Blog

  • Berkumpul Saat Kantor Akan Disegel, Ormas Madas Serumpun Bantah untuk Menghalangi
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        12 Januari 2026

    Berkumpul Saat Kantor Akan Disegel, Ormas Madas Serumpun Bantah untuk Menghalangi Surabaya 12 Januari 2026

    Berkumpul Saat Kantor Akan Disegel, Ormas Madas Serumpun Bantah untuk Menghalangi
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) Madura Asli (Madas) Anak Serumpun, membantah berkumpul untuk menghambat upaya penyegelan kantor mereka di Jalan Raya Darmo, Wonokromo, Surabaya pada Senin (12/1/2026).
    Diketahui, Pengadilan Negeri (PN)
    Surabaya
    berencana menyegel Kantor
    Madas
    Anak Serumpun, Senin. Penyegelan itu dilakukan usai mendapat permintaan dari kurator, Albert Riyadi Soewono.
    Namun, puluhan anggota
    Madas Anak Serumpun
    berkumpul di lahan yang disebut milik Achmad Sidqus Syahdi itu saat akan disegel. Mereka mengenakan seragam ketika berdiri di depan kantornya.
    Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Madas Daerah Anak Serumpun, Muhammad Ridwansyah mengatakan, pihaknya memiliki agenda rapat rutin yang digelar per dua bulan sekali sehingga berkumpul di kantor.
    “Ini kebetulan memang jadwalnya, kalau di Jawa Timur itu dua bulan sekali melakukan rapat koordinasi dan konsolidasi,” kata Ridwansyah, di Kantor Madas Anak Serumpun, Senin.
    “Semalam, semalam rapatnya. Nah, kebetulan karena ada PN (Pengadilan Negeri Surabaya) teman-teman ini nunggu,” ujarnya lagi.
    Ridwansyah menampik bahwa anggotanya berkumpul untuk menolak proses penyegelan. Menurut dia, pihaknya akan mengambil langkah hukum usai lahan kantornya disebut pailit.
    “Jadi, kalau kita bikin dibilang melawan begitu, tidak, kami Ini memang kebetulan acara, memang konsolidasi. Nanti perlawanan kita tentunya ya dalam langkah hukum,” katanya.
    Selain itu, Ridwansyah menyebut, tanah kantornya tersebut merupakan miliki seseorang bernama Hartini. Dia mengaku, tidak tahu perihal masalah utang Achmad Sidqus Syahdi.
    “Tutiek itu yang bersengketa, yang bersengketa kredit sama Syahdi itu. Kalau pemilih aset ini, Hartini namanya, sudah meninggal orangnya, tinggal anaknya dua orang ahli waris,” ujarnya.
    Diberitakan sebelumnya, keputusan penyegelan itu berawal dari adanya gugatan dari pemohon Tutiek Retnowati terhadap termohon Achmad Sidqus Syahdi di Pengadilan Niaga Surabaya pada 2021. Sebab, termohon tidak bisa melunasi utangnya.
    Kemudian, majelis hakim Pengadilan Niaga Surabaya mengabulkan permohonan pailit yang dilakukan Tutiek kepada Syahdi tersebut dalam sidang yang digelar pada 10 Agustus 2021.
    “Mengabulkan permohonan pernyataan pailit terhadap Termohon Pailit / Debitor tersebut dengan segala akibat hukumnya,” dalam amar putusannya yang terbit di hari yang sama.
    Selain itu, majelis hakim juga menunjuk Albert Riyadi Soewono sebagai kurator yang bertugas untuk mengurus dan membereskan perihal harta pailit milik Syahdi dalam sidang itu.
    Selanjutnya, Albert mengajukan kepada Pengadilan Negeri (PN) Surabaya untuk menyegel bangunan yang menjadi kantor Madas Anak Serumpun di Jalan Raya Darmo pada 12 Januari 2026.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bangkai Paus Terdampar di Pantai Lovina Bali, Pemindahan Pakai Alat Berat
                
                    
                        
                            Denpasar
                        
                        12 Januari 2026

    Bangkai Paus Terdampar di Pantai Lovina Bali, Pemindahan Pakai Alat Berat Denpasar 12 Januari 2026

    Bangkai Paus Terdampar di Pantai Lovina Bali, Pemindahan Pakai Alat Berat
    Tim Redaksi
    BULELENG, KOMPAS.com
    — Bangkai paus ditemukan terdampar dalam kondisi membusuk di Pantai Lovina, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.
    Kepala Banjar Kalibukbuk, Gede Suarajana, mengatakan bangkai tersebut diketahui terdampar pada Minggu (11/1/2026) malam.
    Bangkai paus
    pertama kali diketahui warga sekitar pukul 21.30 Wita. Saat itu, nelayan setempat tengah memantau gelombang tinggi.
    “Saat itu hujan deras dan air laut naik, ombak besar pada saat itu. Pausnya terdampar sudah dalam kondisi mati dan sudah membusuk,” ujar Suarajana di Buleleng, Senin (12/1/2026).
    Menurut Suarajana, kondisi bangkai paus yang telah rusak dan membusuk membuat warga tidak dapat mengenali jenis paus tersebut.
    Selain itu, cuaca buruk turut menyulitkan proses penanganan awal di lokasi.
    Warga bersama kelompok nelayan dan pelaku wisata bahari berkoordinasi untuk mengevakuasi bangkai paus ke lokasi yang lebih aman.
    Bangkai paus tersebut akhirnya dipindahkan menggunakan alat berat. “Kami juga dibantu pembiayaan evakuasi dibantu dari dinas-dinas terkait, dalam hal ini Dinas Kelautan.”
    “Bangkai paus dipendam karena sudah mengeluarkan bau busuk,” kata Suarajana.
    Ia menambahkan, peristiwa paus terdampar di kawasan
    Pantai Lovina
    tergolong sangat jarang terjadi.
    Dia menduga bangkai paus tersebut terdampar bertepatan dengan kondisi cuaca laut ekstrem dengan gelombang tinggi serta angin kencang.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pengamat Wanti-wanti Dampak Negatif Jika Pilkada Dipilih Lewat DPRD

    Pengamat Wanti-wanti Dampak Negatif Jika Pilkada Dipilih Lewat DPRD

    Bisnis.com, JAKARTA — Wacana Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada melalui DPRD kembali menguat. Bagaimana kemudian dampaknya terhadap konstelasi politik lokal?

    Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno menjelaskan banyak dampak yang akan dirasakan ketika Pilkada dilakukan lewat pemilihan di DPRD. Pertama, rakyat tak lagi memiliki kemewahan untuk memilih kepala daerah secara langsung. 

    “Rakyat dianggap tak penting suaranya,” katanya kepada Bisnis pada Senin (12/1/2026).

    Kedua, yang bisa memilih kepala daerah hanya segelintir DPRD saja. Kepala daerah kemudian hanya hanya kepada DPRD, bukan kepada rakyat. 

    Ketiga, praktik politik uang atau money politic potensial pindah yang biasanya ke rakyat, kemudian terpusat di DPRD. Keempat, tidak ada lagi ada istilah Pilkada sebagai pesta rakyat. Pilkada kemudian hanya menjadi pesta DPRD. 

    Senada, Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro pun menjelaskan bahwa yang diuntungkan dari Pilkada lewat DPRD hanyalah partai koalisi saat ini. Alhasil, Pilkada lewat DPRD kemudian merugikan partai-partai menengah dan kecil. 

    “Peluang untuk menghasilkan pemimpin lokal kemudian tereduksi. Soal regenerasi pimpinan nasional juga tersumbat,” ujar Agung.

    Dia menjelaskan dalih money politic atau biaya politik yang tinggi jika Pilkada dilakukan secara langsung bisa dibantah. Menurutnya, akar urusan money politic dari partai. Alhasil, seharusnya bukan hak asasi masyarakat dalam memilih pemimpinnya yang ditebas.

    “Ada problem di hulu, yaitu di partai, kemudian malah di hilir dihabiskan. Kalau soal biaya politik tinggi, ya harusnya ada pengawasan. Penegakan hukum Pemilu yang konsisten. Agar partai jadi tempat kondusif bagi kandidat berdemokrasi,” tutur Agung.

    Partai Koalisi Prabowo-Gibran Satu Suara

    Sebagaimana diketahui, wacana Pilkada lewat DPRD kian mencuat dan telah lama berhembus. 

    Lebih dari dua dekade setelah Reformasi 1998 dan hampir 20 tahun sejak Pilkada langsung digelar pertama kali pada 2005, gagasan mengembalikan pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota ke tangan wakil rakyat di parlemen daerah kembali menguat. Alasannya biaya politik yang mahal, maraknya politik uang, konflik sosial, hingga efektivitas pemerintahan.

    Partai koalisi pemerintahan, mulai dari Gerindra, Golkar, hingga PAN, telah menyepakati wacana tersebut. Namun, hanya PDIP yang kemudian menolak.

    Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia membuka peluang formulasi baru pilkada, termasuk melalui DPRD, dengan catatan tetap menghargai hak-hak demokrasi rakyat. Golkar bahkan menawarkan konsep setengah konvensi yakni survei publik dilakukan terlebih dahulu, lalu partai menawarkan kandidat kepada publik sebelum diputuskan melalui mekanisme perwakilan.  

    Bagi Golkar, pilkada langsung bukan satu-satunya jalan demokrasi. Rakyat, dalam pandangan ini, tidak harus selalu hadir di bilik suara; cukup diwakili melalui proses yang diklaim lebih terstruktur.  

    “Survei dilakukan dulu. Kemudian partai-partai itu menawarkan kepada publik. Jadi semacam ada proses, ya setengah konvensi lah, semacam begitu. Ini contoh ya, contoh. Dan Golkar kan partai yang berpengalaman kalau disuruh buat konvensi dan dieksekusi hasilnya,” ucap Bahlil.  

    Di sela Diskusi Media di kompleks Senayan akhir Desember 2025, Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno dengan tenang menyebut usulan pilkada melalui DPRD sebagai sesuatu yang layak dipertimbangkan. Bagi Eddy, pengalaman satu dekade terakhir menunjukkan pilkada langsung tidak steril dari problem identitas politik, politik dinasti, dan terutama politik uang. 

    “Kami melihatnya itu adalah sebuah usulan yang memang layak dipertimbangkan,” ujar Eddy di sela Diskusi Media di kompleks Senayan, Jakarta, Senin (29/12/2025). 

    Menurut Eddy, biaya besar yang harus ditanggung calon kepala daerah kerap berujung pada beban moral ketika mereka terpilih. Janji kepada sponsor kampanye, donor, dan cukong politik menjadi bayang-bayang yang mengiringi awal masa jabatan. Dalam skema pemilihan oleh DPRD, kata Eddy, beban itu diharapkan berkurang.  

    “Kita bisa mendapatkan kepala daerah yang kemudian tidak perlu memiliki beban dari sejak awal dia memerintah, apakah itu beban keuangan, beban janji kepada sponsor, donor, dan lain-lain,” imbuhnya. 

    Eddy bahkan menarik argumen ideologis: mekanisme perwakilan melalui DPRD disebutnya sejalan dengan sila keempat Pancasila—musyawarah untuk mufakat. Dalam bingkai itu, pilkada tak langsung bukan pengkhianatan demokrasi, melainkan upaya memperbaiki kualitasnya. Narasi serupa digaungkan Partai Kebangkitan Bangsa.

    Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar secara terang menyebut pilkada langsung tidak produktif. Di hadapan kader PKB Jawa Timur, Cak Imin menilai sistem pemilihan kepala daerah selama ini tidak efektif dan perlu dievaluasi sebagai bagian dari pembenahan demokrasi. 

    “Ya Alhamdulillah semua partai menyadari banyak sistem pemilihan umum, dalam paket-paket pemilihan umum yang tidak produktif, pilkada langsung tidak produktif,” tegasnya.  

    PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD

    Sementara, Ketua DPP PDIP Said Abdullah menyebut wacana mengembalikan pilkada ke DPRD sebagai langkah gegabah. Demokrasi Indonesia, katanya, sudah berjalan maju. Menariknya kembali justru berisiko merusak proses pendewasaan politik yang telah dibangun sejak Reformasi.  

    “Hati-hati. Kita sudah begitu maju, begitu maju. Tiba-tiba ditarik mundur lagi ke belakang, atret,” tegas Said. 

    Bagi Said, pilkada langsung bukan sekadar prosedur, melainkan bagian dari demokrasi substantif. Dia mempertanyakan logika bahwa pilkada lewat DPRD otomatis lebih murah dan bersih. Menurutnya, ongkos tinggi bukan monopoli pemilihan langsung.  

    “Saya minta hati-hati, kaji secara mendalam. Plus minusnya. Jangan ada istilah bahwa kalau demokrasi yang sudah kita jalankan dalam pilkada langsung itu high cost. Apakah lewat DPRD juga tidak high cost pertanyaannya? Jangan-jangan lewat DPRD sama saja,” jelasnya.

  • Skuter Matic Petualang Honda Makin Dekat Indonesia

    Skuter Matic Petualang Honda Makin Dekat Indonesia

    Jakarta

    Tren skuter matic bergaya petualang makin ramai di Asia Tenggara. Salah satu model yang dikabarkan akan dijual di Asia Tenggara adalah Honda Square X125. Skuter unik racikan Sundiro Honda China disebut-sebut makin dekat ke Indonesia, karena bakal dipasarkan di negara tetangga, Vietnam, akhir Januari 2026 ini.

    Laporan dari Vietnam menyebutkan, batch pertama Honda Square X125 yang diimpor dari China, hampir ludes dipesan sebelum unitnya tiba di pelabuhan. Antusiasme itu tidak lepas dari daya tarik motor ini yang punya desain nyeleneh dan fungsional, berbeda jauh dari skuter matic konvensional.

    Secara tampilan, motor ini punya bentuk bodi kotak, bersudut, dan terkesan kokoh. Honda Square X125 dirancang bukan hanya dirancang untuk mobilitas harian, tapi juga mendukung aktivitas luar ruangan.

    Motor ini juga fungsional. Kursi belakang bisa dilipat ke atas sebagai sandaran atau dilipat rata untuk menambah ruang kargo. Bahkan tersedia meja lipat kecil di sisi motor, yang praktis untuk berkemah, piknik, atau sekadar rehat di pinggir jalan.

    Dari sisi teknis, skuter ini dibekali mesin eSP 125 cc satu silinder berpendingin udara dengan sistem injeksi PGM-FI. Tenaganya sekitar 9,5 dk dengan torsi 10 Nm, dipadukan transmisi otomatis CVT. Karakter torsi bawah yang kuat membuatnya lincah dipakai di perkotaan. Konsumsi BBM-nya pun irit, diklaim tembus 59 km/liter dengan jarak tempuh lebih dari 300 km berkat tangki 5,7 liter.

    Fitur keselamatan juga jadi nilai jual. Honda Square X125 sudah mengusung rem ABS dual-channel, suspensi depan teleskopik 33 mm, serta peredam kejut ganda di belakang. Kelengkapan lain meliputi lampu full LED, panel instrumen digital 5 inci, smart key, hingga port USB tipe A dan C.

    Melihat respons positif di Vietnam dan Asia Tenggara, bukan tak mungkin skuter matic petualang ini bakal dilirik pasar Indonesia dalam waktu dekat. Apalagi Honda Indonesia juga memasarkan beberapa model skutik bergaya petualang, seperti ADV 160, BeAT Street, dan Vario Street.

    Honda Square X125 Foto: Dok. Honda

    (lua/din)

  • Hari Ini 109 Penerbangan di Bandara Soetta Tertunda Akibat Cuaca Buruk

    Hari Ini 109 Penerbangan di Bandara Soetta Tertunda Akibat Cuaca Buruk

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, menyebutkan terdapat 109 penerbangan pesawat pada Senin (12/1) mengalami penundaan (delay) akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut.

    General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi di Tangerang, Senin, mengatakan berdasarkan data Airport Operation Control Center (AOCC) CGK pada pukul 06.00 hingga 14.00 WIB terdapat 109 penerbangan ditunda.

    Selain itu sebanyak tujuh penerbangan berputar terlebih dahulu (go around) sebelum mendarat dan 31 penerbangan dialihkan mendarat ke bandara lain (divert).

    “Kami terus berkoordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan penanganan operasional yang cepat dan tepat terkait dampak hujan pagi ini,” ucapnya.

    Sebagai langkah antisipasi, kata dia, Bandara Soetta menjalankan prosedur delay management untuk meminimalisir dampak dari penundaan keberangkatan penerbangan melalui koordinasi antar-instansi.

    Ia mengatakan  atas dampak cuaca buruk ini kondisi drainase di dalam kawasan bandara berfungsi dengan baik, dipastikan seluruh fasilitas sisi udara (air side) seperti apron, taxiway, serta Runway 1, Runway 2, dan Runway 3, dapat tetap beroperasi normal dan tidak terdapat genangan air.

    “Dampak lain dari curah hujan yang tinggi ini adalah adanya genangan di sejumlah titik menuju bandara,” tuturnya.

    Oleh karena itu pihaknya mengingatkan kepada para penumpang pesawat dan pengguna jasa Bandara Soetta agar bisa tiba tiga jam lebih awal dari waktu penerbangan, guna mengantisipasi perubahan jadwal dan kondisi lalu lintas, serta memantau informasi penerbangan melalui aplikasi/website maskapai dan layar informasi di bandara.

    Sementara itu Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia telah menerapkan prosedur go-around, holding, maupun divert, sebagai bagian dari menjaga keselamatan penerbangan.

    EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro menyampaikan seluruh prosedur tersebut sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, serta regulasi Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), termasuk Annex 2 dan Annex 6 dan CASR yang berlaku di Indonesia.

    “Seluruh aturan tersebut menegaskan bahwa keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama dan Pilot in Command memiliki kewenangan mengambil keputusan demi keselamatan penerbangan,” ucapnya.

  • Geram Ancaman Pembunuhan ke Thom Haye, Umuh Muchtar: Dilacak, Pasti Segera Dapat
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        12 Januari 2026

    Geram Ancaman Pembunuhan ke Thom Haye, Umuh Muchtar: Dilacak, Pasti Segera Dapat Bandung 12 Januari 2026

    Geram Ancaman Pembunuhan ke Thom Haye, Umuh Muchtar: Dilacak, Pasti Segera Dapat
    Editor
    KOMPAS.com
    – Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Umuh Muchtar, meluapkan kegeramannya menyusul adanya ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada gelandang Persib, Thom Haye, setelah laga kontra Persija Jakarta dalam lanjutan Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026).
    Ancaman tersebut mencuat setelah
    Thom Haye
    mengungkapkannya melalui unggahan di Instagram Story.
    Umuh Muchtar
    menegaskan, sepak bola adalah olahraga yang seharusnya dijalani dengan sportivitas, bukan diwarnai intimidasi, apalagi ancaman nyawa.
    “Itu orang yang mengancam lagi dilacak dan pasti akan segera dapat. Kami akan tuntut. Itu tidak boleh dan tidak benar,” ujar Umuh dikutip dari
    Tribun Jabar
    , Senin (12/1/2026).
    Umuh menegaskan, sejak awal pihak Persib selalu berupaya menjaga agar pertandingan berjalan aman tanpa keributan.
    Bahkan, menurutnya, laga Persib melawan Persija berlangsung kondusif tanpa insiden berarti.
    “Nah sekarang kenapa ada ancaman-ancaman sama Thom Haye, saya juga akan berpesan sama Thom Haye; tenang saja, tidak adalah. Tidak akan ada seperti itu,” kata Umuh.
    Ia menyebut, pelaku ancaman tersebut sudah masuk dalam ranah pidana dan diyakini dapat segera ditangkap aparat penegak hukum.
    Umuh pun menyayangkan adanya tindakan yang dinilainya mencoreng dunia sepak bola.
    “Ini orang bodoh yang mengancam-ancam ini. Ke mana pun juga pasti akan dapat,” ujarnya.
    Menurut Umuh, ancaman tersebut semakin serius karena melibatkan keluarga korban.
    “Apalagi, sudah jelas ya, bawa-bawa keluarga untuk membunuh, itu sudah ada ancaman seperti itu, dia pasti akan kena sanksi, pasti sama keluarga (dilaporkan) pasti polisi akan melacak,” ucapnya.
    Ia menegaskan, laporan resmi akan segera dibuat untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
    “Akan dilaporkan, benar-benar akan dibuat laporan khusus,” katanya.
    Meski demikian, Umuh menilai ancaman pembunuhan itu kecil kemungkinan benar-benar terjadi.
    Ia meyakini pelaku tidak akan berani merealisasikan ancamannya.
    “Bohong itu, tidak akan berani dia (pelaku) juga, dia pasti di penjara. Enak saja, mau mengancam-ancam orang, saya akan serahkan kepada yang berwajib,” ujarnya.
    Umuh menambahkan, jejak digital pelaku justru memudahkan proses pelacakan.
    “Itu ada kode-kodenya dan ada nomornya juga kan, itu udah paling gampang dilacak,” katanya.
    Sebagai penutup, Umuh memastikan pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas.
    “Ya, saya bertanggung jawab, itu gampang dilacak dan gampang dicari orang yang macam itu. Jangan nangis kalau besok dia ditangkap begitu. Pokoknya akan segera dilacak dan akan segera ditangkap orangnya,” ucap Umuh.
    Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Thom Haye Dapat Ancaman, Umuh Muchtar Geram: Itu Orang Lagi Dilacak Segera Ditangkap, Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Kemal Setia Permana
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bulog Dapat Margin Fee 7%, Cukup Buat Distribusi Beras ke Papua?

    Bulog Dapat Margin Fee 7%, Cukup Buat Distribusi Beras ke Papua?

    Dia menjelaskan, besaran keuntungan buat Bulog telah dibahas bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hasilnya, disepakati Bulog mendapat untung 7%.

    “Dihitung-hitung antara Menteri Keuangan, dari BPKP, ketemu angka 10% (yang) diminta, tapi disetujuinya 7% nanti ngambil fee. Itu untuk, utamanya untuk menjamin agar harga beras satu harga di seluruh Indonesia,” tuturnya.

    Bulog juga akan disiapkan untuk menyerap hasil panen raya yang diperkirakan mulai Februari 2026, bulan depan.

    Produksi Beras Naik

    Zulkifli Hasan menyebut, majunya masa panen raya sejalan dengan proyeksi peningkatan produksi beras nasional. 

    “Untuk memperkuat lagi Bulog, dan Pak Mentan ini tahun ini lebih cepat lagi panen raya-nya. Kalau dulu Maret, ini Februari udah panen raya. Februari, Maret, April terus panen raya,” kata dia.

    Pemerintah juga menetapkan besaran cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikuasai Bulog mencapai 4 juta ton tahun ini. Menyusul ada prediksi peningkatan produksi tadi.

    “Dan di perikiran produksinya lebih tinggi dari pertama tahun 2026, sekitar 5-10% lebih tinggi lagi. Oleh karena itu, stok kita naikin jadi 4 juta. Selalu angkanya 4 juta, dan ini tidak setiap tahun, tapi sampai 2029,” jelasnya.

     

     

     

  • BPBD Lumajang Jelaskan Faktor Gunung Semeru Luncurkan 2 Kali Awan Panas dalam 3 Hari
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        12 Januari 2026

    BPBD Lumajang Jelaskan Faktor Gunung Semeru Luncurkan 2 Kali Awan Panas dalam 3 Hari Surabaya 12 Januari 2026

    BPBD Lumajang Jelaskan Faktor Gunung Semeru Luncurkan 2 Kali Awan Panas dalam 3 Hari
    Tim Redaksi
    LUMAJANG, KOMPAS.com
    – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meluncurkan 2 kali awan panas dalam kurun waktu 3 hari.
    Awan panas pertama terjadi pada Jumat (9/1/2026) dengan jarak luncur 5 kilometer dari puncak kawah
    Gunung Semeru
    .
    Selang 2 hari, awan panas kembali meluncur dari puncak kawah Gunung Semeru sejauh 5 kilometer pada Minggu (11/1/2026) malam.
    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Yudhi Cahyono menerangkan, ada 2 faktor yang menyebabkan Gunung Semeru mengeluarkan awan panas dalam 3 hari terakhir.
    Faktor pertama, kata Yudhi, tingkat aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih tinggi.
    Dalam 24 jam, Gunung Semeru bisa erupsi berupa letusan asap mencapai lebih dari 100 kali.
    Letusan tersebut mengakibatkan terjadinya tumpukan material di puncak gunung dan berakhir longsor menjadi awan panas guguran.
    “Aktivitas letusannya memang masih tinggi dan membuat terjadi timbunan material yang kemudian longsor ke bawah jadi awan panas guguran,” kata Yudhi, Senin (12/1/2026).
    Faktor kedua, kata Yudhi, disebabkan oleh tingginya curah hujan yang terjadi pada kawasan puncak Gunung Semeru.
    Hujan yang terjadi membuat timbunan meterial menjadi labil dan longsor membentuk guguran awan panas.
    “Hujan juga menjadi faktor besar atas terjadinya awan panas,” jelasnya.
    Adapun, saat ini status Gunung Semeru masih berada pada level III atau Siaga.
    Yudhi mengimbau, warga untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak.
    Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
    Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Prabowo Tertegun Adik-Kakak Jadi Gubernur-Walkot: Asal Dipilih Benar Ya

    Prabowo Tertegun Adik-Kakak Jadi Gubernur-Walkot: Asal Dipilih Benar Ya

    Prabowo Tertegun Adik-Kakak Jadi Gubernur-Walkot: Asal Dipilih Benar Ya
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Presiden RI Prabowo Subianto sempat tertegun saat menyapa Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud dan Wali Kota (Walkot) Balikpapan Rahmad Mas’ud.
    Prabowo
    baru menyadari bahwa keduanya ternyata berstatus adik-kakak kandung.
    Hal tersebut terjadi saat Prabowo memberi sambutan sebelum meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
    “Yang saya hormati Gubernur Kalimantan Timur saudara
    Rudy Mas’ud
    beserta Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Provinsi Kalimantan Timur. Saya lihat hadir pangdam, kapolda, kepala kejaksaan,” ujar Prabowo.
    “Wali Kota Balikpapan… Oh tadi Saudara Rudy adalah Gubernur, Saudara Rahmad Wali Kota?” tanya dia.
    Prabowo bertanya kepada Rahmad yang sedang berdiri apakah betul dia dan Rudy adalah kakak beradik.
    Rahmad Mas’ud
    pun menganggukkan kepalanya, memastikan bahwa dia adalah kakak dari Rudy Mas’ud.
    Prabowo memaklumi adik-kakak menjadi pejabat di satu provinsi yang sama.
    Prabowo hanya memperingatkan bahwa mereka harus dipilih rakyat Kaltim dan Balikpapan secara benar.
    “Ini saudara ini? Kakak adik? Oh kakak adik ya. Tidak apa-apa. Asal dipilih benar ya hehehe,” kata Prabowo.
    “Wakil Gubernur hadir? Ah. Wakil gubernur ini soalnya orang Gerindra. Jangan Golkar saja.
    Friend friend
    , kita
    friend
    ,” imbuhnya disambut tawa hadirin.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Perkuat Sinergi dengan BNPB, ITB Dorong Penanganan Bencana Berbasis Riset dan Teknologi
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        12 Januari 2026

    Perkuat Sinergi dengan BNPB, ITB Dorong Penanganan Bencana Berbasis Riset dan Teknologi Bandung 12 Januari 2026

    Perkuat Sinergi dengan BNPB, ITB Dorong Penanganan Bencana Berbasis Riset dan Teknologi
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Kolaborasi antara perguruan tinggi dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus diperkuat sebagai upaya strategis dalam menghadapi risiko kebencanaan di Indonesia.
    Sinergi ini tak hanya di fokuskan pada penanganan darurat, tetapi juga pemulihan berkelanjutan, edukasi publik, serta pembangunan kesadaran kolektif masyarakat terhadap ancaman bencana.  
    Rektor Institut Teknologi Bandung (
    ITB
    ), Tatacipta Dirgantara mengatakan bahwa penanganan bencana tidak bisa diselesaikan oleh suatu pihak atau satu disiplin keilmuan.
    Karenanya, pihak kampus mendorong kerja lintas institusi dengan
    BNPB
    dan pemangku kepentingan lain agar tidak bekerja terpisah.  
    “Iya, jadi kita tahu bahwa bencana ini tuh gak bisa diselesaikan hanya oleh satu orang atau satu bidang saja. sinergi ini akan sangat penting buat Indonesia. Kampus mungkin gak punya cukup sumber daya, tapi untuk jangka panjang, mengurangi risiko mencegah kerugian dan korban, saya kira tugas kampus sangat strategis di situ gitu ya untuk berkoordinasi dengan BNPB,” ucap Tatcipta disela gelaran acara workshop dan Galeri Tanggap Bencana Abhinayra, di ITB, Kota Bandung, Senin (12/1/2026).
    Ia menegaskan, peran kampus bersifat strategis dalam jangka panjang untuk pengurangan risiko, pencegahan kerugian, dan korban.
    Melalui kolaborasi tersebut, perguruan tinggi berkontribusi pada edukasi publik, riset terapan serta dukungan teknis lapangan. 
    Dalam penaganganan bencana di wilayah Sumatera, ITB telah menjalankan sejumlah program berbasis kolaborasi, terutama penyediaan air bersih berkapasitas 1.000 hingga 7.000 liter per jam yang telah terpasang di puluhan titik.
    ITB juga bekerja sama dengan UIN Ar-Raniry, Universitas Syiah Kuala, Universitas Samudera dan Universitas Malikulsaleh untuk memperluas implementasi teknologi tersebut melalui workshop. 
    Selain itu, tim ITB terlibat dalam pembersihan sumur terdampak lumpur menggunakan pompa submersible, pengeboran air tanah, pembersihan fasilitas umum dan sekolah, serta dukungan psikososial melalui jejaring alumni dan mitra kemanusiaan.
    Pengelolaan donasi dilakukan bersama mitra agar lebih lincah secara administratif dengan pelaporan yang transparan. 
    “Makanya kita kerja sama dengan alumni, kerja sama dengan Rumah Amal Salman. Dan itu kita laporkan secara transparan setiap hari, apa yang sudah dikerjakan, uang yang terkumpul berapa, uang yang dikeluarkan berapa,” ucapnya. 
    Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya jati mengapresiasi peran aktif perguruan tinggi, khususnya ITB dalam seluruh fase penanganan bencana, mulai dari masa darurat, transisi, hingga pemulihan.
    Menurutnya, kontribusi akademis tidak hanya pada penyediaan barang atau teknologi, tetapi juga pada pendekatan yang berpusat pada masyarakat.  
    “Ini menjadi penting untuk bagaimana pemulihan, tidak hanya infrastruktur, tapi ada sosial ekonomi dan juga psikosoial, dan tidak hanya short term, ini kita harus mulai melihat jangka pendek seperti apa, jangka menengah seperti apa, jangka panjang bagaimana sekarang harus kita perhatikan untuk membangun kembali lebih baik,” ucapnya. 
    Raditya menegaskan bahwa kerjasama dengan perguruan tinggi ini telah berjalan melalui forum pengurangan risiko kebencanaan, namun perlu diperkuat agar lintas kampus dan lintas keilmuan dapat terintegrasi dengan agenda nasional, termasuk isu perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. 
    “Jadi nggak bisa lagi kita sendiri-sendiri in silo, bahkan tidak hanya kampusnya, tapi juga keilmuannya, sektoralnya. Ada perubahan iklim, ada bencana, ada SDGs, semuanya punya target-target yang kita pastikan itu bisa terintegrated bersama,” tutunya.
    Raditya menambahkan bahwa kampus memliki peran strategis dalam literasi dan edukasi kebencanaan untuk membangun budaya sadar bencana.
    “Jadi harapannya dengan adanya (kolaborasi) kampus-kampus, tidak hanya pada saat tanggap darurat saja, tapi upaya mengurangi risikonya. Maksud tadi keahlian dalam pemetaan, membangun perencanaan bagaimana pemulihan, bagaimana membangun kapasitas. Kita bicara generasi 10-15 tahun kedepan, jadi kampus tempat melakukan literasi edukasi kebencanaan,” ucapnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.