Blog

  • Menkes Prioritaskan Perbaikan Rumah Tenaga Kesehatan Korban Bencana Sumatera

    Menkes Prioritaskan Perbaikan Rumah Tenaga Kesehatan Korban Bencana Sumatera

    Jakarta

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan langkah cepat dalam upaya pemulihan pasca-bencana di wilayah Sumatera yakni di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Setelah infrastruktur fasilitas kesehatan (faskes) mulai stabil, fokus pemerintah kini bergeser pada kesejahteraan para tenaga kesehatan (nakes) yang rumahnya turut terdampak bencana.

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa rehabilitasi rumah nakes kini menjadi prioritas utama. Hal ini dilakukan setelah pemerintah mendapat masukan mengenai kondisi nakes yang masih harus tinggal di pos pengungsian meskipun tempat mereka bekerja sudah mulai beroperasi kembali.

    “Kami dapat masukan, ‘Pak bagaimana nakes kembali normal kalau rumahnya belum normal?’. Beberapa masih tinggal di pos pengungsian. Jadi meski kantor diberesin, tapi rumahnya belum. Padahal orang-orang ini harus masuk ke RS dan Puskesmas untuk menangani korban,” ujar Menkes Budi dalam konferensi pers, Senin (12/1/2026).

    Meski pelayanan kesehatan bisa dibantu oleh relawan, Menkes menilai hal tersebut tidaklah sustainable atau berkelanjutan. Oleh karena itu, memastikan nakes kembali dari posko pengungsian ke rumah mereka sendiri adalah prioritas satgas dan BNPB agar mereka bisa bekerja dengan tenang.

    Target Selesai Sebelum Lebaran

    Aspek kemanusiaan juga menjadi alasan percepatan ini. Mengingat momentum puasa dan lebaran yang sudah dekat, pemerintah ingin para nakes bisa merayakannya di kediaman masing-masing.

    “Sebagus-bagusnya pengungsian, tapi lebih senang di rumah sendiri,” imbuh Menkes.

    Hingga saat ini, Kemenkes melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat telah mengumpulkan data detail secara bottom-up. Berdasarkan rekapitulasi kerusakan, tercatat ada 3.265 rumah nakes di 3 provinsi yang memerlukan perbaikan dengan berbagai klasifikasi kerusakan mulai dari ringan, sedang sampai berat.

    Data batch pertama ini telah diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk diverifikasi lebih lanjut sebelum bantuan dicairkan. Menkes berkomitmen untuk mengawal proses ini secara ketat demi birokrasi yang cepat.

    “Saya ingin benar-benar ini bisa cepat, jadi saya akan monitor tiap minggu agar BNPB bisa langsung mencairkan bantuannya. Ini jadi bukti pemerintah bekerja dengan cepat,” pungkas Menkes Budi.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Sorotan IDAI soal Anak Korban Bencana Aceh Makan Mi Instan Tiap Hari”
    [Gambas:Video 20detik]
    (kna/kna)

  • Komdigi Bidik Kapasitas Data Center Melompat jadi 2,81 Watt per Kapita 2026

    Komdigi Bidik Kapasitas Data Center Melompat jadi 2,81 Watt per Kapita 2026

    Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan kapasitas pusat data nasional mencapai sekitar 2,81 watt per kapita pada 2026, atau meningkat sekitar 91% dibandingkan dengan target 2025 yang berada pada kisaran 1,47 watt per kapita. Target tersebut tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra) Komdigi 2025–2029.

    Dalam dokumen Renstra tersebut, Komdigi juga menetapkan peningkatan kapasitas pusat data nasional per kapita secara bertahap hingga 2029. Setelah ditargetkan naik menjadi 2,81 watt per kapita pada 2026, kapasitas pusat data nasional direncanakan kembali meningkat menjadi sekitar 4,18 watt per kapita pada 2027.

    Selanjutnya, pada 2028 kapasitas pusat data per kapita ditargetkan mencapai sekitar 5,53 watt per kapita. Adapun pada 2029, Komdigi mematok kapasitas pusat data nasional sebesar 6,87 watt per kapita.

    Dengan demikian, kapasitas pusat data per kapita dalam periode lima tahun tersebut direncanakan meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan dengan posisi awal pada 2025.

    Peningkatan kapasitas pusat data tersebut merupakan bagian dari program pengembangan dan peningkatan ekosistem digital Komdigi. Dalam dokumen perencanaan yang sama, Komdigi juga menetapkan sejumlah target pendukung, termasuk penyusunan rekomendasi kebijakan pengembangan pusat data dan layanan komputasi awan, peningkatan indeks ruang digital, serta penguatan pengawasan terhadap penyelenggara sistem elektronik di sektor publik dan privat.

    Selain penguatan infrastruktur data, Komdigi menargetkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia digital melalui fasilitasi literasi dan pelatihan digital sepanjang 2025–2029.

    Pada 2025, jumlah peserta fasilitasi literasi digital ditetapkan sebanyak 300 orang. Sementara itu, pelatihan literasi digital ditargetkan menjangkau 200 orang per tahun mulai 2026 hingga 2029. Di sisi penguatan sistem pembelajaran digital nasional, Komdigi menargetkan peningkatan output teknis aplikasi platform SDM digital dari 14 unit pada 2025 dan 2026, menjadi 15 unit pada 2027, 16 unit pada 2028, dan 17 unit pada 2029.

    Komdigi juga mencantumkan penguatan sistem komunikasi nasional untuk perlindungan masyarakat dan penanggulangan bencana sebagai bagian dari agenda prioritas.

    Dalam rencana tersebut, fasilitasi penyelenggaraan jaringan sistem komunikasi nasional ditargetkan menjangkau 125 kabupaten/kota pada 2027 dan 2028, serta meningkat menjadi 264 kabupaten/kota pada 2029. Sejalan dengan itu, penyelenggaraan sistem komunikasi nasional perlindungan masyarakat dan penanggulangan bencana juga ditargetkan menjangkau 125 kabupaten/kota pada 2028 dan 2029.

    Seluruh target tersebut tercantum dalam matriks pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta sumber pendanaan lainnya yang sah terhadap kegiatan prioritas Komdigi 2025–2029, sebagaimana tertuang dalam dokumen Renstra Komdigi. 

  • 3 Titik di Depok Sempat Terendam Banjir Imbas Hujan Deras, Kini Berangsur Surut
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        12 Januari 2026

    3 Titik di Depok Sempat Terendam Banjir Imbas Hujan Deras, Kini Berangsur Surut Megapolitan 12 Januari 2026

    3 Titik di Depok Sempat Terendam Banjir Imbas Hujan Deras, Kini Berangsur Surut
    Tim Redaksi
    DEPOK, KOMPAS.com –
    Sebanyak tiga titik di wilayah Depok, Jawa Barat, sempat terendam banjir sejak Senin (12/1/2026) pagi.
    Kabid Penanggulangan Bencana Damkar Kota Depok Denny Romulo mengungkapkan, pihaknya menerima laporan terkait tiga titik banjir dan satu kejadian tanah longsor.
    “Untuk laporan bencana yang terlapor tiga titik banjir, satu longsor. Sudah perlahan surut,” ucap Denny saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    , Senin.
    Salah satu titik banjir terparah berada di perbatasan Jalan Benda Barat dan Pasir Putih, Sawangan, Depok.
    Lokasi tersebut sempat tidak dapat dilintasi kendaraan karena ketinggian air mencapai sekitar 70 sentimeter, sehingga memutus akses pengendara.
    “Kondisi perbatasan Cipayung dan Bojongsari di Gang Alif terpantau sudah surut tetapi kendaraan roda dua maupun roda empat belum bisa dilalui,” ujarnya.
    Saat ini, banjir di sejumlah titik telah berangsur surut. Di beberapa lokasi, penanganan juga dilakukan dengan penyedotan air menggunakan pompa
    portable
    apung.
    Berikut rincian titik banjir dan longsor yang dilaporkan ke Damkar Kota Depok:
    Selain itu, banjir juga terjadi di Perumahan Taman Duta Cimanggis, tepatnya di Jalan Taman Duta Timur, Kota Depok.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    di lokasi, genangan air terlihat sepanjang lebih dari 500 meter di bahu Jalan Taman Duta Timur dan Jalan Taman Duta Barat.
    Ketinggian air di Jalan Taman Duta Timur berkisar antara 20 hingga 35 sentimeter akibat luapan selokan. Sementara itu, di Jalan Taman Duta Barat, genangan air mencapai sekitar 50 sentimeter.
    Di antara kedua ruas jalan tersebut, Kali Cijantung mengalami peningkatan debit air hingga melampaui bahu jalan. Kondisi ini menyebabkan genangan membutuhkan waktu lebih lama untuk surut.
    Akibatnya, sejumlah pengendara sepeda motor memilih memutar arah untuk mencari jalur alternatif. Namun, ada pula pengendara yang nekat menerobos genangan hingga mesin kendaraannya mati dan harus didorong keluar dari air.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3 Titik di Depok Sempat Terendam Banjir Imbas Hujan Deras, Kini Berangsur Surut
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        12 Januari 2026

    3 Titik di Depok Sempat Terendam Banjir Imbas Hujan Deras, Kini Berangsur Surut Megapolitan 12 Januari 2026

    3 Titik di Depok Sempat Terendam Banjir Imbas Hujan Deras, Kini Berangsur Surut
    Tim Redaksi
    DEPOK, KOMPAS.com –
    Sebanyak tiga titik di wilayah Depok, Jawa Barat, sempat terendam banjir sejak Senin (12/1/2026) pagi.
    Kabid Penanggulangan Bencana Damkar Kota Depok Denny Romulo mengungkapkan, pihaknya menerima laporan terkait tiga titik banjir dan satu kejadian tanah longsor.
    “Untuk laporan bencana yang terlapor tiga titik banjir, satu longsor. Sudah perlahan surut,” ucap Denny saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    , Senin.
    Salah satu titik banjir terparah berada di perbatasan Jalan Benda Barat dan Pasir Putih, Sawangan, Depok.
    Lokasi tersebut sempat tidak dapat dilintasi kendaraan karena ketinggian air mencapai sekitar 70 sentimeter, sehingga memutus akses pengendara.
    “Kondisi perbatasan Cipayung dan Bojongsari di Gang Alif terpantau sudah surut tetapi kendaraan roda dua maupun roda empat belum bisa dilalui,” ujarnya.
    Saat ini, banjir di sejumlah titik telah berangsur surut. Di beberapa lokasi, penanganan juga dilakukan dengan penyedotan air menggunakan pompa
    portable
    apung.
    Berikut rincian titik banjir dan longsor yang dilaporkan ke Damkar Kota Depok:
    Selain itu, banjir juga terjadi di Perumahan Taman Duta Cimanggis, tepatnya di Jalan Taman Duta Timur, Kota Depok.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    di lokasi, genangan air terlihat sepanjang lebih dari 500 meter di bahu Jalan Taman Duta Timur dan Jalan Taman Duta Barat.
    Ketinggian air di Jalan Taman Duta Timur berkisar antara 20 hingga 35 sentimeter akibat luapan selokan. Sementara itu, di Jalan Taman Duta Barat, genangan air mencapai sekitar 50 sentimeter.
    Di antara kedua ruas jalan tersebut, Kali Cijantung mengalami peningkatan debit air hingga melampaui bahu jalan. Kondisi ini menyebabkan genangan membutuhkan waktu lebih lama untuk surut.
    Akibatnya, sejumlah pengendara sepeda motor memilih memutar arah untuk mencari jalur alternatif. Namun, ada pula pengendara yang nekat menerobos genangan hingga mesin kendaraannya mati dan harus didorong keluar dari air.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Banjir hingga Semeter, Warga Kebon Pala Bertahan di Lantai 2 Rumah
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        12 Januari 2026

    Banjir hingga Semeter, Warga Kebon Pala Bertahan di Lantai 2 Rumah Megapolitan 12 Januari 2026

    Banjir hingga Semeter, Warga Kebon Pala Bertahan di Lantai 2 Rumah
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Warga Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, bertahan di lantai dua rumah mereka kala banjir merendam permukiman dengan ketinggian 75 hingga 100 sentimeter.
    Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi mengatakan, hingga kini belum ada warga yang mengungsi karena kondisi masih dinilai aman.
    “Semua warga belum ada yang mengungsi, masih di lantai 2. Masih dihitung aman kalau begini,” ujar Sanusi, saat ditemui, Senin (12/1/2016).
    Banjir mulai menggenangi wilayahnya sejak pukul 08.00 WIB dengan ketinggian awal sekitar 25 sentimeter.
    “Genangan mulai jam 08.00 pagi awalnya 25 sentimeter, sekarang siang sudah 1 meter. Ini banjir pertama di tahun 2026, Desember kemarin udah lima kali,” kata Sanusi.
    Menurut Sanusi, banjir disebabkan intensitas hujan yang tinggi sejak dini hari, serta diperparah oleh kiriman air dari wilayah hulu seperti Bogor dan Depok.
    “Penyebabnya ya karena hujan, dari kemarin subuh sampai sore lagi, terus air kiriman juga,” imbuh dia.
    Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur
    Jakarta
    sejak pagi hingga siang hari, Senin (12/1/2026), menyebabkan jumlah wilayah terdampak banjir terus bertambah.
    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga pukul 12.00 WIB, 28 RT dan 44 ruas jalan terendam banjir.
    “BPBD mencatat saat ini terdapat 28 RT dan 44 ruas jalan tergenang,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, Senin.
    Genangan tersebar di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.
    Di Jakarta Barat, banjir merendam enam RT yang tersebar di Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Rawa Buaya.
    Ketinggian air mencapai 50 hingga 70 sentimeter akibat curah hujan tinggi.
    Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan jumlah RT terdampak terbanyak, yakni 19 RT.
    Banjir terjadi di enam kelurahan, yakni Cilandak Barat, Pondok Labu, Cipete Utara, Pela Mampang, Duren Tiga, dan Cilandak Timur.
    “Ketinggian air berkisar 40 hingga 95 sentimeter, dipicu hujan deras dan luapan Kali Krukut,” kata Yohan.
    Sementara itu, satu RT di Kelurahan Rawa Terate, Jakarta Timur, terendam banjir setinggi 40 sentimeter.
    Di Jakarta Utara, dua RT di Kelurahan Tanjung Priok tergenang air dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter.
    Selain permukiman warga, banjir juga merendam 44 ruas jalan di berbagai wilayah Jakarta.
    Sejumlah ruas jalan yang tergenang antara lain Jalan Anggrek di Rawa Badak Utara, Jalan Walang Baru VII A di Tugu Utara, Jalan Rorotan 10 di depan Masjid Tanwirul Ikhsan, Jalan Taman Stasiun di Tanjung Priok, Jalan Pegangsaan Dua, Jalan Boulevar Barat Raya di Kelapa Gading Barat, Jalan Daan Mogot di Cengkareng Timur, hingga Jalan Balai Rakyat di Jagakarsa.
    Ketinggian genangan di ruas jalan berkisar 10 hingga 50 sentimeter dan berdampak pada kelancaran arus lalu lintas.
    BPBD DKI Jakarta menyatakan telah mengerahkan personel untuk memantau dan menangani genangan di seluruh wilayah terdampak.
    Penanganan dilakukan dengan berkoordinasi bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) guna melakukan penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi optimal.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Usai 166 Sekolah Rakyat Rampung, Pemerintah Siapkan 104 Sekolah Permanen

    Usai 166 Sekolah Rakyat Rampung, Pemerintah Siapkan 104 Sekolah Permanen

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah secara resmi telah meresmikan pengoperasian 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Sekolah-sekolah tersebut saat ini telah menampung hampir 15.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

    Hal itu disampaikan Prasetyo usai menghadiri peresmian Sekolah Rakyat di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

    “Dari 166 Sekolah Rakyat ini, kurang lebih sudah menampung 15.000 siswa, baik siswa SD, SMP, maupun SMA, yang telah mengikuti pembelajaran. Sekolah Rakyat ini memang diperuntukkan bagi saudara-saudara kita yang berada di level paling membutuhkan atau paling sulit secara ekonomi,” ujar Prasetyo.

    Menurutnya, peresmian Sekolah Rakyat tidak sekadar menjadi seremoni pembukaan fasilitas pendidikan, tetapi juga momentum penegasan kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh warga negara, khususnya kelompok masyarakat paling rentan.

    “Hari ini menjadi momentum bahwa negara hadir, pemerintah hadir. Inilah tujuan bernegara, memberikan kesempatan kepada seluruh warga masyarakat, terutama dalam hal mengakses pendidikan,” tegasnya.

    Prasetyo mengakui bahwa gagasan Sekolah Rakyat pada awalnya menuai keraguan dari berbagai pihak karena dianggap tidak lazim. Namun pemerintah tetap melanjutkan program tersebut karena diyakini sebagai langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan yang tidak bisa ditunda.

    “Ini adalah langkah yang tidak normatif di awal ide Sekolah Rakyat. Banyak pihak menyangsikan, tetapi kita harus berani berpikir out of the box. Untuk memutus rantai kemiskinan, kita tidak bisa menunggu,” katanya.

    Dia menegaskan bahwa pengembangan Sekolah Rakyat tidak mengesampingkan perbaikan sekolah formal yang sudah ada. Pemerintah, kata Prasetyo, menargetkan renovasi minimal 60.000 sekolah pada tahun ini, disertai peningkatan kualitas guru dan fasilitas pembelajaran, termasuk distribusi panel interaktif ke ratusan ribu sekolah.

    Lebih lanjut, Prasetyo menyebut operasional Sekolah Rakyat memanfaatkan fasilitas milik Kementerian Sosial yang sebelumnya belum optimal. Pemanfaatan ini dinilai sebagai bukti bahwa aset negara dapat dioptimalkan untuk program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    “Di Banjarbaru ini kita memanfaatkan fasilitas Kemensos yang kita miliki, dan sekarang sudah operasional. Ini membuktikan bahwa banyak fasilitas negara yang bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih berdampak, terutama di bidang pendidikan,” ujarnya.

    Dia menegaskan bahwa pendidikan menjadi kunci kebangkitan nasional menuju Indonesia Emas 2045, seiring dengan upaya pemerintah membenahi ekonomi dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

    Ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di 104 titik pada tahun ini. Pembangunan tersebut diharapkan dapat menambah daya tampung peserta didik dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

    “Kita mohon doa restu supaya di tahun ini kita bisa membangun Sekolah Rakyat ideal di 104 titik, agar bisa menampung lebih banyak lagi masyarakat untuk mengenyam pendidikan,” tandas Prasetyo.

  • Banjir hingga Semeter, Warga Kebon Pala Bertahan di Lantai 2 Rumah
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        12 Januari 2026

    Banjir Setinggi 1 Meter Rendam Kebon Pala Jatinegara Megapolitan 12 Januari 2026

    Banjir Setinggi 1 Meter Rendam Kebon Pala Jatinegara
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Rumah warga RT 13 RW 05 Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur, terendam banjir akibat hujan deras sejak pagi hingga siang, Senin (12/1/2026).
    Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu Sanusi, mengatakan genangan air mulai muncul pukul 08.00 WIB dengan ketinggian 25 sentimeter hingga 1 meter.
    “Genangan mulai jam 08.00 pagi awalnya 25 sentimeter, sekarang siang sudah 1 meter. Ini
    banjir
    pertama di tahun 2026, Desember kemarin udah lima kali,” ungkap Sanusi saat ditemui, Senin.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    di lokasi, ketinggian banjir sekitar 75-100 senitimeter. Hal tersebut berdasarkan tiang listrik yang dicat atau dijadikan pengukur.
    Selain itu, masyarakat masih beraktivitas seperti biasa meski harus basah-basahan.
    Terlihat juga anak-anak bermain air di depan rumah mereka yang tergenang banjir.
    Selain itu, terlihat juga sejumlah serangga seperti kecoa yang menempel di dinding.
    Meski genangan air cukup tinggi, Sanusi menyebutkan belum ada warga yang mengungsi.
    Sebagian besar warga memilih bertahan di lantai dua rumah masing-masing.
    “Semua warga belum ada yang mengungsi, masih di lantai 2. Warga belum ada yang mengungsi, masih dihitung aman kalau begini,” jelasnya.
    Menurut Sanusi, banjir terjadi akibat intensitas hujan tinggi sejak dini hari dan kiriman air dari Bogor dan Depok.
    “Penyebabnya ya karena hujan, dari kemarin subuh sampai sore lagi, terus air kiriman juga,” ungkapnya.
    Sebelumnya,
    hujan deras
    yang mengguyur Jakarta sejak pagi hingga siang hari, Senin (12/1/2026), menyebabkan jumlah wilayah terdampak banjir terus bertambah.
    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga pukul 12.00 WIB, 28 RT dan 44 ruas jalan terendam banjir.
    “BPBD mencatat saat ini terdapat 28 RT dan 44 ruas jalan tergenang,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi
    BPBD DKI Jakarta
    , Mohamad Yohan, Senin.
    Genangan tersebar di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.
    Ketinggian air mencapai 50 hingga 70 sentimeter akibat curah hujan tinggi.
    BPBD DKI Jakarta menyatakan telah mengerahkan personel untuk memantau dan menangani genangan di seluruh wilayah terdampak.
    Penanganan dilakukan dengan berkoordinasi bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) guna melakukan penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi optimal.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Waspada Spionase di Balik Integrasi AI pada Perangkat Elektronik Rumah Tangga

    Waspada Spionase di Balik Integrasi AI pada Perangkat Elektronik Rumah Tangga

    Bisnis.com, JAKARTA — Integrasi artificial intelligence (AI) terhadap perangkat elektronik rumah tangga memiliki potensi ancaman, baik dari sisi keamanan dan keselamatan masyarakat, maupun dari perspektif keamanan nasional.

    Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja mengatakan, AI yang tertanam dalam perangkat elektronik rumah tangga atau smart home mampu mempelajari kebiasaan dan preferensi pengguna. 

    Misalnya, sebuah mesin cuci pintar dapat mengenali jenis kain dan memilih siklus pencucian terbaik secara otomatis, sementara oven pintar dapat menyesuaikan suhu dan waktu memasak sesuai dengan jenis makanan. 

    Televisi berbasis AI bahkan bisa merekomendasikan tayangan favorit berdasarkan pola tontonan. “Semua fitur ini tentu sangat membantu, namun pada saat yang sama, perangkat-perangkat tersebut juga mengumpulkan, menyimpan, dan memproses data pribadi pengguna secara terus-menerus,” jelas Ardi kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

    Data yang dikumpulkan oleh perangkat smart home tidak hanya terbatas pada preferensi penggunaan, tetapi juga bisa mencakup rekaman suara, gambar, lokasi, hingga pola aktivitas harian penghuni rumah. 

    Jika data ini jatuh ke tangan yang salah, risiko pencurian identias, pemantauan ilegal, hingga pemerasan dapat terjadi. 

    “Lebih dari itu, perangkat yang terhubung ke jaringan internet juga berpotensi diretas dan dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk mengakses sistem rumah tangga, bahkan mengendalikan perangkat dari jarak jauh tanpa sepengetahuan pemilik,” jelasnya.

    Berkaca pada kasus AI GROK yang sempat menjadi sorotan publik beberapa waktu lalu, katanya menjadi contoh nyata bagaimana teknologi AI yang tidak diawasi dengan ketat dapat menimbulkan risiko serius. 

    Dalam kasus tersebut, celah keamanan pada sistem AI membuka peluang bagi pelaku kejahatan digital untuk mengakses data sensitif dan mengendalikan perangkat dari luar. Hal ini menurutnya menjadi alarm bahwa inovasi teknologi, jika tidak diiringi dengan pengawasan dan regulasi yang memadai, justru dapat menjadi ancaman nyata bagi keamanan dan keselamatan masyarakat. 

    Lebih jauh lagi, risiko keamanan dari perangkat smarthome berbasis AI tidak hanya berdampak pada individu atau keluarga, tetapi juga dapat mengancam keamanan nasional. 

    “Bayangkan jika perangkat-perangkat ini digunakan secara masif di lingkungan strategis seperti gedung pemerintahan, fasilitas militer, atau pusat data nasional,” imbuhnya.

    Ardy menegaskan, serangan siber yang berhasil menembus sistem smart home di lokasi strategis dapat membuka akses bagi pelaku kejahatan untuk melakukan sabotase, spionase, atau bahkan mengganggu infrastruktur vital negara.

    Dalam konteks ini, keamanan perangkat smart home bukan lagi sekadar isu rumah tangga, melainkan menjadi bagian integral dari pertahanan dan keamanan nasional. Sayangnya, hingga saat ini, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam hal regulasi perlindungan data dan keamanan perangkat berbasis AI. 

    Praktisi yang bergiat lebih dari 30 tahun di dalam industri keamanan dan ketahanan itu menjelaskan, belum adanya aturan pelaksanaan pada Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), bisa berdampak pada produsen perangkat smarthome yang kerap kali mengabaikan aspek keamanan dan privasi. 

    Ketiadaan regulasi yang tegas membuat masyarakat dan negara berada dalam posisi rentan terhadap ancaman siber yang bisa datang kapan saja. Oleh karena itu, Ardi berharap regulator segera mengambil tindakan konkret dengan merumuskan aturan pelaksanaan yang detail dan relevan terhadap perkembangan teknologi smarthome berbasis AI. 

    Standar keamanan minimum, audit berkala, transparansi penggunaan data, serta sanksi tegas bagi pelanggaran harus menjadi prioritas dalam regulasi. 

    Selain itu, perlu ada upaya kolaborasi  antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan perangkat rumah tangga berbasis AI. Kemajuan teknologi menurutnya harus berjalan beriringan dengan perlindungan dan keamanan masyarakat. 

    “Jangan sampai inovasi yang diharapkan membawa kenyamanan dan  efisiensi justru menjadi ancaman baru yang mengintai di balik pintu rumah kita,” tegas Ardi.

  • Ekonomi Global 2026 Diramal Melandai, Ini Gara-garanya

    Ekonomi Global 2026 Diramal Melandai, Ini Gara-garanya

    Liputan6.com, Jakarta – Danantara Indonesia menilai perekonomian global pada 2026 akan berada dalam fase perlambatan yang berkepanjangan, meski risiko guncangan ekstrem dinilai mulai mereda. 

    Dalam laporan Danantara Economic Outlook 2026, tahun 2025 menjadi titik krusial bagi sistem perdagangan dan keuangan global yang sempat mengalami tekanan berat, namun terbukti tetap bertahan.

    Danantara mencatat kebijakan proteksionisme, ketegangan geopolitik, serta pengetatan kondisi keuangan global telah mengguncang kepercayaan pelaku usaha dan investor. Meski demikian, laporan tersebut menegaskan bahwa sistem global tidak runtuh, melainkan memasuki fase penyesuaian baru.

    “Ketika para sejarawan ekonomi di masa depan melihat kembali tahun 2025, mereka akan mengidentifikasikannya sebagai tahun ketika sistem perdagangan dan keuangan global menerima pukulan yang tampak mematikan namun tetap bertahan,” tulis Danantara dalam laporannya.

    Memasuki 2026, ketidakpastian global dinilai mulai menurun, meskipun tingkatnya masih relatif tinggi. Namun, tantangan baru muncul karena mesin pertumbuhan di berbagai ekonomi utama melemah secara bersamaan. 

    Amerika Serikat dinilai menghadapi risiko stagflasi akibat kombinasi kebijakan tarif, kebijakan imigrasi, dan siklus bisnis pascapandemi yang semakin matang. Sementara itu, Eropa dan Jepang dihadapkan pada tekanan kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang yang membatasi ruang fiskal.

    China juga disebut mengalami moderasi pertumbuhan setelah stimulus fiskal dan dorongan kredit yang dilakukan untuk mengantisipasi dampak tarif Amerika Serikat mulai berkurang. Kondisi ini menambah risiko perlambatan global yang lebih luas pada 2026.

    Danantara menyebut fase ini sebagai periode transisi, di mana ekonomi global bergerak dari fase gejolak menuju stagnasi relatif. Dalam laporan tersebut ditegaskan, “Kisah 2026, dengan demikian, sebagian adalah tentang kembalinya status quo sebelumnya.”

    Meski prospek global cenderung melemah, Danantara melihat peluang tetap terbuka, khususnya bagi negara berkembang yang memiliki permintaan domestik kuat dan kredibilitas kebijakan yang semakin baik. Dalam konteks ini, ekonomi global diperkirakan akan membengkok mengikuti siklus baru, tetapi tidak terfragmentasi atau terpecah menjadi blok-blok yang terpisah.   

  • Momen Gus Ipul Menangis di Depan Prabowo saat Peresmian 166 Sekolah Rakyat

    Momen Gus Ipul Menangis di Depan Prabowo saat Peresmian 166 Sekolah Rakyat

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tak kuasa menahan haru saat menutup sambutannya menjelang peresmian 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Peristiwa itu terjadi di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

    Dengan suara bergetar, Gus Ipul menyebut momentum peresmian Sekolah Rakyat sebagai peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia. 

    “Saya anggap ini sejarah,” ujar Gus Ipul singkat, sebelum terisak dan menghentikan sejenak pidatonya.

    Usai turun dari podium, Menteri Sosial tampak membungkukkan badan ke arah Presiden Prabowo Subianto. Presiden kemudian menepuk pundak Gus Ipul sebagai bentuk dukungan, saat sang menteri masih terlihat menahan tangis.

    Dalam bagian penutup sambutannya, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, melainkan warisan harapan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di seluruh pelosok negeri.

    “Sebagai kata-kata penutup, karena ini saya anggap sejarah. Bismillahirrahmanirrahim, kami ingin memastikan gagasan ini dikenang sebagai peristiwa sejarah, saat harapan tidak lagi diwariskan sebagai masa lalu, melainkan disiapkan sebagai masa depan,” ucapnya.

    Dia melanjutkan, kelak ketika anak-anak yang hidup di tepian sungai, lereng bukit, dan sudut-sudut negeri mampu berdiri sejajar dengan anak bangsa lainnya, sejarah akan mencatat momen ini.

    “Dan kelak, ketika anak-anak di tepian sungai, lereng bukit, dan sudut-sudut negeri berdiri sejajar di tengah bangsa ini, orang akan berkata pelan: ‘di masa itu, pernah ada seorang presiden yang menanam harapan dan menamainya Sekolah Rakyat’,” kata Gus Ipul dengan suara terisak. 

    Gus Ipul kemudian secara terbuka menyebut Presiden Prabowo Subianto sebagai penggagas utama program tersebut.

    “Presiden itu adalah Jenderal TNI Purnawirawan Prabowo Subianto,” ujarnya, disambut keheningan dan suasana haru di lokasi acara.

    Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Presiden Prabowo yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sebagai bagian dari strategi memutus rantai kemiskinan antargenerasi dan memperkuat fondasi sumber daya manusia Indonesia.