Pengendara Motor Tertabrak dan Hilang di Saluran Air, Gorong-gorong di Buleleng Dibongkar
Tim Redaksi
BULELENG, KOMPAS.com
– Tim SAR membongkar gorong-gorong di sepanjang Jalan Serma Karma di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.
Pembongkaran itu dilakukan untuk mencari seorang pengendara sepeda motor yang hilang hanyut ke saluran air setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Senin (12/1/2026) pagi.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00 Wita di simpang empat Jalan Laksamana–Serma Karma.
Korban diketahui bernama Made Serina (59), pensiunan aparatur sipil negara (ASN), warga Perumahan Griya Sambangan, Kecamatan Sukasada,
Buleleng
.
Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawan mengungkapkan, dalam pencarian tim menyisir dua jalur aliran sungai yang mengarah ke barat dan ke utara dari titik korban terjatuh.
“Kami fokus pada aliran dua jalur ini, kami ke barat dulu, di bawah bangunan, ada rongga-rongga yang memungkinkan dicurigai keberadaan korban, ada sekitar satu kilometer,” kata Donny.
“Dari utara beberapa kali melakukan penyirisiran di bawah irigasi. Kami koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk menutup saluran,” imbuh dia.
Seperti yang diberitakan, kejadian itu bermula saat korban mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi DK 6662 UAL dari arah selatan menuju utara atau arah Desa Panji ke arah Desa Baktiseraga.
Saat melintas di simpang empat, korban menerobos lampu lalu lintas yang menyala merah.
Pada saat bersamaan, sebuah mobil Toyota Avanza bernomor polisi DK 1584 UZ yang dikemudikan Putu Hari Swastika (40), warga Kecamatan Banjar, Buleleng, melaju dari arah barat dan menabrak sepeda motor korban.
Benturan mengakibatkan korban terpelanting ke saluran air dengan lebar sekitar dua meter. Debit air yang meningkat akibat hujan deras diduga menyeret korban hingga menghilang dari lokasi.
Sementara itu, sepeda motor korban ditemukan dalam kondisi rusak di sekitar tempat kejadian.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Blog
-
/data/photo/2026/01/12/6964ba95170f7.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pengendara Motor Tertabrak dan Hilang di Saluran Air, Gorong-gorong di Buleleng Dibongkar Denpasar 12 Januari 2026
-
/data/photo/2026/01/12/6964aca367419.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Tiga Nelayan Asal Pangkep yang Dinyatakan Hilang Akhirnya Ditemukan di Kepulauan Selayar Regional 12 Januari 2026
Tiga Nelayan Asal Pangkep yang Dinyatakan Hilang Akhirnya Ditemukan di Kepulauan Selayar
Tim Redaksi
SELAYAR, KOMPAS.com-
Tiga nelayan yang sempat dinyatakan hilang selama kurang lebih empat hari saat melaut di perairan Pulau Banawayya, Kecamatan Liukang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya ditemukan.
Perahu jenis Jolloro Sansel United JB 2023 ditemukan terdampar setelah terbawa arus di sekitar Pulau Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Minggu (11/1/2026) siang.
“Perahu ditemukan beserta tiga orang nelayan dalam kondisi selamat setelah terombang-ambing selama empat hari sejak dinyatakan hilang kontak,” kata Kepala Kantor
Basarnas Makassar
, Muhammad Arif Anwar dikonfirmasi Senin (12/1/2026).
Arif menjelaskan bahwa lokasi ditemukannya para nelayan dijajaran pulau-pulau kecil di sekitar Kecamatan Pasalembana.
Sesuai dengan prediksi melalui SAR Map yang digunakan personel Basarnas Makassar mendeteksi area pencarian.
“Beberapa hari terakhir memang pencarian tim SAR Gabungan memang fokus di wilayah perairan Kepulauan Selayar, Kapal KN SAR Kamajaya 104 yang dikerahkan sebelumnya sudah berada di sekitar
perairan Selayar
,” jelas dia.
Saat ini para nelayan masih menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dipulangkan ke keluarganya masing-masing.
“Alhamdulillah seluruh penumpang kapal dalam kondisi selamat dan sudah berkomunikasi dengan keluarganya, saat ini berada di Pulau Bonerate untuk mendapatkan penanganan dan menunggu pemulangan,” beber Anwar.
Sebelumnya, tiga nelayan dinyatakan hilang usai mengalami kerusakan perahu di perairan Pulau Banawayya, Kecamatan Liukang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel).
Ketiga nelayan yang dinyatakan hilang itu masing-masing bernama Jumadi (31), Rudi (26), dan Mursalim (38).
Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan mengatakan bahwa ketiga nelayan berangkat melaut pada Rabu (7/1/2026) pagi.
Namun hingga hari ini belum diketahui keberadaannya.
“Sejak menerima laporan, kami langsung membuat pemantauan ke SROP Makassar dan SROP Selayar untuk menginformasikan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian,” kata Andi Sultan dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026).
Hal itu dilakukan guna memantau titik terakhir kapal jenis Jolloro tersebut.
“Itu dilakukan guna turut melakukan pemantauan dan melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan kapal atau korban,” ujar Sultan.
Basarnas Makassar juga mengerahkan kapal KN SAR Kamajaya 104 guna melakukan penyisiran di kawasan perairan yang menjadi titik terakhir kapal nelayan tersebut berada.
“Kami mengerahkan juga tim
rescue
dan peralatan pendukung untuk melakukan pencarian di perairan sekitar Pulau Banawayya,” beber Sultan.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Ada Lagi Aja! Mobil Mewah Pakai Pelat Dinas Palsu, Kenapa Suka Main Pejabat-pejabatan?
Jakarta –
Kasus mobil mewah menggunakan pelat dinas palsu kembali terjadi. Kali ini, sebuahBMW 430i berkelir putih menjadi sorotan setelah kedapatan menggunakan pelat dinas Kementerian Pertahanan (Kemhan) dengan nomor 51692-00. Kemhan menegaskan bahwa pelat nomor yang menempel di mobil asal Jerman tersebut adalah bodong alias palsu. Lantas, kenapa banyak orang doyan pakai pelat dinas palsu?
“Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa pelat tersebut palsu dan tidak sah, serta tidak pernah diberikan izin penggunaannya,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).
Dia menjelaskan sedan BMW tidak masuk dalam inventaris kendaraan dinas. Dia juga mengatakan, pelat nomor tersebut pernah digunakan, namun izin pelat sudah berakhir. Kemhan menyebut pelat dengan nomor serupa pernah digunakan oleh Fortuner dan sempat viral.
“Adapun pelat tersebut pernah digunakan secara resmi oleh Mayjen TNI (Purn) Sudibyo, M.Si saat menjabat Warek I Unhan RI, namun izin penggunaan berakhir pada 1 Juni 2025 dan tidak diperpanjang, namun pelat yang sama pernah disalahgunakan pada kendaraan Toyota Fortuner dan sempat viral sekitar awal tahun 2025,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ricardo mengatakan penyalahgunaan pelat dinas merupakan pelanggaran hukum. Kemhan bersama TNI saat ini tengah melakukan penertiban.
“Penyalahgunaan pelat dinas merupakan pelanggaran hukum dan bukan cerminan kebijakan institusi. Saat ini Kemhan tengah berkoordinasi dengan POM TNI, Polri, serta aparat penegak hukum kewilayahan untuk melakukan penertiban, sekaligus mengimbau masyarakat untuk menyikapi setiap informasi di berbagai media secara bijak, menunggu klarifikasi resmi,” pungkasnya.
Kenapa pemobil doyan pakai pelat dinas palsu?
Menurut praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, penggunaan pelat dinas palsu kemungkinan dimanfaatkan agar mendapat prioritas di jalan.
“Ada beberapa jenis kendaraan yang digunakan oleh pihak TNI/Polri sebagai alat transportasi kedinasan dan beberapa dilengkapi alat bantu seperti strobo, pelat nomor dan warna khusus. Masyarakat atau oknum yang tidak bertanggung jawab dalam hal ini banyak memanfaatkan kondisi ini untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas kelancaran di jalan umum, sehingga segala cara dilakukan supaya tidak kena macet, menerobos barikade dan lain-lain,” kata Sony kepada detikOto, beberapa waktu lalu.
Sony mengingatkan bahwa petugas resmi mendapatkan fasilitas itu karena dalam rangka tugas negara, bukan asal-asalan. Kalau diikuti masyarakat sipil, belum tentu tahu aturan dan tujuannya.
“Sehingga justru akan mencoreng institusi negara dan bahkan bisa membahayakan lalu lintas,” sebutnya.
“Jadi banyak masyarakat yang tidak paham dalam melihat dan memahami, sehingga mencontoh yang tidak benar. Pesan saya, mulailah disiplin dari diri sendiri, bukan mencontoh dari yang tidak baik,” katanya.
(riar/din)
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5227891/original/051091000_1747826644-20250521-Tiang_Monorel-HER_7.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Berapa Biaya Bongkar Tiang Monorel Mangkrak? Ternyata Cuma Segini
Liputan6.com, Jakarta – Pemerhati Jakarta Sugiyanto mengemukakan bahwa warga Jakarta harus tahu dan tidak perlu ada lagi kesalahpahaman terkait biaya pembongkaran tiang monorel sepanjang Jalan HR Rasuna Said karena anggarannya tak lebih Rp300 juta.
“Terjadi mispersepsi di masyarakat. Seolah-olah biaya pembongkaran 109 tiang monorel mencapai Rp100 miliar,” kata Sugiyanto, dikutip dari Jakarta, 12/1/2026).
Padahal, kata dia, angka itu merupakan estimasi total biaya penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said secara terpadu. “Bukan hanya pembongkaran tiang,” katanya.
Menurut dia, jika dihitung secara rasional dengan mengacu pada harga satuan pembongkaran beton yang lazim digunakan dalam dunia konstruksi, biaya pembongkaran fisik tiang monorel justru berada pada kisaran ratusan juta rupiah, bukan puluhan miliar.
Harga satuan pembongkaran beton umumnya berkisar antara Rp400.000 hingga Rp600.000 per meter kubik (m3). Sementara jumlah tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said tercatat sebanyak 109 tiang, dengan estimasi volume masing-masing tiang sekitar 3-5 m3.
Jika dihitung total volume pembongkaran, menurut dia, berada di kisaran 300-500 m3. Dengan harga satuan Rp400.000 per meter kubik, biayanya sekitar Rp120 juta-Rp200 juta.
“Jika memakai harga tertinggi Rp600.000 per meter kubik, biayanya sekitar Rp180 juta sampai Rp300 juta. Jadi, secara logika teknis, pembongkaran 109 tiang monorel hanya memerlukan sekitar Rp300 juta,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan asumsi tertinggi sekalipun, yakni volume 500 m3 dan harga Rp600.000 per m3 maka total biaya pembongkaran tetap tidak akan melebihi Rp300 juta.
Angka ini merupakan perhitungan sederhana yang bisa diverifikasi melalui berbagai referensi biaya konstruksi yang tersedia secara terbuka. “Jadi, tidak benar kalau pembongkaran tiang monorel saja disebut menelan biaya Rp100 miliar,” katanya.
-

Mungkinkah Manusia Hidup Lebih dari 100 Tahun? Begini Temuan Ilmuwan
JAKARTA – Pertanyaan tentang batas usia manusia selalu menarik untuk dibahas. Di tengah kemajuan teknologi medis dan meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat, banyak orang bertanya-tanya, apakah manusia bisa hidup lebih dari 100 tahun, atau bahkan jauh melampaui itu?
Faktanya manusia tertua yang pernah tercatat dalam sejarah adalah Jeanne Calment, perempuan asal Prancis yang meninggal dunia pada usia 122 tahun. Rekor ini hingga kini belum terpecahkan. Hal tersebut membuat para ilmuwan bertanya, apakah usia tersebut merupakan batas alami manusia, atau masih bisa ditembus di masa depan.
Menurut Dr. Dan Belsky, profesor epidemiologi dari Columbia University, jawaban atas pertanyaan ini belum sepenuhnya jelas. Dalam wawancaranya dengan media WIRED, ia memberikan penyampaian.
“Sejauh yang kita ketahui, orang tertua yang pernah hidup adalah Jeanne Calment yang mencapai usia 122 tahun. Sejak itu, belum ada satu pun manusia yang melampaui usia tersebut,” ujarnya, dikutip dari laman LADbible.
Saat ini, harapan hidup rata-rata global berada di kisaran 73 tahun, meski angkanya berbeda-beda di setiap negara. Faktor ekonomi, akses layanan kesehatan, pola makan, hingga lingkungan hidup sangat memengaruhi panjang umur seseorang. Meski demikian, sejumlah ahli meyakini bahwa jumlah manusia yang hidup hingga usia 100 tahun akan terus meningkat.
Penulis dan jurnalis William J. Kole melalui bukunya The Big 100: The New World of Super-Aging memperkirakan pada tahun 2050 jumlah manusia berusia 100 tahun akan meningkat hingga delapan kali lipat dibanding saat ini. Ia memprediksi setengah dari anak-anak berusia lima tahun yang hidup sekarang berpotensi mencapai usia tiga digit.
Namun, Dr. Belsky mengingatkan peningkatan jumlah lansia berusia sangat tua tidak serta-merta berarti batas usia manusia bisa terus bertambah tanpa batas. Ia menjelaskan para peneliti telah membandingkan usia orang tertua di dunia selama lebih dari satu abad dan hasilnya menunjukkan usia maksimal manusia cenderung stagnan di kisaran yang sama.
“Ini memunculkan dugaan ada batas biologis usia manusia. Namun apakah batas itu sudah kita capai atau masih bisa didorong lebih jauh, kita belum benar-benar tahu,” ujar Dr. Belsky.
Sejumlah penelitian biologis mencoba menjawabnya dari sisi sel tubuh. Salah satu studi menyebutkan bahwa secara teoritis, daya tahan sel manusia mungkin hanya mampu bertahan hingga usia sekitar 150 tahun.
Setelah itu, sistem perbaikan sel melemah dan tubuh tidak lagi mampu mempertahankan fungsinya. Meski angka ini lebih bersifat teoritis, para ilmuwan menyebutnya sebagai garis akhir kemampuan biologis manusia.
Di sisi lain, fenomena blue zones juga sering dijadikan contoh bahwa manusia bisa hidup sangat panjang. Wilayah seperti Okinawa di Jepang, Sardinia di Italia, Nicoya di Kosta Rika, Icaria di Yunani, dan Loma Linda di California dikenal memiliki jumlah penduduk berusia lanjut yang tinggi.
Pola makan sederhana, aktivitas fisik rutin, hubungan sosial yang kuat, serta tingkat stres yang rendah diyakini menjadi kunci umur panjang di daerah-daerah tersebut.
Manusia memang bisa hidup lebih dari 100 tahun, dan jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah. Namun apakah manusia bisa hidup jauh melampaui batas usia yang pernah tercatat masih menjadi misteri. Para ilmuwan sepakat selain usia panjang, kualitas hidup yang sehat dan bermakna tetap menjadi tujuan utama.
-

Banjir di Jembatan Tiga Jakut Mulai Surut, Kini Bisa Dilintasi Kendaraan
Jakarta –
Banjir merendam Jalan Jembatan Tiga, Jakarta Utara (Jakut), sejak tadi pagi. Kini genangan banjir di lokasi sudah mulai surut.
Pantauan detikcom di lokasi, Senin (12/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, genangan banjir kini hanya setinggi 10 centimeter. Jalan Jembatan Tiga pun bisa dilalui kendaraan dari kedua arah, baik arah Pluit maupun Jembatan Besi.
Arah Jembatan Besi, banjir tampak tidak lagi menggenang setelah melalui persimpangan ke Tol Pelabuhan. Banjir tidak lagi menggenang Jalan Jembatan Tiga Raya setelah melalui persimpangan tersebut.
Menurut salah seorang warga, Rudi, banjir terjadi sejak tadi pagi. Menurutnya, banjir mulai meninggi sekitar pukul 09.00 WIB.
“Hujannya kan dari pagi tuh, nggak berhenti-berhenti. Hujan mulai naik banjirnya tuh dari jam sembilanan lah,” ujar Rudi.
“Tadi paling tinggi segini nih. Se-atas paha ya. Di atas lutut, di atas lutut dewasa. Ini tadi nih, jam setengah 11,” katanya.
(maa/maa)


/data/photo/2026/01/12/6964b5aa1c3ff.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1527617/original/018105300_1488777498-Banjir16.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)