Blog

  • Pengendara Motor Tertabrak dan Hilang di Saluran Air, Gorong-gorong di Buleleng Dibongkar
                
                    
                        
                            Denpasar
                        
                        12 Januari 2026

    Pengendara Motor Tertabrak dan Hilang di Saluran Air, Gorong-gorong di Buleleng Dibongkar Denpasar 12 Januari 2026

    Pengendara Motor Tertabrak dan Hilang di Saluran Air, Gorong-gorong di Buleleng Dibongkar
    Tim Redaksi
    BULELENG, KOMPAS.com
    – Tim SAR membongkar gorong-gorong di sepanjang Jalan Serma Karma di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.
    Pembongkaran itu dilakukan untuk mencari seorang pengendara sepeda motor yang hilang hanyut ke saluran air setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Senin (12/1/2026) pagi.
    Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00 Wita di simpang empat Jalan Laksamana–Serma Karma.
    Korban diketahui bernama Made Serina (59), pensiunan aparatur sipil negara (ASN), warga Perumahan Griya Sambangan, Kecamatan Sukasada,
    Buleleng
    .
    Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawan mengungkapkan, dalam pencarian tim menyisir dua jalur aliran sungai yang mengarah ke barat dan ke utara dari titik korban terjatuh.
    “Kami fokus pada aliran dua jalur ini, kami ke barat dulu, di bawah bangunan, ada rongga-rongga yang memungkinkan dicurigai keberadaan korban, ada sekitar satu kilometer,” kata Donny.
    “Dari utara beberapa kali melakukan penyirisiran di bawah irigasi. Kami koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk menutup saluran,” imbuh dia.
    Seperti yang diberitakan, kejadian itu bermula saat korban mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi DK 6662 UAL dari arah selatan menuju utara atau arah Desa Panji ke arah Desa Baktiseraga.
    Saat melintas di simpang empat, korban menerobos lampu lalu lintas yang menyala merah.
    Pada saat bersamaan, sebuah mobil Toyota Avanza bernomor polisi DK 1584 UZ yang dikemudikan Putu Hari Swastika (40), warga Kecamatan Banjar, Buleleng, melaju dari arah barat dan menabrak sepeda motor korban.
    Benturan mengakibatkan korban terpelanting ke saluran air dengan lebar sekitar dua meter. Debit air yang meningkat akibat hujan deras diduga menyeret korban hingga menghilang dari lokasi.
    Sementara itu, sepeda motor korban ditemukan dalam kondisi rusak di sekitar tempat kejadian.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tiga Nelayan Asal Pangkep yang Dinyatakan Hilang Akhirnya Ditemukan di Kepulauan Selayar
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        12 Januari 2026

    Tiga Nelayan Asal Pangkep yang Dinyatakan Hilang Akhirnya Ditemukan di Kepulauan Selayar Regional 12 Januari 2026

    Tiga Nelayan Asal Pangkep yang Dinyatakan Hilang Akhirnya Ditemukan di Kepulauan Selayar
    Tim Redaksi
    SELAYAR, KOMPAS.com-
    Tiga nelayan yang sempat dinyatakan hilang selama kurang lebih empat hari saat melaut di perairan Pulau Banawayya, Kecamatan Liukang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya ditemukan.
    Perahu jenis Jolloro Sansel United JB 2023 ditemukan terdampar setelah terbawa arus di sekitar Pulau Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Minggu (11/1/2026) siang.
    “Perahu ditemukan beserta tiga orang nelayan dalam kondisi selamat setelah terombang-ambing selama empat hari sejak dinyatakan hilang kontak,” kata Kepala Kantor
    Basarnas Makassar
    , Muhammad Arif Anwar dikonfirmasi Senin (12/1/2026).
    Arif menjelaskan bahwa lokasi ditemukannya para nelayan dijajaran pulau-pulau kecil di sekitar Kecamatan Pasalembana.
    Sesuai dengan prediksi melalui SAR Map yang digunakan personel Basarnas Makassar mendeteksi area pencarian.
    “Beberapa hari terakhir memang pencarian tim SAR Gabungan memang fokus di wilayah perairan Kepulauan Selayar, Kapal KN SAR Kamajaya 104 yang dikerahkan sebelumnya sudah berada di sekitar
    perairan Selayar
    ,” jelas dia.
    Saat ini para nelayan masih menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dipulangkan ke keluarganya masing-masing.
    “Alhamdulillah seluruh penumpang kapal dalam kondisi selamat dan sudah berkomunikasi dengan keluarganya, saat ini berada di Pulau Bonerate untuk mendapatkan penanganan dan menunggu pemulangan,” beber Anwar.
    Sebelumnya, tiga nelayan dinyatakan hilang usai mengalami kerusakan perahu di perairan Pulau Banawayya, Kecamatan Liukang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel).
    Ketiga nelayan yang dinyatakan hilang itu masing-masing bernama Jumadi (31), Rudi (26), dan Mursalim (38).
    Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan mengatakan bahwa ketiga nelayan berangkat melaut pada Rabu (7/1/2026) pagi.
    Namun hingga hari ini belum diketahui keberadaannya.
    “Sejak menerima laporan, kami langsung membuat pemantauan ke SROP Makassar dan SROP Selayar untuk menginformasikan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian,” kata Andi Sultan dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026).
    Hal itu dilakukan guna memantau titik terakhir kapal jenis Jolloro tersebut.
    “Itu dilakukan guna turut melakukan pemantauan dan melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan kapal atau korban,” ujar Sultan.
    Basarnas Makassar juga mengerahkan kapal KN SAR Kamajaya 104 guna melakukan penyisiran di kawasan perairan yang menjadi titik terakhir kapal nelayan tersebut berada.
    “Kami mengerahkan juga tim
    rescue
    dan peralatan pendukung untuk melakukan pencarian di perairan sekitar Pulau Banawayya,” beber Sultan.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ada Lagi Aja! Mobil Mewah Pakai Pelat Dinas Palsu, Kenapa Suka Main Pejabat-pejabatan?

    Ada Lagi Aja! Mobil Mewah Pakai Pelat Dinas Palsu, Kenapa Suka Main Pejabat-pejabatan?

    Jakarta

    Kasus mobil mewah menggunakan pelat dinas palsu kembali terjadi. Kali ini, sebuahBMW 430i berkelir putih menjadi sorotan setelah kedapatan menggunakan pelat dinas Kementerian Pertahanan (Kemhan) dengan nomor 51692-00. Kemhan menegaskan bahwa pelat nomor yang menempel di mobil asal Jerman tersebut adalah bodong alias palsu. Lantas, kenapa banyak orang doyan pakai pelat dinas palsu?

    “Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa pelat tersebut palsu dan tidak sah, serta tidak pernah diberikan izin penggunaannya,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).

    Dia menjelaskan sedan BMW tidak masuk dalam inventaris kendaraan dinas. Dia juga mengatakan, pelat nomor tersebut pernah digunakan, namun izin pelat sudah berakhir. Kemhan menyebut pelat dengan nomor serupa pernah digunakan oleh Fortuner dan sempat viral.

    “Adapun pelat tersebut pernah digunakan secara resmi oleh Mayjen TNI (Purn) Sudibyo, M.Si saat menjabat Warek I Unhan RI, namun izin penggunaan berakhir pada 1 Juni 2025 dan tidak diperpanjang, namun pelat yang sama pernah disalahgunakan pada kendaraan Toyota Fortuner dan sempat viral sekitar awal tahun 2025,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Ricardo mengatakan penyalahgunaan pelat dinas merupakan pelanggaran hukum. Kemhan bersama TNI saat ini tengah melakukan penertiban.

    “Penyalahgunaan pelat dinas merupakan pelanggaran hukum dan bukan cerminan kebijakan institusi. Saat ini Kemhan tengah berkoordinasi dengan POM TNI, Polri, serta aparat penegak hukum kewilayahan untuk melakukan penertiban, sekaligus mengimbau masyarakat untuk menyikapi setiap informasi di berbagai media secara bijak, menunggu klarifikasi resmi,” pungkasnya.

    Kenapa pemobil doyan pakai pelat dinas palsu?

    Menurut praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, penggunaan pelat dinas palsu kemungkinan dimanfaatkan agar mendapat prioritas di jalan.

    “Ada beberapa jenis kendaraan yang digunakan oleh pihak TNI/Polri sebagai alat transportasi kedinasan dan beberapa dilengkapi alat bantu seperti strobo, pelat nomor dan warna khusus. Masyarakat atau oknum yang tidak bertanggung jawab dalam hal ini banyak memanfaatkan kondisi ini untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas kelancaran di jalan umum, sehingga segala cara dilakukan supaya tidak kena macet, menerobos barikade dan lain-lain,” kata Sony kepada detikOto, beberapa waktu lalu.

    Sony mengingatkan bahwa petugas resmi mendapatkan fasilitas itu karena dalam rangka tugas negara, bukan asal-asalan. Kalau diikuti masyarakat sipil, belum tentu tahu aturan dan tujuannya.

    “Sehingga justru akan mencoreng institusi negara dan bahkan bisa membahayakan lalu lintas,” sebutnya.

    “Jadi banyak masyarakat yang tidak paham dalam melihat dan memahami, sehingga mencontoh yang tidak benar. Pesan saya, mulailah disiplin dari diri sendiri, bukan mencontoh dari yang tidak baik,” katanya.

    (riar/din)

  • Berapa Biaya Bongkar Tiang Monorel Mangkrak? Ternyata Cuma Segini

    Berapa Biaya Bongkar Tiang Monorel Mangkrak? Ternyata Cuma Segini

    Liputan6.com, Jakarta – Pemerhati Jakarta Sugiyanto mengemukakan bahwa warga Jakarta harus tahu dan tidak perlu ada lagi kesalahpahaman terkait biaya pembongkaran tiang monorel sepanjang Jalan HR Rasuna Said karena anggarannya tak lebih Rp300 juta.

    “Terjadi mispersepsi di masyarakat. Seolah-olah biaya pembongkaran 109 tiang monorel mencapai Rp100 miliar,” kata Sugiyanto, dikutip dari Jakarta, 12/1/2026).

    Padahal, kata dia, angka itu merupakan estimasi total biaya penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said secara terpadu. “Bukan hanya pembongkaran tiang,” katanya.

    Menurut dia, jika dihitung secara rasional dengan mengacu pada harga satuan pembongkaran beton yang lazim digunakan dalam dunia konstruksi, biaya pembongkaran fisik tiang monorel justru berada pada kisaran ratusan juta rupiah, bukan puluhan miliar.

    Harga satuan pembongkaran beton umumnya berkisar antara Rp400.000 hingga Rp600.000 per meter kubik (m3). Sementara jumlah tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said tercatat sebanyak 109 tiang, dengan estimasi volume masing-masing tiang sekitar 3-5 m3.

    Jika dihitung total volume pembongkaran, menurut dia, berada di kisaran 300-500 m3. Dengan harga satuan Rp400.000 per meter kubik, biayanya sekitar Rp120 juta-Rp200 juta.

    “Jika memakai harga tertinggi Rp600.000 per meter kubik, biayanya sekitar Rp180 juta sampai Rp300 juta. Jadi, secara logika teknis, pembongkaran 109 tiang monorel hanya memerlukan sekitar Rp300 juta,” ujarnya.

    Ia menambahkan, dengan asumsi tertinggi sekalipun, yakni volume 500 m3 dan harga Rp600.000 per m3 maka total biaya pembongkaran tetap tidak akan melebihi Rp300 juta.

    Angka ini merupakan perhitungan sederhana yang bisa diverifikasi melalui berbagai referensi biaya konstruksi yang tersedia secara terbuka. “Jadi, tidak benar kalau pembongkaran tiang monorel saja disebut menelan biaya Rp100 miliar,” katanya.

     

  • Banyak yang Ngeluh Kena ‘Super Flu’, Begini Cara Lindungi Diri Biar Tak Terlular

    Banyak yang Ngeluh Kena ‘Super Flu’, Begini Cara Lindungi Diri Biar Tak Terlular

    Jakarta

    Belakangan warganet ramai-ramai mengeluhkan gejala diduga ‘Super Flu’ lantaran tak kunjung sembuh. Keluhan ini ramai dibagikan di media sosial X.

    Tak sedikit yang menyebut mengalami sakit tenggorokan, batuk-pilek, hingga sesak napas lebih dari seminggu.

    “ini gue kena super flu apa gimana ya batuk pilek sesek napas udah seminggu kagak sembuh,” kata pengguna akun @dulunya****

    “Ini gua ga kena super flu kan ya, sakit dari sebelum taun baru sampe sekarang ga sembuh,” ucap pengguna X lainnya @lab****

    “Gw udh kena super flu cuy asli lama ini penyakit gak kek flu biasa emg. Pertama demam. Demam turun pala sakit (bkn pusing). Abis itu batuk. Dan sempet pilek sehari. Ini sudah jalan 6 hari sisa batuknya aja. Awalnya gw kena pas di toko buku & waktu itu telat mkn + capek. Jd imunnya drop,” tutur pengguna X lainnya @insane_b***

    Sebagaimana diketahui, Super Flu’ adalah varian influenza A (H3N2) Subclade K yang sudah terdeteksi di RI. Menurut laporan Kementerian Kesehatan RI, hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

    Terlepas dari kehadiran influenza subclade K ini, penting untuk tetap menjaga memperkuat benteng pertahanan tubuh dari dalam. Berbicara dengan detikcom beberapa waktu lalu terkait musim flu dan bapil, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr Inggrid Tania mengatakan herbal bisa menjadi tameng alami tubuh agar lebih kuat menghadapi virus.

    “Kalau dikonsumsi rutin, herbal bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah tertular. Tapi kalau sudah terkena influenza, bisa diminum tiga sampai empat kali sehari untuk membantu penyembuhan,” jelasnya.

    Berikut beberapa resep ramuan herbal yang bisa dicoba.

    1. Daun Saga dan Madu

    Dalam videonya “Ramuan Pereda Batuk dan Pelega Pernapasan Berbasis Daun Saga dan Madu”, dr Inggrid menjelaskan bahwa daun saga merupakan tanaman lokal yang punya efek ekspektoran alami, membantu mengencerkan dahak dan meredakan batuk kering.

    Madu ditambahkan karena sifatnya yang antibakteri dan menenangkan tenggorokan. Ramuan ini bisa diminum hangat dua kali sehari, terutama malam hari untuk membantu tidur lebih nyaman.

    Cara minum:

    Seduh 5-7 lembar daun saga kering dalam segelas air panas, tambahkan 1 sendok makan madu setelah agak hangat. Minum selagi hangat.

    2. Habbatussauda, Minyak Zaitun, Propolis Trigona, dan Madu

    Dalam video edukasinya, dr. Inggrid Tania menjelaskan racikan herbal sederhana yang bisa membantu menjaga daya tahan tubuh sekaligus mempercepat pemulihan dari flu, batuk, atau radang tenggorokan.

    Kombinasi habbatussauda (jinten hitam), minyak zaitun, propolis trigona, dan madu murni bekerja sinergis karena masing-masing memiliki khasiat sebagai antiradang, antivirus, antioksidan, dan imunomodulator alami.

    Cara minum:

    Campurkan 1 sendok teh minyak habbatussauda + 1 sendok teh madu + 3-5 tetes propolis ke dalam air hangat. Aduk rata dan minum 1-2 kali sehari.

    Untuk membantu pemulihan saat flu atau batuk, bisa diminum 3-4 kali sehari.

    3. Air Rebusan Jahe dan Madu

    Jahe (Zingiber officinale) mengandung senyawa aktif seperti gingerol, shogaol, dan komponennya telah dilaporkan memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan dalam banyak studi in vitro dan hewan. Beberapa literatur menyebut bahwa jahe juga memiliki aktivitas antimikroba dan antivirus dalam uji laboratorium, yang berpotensi membantu melawan patogen penyebab infeksi saluran napas atau tenggorokan.

    Cara minum:

    Parut sedikit jahe (sekitar 1 sdt parutan), campur dengan 1 sdm madu, konsumsi langsung atau larutkan dengan air hangat. Cara ini praktis untuk meredakan tenggorokan kering saat gejala mulai muncul. Bisa diminum pagi dan malam hari.

    Bila ada GERD (asam lambung) atau sensitif lambung, konsumsi jahe dalam jumlah sedang.

    Halaman 2 dari 3

    (suc/suc)

  • Mungkinkah Manusia Hidup Lebih dari 100 Tahun? Begini Temuan Ilmuwan

    Mungkinkah Manusia Hidup Lebih dari 100 Tahun? Begini Temuan Ilmuwan

    JAKARTA – Pertanyaan tentang batas usia manusia selalu menarik untuk dibahas. Di tengah kemajuan teknologi medis dan meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat, banyak orang bertanya-tanya, apakah manusia bisa hidup lebih dari 100 tahun, atau bahkan jauh melampaui itu?

    Faktanya manusia tertua yang pernah tercatat dalam sejarah adalah Jeanne Calment, perempuan asal Prancis yang meninggal dunia pada usia 122 tahun. Rekor ini hingga kini belum terpecahkan. Hal tersebut membuat para ilmuwan bertanya, apakah usia tersebut merupakan batas alami manusia, atau masih bisa ditembus di masa depan.

    Menurut Dr. Dan Belsky, profesor epidemiologi dari Columbia University, jawaban atas pertanyaan ini belum sepenuhnya jelas. Dalam wawancaranya dengan media WIRED, ia memberikan penyampaian.

    “Sejauh yang kita ketahui, orang tertua yang pernah hidup adalah Jeanne Calment yang mencapai usia 122 tahun. Sejak itu, belum ada satu pun manusia yang melampaui usia tersebut,” ujarnya, dikutip dari laman LADbible.

    Saat ini, harapan hidup rata-rata global berada di kisaran 73 tahun, meski angkanya berbeda-beda di setiap negara. Faktor ekonomi, akses layanan kesehatan, pola makan, hingga lingkungan hidup sangat memengaruhi panjang umur seseorang. Meski demikian, sejumlah ahli meyakini bahwa jumlah manusia yang hidup hingga usia 100 tahun akan terus meningkat.

    Penulis dan jurnalis William J. Kole melalui bukunya The Big 100: The New World of Super-Aging memperkirakan pada tahun 2050 jumlah manusia berusia 100 tahun akan meningkat hingga delapan kali lipat dibanding saat ini. Ia memprediksi setengah dari anak-anak berusia lima tahun yang hidup sekarang berpotensi mencapai usia tiga digit.

    Namun, Dr. Belsky mengingatkan peningkatan jumlah lansia berusia sangat tua tidak serta-merta berarti batas usia manusia bisa terus bertambah tanpa batas. Ia menjelaskan para peneliti telah membandingkan usia orang tertua di dunia selama lebih dari satu abad dan hasilnya menunjukkan usia maksimal manusia cenderung stagnan di kisaran yang sama.

    “Ini memunculkan dugaan ada batas biologis usia manusia. Namun apakah batas itu sudah kita capai atau masih bisa didorong lebih jauh, kita belum benar-benar tahu,” ujar Dr. Belsky.

    Sejumlah penelitian biologis mencoba menjawabnya dari sisi sel tubuh. Salah satu studi menyebutkan bahwa secara teoritis, daya tahan sel manusia mungkin hanya mampu bertahan hingga usia sekitar 150 tahun.

    Setelah itu, sistem perbaikan sel melemah dan tubuh tidak lagi mampu mempertahankan fungsinya. Meski angka ini lebih bersifat teoritis, para ilmuwan menyebutnya sebagai garis akhir kemampuan biologis manusia.

    Di sisi lain, fenomena blue zones juga sering dijadikan contoh bahwa manusia bisa hidup sangat panjang. Wilayah seperti Okinawa di Jepang, Sardinia di Italia, Nicoya di Kosta Rika, Icaria di Yunani, dan Loma Linda di California dikenal memiliki jumlah penduduk berusia lanjut yang tinggi.

    Pola makan sederhana, aktivitas fisik rutin, hubungan sosial yang kuat, serta tingkat stres yang rendah diyakini menjadi kunci umur panjang di daerah-daerah tersebut.

    Manusia memang bisa hidup lebih dari 100 tahun, dan jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah. Namun apakah manusia bisa hidup jauh melampaui batas usia yang pernah tercatat masih menjadi misteri. Para ilmuwan sepakat selain usia panjang, kualitas hidup yang sehat dan bermakna tetap menjadi tujuan utama.

  • Jelajah UMKM 2025: Kisah Trendy Bangkit dari Pandemi

    Jelajah UMKM 2025: Kisah Trendy Bangkit dari Pandemi

    Bisnis.com, SURABAYA — Di sebuah wilayah industri di Gerongan, Pasuruan, Jawa Timur, berdiri sebuah pabrik kasur legendaris yang telah beroperasi sejak awal 1990-an.
     
    Berangkat dari keyakinan sederhana bahwa tidur atau istirahat adalah salah satu kebutuhan yang utama bagi setiap orang, PT Gerongan Surajaya kemudian menjelma menjadi salah satu produsen kasur pegas yang mampu bertahan dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
     
    Business Development Director PT Gerongan Surajaya Vincentius Leonardo, menuturkan bahwa ide usaha tersebut lahir dari kegelisahan sang ayah, Irwan yang juga menjabat sebagai CEO perusahaan itu, di mana pada 1990-an kasur pegas disebutnya masih tergolong sebagai barang mewah.
     
    Menurut sang ayah, kasur pegas masih menjadi satu dari sekian barang mewah, dan banderolnya berada jauh di atas kasur kapuk atau busa yang terjangkau dan dapat dibeli oleh seluruh kalangan masyarakat saat itu.
     
    “Pada awalnya, papa berpikir spring bed itu keperluan yang mutlak. Tiap orang pasti tidur. Enggak mungkin enggak istirahat. Nah, di tahun 90-an itu kan harganya masih relatif mahal. Jadi papa berpikir bagaimana cara produksi dengan harga yang terjangkau,” ucap Leo sapaan akrabnya kepada Bisnis.
     
    Pemikiran itu kemudian diwujudkan dengan membeli lahan di Gerongan hingga produksi awal pada 1991. Kala itu, fasilitas produksi masih sangat terbatas. Sebagian proses pembuatan bahkan masih dikerjakan dengan tenaga manusia, sebagian lainnya menggunakan mesin sederhana.
     
    Strategi pemasarannya pun dilakukan dari nol, dengan mendatangi satu lapak ke lapak lainnya dan menitipkan produk untuk dicoba pasar. Perjalanan bisnis tersebut tak selalu mulus.
     
    Leo mengakui bahwa pandemi Covid-19 menjadi ujian terberat perusahaannya. Selama tujuh bulan lamanya pada awal tahun 2020, hampir seluruh pesanan dibatalkan oleh berbagai pelanggan, baik pemerintah maupun swasta. Produksi nyaris berhenti dan perusahaan berada di ambang pintu kebangkrutan.
     
    “Tujuh bulan enggak ada order-an. Semua PO [pre order/pemesanan awal] di-cancel. Satu hari bahkan enggak sampai 10 unit. Waktu itu benar-benar pusing,” ungkapnya.
     
    Namun, di tengah krisis itu PT Gerongan Surajaya justru menemukan pasar baru. Permintaan kasur untuk rumah sakit darurat bagi pasien Covid-19 melonjak tajam. Perusahaan sempat menerima permintaan hingga 2.000 unit per pekan, termasuk untuk kebutuhan pemerintah dan ekspor ke luar negeri. Kerugian selama tujuh bulan pada masa awal pandemi pun tertutup hanya dalam kurun waktu 3 bulan.

     
    Pascapandemi, perusahaan kembali melakukan transformasi besar-besaran. Struktur rantai pasok yang sebelumnya bertumpu pada distributor dan retail konvensional mulai ditinggalkan.
     
    PT Gerongan Surajaya pun bertransformasi kepada model pemasaran digital, dengan memanfaatkan e-commerce, live streaming, hingga telemarketing.
     
    Transformasi itu juga diiringi dengan mekanisasi produksi. Jika sebelumnya rasio tenaga kerja mencapai 80 orang untuk setiap 100 kasur, kini kapasitas produksi meningkat hingga 3,5 kali lipat dengan jumlah tenaga kerja yang justru turun hampir separuh. Sebagian besar sumber daya manusia dialihkan untuk mempromosikan produk lewat divisi pemasaran digital.
     
    “Kita tekan biaya produksi lewat mekanisasi. Dari manual ke mesin, sistem proses jadi lebih efisien. Orang-orang yang dulu di lapangan, kita pindahkan ke marketing digital,” jelas Leo.
     
    Dalam usaha ekspansi tersebut, dukungan perbankan menjadi faktor krusial. Leo menyatakan peran SMBC Indonesia dalam memperkuat modal kerja sekaligus mendigitalisasi sistem pembayaran perusahaan.
     
    “SMBC Indonesia itu membantu kita di dua hal utama. Pertama di sistem modal kerja. Dengan dukungan dari SMBC Indonesia, tahun ini saja hampir 30 mesin kita tambah, belum termasuk pembangunan kawasan pabrik baru,” tuturnya.
     
    Menurutnya, strategi perusahaan adalah untuk menjaga keseimbangan antara permintaan dan kapasitas. Ketika utilisasi produksi menyentuh 95% dalam periode tertentu, perusahaan segera menambah kapasitas agar kembali ke level ideal.
     
    Dengan dukungan pembiayaan dari SMBC Indonesia, selama berulang kali dalam dua tahun terakhir, Leo menyebut perusahaan berhasil membukukan lonjakan omset yang disebutnya hampir sebesar empat kali lipat.
     
    Dukungan kedua dari SMBC Indonesia datang dalam bentuk layanan digital TOUCHBIZ dari SMBC Indonesia. PT Gerongan Surajaya saat ini telah mengintegrasikan seluruh transaksi melalui dashboard payment link, virtual account hingga QRIS, menggantikan sistem EDC yang dinilai kurang efisien.
     
    “Sekarang pembayarannya terintegrasi. Customer bisa bayar dari rumah, enggak perlu ke outlet. Itu jauh lebih efisien, apalagi sekarang orang malas ke mal,” ujarnya.
     
    Proses digitalisasi tersebut, lanjut Leo, tidak hanya mempermudah konsumen, tetapi juga memperkuat arus kas (cash flow) dan pengelolaan outlet. Seluruh pesanan dan pembayaran kini dapat dipantau secara real-time melalui sistem dashboard perusahaan.
     
    Baginya, perjalanan dari perusahaan yang dirintis ayahnya tersebut pada akhirnya bukan semata tentang produk atau permodalan, melainkan tentang ketepatan model bisnis dalam menghadapi tantangan dan perkembangan zaman yang semakin dinamis.
     
    “Intinya bisnis itu bisnis model. Kalau modelnya tepat, sistemnya tepat, uang itu akan mengikuti sendiri,” pungkasnya.
     
    Kisah dari PT Gerongan Surajaya menjadi potret bagaimana UMKM manufaktur dapat tumbuh berkelanjutan melalui inovasi, adaptasi digital, serta kolaborasi strategis dengan SMBC Indonesia dalam memperkuat produksi dan memperluas pangsa pasar.
     

  • Prabowo Tiba di RDMP Balikpapan, Proyek Kilang Terbesar di Indonesia

    Prabowo Tiba di RDMP Balikpapan, Proyek Kilang Terbesar di Indonesia

    Prabowo Tiba di RDMP Balikpapan, Proyek Kilang Terbesar di Indonesia
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
    Berdasarkan tayangan YouTube Setpres, Prabowo tiba dengan mengenakan kemeja safari krem dan peci hitam.
    Prabowo tampak disambut oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan (Iwan Bule), hingga Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
    Prabowo sendiri tampak didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya.
    Ketika masuk ke lokasi kilang, Prabowo langsung mendapat penjelasan dari perwakilan Pertamina.
    “Kami memiliki kapasitas 2 juta barrel, Bapak Presiden. Dan di terminal BBM-nya juga 1 juta barrel. Jadi, ini mudah-mudahan nanti meningkatkan BBM kita naik,” kata perwakilan Pertamina.
    Sebelumnya,
    Presiden Prabowo
    Subianto bakal meresmikan Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur pada hari ini, Senin (12/1/2026).
    Proyek ini menjadikan Kilang Balikpapan sebagai kilang terbesar di Indonesia.
    Rencana peresmian
    RDMP Balikpapan
    menjadi salah satu pembahasan dalam rapat terbatas (ratas) Prabowo bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang berlangsung di Hambalang, Bogor pada Minggu (11/1/2026).
    “Rencana peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan pada esok hari, Senin, 12 Januari 2026,” dikutip dari Instagram Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, Senin (12/1/2026).
    RDMP Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi Rp 7,4 miliar dollar AS atau setara Rp 123 triliun yang oleh PT Pertamina (Persero).
    Melalui proyek modernisasi kilang ini, kapasitas produksi Kilang Balikpapan meningkat menjadi 360.000 barrel per hari dari sebelumnya 260.000 barrel per hari.
    Maka dari itu, beroperasinya RDMP Balikpapan diyakini bakal meningkatkan produksi bensin dan solar dalam negeri.
    Terlebih, untuk solar, pemerintah berencana menyetop impor solar mulai tahun ini, seiring dengan bakal meningkatnya produksi dalam negeri dan penerapan mandatori B50 yang bakal menekan konsumsi solar.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Banjir di Jembatan Tiga Jakut Mulai Surut, Kini Bisa Dilintasi Kendaraan

    Banjir di Jembatan Tiga Jakut Mulai Surut, Kini Bisa Dilintasi Kendaraan

    Jakarta

    Banjir merendam Jalan Jembatan Tiga, Jakarta Utara (Jakut), sejak tadi pagi. Kini genangan banjir di lokasi sudah mulai surut.

    Pantauan detikcom di lokasi, Senin (12/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, genangan banjir kini hanya setinggi 10 centimeter. Jalan Jembatan Tiga pun bisa dilalui kendaraan dari kedua arah, baik arah Pluit maupun Jembatan Besi.

    Arah Jembatan Besi, banjir tampak tidak lagi menggenang setelah melalui persimpangan ke Tol Pelabuhan. Banjir tidak lagi menggenang Jalan Jembatan Tiga Raya setelah melalui persimpangan tersebut.

    Menurut salah seorang warga, Rudi, banjir terjadi sejak tadi pagi. Menurutnya, banjir mulai meninggi sekitar pukul 09.00 WIB.

    “Hujannya kan dari pagi tuh, nggak berhenti-berhenti. Hujan mulai naik banjirnya tuh dari jam sembilanan lah,” ujar Rudi.

    “Tadi paling tinggi segini nih. Se-atas paha ya. Di atas lutut, di atas lutut dewasa. Ini tadi nih, jam setengah 11,” katanya.

    (maa/maa)

  • Cuitan Soal Banjir Tembus 31 Ribu Postingan di X, Ini Daftar Wilayah yang Terdampak

    Cuitan Soal Banjir Tembus 31 Ribu Postingan di X, Ini Daftar Wilayah yang Terdampak

    Liputan6.com, Jakarta – Hujan deras yang mengguyur di berbagai wilayah–dalam atau luar Jawa–dalam beberapa hari terakhir memicu banjir di sejumlah wilayah.

    Kondisi ini ramai diperbincangkan warganet hingga menjadi trending topic di media sosial X (sebelumnya Twitter), dengan puluhan ribu unggahan membahas dampak banjir dan potensi bencana lanjutan seperti longsor.

    Pantauan Tekno Liputan6.com di X pada Senin (12/1/2026), tercatat lebih dari 31 ribu postingan yang memuat kata kunci banjir. Percakapan tersebut datang dari berbagai daerah, mulai dari pesisir Pantura hingga wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

    Sejumlah warganet menyampaikan kekhawatiran agar banjir tidak berlangsung lama. Mereka menilai curah hujan tinggi berpotensi memicu bencana susulan, terutama tanah longsor di daerah rawan.

    Salah satu warganet mengunggah kondisi pascabanjir bandang di wilayah Aceh Barat.

    “Ini bukan konten, ini kenyataan pahit yang harus diterima oleh masyarakat Sikundo, Kabupaten Aceh Barat yang masih terisolasi pasca banjir bandang pada Jumat (9/1/2026),” tulis akun Cak****.

    Keluhan juga datang dari kawasan Pantura Jawa.

    “Min, kenapa daerah saya di dekat Pantura Jawa kalau hujan sedikit langsung banjir. Lagi-lagi banjir, padahal laut jauh,” tulis akun @High***.

    Sementara itu, beberapa warganet melaporkan kondisi banjir di Kudus, Jawa Tengah.

    “Mohon doanya guys buat Kudus, Jawa Tengah yang lagi terkena bencana tanah longsor dan banjir. Sampai sekarang masih hujan dan airnya belum surut,” tulis akun @tany****.

    Tak hanya genangan air, warganet juga menyoroti dampak lanjutan banjir terhadap lingkungan dan lalu lintas di Jakarta. Salah satu pengguna melaporkan adanya tumpukan sampah di jalan.

    “Flyover Pesing banjir, plus ada sampah di tengah jalan,” tulis akun @sya****.

    Ada pula yang mengaitkan banjir dengan kemacetan.

    “Pasti merah karena macet banjir,” tulis akun @cloud***.

    Meski demikian, tidak semua wilayah terdampak. Seorang warganet menyebut kawasan Tangerang Selatan masih relatif aman.

    “Memang hujan terus dari pagi, tapi Tangsel masih aman kok, min,” tulis akun @kind***.

    Hingga kini, warganet terus memantau perkembangan situasi sambil berharap intensitas hujan segera menurun agar risiko banjir dan longsor tidak semakin meluas.