Blog

  • Usai Debut, Thom Haye Ceritakan Alasan Hatinya Jatuh ke Persib Bandung

    Usai Debut, Thom Haye Ceritakan Alasan Hatinya Jatuh ke Persib Bandung

    JAKARTA – Gelandang Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Thom Haye beberkan alasan memilih Persib Bandung menjadi pelabuhan lanjutan karirnya.

    Haye baru saja menjalankan debutnya bersama Maung Bandung julukan Persib Bandung pada 27 Agustus 2025 kemarin.

    Saat itu, Haye mampu membawa Maung Bandung kembali kelajur kemenangan tipis 1-0 atas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat, 12 September 2025.

    Menurut Haye, Maung Bandung merupakan salah satu tim yang terbesar dibandingkan dengan tim lain. Ditambah, Maung Bandung juga sempat back to back menjuarai Super League. Dengan begitu, dirinya ingin membuka lembaran baru bersama Maung Bandung untuk mengarungi Super League musim 2025/2026.

    “Itu (latar belakang tim dan status back to back) salah satu alasan utamanya,” ungkap Haye pasca laga pada Jumat, 12 September 2025.

    Tidak hanya Haye yang melakukan debut, tiga pemain lainnya seperti Federico Barba, Eliano Reijnders dan Andrwe Patrick Jung juga mengantarkan Maung Bandung meraih tiga poin.

    Dengan kemenangan tersebut, Persib Bandung menjauhkan catatan rekor bertemu Bajul Ijo julukan Persebaya Surabaya dengan enam kali pertemuan diantaranya empat meraih kemenangan, satu kalah, dan satu imbang. Maung Bandung kini menempati posisi ke lima kelasemen sementara Super League dengan perolehan 7 poin.

  • AI Jadi Dukun Digital: Bangkitkan Suara Orang yang Sudah Meninggal

    AI Jadi Dukun Digital: Bangkitkan Suara Orang yang Sudah Meninggal

    Jakarta, CNBC Indonesia — Artificial Intelligence (AI) kini kian berkembang pesat. Salah satunya yakni menghadirkan kembali sosok yang telah meninggal.

    Melansir Reuters, Minggu (14/9/2025), Diego Felix Dos Santos tak pernah menyangka akan mendengar suara mendiang ayahnya lagi melalui AI.

    “Nada suaranya cukup sempurna. Rasanya seperti, hampir, dia ada di sini,” paparnya.

    Setelah ayah pria berusia 39 tahun itu meninggal dunia secara tak terduga tahun lalu, Dos Santos pergi ke negara asalnya, Brasil, untuk berkumpul bersama keluarga. Baru setelah kembali ke rumahnya di Edinburgh, Skotlandia, ia berkata bahwa ia menyadari tidak punya apa pun yang benar-benar mengingatkannya pada sang ayah.

    Namun, yang ia miliki hanyalah pesan suara yang dikirim ayahnya dari ranjang rumah sakit.

    Pada bulan Juli, Dos Santos merekam pesan suara itu dan, dengan bantuan Eleven Labs yakni sebuah platform generator suara bertenaga kecerdasan buatan yang didirikan pada tahun 2022 dengan biaya bulanan sebesar US$ 22. Ia mengunggah audio dan membuat pesan baru dengan suara ayahnya, mensimulasikan percakapan yang tak pernah mereka lakukan.

    “Hai Nak, apa kabar? Kiss. Aku sayang kamu, bossy,” demikian suara ayahnya terdengar dari aplikasi, seperti saat mereka menelepon setiap minggu saat ia masih kecil.

    Meskipun keluarga Dos Santos yang religius awalnya ragu-ragu menggunakan AI untuk berkomunikasi dengan ayahnya setelah meninggal, ia mengatakan mereka kini telah menerima pilihannya.

    Kini, ia dan istrinya, yang didiagnosis kanker pada tahun 2013, sedang mempertimbangkan untuk membuat klon suara AI dari diri mereka sendiri.

    Pengalaman Dos Santos mencerminkan tren yang berkembang di mana orang-orang menggunakan AI tidak hanya untuk membuat kemiripan digital, tetapi juga untuk mensimulasikan orang mati.

    Seiring teknologi ini menjadi lebih personal dan meluas, para ahli memperingatkan tentang risiko etika dan emosional mulai dari pertanyaan tentang persetujuan dan perlindungan data hingga insentif komersial yang mendorong pengembangannya.

    Pasar teknologi AI yang dirancang untuk membantu orang memproses kedukaan, yang dikenal sebagai teknologi kesedihan telah tumbuh secara eksponensial dalam beberapa tahun terakhir.

    Diprakarsai oleh perusahaan rintisan AS seperti StoryFile (alat video bertenaga AI yang memungkinkan orang merekam diri mereka sendiri untuk diputar ulang setelah kematian) dan HereAfter AI (aplikasi berbasis suara yang menciptakan avatar interaktif dari orang terkasih yang telah meninggal), teknologi ini memasarkan dirinya sebagai sarana untuk mengatasi, dan mungkin bahkan mencegah, kesedihan.

    Robert LoCascio mendirikan Eternos, sebuah perusahaan rintisan berbasis di Palo Alto yang membantu orang-orang menciptakan kembaran digital AI, pada tahun 2024 setelah ayahnya meninggal. Sejak saat itu, lebih dari 400 orang telah menggunakan platform tersebut untuk membuat avatar AI interaktif, dengan biaya berlangganan mulai dari US$ 25 untuk akun warisan yang memungkinkan kisah seseorang tetap dapat diakses oleh orang-orang terkasih setelah kematiannya.

    Michael Bommer, seorang insinyur dan mantan kolega LoCascio, adalah salah satu orang pertama yang menggunakan Eternos untuk membuat replika digital dirinya sendiri setelah mengetahui diagnosis kanker terminalnya. LoCascio mengatakan Bommer, yang meninggal tahun lalu, menemukan ketenangan dengan meninggalkan sebagian dari dirinya untuk keluarganya. Keluarganya juga menemukan ketenangan dari hal itu.

    Alex Quinn, CEO Authentic Interactions Inc, perusahaan induk StoryFile yang berbasis di Los Angeles mengatakan tujuan teknologi ini bukanlah untuk menciptakan hantu digital. Melainkan, untuk melestarikan kenangan orang-orang selagi mereka masih ada dan dapat membagikannya.

    “Kisah-kisah ini akan lenyap tanpa adanya gangguan apa pun,” kata Quinn, seraya menambahkan bahwa meskipun keterbatasan klon AI sudah jelas – avatar tidak akan tahu cuaca di luar atau siapa presiden saat ini – hasilnya tetap berharga. “Saya rasa tidak ada yang ingin melihat riwayat, cerita, dan ingatan seseorang hilang sepenuhnya.”

    Salah satu kekhawatiran terbesar seputar teknologi duka cita adalah persetujuan. Meskipun beberapa perusahaan seperti Eleven Labs mengizinkan orang untuk membuat kemiripan digital orang yang mereka cintai setelah kematiannya, perusahaan lain lebih membatasi.

    LoCascio dari Eternos, misalnya, mengatakan kebijakan mereka membatasi mereka untuk membuat avatar orang yang tidak dapat memberikan persetujuan dan mereka melakukan pemeriksaan untuk menegakkannya, termasuk mewajibkan pembuat akun untuk merekam suara mereka dua kali.

    “Kami tidak akan melewati batas. “Saya pikir, secara etis, ini tidak berhasil,” katanya.

    Pada tahun 2024, ahli etika AI di Universitas Cambridge menerbitkan sebuah studi yang menyerukan protokol keselamatan untuk mengatasi risiko sosial dan psikologis yang ditimbulkan oleh industri akhirat digital.

    Katarzyna Nowaczyk-Basińska, peneliti di Leverhulme Centre for the Future of Intelligence di Cambridge dan salah satu penulis studi tersebut, mengatakan insentif komersial seringkali mendorong pengembangan teknologi ini sehingga transparansi seputar privasi data menjadi penting.

    “Kita tidak tahu bagaimana data (orang yang telah meninggal) ini akan digunakan dalam dua atau 10 tahun, atau bagaimana teknologi ini akan berkembang,” ujar Nowaczyk-Basińska.

    Salah satu solusinya yakni memperlakukan persetujuan sebagai proses yang berkelanjutan, yang ditinjau kembali seiring dengan perubahan kemampuan AI.

    Namun, di luar kekhawatiran seputar privasi dan eksploitasi data, beberapa pakar juga mengkhawatirkan dampak emosional dari teknologi ini.

    Cody Delistraty, penulis “The Grief Cure”, memperingatkan gagasan bahwa AI dapat menawarkan jalan pintas melalui masa berkabung.

    “Duka bersifat individual dan orang tidak dapat menyaringnya melalui avatar digital atau chatbot AI,” ujar Delistraty.

    Anett Bommer mengatakan ia tidak bergantung pada avatar AI suaminya di tahap awal proses berdukanya sendiri, tetapi ia yakin hal itu tidak akan berdampak negatif jika ia mengandalkannya.

    “Hubungan dengan kehilangan tidak mengubah apa pun. Ini hanyalah alat lain yang dapat saya gunakan bersama foto, gambar, surat, catatan,” untuk mengenangnya,” kata Bommer.

    Bagi Dos Santos, beralih ke AI di masa dukanya bukanlah untuk menemukan penyelesaian melainkan untuk mencari koneksi.

    “Ada beberapa momen spesifik dalam hidup yang biasanya saya minta nasihatnya,” kata Dos Santos.

    Meskipun ia tahu AI tidak dapat menghidupkan kembali ayahnya tapi AI menawarkan cara untuk menciptakan kembali momen-momen ajaib yang tak lagi dapat ia bagikan.

    (mkh/mkh)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Aneka Produk Saus Tomat & Sambal Diskon 20% di Transmart Full Day Sale!

    Aneka Produk Saus Tomat & Sambal Diskon 20% di Transmart Full Day Sale!

    Jakarta

    Belanja kebutuhan sehari-hari lebih hemat di Transmart Full Day Sale. Pada gelaran kali ini, pelanggan bisa menikmati berbagai promo dan diskon besar-besaran.

    Promo berlangsung mulai toko buka hingga pukul 22.00 waktu setempat, Minggu (14/9/2025). Khusus hari ini, pelanggan Transmart mendapatkan diskon 20% untuk aneka produk saus tomat dan sambal kemasan.

    Merek produk yang mendapat diskon 20% antara lain ABC, Del Monte, Heinz, Indofood, dan Belibis.

    Buruan belanja di Transmart Full Day Sale! Kamu bisa memenuhi kebutuhan dapur dengan harga lebih hemat. Syarat dan ketentuan berlaku. Diskon ini tidak berlaku untuk Allo dan Bank Mega.

    Selain itu, ada promo menarik lainnya dengan diskon hingga 50+20% untuk produk-produk seperti sembako, perlengkapan rumah tangga, furnitur, kosmetik, hingga item fesyen. Tambahan diskon 20% bisa didapatkan dengan Allo Prime, Kartu Kredit Bank Mega, dan Bank Mega Syariah.

    Bagi yang belum punya Kartu Kredit Bank Mega, tak perlu khawatir. Ada layanan pembukaan kartu instan di gerai Cibubur dan Central Park. Sementara bagi yang belum memiliki Allo Prime, cukup download aplikasi Allo Bank di Play Store atau App Store, lalu upgrade ke Allo Prime.

    Jadi, tunggu apa lagi? Segera merapat ke Transmart terdekat dan nikmati diskon melimpah hanya di Transmart Full Day Sale!

    (rrd/rrd)

  • Trump Usul Anggaran Keamanan Naik Rp952 Miliar Usai Penembakan Charlie Kirk

    Trump Usul Anggaran Keamanan Naik Rp952 Miliar Usai Penembakan Charlie Kirk

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diketahui mengusulkan penambahan anggaran untuk sektor keamanan usai insiden penembakan aktivis politik sayap kanan Charlie Kirk.

    Melansir laporan Bloomberg, Pemerintah AS meminta tambahan anggaran sebesar US$58 Juta atau sekitar Rp952,12 miliar (Asumsi kurs: Rp16.416) untuk peningkatan keamanan bagi pejabat eksekutif hingga yudikatif.

    Adapun, permohonan penambahan anggaran itu ditargetkan untuk dapat disetujui sebelum 30 September 2025. Mengingat, masa usulan penambahan anggaran pemerintah tahun ini akan segera berakhir.

    Usulan tambahan anggaran untuk keamanan lembaga eksekutif juga dilayangkan menyusul insiden percobaan penembakan terhadap Donald Trump pada tahun lalu.

    Selain berencana meningkatkan keamanan bagi Presiden dan lembaga yudikatif, Gedung Putih juga berencana meningkatkan keamanan untuk anggola parlemen AS. Hanya saja, belum ada rincian lebih lanjut mengenai hal tersebut.

    “Pemerintah mendukung perluasan sumber daya untuk melindungi anggota parlemen, meskipun mereka menyerahkan rincian keputusan tersebut kepada cabang legislatif,” bunyi laporan Bloomberg dikutip Minggu (14/9/2025).

    Untuk diketahui, penembakan Charlie Kirk di Utah menimbulkan kekhawatiran keselamatan para pejabat di AS.

    Sejalan dengan hal itu, saat ini Partai Republik hendak mendorong percepatan pengesahan RUU anggaran sementara agar pemerintahan tetap berjalan aman dan kondusif bulan depan. Namun, pada saat yang bersamaan Partai Republik diketahui menolak usulan Partai Demokrat yang ingin memasukkan anggaran untuk layanan kesehatan.

    Hal itu lantas memicu ketegangan, karena subsidi Obamacare akan habis. Partai Demokrat mengancam akan memblokir RUU apa pun yang tidak memasukkan anggaran kesehatan, sedangkan beberapa anggota Partai Republik yang lebih moderat terbuka untuk mencapai kesepakatan demi menghindari kenaikan premi asuransi kesehatan yang drastis bagi jutaan warga Amerika.

  • Dari Jakarta, Ribuan Peserta WMSJ 2025 Doakan Rakyat Palestina – Page 3

    Dari Jakarta, Ribuan Peserta WMSJ 2025 Doakan Rakyat Palestina – Page 3

    Momen itu semakin kuat ketika Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan apresiasinya kepada WMSJ yang telah menjadikan pesan damai untuk Palestina sebagai agenda utama.

    “Menurut saya luar biasa. Pesan damai untuk Palestina, untuk Gaza yang kini porak-poranda, menjadi inti dari kegiatan ini. Kita semua berdoa agar segera datang keadilan dan kebebasan,” tutur Pramono yang hadir ke acara tersebut pada Sabtu 13 September 2025.

    Pramono juga menyatakan keprihatinannya atas penderitaan panjang yang dialami rakyat Palestina akibat agresi zionisme Israel.

    “Ini adalah keprihatinan kita bersama. Semoga segera ada solusi dan Palestina bisa merdeka dengan damai,” tambah Pramono.

    Sebagai informasi, WMSJ diselenggarakan di Buperta Cibubur dan diikuti 15.333 peserta: 7.149 putra, 6.349 putri, 1.718 pembina, serta 117 panitia dan pengurus pesantren. Jambore melibatkan 1.530 grup pramuka dari 18 negara, antara lain dari Arab Saudi, Malaysia, Oman, Qatar, Brunei Darussalam, Maladewa, Tunisia, hingga Inggris dan Ghana.

    Kepada semua pihak terlibaf, Hamid menyampIkan ucapan terima kasih kepada 472 panitia dan 2921 volenteer yang sudah terlibat dalam pelaksanaan kegiatan dari tanggal 9 September hingga 14 September 2025.

    Dia menegaskan, WMSJ adalah ruang kebersamaan, pendidikan kepemimpinan, dan panggung suara perdamaian. 

    “Dari Jakarta, dunia mendengar We are Muslim, Civilized, United and Peaceful – Free Palestine!,” kata dia.

  • Seleksi Perumda Sari Gunung Ponorogo, Bupati Kang Giri: Pionir Harus yang Terbaik

    Seleksi Perumda Sari Gunung Ponorogo, Bupati Kang Giri: Pionir Harus yang Terbaik

    Ponorogo (beritajatim.com) – Bupati Sugiri Sancoko menegaskan, proses seleksi calon pimpinan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sari Gunung bukanlah sekadar formalitas. Dia menaruh harapan besar agar figur yang terpilih nanti, mampu menjadi pionir kebangkitan perusahaan daerah yang sempat mati suri sejak 2022 tersebut.

    “Pionirnya (Perumda Sari Gunung, Red) haruslah yang terbaik,” tegas Kang Giri, sapaan akrab Bupati Ponorogo, ditulis Minggu (14/9/2025).

    Ucapan itu menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tak ingin main-main. Perumda Sari Gunung digadang sebagai tulang punggung baru Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, sosok pemimpin yang akan duduk di kursi direktur maupun dewan pengawas (dewas) dituntut bekerja nyata, bukan sekadar berteori.

    Proses uji kelayakan dan kepatutan (UKK) berlangsung 2 hari di Ruang Bantarangin, 12–13 September 2025. Sebanyak 8 kandidat menjalani seleksi, terdiri dari 3 calon Dewas dan 5 calon Direktur.

    Untuk Dewan Pengawas, ada tiga nama yang bersaing: Judha Slamet Sarwo Edi, Ringga Dwi Heri Irawan, dan Bambang Suhendro. Sementara kursi Direktur diperebutkan oleh Sakti Satoto Utomo, Junjung Dwiya Cita Ningrum, Kokoh Prio Utomo, Henry Setyawan, serta Mudrikah Hanik.

    Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Setda Ponorogo, Rizky Wahyu Nugroho, mengungkapkan seleksi tahap akhir berupa wawancara langsung dengan bupati. Seleksi ditarget rampung akhir September. Para kandidat pun telah mengikuti dan menyelesaikan tahapan UKK.

    “Wawancara akhir dilakukan Pak Bupati terhadap calon, sebelum diputuskan siapa terbaik yang memimpin Perumda Sari Gunung,” jelas Rizky.

    Rizky menambahkan, seleksi ini bukanlah persoalan suka atau tidak suka. Kandidat dituntut punya strategi konkret untuk menghidupkan kembali Sari Gunung. Perusahaan yang semula bergerak di bidang pertambangan itu kini dituntut memperluas core business ke sektor lain, seiring perubahan regulasi dan kebutuhan daerah.

    “Tantangan pengembangan BUMD itu sangat kompleks, harapannya yang terpilih adalah betul-betul yang terbaik,” tegasnya.

    Perusahaan ini berdiri sejak 1971 dengan basis usaha pertambangan di Kecamatan Sampung. Namun setelah izin tambang habis pada 2022, aktivitasnya praktis terhenti. Transformasi menjadi BUMD dilakukan setelah terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD, yang kemudian diturunkan dalam Perda Nomor 6 Tahun 2020.

    Meski secara hukum sudah berstatus BUMD, nyatanya Sari Gunung masih vakum. Kini, melalui seleksi ketat ini, Pemkab Ponorogo berupaya melahirkan figur terbaik yang bisa mengembalikan marwah sekaligus menjadikan Sari Gunung sebagai mesin penggerak ekonomi daerah. [end/suf]

  • Kisah Haru Adelia di Sekolah Rakyat: Dulu Tidur Berdesakan, Kini Punya Ranjang Sendiri – Page 3

    Kisah Haru Adelia di Sekolah Rakyat: Dulu Tidur Berdesakan, Kini Punya Ranjang Sendiri – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta- Adelia Eka Tri Septiani (16) tak pernah membayangkan hidupnya bisa berubah sedrastis ini setelah bergabung menjadi siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Kota Bekasi, Jawa Barat.

    Kini dia memiliki ranjang sendiri, bahkan sebuah meja tulis kecil. Sesuatu yang dulu terasa mustahil, sebab bertahun-tahun dia terbiasa berdesakan di sepetak kamar sempit bersama nenek dan tiga adiknya.

    Dia pun bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atas hadirnya Sekolah Rakyat.

    Di tengah rasa syukur, Adelia terkadang masih diselimuti rasa haru. Dia teringat pada adik-adiknya di rumah, yang setiap hari hanya menyantap telur atau mie instan pendamping nasi.

    “Saya di sini makan enggak perlu mikir lagi, makan tinggal makan. Tapi saya kepikiran adik saya, adik di rumah makan apa,” ucapnya lirih saat ditemui di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, beberapa waktu lalu.

    Kedekatan Adelia dengan adik-adik dan neneknya terjalin sejak sang ibu menikah kembali, sementara sang ayah terjerat jeruji besi akibat kecanduan narkoba. Adelia hanya menemukan pelukan nenek dan tanggung jawab besar terhadap ketiga adiknya yang masih kecil. 

    Kehidupan keluarga ini bergantung pada jualan kopi dan teh sang nenek yang tak menentu hasilnya. Dalam sehari keuntungan penjualannya hanya sekitar Rp 15 ribu hingga Rp20 ribu per hari.

    Jumlah itu tentu jauh dari cukup untuk menopang kebutuhan hidup, apalagi membiayai sekolah cucunya.

    Meski begitu, kondisi perekonominan yang pas-pasan tak menghalangi nenek dan adik-adiknya untuk sesekali datang menjenguk. 

    “Kakak di sana semangat ya. Kalau kakak di-bully, tenang, aku selalu doain kakak di rumah,” ucap salah satu adik Adelia ketika berkunjung ke Sekolah Rakyat.

  • Bamsoet Ingatkan Ancaman AI, Tirani Algoritma, dan Muslihat Disinformasi

    Bamsoet Ingatkan Ancaman AI, Tirani Algoritma, dan Muslihat Disinformasi

    Jakarta

    Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Dosen Tetap Program Pascasarjana Doktor Hukum Universitas Borobudur,Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan ancaman terbesar bagi stabilitas sosial Indonesia di era digital. Menurutnya, hal ini tidak lagi hanya datang dari kerumunan massa di jalan, melainkan juga dari percikan yang meledak di ruang siber.

    Dia mengatakan disinformasi berupa unggahan singkat, komentar spontan, dan tagar populer yang dirancang dengan bantuan algoritma, kecerdasan buatan (AI) dan muslihat disinformasi kini terbukti mampu memanipulasi emosi publik dan menggerakkan ribuan orang. Bahkan memicu kerusuhan, penjarahan, dan pembakaran.

    “Kalau dulu kerusuhan lahir dari demonstrasi fisik, sekarang cukup dari satu narasi palsu di dunia maya. Deepfake dan manipulasi visual membuat kebohongan tampak seolah fakta. Inilah wajah baru ancaman yang kita hadapi,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Minggu (14/9/2025).

    Hal tersebut disampaikannya saat menjadi penguji internal dalam ujian sidang terbuka disertasi mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Mayjen TNI AD Endro Satoto, dengan judul ‘Konstruksi Norma Dalam Upaya Perlindungan Korban Terhadap Siber Global Di Indonesia Yang Berkemanfaatan’, di Universitas Borobudur, Jakarta, Sabtu (13/9).

    Ketua DPR RI ke-20 ini mencontohkan kasus tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tertabrak kendaraan aparat pada tanggal 28 Agustus lalu, menjadi bukti nyata. Video amatir yang direkam warga beredar luas hanya dalam hitungan menit.

    Reaksi publik mengalir deras, menciptakan gelombang simpati sekaligus amarah yang akhirnya menambah tensi dan menaikan eskalasi demonstrasi di lapangan. Data dari LAB 45 pimpinan Mantan Gubernur Lemhanas, Andi Widjajanto mencatat, sepanjang Oktober 2024 hingga 5 September 2025, terjadi 218 aksi massa, terdiri dari 156 demonstrasi, 49 amok, dan 13 aksi anarkis.

    Dari total itu, 121 aksi menargetkan instansi pemerintah dan fasilitas umum, termasuk perusakan kantor pemerintah, pembakaran hingga penjarahan. Kasus Affan membuktikan bahwa percikan di ruang digital bisa bertransformasi jadi amuk di dunia nyata. Kondisi ini diperparah dengan
    algoritma media sosial yang tidak netral.

    Konten yang provokatif diprioritaskan, sementara klarifikasi tenggelam. Ditambah dengan muslihat disinformasi dengan kecerdasan buatan yang mampu memproduksi konten palsu dalam jumlah masif, menjadikan ancaman yang bisa mengikis legitimasi negara dan memperdalam distrust masyarakat.

    “Hari ini kita hidup dalam era ketika realitas publik bukan lagi dibangun oleh fakta, melainkan oleh algoritma. Algoritma media sosial yang seharusnya membantu kita menemukan informasi, justru menjadi muslihat disinformasi dengan memprioritaskan konten yang provokatif karena paling banyak menghasilkan klik dan interaksi. Akibatnya, satu video bisa langsung memicu kemarahan massal sebelum kebenarannya sempat diverifikasi,” jelas Bamsoet.

    Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini memaparkan, laporan dari Global Disinformation Index (GDI) menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap penyebaran hoaks politik. Data Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat, sepanjang tahun 2024 terdapat lebih dari 11.000 konten hoaks yang berhasil diidentifikasi, dengan 32 persen diantaranya terkait isu politik dan pemilu. Bahkan, survei Katadata Insight Center pada awal 2025 mengungkap 7 dari 10 pengguna internet di Indonesia mengaku kesulitan membedakan mana berita asli dan palsu.

    Fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Di India, dalam beberapa tahun terakhir, puluhan kasus persekusi dan kekerasan massa dipicu oleh hoaks yang beredar di grup WhatsApp. Di Amerika Serikat, teknologi voice cloning bahkan sudah dipakai untuk menipu perusahaan, dimana suara CEO dipalsukan untuk memerintahkan transfer uang sehingga menimbulkan kerugian jutaan dolar. FBI melalui Internet Crime Complaint Center (IC3) mencatat kerugian akibat kejahatan siber, termasuk penipuan berbasis kecerdasan buatan, telah mencapai lebih dari USD 10 miliar pada tahun 2023 dan terus meningkat.

    “Bayangkan skala risikonya bila semua itu dikombinasikan dengan konteks politik atau isu identitas yang sensitif. Disinformasi berbasis kecerdasan buatan bisa menggerakkan emosi massa dalam sekejap. Yang lebih berbahaya lagi, masyarakat semakin sulit membedakan mana fakta, mana rekayasa. Kita menghadapi fenomena yang disebut ‘liar’s dividend’, ketika orang bisa saja mengklaim bukti nyata sebagai palsu hanya karena publik sudah terbiasa mendengar kata deepfake,” papar Bamsoet.

    Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Unpad (PADIH Unpad) ini juga menegaskan, krisis yang dipicu algoritma, kecerdasan buatan ataupun disinformasi, tidak bisa dihadapi dengan cara biasa. Pemerintah dan DPR harus menyiapkan langkah-langkah luar biasa. Diantaranya, pembuatan regulasi algoritma. Pemerintah harus mengatur kewajiban platform digital untuk membuka transparansi cara algoritma bekerja, terutama dalam mengatur konten politik dan keamanan publik. Platform harus diwajibkan memberi laporan transparansi berkala tentang bagaimana konten disebarkan dan apa dampaknya pada masyarakat.

    Kedua, pembuatan Undang-Undang Keamanan Digital dan Anti-Disinformasi. Undang-undang ini harus mengatur secara jelas penggunaan kecerdasan buatan dalam produksi konten digital. Konten yang dihasilkan kecerdasan buatan wajib diberi watermark dan metadata yang tidak bisa dihapus, sehingga masyarakat bisa menilai keaslian informasi.

    “Ketiga, penguatan literasi digital dan fact-checking nasional. Pemerintah harus menggandeng organisasi lokal serta komunitas kampus untuk membangun sistem verifikasi cepat terhadap berita hoaks. Literasi digital wajib dimasukkan ke kurikulum sekolah dan digalakkan lewat kampanye publik berskala nasional,” urai Bamsoet.

    Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, perlu dilakukan revisi UU ITE dan integrasi dengan regulasi kecerdasan buatan. Undang-undang yang ada perlu diperbaharui agar lebih tepat membedakan antara konten asli dengan konten manipulatif berbahaya. Regulasi kecerdasan buatan juga harus diintegrasikan agar ada payung hukum jelas tentang tanggung jawab produsen teknologi maupun pengguna.

    “Teknologi harus jadi alat pemberdayaan, bukan pemecah belah. Karenanya, kita wajib memastikan regulasi yang dibuat harus seimbang. Kita tidak boleh membiarkan disinformasi merusak demokrasi, tetapi kita juga tidak boleh menjadikan regulasi sebagai alat membungkam kritik rakyat. Yang kita perlukan adalah aturan yang adil, transparan, dan akuntabel,” pungkas Bamsoet.

    Sebagai informasi, turut hadir sebagai penguji antara lain Promotor Prof. Faisal Santiago; Ko-Promotor Dr. Sulhan; Penguji Internal Prof. Ade Saptomo dan Penguji Eksternal Prof. Ibnu Sina Chandranegara.

    (akd/akd)

  • Video: Wamenperin Ungkap Skema Insentif Kendaraan Listrik

    Video: Wamenperin Ungkap Skema Insentif Kendaraan Listrik

    Jakarta, CNBC Indonesia – Keberlanjutan insentif untuk kendaraan listrik, baik mobil maupun motor, masih menjadi pembahasan pemerintah. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyatakan, diskusi mengenai skema insentif kendaraan listrik berbasis nikel (nickel-based) maupun LFP-based belum rampung.

    Menurut Faisol, pemerintah tengah mencari skema yang seimbang agar hilirisasi berbasis nikel dapat berjalan sekaligus tetap memberikan ruang bagi pelaku usaha yang mendukung net zero emission dan pengembangan sektor otomotif berbasis LFP. Faisol menambahkan, nantinya kebijakan yang dikeluarkan akan lebih spesifik dan detail serta ada peluang memisahkan insentif untuk LFP-based dan nickel-based sehingga mendukung pertumbuhan industri kendaraan listrik secara berkelanjutan.

    Selengkapnya saksikan dialog Andi Shalini bersama Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza di Program Evening Up CNBC Indonesia, Jumat (12/09/2025).

  • Momen Sushila Karki Resmi Dilantik Jadi PM Sementara Nepal

    Momen Sushila Karki Resmi Dilantik Jadi PM Sementara Nepal

    Mantan ketua Mahkamah Agung Nepal, Sushila Karki, diambil sumpahnya untuk memimpin sebagai perdana menteri Nepal, Jumat (12/9/2025). Transisi pergantian kepemimpinan ini dilakukan setelah rangkaian aksi protes yang terjadi untuk menggulingkan pemerintah. (Sujan GURUNG / AFP)