Blog

  • Kasus Bullying Siswa SMP Hingga Tewas, Cucun Sebut Guru Takut Dilaporkan
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        16 Oktober 2025

    Kasus Bullying Siswa SMP Hingga Tewas, Cucun Sebut Guru Takut Dilaporkan Nasional 16 Oktober 2025

    Kasus Bullying Siswa SMP Hingga Tewas, Cucun Sebut Guru Takut Dilaporkan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Wakil Ketua DPR Fraksi PKB Cucun Ahmad Syamsurijal menilai, ketakutan guru menjadi salah satu faktor banyak kasus perundungan (bully) yang terjadi di sekolah, termasuk yang menimpa ABP (12), bocah SMP yang tewas di Grobogan, Jawa Tengah. 
    Menurutnya, guru takut ikut campur terlalu jauh dalam urusan siswa karena takut dilaporkan kepada pihak berwajib.
    “Tidak akan terjadi seperti kasus di Grobogan, kalau pengawasan dari gurunya di dalam ruang sekolah, diberikan kewenangan penuh oleh orang tuanya,” kata Cucun di Kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu (15/10/2025).
    “Gurunya misalkan sekarang mau masuk dalam pengawasan seperti ini, kebanyakan guru justru sekarang takut dengan kondisi-kondisi tadi. Kalau terlalu masuk, misalkan melerai anak ini, tiba-tiba gurunya yang dilaporkan oleh salah satu pihak anak,” sambungnya.
    Cucun menilai, kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Ia mendorong perbaikan tata nilai karakter anak-anak Indonesia.
    “Ini evaluasi kurikulum, saya akan bicara dengan Pak Mendikdasmen ini, terutama perubahan kedekatan anak-anak kita dengan media sosial, kebebasan berpendapatnya, sampai di mana dikasih batasannya,” ujarnya.
    “Kalau di ruang sekolah, di mana dikasih kebebasannya juga. Anak-anak SD, SMP, SMA, pasti kan sudah ada barrier-barriernya ini,” imbuh Cucun.
    Seorang teman seangkatan ABP, APR (12), mengungkapkan bahwa peristiwa tragis itu bermula pada Sabtu (11/10/2025) pagi.
    Saat itu, ABP sempat terlibat perkelahian dengan El (12), salah satu teman sekelasnya.
    “Awal mulanya ABP diejek teman-temannya, lalu ABP tidak terima dan berkelahi. ABP dipukuli kepalanya dan kemudian berhenti. Itu saat jam ketiga, tapi belum ada guru,” kata APR, siswi kelas VII F, yang kelasnya bersebelahan dengan ruang kelas ABP, VII G, saat ditemui di rumah duka, Minggu pagi.
    Menurut APR, perundungan terhadap ABP tidak berhenti di situ. Sekitar pukul 11.00 WIB, ABP kembali dikerubungi teman-temannya dan diadu dengan siswa lain, AD (12).
    “Kamu beraninya sama siapa? Lalu ABP berkelahi dengan AD hingga kepala ABP kena pukul berkali-kali. Dia kejang-kejang dan dibawa ke UKS, tapi meninggal. Saat itu jam pelajaran, tapi guru belum datang,” lanjut APR.
    ABP ditemukan tidak bernyawa di ruang kelas VII G sekitar pukul 11.00 WIB.
    Kakek korban, Pujiyo (50), mengatakan bahwa sebelum meninggal, ABP sering mengeluh menjadi korban bullying verbal dan fisik di sekolah.
    Trauma akibat perlakuan itu sempat membuat ABP enggan berangkat sekolah.
    “Pernah sakit juga di kepala karena dipukuli dan tidak masuk sekolah. Kami akhirnya datangi sekolah dan melaporkannya. ABP pun kemudian mau masuk sekolah meski tetap dihina dan dianiaya. Dia itu anak penurut dan enggak aneh-aneh. Hobinya sepak bola,” ungkap Pujiyo.
    Ia pun menyayangkan lemahnya pengawasan dari pihak sekolah, yang menyebabkan kasus perundungan tersebut terus terjadi hingga akhirnya merenggut nyawa cucunya.
    “Harusnya diawasi, kan udah kejadian. Kasihan mas, anaknya pendiam. Orangtuanya kalau pulang hanya pas Lebaran,” tambahnya sambil menangis.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • ISPA Merebak di Jakarta, Dinkes Catat 1,9 Juta Kasus Sejak Awal 2025
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        16 Oktober 2025

    ISPA Merebak di Jakarta, Dinkes Catat 1,9 Juta Kasus Sejak Awal 2025 Megapolitan 16 Oktober 2025

    ISPA Merebak di Jakarta, Dinkes Catat 1,9 Juta Kasus Sejak Awal 2025
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat 1.966.308 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang Januari hingga Oktober 2025.
    Angka ini menandai lonjakan signifikan yang mulai teridentifikasi sejak pertengahan tahun.
    “Total kasus ISPA merupakan penyakit dengan jumlah kunjungan tertinggi di Puskesmas karena penularannya dapat terjadi dengan sangat mudah melalui percikan droplet maupun partikel aerosol di udara,” ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, saat dihubungi, Kamis (16/10/2025), dikutip
    Antara
    .
    Peningkatan kasus ISPA dipengaruhi oleh sejumlah faktor, terutama polusi udara dan fenomena musim kemarau basah yang melanda Jakarta tahun ini.
    Kedua hal tersebut membuat daya tahan tubuh warga menurun dan meningkatkan jumlah agen penyebab infeksi pernapasan di lingkungan padat penduduk.
    Gejala ISPA umumnya berupa batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam.
    “Pada kondisi yang berat, penderita bisa mengalami sesak napas yang membutuhkan penanganan medis segera,” tuturnya.
    Untuk mencegah penularan, Ani mengimbau warga menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
    Langkah sederhana seperti mencuci tangan, memakai masker di area publik, menerapkan etika batuk, serta menghindari asap rokok dinilai efektif menekan penyebaran penyakit.
    “Segera mengakses layanan kesehatan apabila mengalami gejala batuk dan pilek,” tambah Ani.
    Sementara itu, laporan BMKG mencatat suhu maksimum di Jakarta mencapai 36,7 derajat Celcius pada Oktober 2025, seiring posisi gerak semu matahari yang berada di selatan ekuator.
    Fenomena cuaca panas ekstrem ini diperkirakan berlangsung hingga November.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Cuaca Panas Menyengat di Jawa Tengah, Cilacap dan Banyumas Sentuh 34 Derajat Celsius, Semarang Terpanas
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        16 Oktober 2025

    Cuaca Panas Menyengat di Jawa Tengah, Cilacap dan Banyumas Sentuh 34 Derajat Celsius, Semarang Terpanas Regional 16 Oktober 2025

    Cuaca Panas Menyengat di Jawa Tengah, Cilacap dan Banyumas Sentuh 34 Derajat Celsius, Semarang Terpanas
    Editor
    CILACAP, KOMPAS.com –
    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap mencatat tren peningkatan suhu udara di sejumlah wilayah Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir.
    Peningkatan ini terjadi seiring pergeseran posisi semu matahari ke belahan bumi selatan.
    Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan, suhu maksimum di beberapa daerah mulai menunjukkan kenaikan signifikan.
    “Di Semarang, suhu maksimum mencapai 35 derajat Celsius pada 14 Oktober 2025, sementara di Kabupaten Cilacap dan sekitarnya berdasarkan pengukuran hingga hari ini, pukul 10.00 WIB, tercatat 32 derajat Celsius,” kata Teguh dikutip
    Antara
    , Kamis.
    Teguh Wardoyo bahkan membeberkan bahwa pengukuran melalui alat Automatic Agroclimate Weather Station (AAWS) menunjukkan suhu di wilayah Kroya lebih tinggi dari Kota Cilacap.
    “Bahkan, kata dia, berdasarkan pengukuran melalui Automatic Agroclimate Weather Station (AAWS) menunjukkan suhu di Kroya, Kabupaten Cilacap, lebih tinggi dari Kota Cilacap, karena mencapai 34 derajat Celsius,” ungkapnya.
    Demikian pula, suhu udara di Kabupaten Banyumas pada 14 Oktober 2025 tercatat mencapai 34 derajat Celcius berdasarkan AAWS.
    Fenomena meningkatnya suhu udara terjadi karena posisi semu matahari saat ini sudah bergeser ke atas Pulau Jawa.
    Kondisi ini membuat udara terasa panas lantaran berkurangnya tutupan awan yang menyebabkan radiasi sinar matahari langsung ke permukaan bumi.
    BMKG juga mencatat data historis suhu di Cilacap.
    Berdasarkan data klimatologi periode 1991–2020, suhu udara maksimum di Cilacap pada bulan Oktober pernah mencapai 34 derajat Celsius pada 2016.
    Sementara suhu tertinggi tercatat 35,3 derajat Celsius pada Maret 2012.
    BMKG memperkirakan suhu panas akan terus berlangsung hingga akhir Oktober.
    Suhu diperkirakan mulai menurun pada awal November 2025, seiring meningkatnya curah hujan.
    Masyarakat diimbau melakukan langkah antisipasi sederhana untuk melindungi diri dari paparan panas.
    BMKG meminta warga mengenakan pakaian pelindung, menggunakan payung, memperbanyak minum air putih, serta membatasi aktivitas di luar ruangan saat siang hari.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Usai Viral, Jalan Berlubang dan Tergenang Air di Kramat Jati Diperbaiki
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        16 Oktober 2025

    Usai Viral, Jalan Berlubang dan Tergenang Air di Kramat Jati Diperbaiki Megapolitan 16 Oktober 2025

    Usai Viral, Jalan Berlubang dan Tergenang Air di Kramat Jati Diperbaiki
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Sebuah video yang memperlihatkan kondisi jalan berlubang dan tergenang air di Jalan Haji Bokir Bin Djiun, Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, viral di media sosial.
    Dalam video yang diunggah akun Instagram @ijoeel, tampak jalan yang rusak dipenuhi genangan air yang diduga berasal dari kebocoran pipa milik PAM Jaya.
    Selain berlubang, permukaan aspal juga tampak terkelupas sehingga membuat jalan menjadi tidak rata dan membahayakan pengendara, khususnya roda dua.
    Sebuah kiriman dibagikan oleh ijoel (@ijoeel)
    Dalam video tersebut, tidak terlihat adanya rambu peringatan dari petugas di sekitar lokasi.

    Ini jalan rusak sudah banyak makan korban, enggak cuma rusak nih jalanan tapi juga ngeluarin air terus-terusan
    ,” tulis keterangan akun Instagram ijoeel.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    , Kamis (16/10/2025), jalan yang sebelumnya rusak itu kini telah diperbaiki.
    Aspal baru terlihat menutupi bagian yang semula berlubang dan air yang sempat menggenang sudah tidak tampak.
    Kendaraan kini dapat melintas dengan lancar meski pengendara masih perlu memperlambat laju kendaraannya karena adanya proyek di sisi jalan.
    Di sekitar lokasi juga terlihat tumpukan aspal dan tanda silang yang dibuat menggunakan cat semprot.
    Warga sekitar, Candra (47), mengatakan bahwa perbaikan jalan dilakukan segera setelah video tersebut viral.
    “Iya kalau enggak salah itu kemarin malam (diperbaiki) sebenarnya sering dilaporkan dan sering diperbaiki, tapi selalu bolong lagi,” jelas Candra saat ditemui, Kamis.
    Menurut dia, kerusakan jalan sudah terjadi sekitar tiga minggu terakhir akibat kebocoran air dan banyaknya kendaraan besar yang melintas.
    “Mungkin air PAM bocor terus di sini yang lewat banyak Transjakarta dari arah Pinang Ranti. Jadi lama-lama rusak, karena jalan tergenang dilintasi kendaraan besar,” ungkapnya.
    Candra menambahkan, jalan rusak itu kerap menyebabkan kecelakaan, terutama pada malam hari.
    “Sering banget kecelakan, tapi enggak (sampai) meninggal, cuma luka. Mungkin karena ngebut eh tapi jalan gelombang, sering malem kecelakan,” jelasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pemkot Jakpus tertibkan PKL di Jalur Transjakarta Tanah Abang 2

    Pemkot Jakpus tertibkan PKL di Jalur Transjakarta Tanah Abang 2

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat menertibkan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar di area sekitar jalur Transjakarta Halte Tanah Abang 2 dalam rangka menjaga keamanan, dan ketertiban umum.

    “Kita lihat sendiri banyaknya PKL yang menggunakan trotoar, termasuk parkir liar, serta angkutan umum yang berhenti sembarangan menimbulkan keresahan bagi warga, jadi kita tertibkan supaya lebih nyaman,” kata Kepala Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Pusat TP Purba di Jakarta, Kamis.

    Menurut dia, penertiban dilakukan oleh 100 petugas gabungan dan menyasar PKL di sepanjang Jalan Jati Baru Raya, Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    Purba mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan wali kota untuk menertibkan jalur perlintasan Transjakarta.

    Untuk sanksi yang diberikan hanya sebatas teguran, tetapi tidak menutup kemungkinan akan diberikan surat peringatan dan tindak pidana ringan (tipiring) bagi para pelanggar.

    “Harapannya, dengan dilakukan penertiban ini seluruh masyarakat dapat bersama menjaga ketertiban sehingga timbul rasa nyaman bagi sesama pengguna jalan,” ujarnya.

    Sementara itu, Wakil Camat Gambir Nuralamsyah menyampaikan apresiasi dalam mendukung program pemerintah untuk menjaga keamanan, dan ketertiban umum.

    “Saya harap tidak hanya dari pihak pemerintah, tetapi juga perlu adanya kolaborasi semua pihak untuk menjaga ketertiban di wilayah Stasiun Tanah Abang,” katanya.

    Untuk petugas gabungan yang terlibat dalam penertiban itu terdiri dari Satpol PP, Sudin Perhubungan, Bina Marga, dan TNI-Polri.

    Pewarta: Khaerul Izan
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Jadi "Mock Up" Koperasi, Kopdes Merah Putih Sukasari Masih Sewa Kantor dan Kekurangan Modal
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        16 Oktober 2025

    Jadi "Mock Up" Koperasi, Kopdes Merah Putih Sukasari Masih Sewa Kantor dan Kekurangan Modal Bandung 16 Oktober 2025

    Jadi “Mock Up” Koperasi, Kopdes Merah Putih Sukasari Masih Sewa Kantor dan Kekurangan Modal
    Tim Redaksi
    KARAWANG, KOMPAS.com
    – Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Sukasari menjadi salah satu koperasi percontohan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Meski telah menjajaki sejumlah sektor bisnis, pengurus koperasi ini mengaku masih terkendala keterbatasan modal.
    Ketua Koperasi Desa Merah Putih Sukasari, Enjang Taslim, mengatakan koperasi yang dipimpinnya menjadi percontohan berkat kekompakan pengurus dan pengawas, serta dukungan Kepala Desa Sukasari.
    “Misalnya terus ada pertemuan atau kegiatan meski kantor pinjam,” kata Enjang, Rabu (15/10/2025).
    Ia menjelaskan, kantor koperasi saat ini masih meminjam tempat milik salah satu pengembang di wilayahnya hingga Desember mendatang. Jika dana terkumpul, koperasi berencana menyewa kantor tetap.
    Enjang menyebut sejumlah usaha yang sudah berjalan antara lain penjualan seragam siswa tingkat SD, gas LPG, beras Bulog, gula, dan air minum kemasan.
    Seragam siswa menjadi produk dengan permintaan terbanyak. Produksi dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun warga yang memiliki usaha konveksi rumahan.
    Selain itu, koperasi juga menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan BUMN seperti Pertamina Patra Niaga, Id Food, dan Bulog. Adapun kerja sama yang masih dalam proses yakni dengan PT KAI, Kantor Pos, PLN, Pupuk Indonesia, dan Samsat.
    “Dari swasta juga ada, misalnya untuk konsinyasi minuman kesehatan,” ujar Enjang.
    Meski usaha berjalan, Enjang mengakui koperasi masih menemui sejumlah kendala, terutama keterbatasan modal dan birokrasi kerja sama dengan BUMN yang dinilai cukup rumit.
    “Seperti kemarin untuk gas saja kita pinjam dari orang tua pengurus yang usahanya tidak dilanjutkan. Kami pun pengurus masih bekerja secara sukarela,” ucapnya.
    Modal koperasi, kata Enjang, selama ini hanya berasal dari iuran sekitar 145 anggota. Namun, sebagian besar hanya membayar iuran di awal bergabung. Akibatnya, koperasi sering kesulitan memenuhi permintaan pelanggan.
    Atas kondisi tersebut, Enjang berharap pemerintah mempermudah akses permodalan dan memangkas birokrasi kerja sama dengan BUMN.
    “Harapan dana cepat turun, koperasi dipermudah, difasilitasi oleh pemerintah supaya pengurusnya tidak kebingungan menjalankan usaha,” kata dia.
    Sebagai koperasi percontohan, Enjang berharap pemerintah memberi dukungan lebih serius agar seluruh lini usaha dapat berjalan optimal dan benar-benar menjadi model bagi koperasi desa lainnya di Karawang.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ratusan Alumni dan Santri Bondowoso Tuntut Pencabutan Izin Siar Trans7

    Ratusan Alumni dan Santri Bondowoso Tuntut Pencabutan Izin Siar Trans7

    Bondowoso (beritajatim.com) – Ratusan santri dan alumni santri dari sejumlah pondok pesantren (ponpes), berunjukrasa di depan monumen gerbong maut alun-alun RBA Ki Ronggo Bondowoso, Kamis (16/10/2025) siang.

    Mereka menuntut pencabutan izin siar Trans7 yang dinilai telah menyebarkan video provokatif dan menyakiti hati umat Islam di Indonesia, utamanya kaum nahdhiyin.

    Korlap aksi, Abdul Khalik dalam orasinya mengatakan, sejatinya unjukrasa bukan tradisi dan budaya para santri.

    “Tapi karena tayangan Trans7 telah mengiris hati kami, maka tidak ada pilihan: kami wajib turun ke jalan seperti saat ini!” katanya.

    Khalik menilai, video Xpose Unsencored Trans7 adalah video ujaran kebencian yang dibungkus selayaknya produk jurnalistik.

    “Itu bukan produk jurnalistik. Itu ujaran kebencian berkedok produk jurnalistik yang memecah belah umat Islam,” nilainya.

    Dalam penggalan video tersebut tersajikan bahwa tawadhu’nya santri pada kiainya dianggap sebagai upaya kiai memperkaya diri dengan menerima amplop santrinya.

    “Kalau kiai ingin memperkaya diri di pesantren, kenapa para pengusaha tidak berlomba-lomba mendirikan pesantren? Kami diajari adab dan cara hidup baik. Sewajarnya kami berterima kasih pada kiai kami,” paparnya.

    Suasana unjukrasa santri dan alumni santri di depan monumen gerbong maut alun-alun RBA Ki Ronggo Bondowoso, Kamis (16/12/2025). (Deni Ahmad Wijaya/BeritaJatim.com)

    Ahmad Dhafir, alumni santri Ponpes Sidogiri juga senada. Ia menilai bahwa sebenarnya Trans TV tahu bahwa kemerdekaan Indonesia tak lepas dari jasa perjuangan para ulama NU.

    “Jangan lupakan juga bahwa Ponpes Lirboyo pernah jadi markas Divisi Brawijaya tahun 1945. Para ulama juga ikut berjasa dalam penumpasan PKI. Kami mencurigai bahwa Trans 7 saat ini disusupi antek-antek PKI,” pekik Dhafir.

    Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid menyambut baik aspirasi dari para santri serta alumni santri yang berjalan tertib.

    “Kami juga akan menyampaikan aspirasi sesuai dengan regulasi yang berlaku,” kata pria yang juga pengasuh Ponpes Nurul Jadid tersebut.

    Usai demonstrasi, massa aksi bergerak ke Polres Bondowoso untuk melaporkan dugaan kasus pencemaran nama baik dan ITE Trans 7 ke pihak berwajib. (awi/ted)

  • Polda Jabar Cabut Police Line, Operasional Bandung Zoo Diserahkan ke Pemda
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        16 Oktober 2025

    Polda Jabar Cabut Police Line, Operasional Bandung Zoo Diserahkan ke Pemda Bandung 16 Oktober 2025

    Polda Jabar Cabut Police Line, Operasional Bandung Zoo Diserahkan ke Pemda
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com
    – Polisi mencabut kebijakan
    police line
    atau garis polisi di area Bandung Zoo atau Kebun Binatang Bandung dan menyerahkan sepenuhnya kewenangan operasional kepada Pemerintah Daerah.
    Keputusan tersebut disampaikan setelah Kapolda Jabar menerima laporan dari Kapolrestabes Bandung dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar terkait perkembangan kasus sengketa pengelolaan Kebun Binatang Bandung.
    “Terkait dengan penetapan pakai
    police line
    itu kebijakannya dicabut oleh Pak Kapolda dan (operasionalnya) diserahkan kewangannya ke pihak Pemda,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan yang ditemui di Mapolda Jabar, Kamis (16/10/2025).
    Meski begitu, Polda Jabar memastikan tetap menindaklanjuti laporan dan pengaduan dari berbagai pihak yang mengeklaim memiliki hak atas lahan tersebut melalui jalur hukum yang berlaku.
    Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan tengah ditangani oleh kepolisian serta pihak kejaksaan.
    Menurutnya, kasus ini terbilang kompleks karena menyangkut aspek hukum perdata dan pidana.
    Meski demikian, Kapolda Jabar menegaskan komitmen kepolisian untuk tetap memproses setiap laporan secara profesional hingga ditemukan titik terang atas persoalan hukum yang ada.
    “Cukup pelik ya, ada perdatanya, ada hukum pidananya juga, nah itu semua akan berproses sampai nanti ada titik terang karena pihak kejaksaan sudah memproses, kepolisian berproses. Nanti ada titik terang dari kasus hukum ini akan disesuaikan dengan
    privilege
    masing-masing,” ucapnya.
    Dengan dicabutnya
    police line
    , kegiatan operasional Kebun Binatang Bandung kini menjadi kewenangan pemerintah daerah, dalam hal ini Pemerintah Kota Bandung.
    Polda Jabar berharap langkah ini dapat menjaga stabilitas dan kelancaran pengelolaan sambil menunggu hasil proses hukum yang berjalan.
    “Dari kepolisian tetap komitmen proses-proses hukumnya. Operasionalnya kami serahkan kepada Pemda,” tutur Hendra.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Menengok Partisipasi Program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Remaja Samarinda
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        16 Oktober 2025

    Menengok Partisipasi Program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Remaja Samarinda Regional 16 Oktober 2025

    Menengok Partisipasi Program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Remaja Samarinda
    Tim Redaksi
    SAMARINDA, KOMPAS.com
    – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus dimanfaatkan masyarakat.
    Di Samarinda, UPTD Puskesmas Remaja di Jalan Mayjen Sutoyo, Kecamatan Sungai Pinang, mencatat sebanyak 413 warga telah mengikuti layanan ini sejak 1 Januari hingga 15 Oktober 2025.
    Admin CKG Puskesmas Remaja, Lestiani Aulia Hasmy, menyebut jumlah tersebut masih tergolong rendah dibandingkan puskesmas lain di wilayah Sungai Pinang.
    “Sampai 15 Oktober capaiannya 413 orang. Angka ini masih rendah karena puskesmas lain sudah mencapai sekitar 900 peserta,” ujar Lestiani kepada
    Kompas.com,
    Kamis (16/10/2025).
    Berdasarkan data puskesmas, peserta CKG didominasi usia produktif dan lanjut usia.
    Kelompok umur 40–59 tahun menjadi yang terbanyak dengan 135 orang, disusul usia 30–39 tahun sebanyak 82 orang, usia 18–29 tahun 78 orang, anak 1–6 tahun 65 orang, dan lansia di atas 60 tahun 51 orang.
    Sementara peserta dari kalangan pelajar hanya tercatat dua orang.
    Lestiani menjelaskan, rendahnya angka partisipasi masyarakat dipengaruhi oleh keterbatasan jadwal pelayanan dan inisiatif warga yang masih rendah.
    “Awal-awal program diluncurkan, peminatnya tinggi, bisa sampai sepuluh orang per hari. Sekarang makin sedikit, rata-rata dua orang. Selain karena kesibukan warga, jadwal kami juga hanya Rabu dan Kamis,” katanya.
    Program CKG di Puskesmas Sutoyo diprioritaskan untuk warga yang BPJS-nya terdaftar di wilayah kerja puskesmas, meliputi Kelurahan Temindung Permai, Gunung Lingai, dan Bandara.
    Namun, warga luar daerah tetap bisa dilayani bila kapasitas memungkinkan.
    Layanan pemeriksaan yang diberikan cukup lengkap, mulai dari cek darah, tekanan darah, gigi, mata, hingga skrining kesehatan mental.
    “Pemeriksaannya dari ujung kepala sampai kaki. Kalau ada indikasi tertentu, kami rujuk ke fasilitas lanjutan,” ujar Lestiani.
    Untuk meningkatkan partisipasi, pihak puskesmas juga melakukan sosialisasi dan jemput bola lewat kegiatan posyandu atau pelayanan keliling.
    “Kami ajak warga yang ditemui untuk langsung ikut cek gratis. Sayang kalau dilewatkan karena semua fasilitasnya gratis,” katanya.
    Layanan CKG di Puskesmas Sutoyo dibuka setiap Rabu dan Kamis pukul 07.30–11.00 Wita, sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesadaran deteksi dini kesehatan di masyarakat.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Demo Antikriminal di Peru Berujung Ricuh, 1 Orang Tewas-Puluhan Luka

    Demo Antikriminal di Peru Berujung Ricuh, 1 Orang Tewas-Puluhan Luka

    Lima

    Unjuk rasa memprotes maraknya aksi kriminal diwarnai kerusuhan dan kekerasan di Lima, ibu kota Peru, pada Rabu (15/10) waktu setempat. Sedikitnya satu orang tewas dan puluhan orang lainnya, termasuk personel kepolisian, mengalami luka-luka.

    Aksi protes kembali muncul di berbagai wilayah Peru setelah Presiden Jose Jeri, yang baru menjabat beberapa hari, gagal meredam kemarahan rakyat terhadap pemerintah, yang dipicu oleh maraknya tindak kriminal di negara tersebut.

    Unjuk rasa yang dipimpin kalangan muda ini melibatkan ribuan warga Peru, yang merasa frustrasi dengan kegagalan pemerintah mengatasi krisis kejahatan yang semakin memburuk, yang turun ke jalanan di Lima dan beberapa kota lainnya.

    Kantor Ombudsman dalam laporannya, seperti dilansir AFP, Kamis (16/10/2025), menyebut sekitar 102 orang mengalami luka-luka akibat berbagai tindak kekerasan selama unjuk rasa berlangsung. Jumlah korban tewas itu terdiri atas 24 warga sipil dan 78 polisi.

    Sejumlah demonstran, menurut koresponden AFP, berupaya menerobos pagar pembatas di sekitar gedung Kongres Peru pada malam hari. Para demonstran lainnya juga melemparkan batu dan menyalakan kembang api.

    Para polisi dengan perlengkapan antihuru-hara merespons aksi para demonstran dengan tembakan gas air mata.

    Presiden Jeri mengumumkan satu kematian dalam bentrokan saat unjuk rasa.

    “Saya menyesalkan kematian seorang warga berusia 32 tahun, Eduardo Ruiz Sanz,” kata Presiden Jeri dalam pernyataan via media sosial X, namun tanpa merinci lebih lanjut soal penyebab kematian tersebut.

    Koordinator Hak Asasi Manusia Nasional, sebuah LSM, menyebut kematian itu disebabkan oleh tembakan polisi berpakaian preman.

    Presiden Jeri juga mengatakan bahwa “unjuk rasa damai” telah disusupi oleh para penjahat yang ingin “menimbulkan kekacauan”.

    Peru telah diselimuti unjuk rasa selama berminggu-minggu, dan para anggota parlemen negara itu, pada Jumat (10/10) lalu, memutuskan untuk memakzulkan Presiden Dina Boluarte, pendahulu Presiden Jeri. Boluarte disalahkan atas lonjakan tindak kriminal dan dituduh melakukan korupsi.

    Tindak pemerasan dan pembunuhan kontrak telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari di berbagai wilayah Peru. Geng-geng kriminal seperti Los Pulpos dan Tren de Aragua dari Venezuela, yang beroperasi di Amerika Latin, menyandera orang-orang dari berbagai lapisan untuk mendapatkan uang tebusan.

    Jeri, yang menjabat sebagai presiden sementara hingga pemilu digelar pada April tahun depan, telah bersumpah untuk “menyatakan perang” terhadap kejahatan terorganisir dalam upaya meredakan protes.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)