagai Direktur RSUD tidak diganti.
KPK menemukan tiga kali penyerahan uang dari Yunus kepada Sugiri yakni pada Februari 2025 sebesar Rp 400 juta, periode April-Agustus 2025 Rp 325 juta, dan uang.
Rp 500 juta yang diserahkan melalui kerabat Sugiri pada November 2025.
KPK juga mengatakan, Sugiri menerima suap dalam paket pekerjaan di lingkungan RSUD Ponorogo dengan menemima fee sebesar Rp 1,4 miliar dari Sucipto selaku rekanan RSUD Harjono.
Selain itu, KPK menemukan bahwa Sugiri melakukan penerimaan lain atau gratifikasi sebesar Rp 225 juta selama periode 2023-2025 dari Yunus dan uang Rp 75 juta dari pihak swasta pada Oktober 2025.
KPK telah menahan para tersangka untuk 20 hari pertama yang terhitung sejak hari Sabtu, 8 November 2025 sampai dengan 27 November 2025 di Rutan cabang Merah Putih.
Atas perbuatannya, Sugiri dan Yunus diduga melakukan perbuatan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf a atau b dan/atau Pasal 11 dan/atau Pasal 12B UU TPK jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Yunus dalam hal pengurusan jabatan diduga melakukan perbuatan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b, dan/atau pasal 13 UU TPK.
Sedangkan terhadap Sugiri bersama-sama dengan Agus Pramono diduga melakukan perbuatan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf a atau b dan/atau Pasal 11 dan/atau Pasal 12B UU TPK jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Sucipto dalam hal paket pekerjaan di lingkungan Pemkab Ponorogo diduga melakukan perbuatan TPK sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b, dan/atau Pasal 13 UU TPK.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/12/6964bbed04e53.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
17 Penderita Super Flu di Kota Malang Sembuh, Dinkes Pastikan Kondisi Terkendali Surabaya 12 Januari 2026
17 Penderita Super Flu di Kota Malang Sembuh, Dinkes Pastikan Kondisi Terkendali
Tim Redaksi
MALANG, KOMPAS.com
– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memastikan semua penderita yang sempat terdeteksi mengalami influenza A H3N2 Subclade k atau super flu kini telah dinyatakan sembuh dan kondisinya terkendali.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota
Malang
, Husnul Muarif, mengatakan bahwa total terdapat 17 pasien
super flu
yang sebelumnya menjalani rawat jalan di Puskesmas Dinoyo dan seluruhnya tidak memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit.
“Semua pasien yang terdata itu hanya menjalani rawat jalan di Puskesmas Dinoyo, kondisinya terpantau dengan baik, dan sekarang sudah sehat semuanya,” kata Husnul saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).
Husnul menjelaskan, kasus tersebut terdeteksi melalui sistem sentinel Influenza Like Illness (ILI) yang diterapkan di Puskesmas Dinoyo. Sistem ini digunakan untuk memantau pasien dengan gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tertentu.
“Gejalanya meliputi batuk, demam, nyeri tenggorokan, badan terasa pegal, nyeri kepala, dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celsius. Pasien dengan kriteria itu masuk dalam kategori sentinel ILI,” ujarnya.
Setelah dilakukan pengambilan sampel, spesimen pasien dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Selanjutnya, sampel dikirim ke Whole Genome Sequencing (WGS) Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
“Dari hasil pemeriksaan laboratorium di Jakarta, teridentifikasi adanya influenza varian H3N2, dengan rincian satu kasus pada September, satu kasus Oktober, dan 15 kasus pada November,” kataya.
Meski sempat menjadi perhatian masyarakat, Husnul menegaskan bahwa kasus super flu itu tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa dan tidak menimbulkan dampak serius di Kota Malang.
“Tidak ada pasien yang mengalami kondisi berat. Sekarang semuanya sudah sehat,” tegasnya.
Meski sempat terdeteksi ada kasus super flu, Dinkes Kota Malang mengimbau masyarakat agar tidak panik. Namun, tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Jaga kondisi tubuh, cukup istirahat, konsumsi makanan bergizi. Kalau merasa kurang enak badan, sebaiknya tidak keluar rumah. Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker,” kata Husnul.
“Pertama, masyarakat harus menjaga kondisi tubuh dengan istirahat dan asupan nutrisi yang cukup. Jika merasa tidak enak badan, upayakan untuk tidak keluar rumah. Jika terpaksa beraktivitas di luar, gunakan alat pelindung paling sederhana, yaitu masker,” tandasnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459188/original/079102700_1767155540-Untitled.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Trump Mengincar Iran, Siap-siap Harga Minyak Dunia Bergejolak
Liputan6.com, Jakarta – Ketegangan geopolitik global kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut-sebut mulai mengincar Iran sebagai target berikutnya. Setelah melakukan langkah keras terhadap Venezuela dan wacana penguasaan Greenland. Situasi ini dikhawatirkan akan mempengaruhi harga minyak dunia.
Situasi di Iran kian memanas seiring gelombang protes anti pemerintah yang telah memasuki pekan ketiga. Aksi tersebut dipicu oleh lonjakan inflasi tajam dan tekanan ekonomi, sebelum berkembang menjadi demonstrasi menentang rezim yang berkuasa.
Melansir laman CNBC, Senin (12/1/2026), kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, HRANA, mencatat lebih dari 500 orang tewas akibat tindakan represif aparat keamanan Iran dalam meredam protes tersebut.
Trump Isyaratkan Intervensi
Menanggapi situasi tersebut, Trump menyampaikan pernyataan kontroversial melalui Truth Social. Ia menulis bahwa Amerika Serikat akan “datang menyelamatkan” para demonstran Iran, sebuah pernyataan yang langsung memicu perhatian pelaku pasar global.
Pernyataan itu bukan sekadar kata-kata kosong. Sejumlah pejabat Gedung Putih dilaporkan telah memaparkan berbagai skenario kepada Trump mengenai langkah yang dapat diambil terhadap Iran.
Opsi tersebut mencakup tindakan militer, operasi siber, hingga tekanan ekonomi, menurut laporan MS Now dan sejumlah media internasional.
Trump juga dijadwalkan menerima pengarahan lanjutan terkait opsi-opsi tersebut dalam waktu dekat, yang semakin meningkatkan kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
-

Bulog Tegaskan Beras Satu Harga Hanya Berlaku di Jenis SPHP
Bisnis.com, JAKARTA — Perum Bulog menegaskan bahwa rencana pemerintah menerapkan beras satu harga eceran tertinggi (HET) hanya akan berlaku untuk jenis beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani usai rapat koordinasi terbatas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat pada Senin (12/1/2026).
“Kami sudah menghitung untuk merencanakan beras satu harga dari Sabang sampai Merauke adalah beras SPHP-nya, bukan beras premium, ya,” kata Rizal.
Dia menjelaskan, rencana HET beras SPHP yang dijual kepada masyarakat nantinya ialah sebesar Rp12.500 per kilogram.
Sementara itu, di tingkat pengecer, Bulog akan menerapkan harga Rp11.000 per kilogram dari beras SPHP di gudang Bulog di seluruh Tanah Air.
“Keluar gudang itu dari gudang bulog, jadi para pengecer itu mendapat keuntungan Rp1.500,” ujar Rizal.
Ketika ditanya kapan rencana ini akan mulai berlaku, dia menyampaikan bahwa pada prinsipnya, jajaran kementerian hingga Presiden Prabowo Subianto telah memberikan lampu hijau.
Namun demikian, Bulog masih menunggu arahan lebih lanjut, khususnya mengenai peningkatan margin fee penugasan serapan pemerintah yang sebesar 7%. Hal ini akan menentukan mekanisme subsidi silang dalam penerapan beras SPHP satu harga di seluruh Tanah Air.
Sebelumnya, pemerintah tengah berancang-ancang menerapkan skema beras satu harga eceran tertinggi (HET) pada 2026, beralih dari yang saat ini terbagi ke dalam tiga zona.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pemerintah ingin harga beras baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa memiliki harga jual yang sama, seperti skema yang telah berjalan dalam penjualan bahan bakar minyak.
“Sehingga perlu ada transportasi yang ditanggung oleh pemerintah, satu harga. Ini kita akan usahakan di tahun 2026 ini beras satu harga di mana pun berada,” kata Zulhas dalam kesempatan yang sama.
-
/data/photo/2026/01/12/6964b4c6171a8.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Damkar Magetan Evakuasi Ular Piton 2,5 Meter, Nyangkut di Saluran Air Pembuangan Surabaya 12 Januari 2026
Damkar Magetan Evakuasi Ular Piton 2,5 Meter, Nyangkut di Saluran Air Pembuangan
Tim Redaksi
MAGETAN, KOMPAS.com
– Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berhasil mengevakuasi seekor ular piton sepanjang 2,5 meter yang ditemukan di salah satu rumah yang dijadikan kantin di lingkungan SMA Negeri 2 Magetan, Jl Tripandita pada Minggu, 11 Januari 2026.
Leo, petugas damkar yang bertugas mengevakuasi mengatakan bahwa laporan beradaan ular diterima Damkar sekitar pada Minggu sekitar pukul 10.30 WIB.
“Kejadiannya kemarin siang. Pemilik rumah mengetahui adanya
ular piton
sepanjang lebih dari 2,5 meter ketika ular tersebut berusaha keluar dari saluran air di rumah tersebut,” ujarnya ditemui di kantor Pemadam Kebakaran
Magetan
, Senin (12/1/2025).
Leo menyebut, tubuh ular yang lumayan besar membuat ular tersebut kesulitan melewati pipa saluran air dan hanya bagian kepala yang terlihat keluar dari pipa pembuangan.
“Mungkin terkena air sabun atau air buangan limbah rumah tangga sehingga dia berusaha keluar,” kata Leo.
Sekitar pukul 10:45 WIB petugas dari Pemadam Kebakaran, Kabupaten Magetan harus membongkar saluran air di rumah milik pak Kusni tersebut untuk mengevakuasi ular.
Menurut Leo, tidak diketahui pasti mengapa ular tersebut terjebak di dalam saluran air tersebut.
“Mungkin bisa saja sedang mencari tikus atau apa, kemudian masuk ke saluran air dari sisi lain rumah dan terjebak di saluran air yang lebih kecil diameternya,” ujar leo.
Terkait penemuan ular tersebut, damkar meminta masyarakat dan pihak sekolah tetap waspada, terutama pada area yang memiliki saluran air atau gorong-gorong.
Pasalnya, saluran air tersebut berpotensi menjadi jalur masuk satwa liar ke dalam bangunan atau rumah.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/12/6964ba4e96106.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Banjir Pati Rendam 39 Sekolah di 13 Kecamatan, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Regional 12 Januari 2026
Banjir Pati Rendam 39 Sekolah di 13 Kecamatan, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan
Tim Redaksi
PATI, KOMPAS.com
– Banjir Pati membuat 39 sekolah terendam dan tak bisa melakukan pembelajaran tatap muka.
Para murid harus mengikuti pembelajaran secara
daring
.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten
Pati
Sunarji menyampaikan, secara keseluruhan, terdapat sekitar 39 sekolah dasar di Kabupaten Pati yang terdampak banjir.
Sekolah-sekolah tersebut tersebar di 13 kecamatan, antara lain Kecamatan Batangan (3 SD), Dukuhseti (3 SD), Gabus (6 SD), Jakenan (2 SD), Juwana (5 SD), Kayen (2 SD), Margoyoso (2 SD), Pati (3 SD), Tambakromo (3 SD), Tayu (6 SD), Trangkil (1 SD), Wedarijaksa (3 SD), dan Winong (1 SD).
“Untuk sementara, siswa dari sekolah-sekolah yang terdampak banjir mengikuti pembelajaran dari rumah secara daring,” katanya.
Salah satu sekolah yang terdampak adalah SDN Semampir, Kecamatan Pati.
Pantauan
Kompas.com
Senin (12/1/2026), banjir merendam area sekolah dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter.
Air bahkan masuk ke dalam ruang kelas sehingga pihak sekolah menutup dan mengunci ruangan untuk mencegah lumpur semakin mengotori fasilitas belajar.
Salah satu wali murid, Agus mengatakan, banjir di wilayah Kecamatan Pati tersebut sudah terjadi dua kali dalam kurun waktu satu pekan.
“Yang pertama terjadi malam hari, sementara yang hari ini terjadi pagi hari. Kondisi ini membuat sekolah tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujarnya di lokasi banjir.
Ia sangat menyayangkan kejadian tersebut, terlebih banjir kali ini dinilai lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Dulu banjir hanya masuk halaman sekolah beberapa sentimeter, tidak sampai ke dalam kelas. Sekarang sampai masuk ruangan,” jelasnya.
Menurut Agus, banjir diduga terjadi akibat luapan Sungai Sani yang tidak mampu menampung debit air dari wilayah hulu.
“Di sini hujannya tidak deras, tapi tiba-tiba air sungai meluap ke permukiman warga. Perawatan sungai juga sudah lama tidak dilakukan,” tambahnya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Ini demi keselamatan dan kenyamanan anak-anak saat belajar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Semampir menyampaikan bahwa banjir kali ini merupakan yang kedua dalam waktu dekat dan berdampak pada hampir seluruh warga desa.
“SDN Semampir sebenarnya sudah dibersihkan setelah banjir pada Sabtu (10/1/2026), namun kembali terdampak banjir susulan,” ujarnya.
Akibat banjir, aktivitas pemerintahan desa juga ikut terdampak.
Kantor desa ditutup sementara, meski pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan melalui rumah masing-masing perangkat desa dengan memanfaatkan layanan digital.
“Setiap RT ada 40 rumah yang terdampak banjir. Jadi dikalikan 8 RT, ada sekitar 320 rumah di Desa Semampir terdampak banjir,” terangnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/12/6964bc6ad6bdc.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Warga Binaan Lapas Semarang Positif Narkoba Setelah Dites Urine Regional 12 Januari 2026
Warga Binaan Lapas Semarang Positif Narkoba Setelah Dites Urine
Tim Redaksi
SEMARANG
,
KOMPAS.com
– Sebanyak 11 warga binaan kasus narkotika Lapas Kelas I Semarang, Jawa Tengah, dinyatakan positif setelah dilakukan tes urine serentak.
Tes tersebut dilakukan kepada 153 petugas dan 833 warga binaan kasus narkotika Lapas Kelas I Semarang pada Jumat (9/1/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan surat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah Nomor WP.13.PK.08.02-001 tentang Pelaksanaan Tes Urin Bagi Pegawai dan WBP Kasus Narkotika di Lapas/ Rutan/ LPKA di Jawa Tengah.
Pengambilan sampel dilakukan dua kali, pertama bagi petugas dan kedua bagi warga binaan.
Kepala Lapas Semarang, Ahmad Tohari mengatakan, pelaksanaan tes urine tersebut merupakan tindakan pembinaan dan pengawasan bagi petugas dan warga binaan.
“Sesuai dengan arahan pimpinan terkait pelaksanaan serta implementasi Program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memberantas peredaran narkotika di lapas,” kata Tohari Senin (12/1/2026).
Hasilnya, seluruh petugas dinyatakan negatif, sedangkan beberapa warga binaan dinyatakan positif narkoba setelah tes urine.
Warga binaan yang dinyatakan positif selanjutnya akan diamankan dan dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas terkait.
Dia menyebut bahwa tes urine melibatkan jajaran keamanan dan petugas kesehatan Klinik Pratama agar hasilnya dapat berjalan maksimal.
Pengambilan sampel dilakukan bergantian dengan mengedepankan prosedur yang humanis baik kepada petugas lapas maupun warga binaan.
“Kami ambil langkah cepat, langsung dilaksanakan sehingga hal-hal yang tidak diinginkan kiranya dapat dicegah secara dini,” ucap Tohari.
Sebanyak 11 warga binaan kasus narkotika Lapas Kelas I Semarang, Jawa Tengah, dinyatakan positif setelah dilakukan tes urine serentak.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/07/06/686a8cf9b1fda.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)