Blog

  • Skema Kredit Honda Vario 125 Terbaru, Cicilan Rp 1 Jutaan

    Skema Kredit Honda Vario 125 Terbaru, Cicilan Rp 1 Jutaan

    Jakarta

    Honda Vario 125 menjadi salah satu opsi buat konsumen di segmen entry level. Motor ini cocok buat konsumen yang ingin naik kelas dari Honda BeAT. Apalagi Vario baru saja mendapatkan penyegaran akhir tahun lalu. Konsumen bisa meminang Vario terbaru dengan cicilan Rp 1 jutaan.

    Generasi terbaru Honda Vario 125 ditawarkan dalam tiga varian, yakni CBS ACC, CBS ISS ACC, dan satu varian baru Street ACC yang punya tongkrongan ala motor petualang dengan model setang telanjang. Varian Street cocok buat konsumen Vario 125 yang senang berkendara jarak jauh alias touring.

    Mengutip laman Wahana Honda, skema kredit Honda Vario 125 ditawarkan dengan banyak opsi tenor, mulai jangka 11 bulan hingga jangka 35 bulan. Dengan uang muka Rp 5 jutaan dan tenor angsuran 35 bulan, motor ini sudah bisa dicicil dengan uang Rp 1 jutaan per bulan.

    Skema Cicilan Honda Vario 125

    1. New Vario 125 CBS ACC (Rp 25.153.000)

    Uang muka: Rp 5.500.000Tenor: 35 bulanAngsuran: Rp 1.108.000Uang muka: Rp 5.500.000Tenor: 11 bulanAngsuran: Rp 2.373.000

    2. New Vario 125 CBS ISS ACC (Rp 26.808.000)

    Uang muka: Rp 5.800.000Tenor: 35 bulanAngsuran: Rp 1.179.000Uang muka: Rp 5.800.000Tenor: 11 bulanAngsuran: Rp 2.525.000

    3. New Vario 125 Street ACC (Rp 27.242.000)

    Uang muka: Rp 5.900.000Tenor: Rp 35 bulanAngsuran: Rp 1.196.000Uang muka: Rp 5.900.000Tenor: 11 bulanAngsuran: Rp 2.562.000

    Spesifikasi New Honda Vario 125

    All New Honda Vario 125 meluncur akhir 2025 lalu dengan tampilan yang lebih segar dan modern. Sementara untuk jantung pacunya masih ditenagai mesin kapasitas 125 cc liquid-cooled dengan teknologi eSP yang menawarkan konsumsi BBM irit hingga 51,7 km/liter.

    Motor ini juga punya akomodasi yang bagus dengan kapasitas bagasi 18 liter yang memberikan ruang penyimpanan luas untuk menyimpan helm maupun mantel hujan. Tidak hanya itu, terdapat juga hook fungsional yang memudahkan pengendara membawa berbagai kebutuhan dengan lebih aman dan fleksibel.

    Fitur lainnya meliputi panel meter full digital menampilkan beragam informasi penting seperti indikator kecepatan, jarak tempuh, bahan bakar, jam digital, indikator tegangan baterai, pengingat penggantian oli, trip meter, serta indikator ISS dan Honda Smart Key untuk tipe CBS-ISS dan Street.

    (lua/din)

  • Jadi Tersangka KPK, DJP Berhentikan Sementara 3 Pegawai KPP Jakut

    Jadi Tersangka KPK, DJP Berhentikan Sementara 3 Pegawai KPP Jakut

    Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak tiga pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka korupsi. DJP pun kemudian memberhentikan sementara ketiga pegawainya itu.

    Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Rosmauli menjelaskan atas penetapan tersangka korupsi itu, DJP menghormati dan mendukung penuh langkah KPK dalam menjalankan tugas penegakan hukum.

    DJP memandang peristiwa tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap integritas dan tidak akan menoleransi korupsi, suap, gratifikasi, pemerasan, maupun penyalahgunaan kewenangan dalam bentuk apa pun.

    Sejalan dengan itu, DJP kemudian bersikap kooperatif dan koordinatif dalam memberikan dukungan penuh kepada KPK. Kemudian, DJP akan memberikan informasi yang diperlukan untuk mendukung proses penegakan hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

    “Terhadap pegawai DJP yang ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan, DJP menerapkan pemberhentian sementara sesuai Pasal 53 ayat (2) UU Nomor 20 Tahun 2023,” kata Rosmauli dalam keterangan tertulis pada Senin (12/1/2026).

    DJP kemudian terus berkoordinasi dengan KPK untuk mengusut tuntas siapapun oknum pegawai yang terlibat. Apabila terbukti bersalah, DJP akan menjatuhkan sanksi semaksimal mungkin sesuai ketentuan yang berlaku.

    Sementara itu, DJP memastikan pelayanan perpajakan kepada masyarakat tetap berjalan normal, serta menjaga agar penanganan perkara ini tidak mengganggu hak dan layanan wajib pajak.

    DJP pun melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses bisnis, tata kelola pengawasan, dan pengendalian internal pada unit terkait, termasuk penguatan langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak berulang.

    Adapun, terhadap pihak eksternal yang berstatus sebagai konsultan pajak, DJP mendukung penegakan kode etik profesi dan penindakan administratif berupa pencabutan izin praktik konsultan pajak oleh Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan, dengan koordinasi bersama DJP dan asosiasi profesi.

    Sebagaimana diketahui, KPK telah menetapkan lima orang tersangka pada kasus dugaan suap pemeriksaan pajak terhadap PT Wanatiara Persada, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan (smelting) nikel di Maluku Utara.  

    Lima orang tersangka itu yakni Kepala KPP Madya Jakarta Utara Dwi Budi; Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi (Waskon) KPP Madya Jakarta Utara Agus Syaifudin; Tim Penilai di KPP Madya Jakarta Utara Asko Bahtiar; Konsultan Pajak Abdul Kadim Sahbudin; serta Staf PT WP Edy Yulianto.  

    Modus ‘All in’ ke WP

    Berdasarkan konstruksi perkaranya, KPP Madya Jakarta Utara menemukan potensi kurang bayar Pajak Bumi dan Bangunan PT Wanatiara Persada Rp75 miliar. 

    Namun, bukannya melakukan penagihan, tersangka Agus justru diduga meminta agar PT WP membayarkan pajak “all in” sebesar Rp23 miliar. 

    Kode “all in” itu diduga merujuk pada jatah Rp8 miliar dari total Rp23 miliar, yang akan dibagi-bagikan ke petugas pajak. Usai PT WP keberatan, pada Desember 2025 tercapai kesepakatan untuk pembayaran Rp15,7 miliar. Nilai tersebut turun sekitar Rp59,3 miliar atau sebesar 80% dari nilai awal yang ditetapkan, sehingga menyebabkan pendapatan negara menjadi berkurang signifikan. 

    Sebagai modus untuk memenuhi fee itu, maka PT WP melakukan pencairan dana dengan skema kontrak fiktif jasa konsultasi keuangan dengan menggunakan perusahaan PT Niogayo Bisnis Konsultan yang dimiliki oleh tersangka Abdul. Fee yang diterima oleh para tersangka, yakni Rp4 miliar dan ditukarkan dalam bentuk mata uang Singapura.  

    “Dari penerimaan dana tersebut, pada Januari 2026, AGS dan ASB mendistribusikan uang kepada sejumlah pegawai di lingkungan Ditjen Pajak dan pihak-pihak lainnya,” terang Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu pada konferensi pers, Minggu (11/1/2026).  

    Adapun KPK dalam proses tangkap tangan menemukan bukti dengan total nilai mencapai Rp6,38 miliar, dengan rincian uang tunai Rp793 juta; SGD165.000 atau setara Rp2,16 miliar; dan Logam Mulia seberat 1,3 kg atau senilai Rp3,42 miliar.  

    Kedua pemberi suap disangkakan melanggar telah melanggar ketentuan dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 20 Undang-Undang No. 1/2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). 

    Sementara itu, ketiga pejabat pajak selaku penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12B UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau Pasal 606 ayat (2) UU No.1/2026 tentang Penyesuaian Pidana Jo Pasal 20 UU No.1/2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

  • Pandji Pragiwaksono, Menghina Agama atau Mengoreksi Ormas?

    Pandji Pragiwaksono, Menghina Agama atau Mengoreksi Ormas?

    Pandji Pragiwaksono, Menghina Agama atau Mengoreksi Ormas?
    Pengajar pada Program Studi Hukum Tata Negara UIN Sunan Gunung Djati Bandung
    Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.
    PANDJI
    Pragiwaksono mencuri perhatian publik. Sebuah laporan ke Polda Metro Jaya menyebut penampilannya dalam pertunjukan
    stand up comedy
    menyudutkan ormas keagamaan dan—lebih jauh lagi—dianggap sebagai penistaan agama.
    Kasusnya sontak memantik perdebatan, apakah kritik terhadap ormas bisa diperlakukan setara dengan penghinaan terhadap agama?
    Dalam kerangka teori hukum, penghinaan agama dipahami sebagai tindakan yang menyerang aspek teologis, doktrinal, atau simbol suci yang dianggap sakral oleh pemeluk agama.
    Substansinya menyentuh inti keyakinan, kepercayaan spiritual, mendiskreditkan ritual, kitab suci, atau doktrin inti yang melukai martabat umat beragama terkait.
    Adapun ormas keagamaan—sebesar apa pun pengaruhnya—bukan entitas suci dan tidak berada pada tingkatan kesucian teologis.
    NU, Muhammadiyah, Al-Washliyah, atau organisasi keagamaan lain bergerak dalam ruang interaksi publik sebagai institusi ciptaan manusia.
    Ormas keagamaan merupakan lembaga duniawi yang punya kepentingan, aset, struktur, strategi, dan sumber daya. Karena karakter itu, ormas keagamaan dapat dikritik sebagaimana lembaga publik lain—partai politik, kampus atau korporasi.
    Kritik terhadap ormas keagamaan dapat dianggap sebagai bagian dari
    checks and balances
    masyarakat sipil.
    Kritik adalah bentuk pengawasan informal agar ormas keagamaan tidak terjerumus pada penyalahgunaan otoritas moral atau penyimpangan tujuan. Sangat salah kaprah ketika institusi duniawi menuntut penghormatan setingkat agama.
    Dengan membedakan agama dan institusi keagamaan, kita dapat menilai secara rasional tanpa harus merasa bahwa kritik ormas keagamaan merupakan serangan teologis.
    Seorang komedian, akademisi, kolumnis, atau aktivis dapat menyentil (bahkan termasuk mempertanyakan) sumber daya ekonominya, pengelolaan aset, posisi ideologisnya, termasuk pilihan politiknya, dan itu bukan menista akidah.
    Membedakan dua ranah antara agama dan ormas membantu kita keluar dari jebakan politik kesucian (
    holy politics
    ), termasuk supaya ormas tidak berlindung di balik simbol sakral untuk menutup ruang evaluasi. Politik kesucian ini berbahaya, karena membuat organisasi duniawi akan kebal kritik.
    Politik kesucian akan membuat ruang publik menjadi tidak sehat. Kritik organisatoris akan dianggap dosa. Pelurusan penyimpangan administratif dianggap perendahan keyakinan. Dan keputusan politik dianggap sebagai kehendak kesucian.
    Ormas keagamaan justru akan sangat dihargai apabila bersedia dikritik, karena itu menunjukkan kedewasaan institusional.
    NU dan Muhammadiyah, misalnya, punya sejarah panjang sebagai pilar modernisasi, pendidikan, dan dialog keagamaan.
    Sejarah itu menjadi kuat bukan karena mereka suci dari kritik, tetapi karena mereka terbuka terhadap pembaruan, pertanyaan, dan koreksi. Kritik adalah oksigen ormas-ormas besar. Tanpa kritik, ormas-ormas itu akan mandek dan kehilangan relevansi sosialnya.
    Memberi penghormatan setingkat agama kepada ormas bukan hanya salah kategori berpikir, tetapi salah rasa.
    Seperti lidah yang meyakini gula biang sebagai madu asli. Sekilas manis, tetapi palsu dari sumbernya, dan akibatnya merusak sensitivitas indera.
    Agama berasal dari wahyu—otoritasnya vertikal, legitimasinya transenden, sumbernya ilahiah. Sementara ormas keagamaan adalah produk sejarah, lahir dari kebutuhan sosial, konflik, ijtihad, dinamika pendidikan, dan politik.
    Ketika ormas menerima perlakuan emosional yang hanya layak diberikan kepada agama, terjadi dislokasi rasa: publik dipaksa mencampur dua jenis legitimasi yang berbeda total.
    Sesuatu yang tidak sakral diperlakukan sakral, bukan karena ia layak suci, tetapi karena rasa sosial publik sedang tumpul.
    Ketika rasa tumpul, kritik dianggap dosa, pertanyaan dianggap kemusyrikan, dan satire disamakan dengan penistaan. Padahal yang sedang disentuh bukan agama, tetapi organisasi ciptaan manusia.
    Dampak lanjutan dari salah rasa adalah inflasi kesucian, yaitu simbol-simbol agama dipompakan ke ranah organisasi, sehingga yang profan terasa suci dan yang suci menjadi barang dagangan legitimasi. Dampaknya tidak kecil.
    Pertama, ormas keagamaan menjadi kebal kritik dan lolos dari mekanisme pengawasan yang lazim dalam demokrasi.
    Kedua, elite organisasi dapat meminjam aura agama tanpa memikul disiplin spiritual setingkat itu.
    Ketiga, inflasi kesucian menghasilkan deflasi akal sehat, yaitu masyarakat kehilangan kemampuan membedakan antara iman dan preferensi organisasi.
    Di sinilah letak salah rasa. Penghormatan yang seharusnya untuk agama dialihkan ke ormas, sehingga kritik terasa kufur dan koreksi dianggap penistaan.
    Salah rasa jauh lebih berbahaya daripada salah duga. Salah duga bisa diperbaiki dengan data dan pengetahuan, sementara salah rasa memerlukan pendidikan batin dan nalar estetik agar indera religius bisa membedakan mana kemanisan ilahi dan mana manis artifisial.
    Dalam masyarakat demokratis, rasa sosial yang sehat mampu membedakan madu dari gula biang, sakral dari organisatoris, iman dari strategi. Bila batas itu kabur, kritik pada ormas dianggap bid’ah.
    Maka tugas nalar publik adalah memulihkan rasa: memberi agama pada derajatnya, dan ormas pada proporsinya.
    Di titik ini, pengelola ormas keagamaan, termasuk saya sebagai pengurus ormas juga, semestinya jujur melihat bayangan sendiri.
    Bila ormas meminta penghormatan setingkat agama, maka kritik otomatis terasa sebagai penistaan.
    Di dalam demokrasi, kritik adalah mekanisme menyelamatkan, bukan menghina. Dan di dalam agama, kerendahan hati adalah fondasi spiritual, bukan simbol imun dari koreksi.
    Kesadaran ini penting karena ormas bukan sakramen, melainkan alat sosial. Ia lahir dari kebutuhan manusia untuk berorganisasi, bukan dari wahyu.
    Dengan kesadaran sekadar alat, ormas tidak perlu menyucikan diri; cukup berprestasi dan lapang pada evaluasi.
    Jika sebagai pengelola ormas berani menerima logika ini, kita akan melihat bahwa menjaga jarak antara suci dan organisasi bukan ancaman, melainkan perlindungan.
    Dalam hal ini termasuk perlindungan terhadap agama agar tidak diinstrumentalisasi dan perlindungan terhadap publik agar tidak terjebak dalam salah rasa.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jalan Kena Banjir, Bus TransJ Koridor 9 Arah Pluit Cuma Sampai Grogol

    Jalan Kena Banjir, Bus TransJ Koridor 9 Arah Pluit Cuma Sampai Grogol

    Jakarta

    Banjir merendam sejumlah titik di Jakarta pada hari ini. TransJakarta pun memperpendek bus rute 9 arah Pluit jadi hanya sampai Halte Grogol Reformasi.

    “Koridor 9: Pinang Ranti-Pluit mengalami perpendekan rute menjadi Pinang Ranti-Grogol Reformasi dikarenakan adanya genangan air pada jalur yang dilalui,” tulis akun X resmi PT Transjakarta pada Senin (12/1/2026).

    Pantauan detikcom di Halte Grogol Reformasi sekitar pukul 12.00, petugas halte juga mengumumkan bus Koridor 9 arah Pluit untuk turun di Halte Grogol Reformasi. Halte Grogol Reformasi menjadi tujuan akhir rute tersebut imbas banjir.

    Penumpang tampak keluar dari bus. Hujan terpantau masih mengguyur kawasan Grogol.

    Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta mengatakan banjir akibat hujan deras meluas. BPBD DKI mencatat 23 ruas jalan serta 10 wilayah rukun tetangga (RT) di Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Utara (Jakut).

    “Saat ini, terdapat 10 RT dan 23 ruas jalan tergenang,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta dilansir Antara, Senin.

    Berikut jalan terdampak banjir di Jakarta:

    1. Jalan Anggrek, Kel. Rawa Badak Utara
    2. Jalan Walang Baru VII A, Kelurahan Tugu Utara
    3. Jalan Rorotan 10, di depan Masjid Tanwirul Ikhsan, Kelurahan Rorotan
    4. Jalan Taman Stasiun, Kelurahan Tanjung Priok
    5. Jalan Pegangsaan Dua (depan Yakobus), Kelurahan Pegangsaan Dua.

    6. Jalan Rawa Indah, RT.03/03, Kelurahan Pegangsaan Dua
    7. Jalan Pegangsaan Dua, di depan Apartemen Greenhill, Kelurahan Pegangsaan Dua
    8. Jalan Hybrida, Kelurahan Pegangsaan Dua
    9. Jalan Pegangsaan Dua, di depan RJTM, Kelurahan Pegangsaan Dua
    10. Jalan Arteri, Kelurahan Pegangsaan Dua
    11. Jalan Agung Karya VI, Kelurahan Sungai Bambu
    12. Jalan Jampea, RW 007, di depan makam Mbah Priok, Kelurahan Koja
    13. Jalan Deli, RW 007, Kelurahan Koja
    14. Lorong 22, RW 007, Kelurahan Koja
    15. Jalan Mawar, RW 002, Kelurahan Koja

    16. Jalan Cipeucang V, RW 013, Kelurahan Koja
    17. Lorong Z, RW 001, Kelurahan Koja
    18. Jalan Muara Baru, Pluit Sea View, Kelurahan Penjaringan
    19. Jalan Yos Sudarso, di depan Altira, Kelurahan Sunter Jaya
    20. Jalan Sunter Indah Raya, Kelurahan Sunter Jaya
    21. Jalan Raya Jagakarsa, di depan lahan Kementerian Pertanian, Kelurahan Jagakarsa
    22. Jalan Balai Rakyat, Kelurahan Jagakarsa
    23. Jalan Kelapa Hijau, Kelurahan Jagakarsa.

    Halaman 2 dari 2

    (haf/haf)

  • Berambisi Geser PDIP di Jateng, Jamiluddin Ritonga: Kaesang Lagi Bermimpi di Siang Bolong

    Berambisi Geser PDIP di Jateng, Jamiluddin Ritonga: Kaesang Lagi Bermimpi di Siang Bolong

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep membidik Jawa Tengah kandang Gajah pada 2029. Tak tanggung-tanggung, putra bungsu Joko Widodo itu berambisi mendudukkan 17 kadernya di DPRD Provinsi pada Pemilu 2029 mendatang

    Kaesang menyebut saat ini PSI memiliki 12 anggota DPRD di Jawa Tengah. Namun jumlah tersebut dinilai masih sedikit.

    “Jujur saja, 12 kursi itu masih terlalu kecil untuk Jawa Tengah. Target kita ke depan 17 kursi di tingkat provinsi. Untuk kabupaten/kota, minimal 100 fraksi harus terisi,” kata Kaesang saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah di Kota Solo, Kamis (8/1/2025).

    Kaesang menegaskan komitmen PSI untuk terus hadir dan bekerja bagi masyarakat Jawa Tengah.

    “Jawa Tengah ini kandang gajah. PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah. Tolong bantu kami bekerja dan bergerak bersama menuju Pemilu 2029,” tegasnya.

    Dia berharap, Pemilu 2029 akan lebih banyak kader PSI yang lolos baik di legislatif maupun eksekutif. Dia meminta seluruh mesin partai untuk gotong royong meraih target tersebut.

    “Sanggup nggih 2029, Pemilu selanjutnya Jateng Kandang Gajah. Wes rasah kandang-kandang sing liyane. Tempatnya Gajah itu sekarang di sini. PSI hadir untuk masyarakat Jateng,” tegasnya.

    Menanggapi ambisi Kaesang yang begitu besar, Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menilai, sebagai ketua umum partai memang sudah seharusnya memecut semangat kadernya untuk memenangkan kontestasi di wilayahnya.

    Dengan begitu, semua kader diharapkan akan terus bekerja untuk memenangkan partainya pada setiap pemilu.

  • Hujan dan Banjir Jakarta, Perjuangan Rini Berangkat Kerja dari Bekasi ke Sunter 3 Jam

    Hujan dan Banjir Jakarta, Perjuangan Rini Berangkat Kerja dari Bekasi ke Sunter 3 Jam

    Liputan6.com, Jakarta – Hujan deras mengguyur Jakarta. Banjir menggenang di sejumlah ruas jalan Jakarta mengakibatkan kemacetan. Rini(30) seorang pekerja kantoran harus menempuh perjalanan tiga kali lipat lebih lama dari biasanya pada hari ini, Senin 12 Januari 2026. Hal itu disebabkan kondisi banjir usai Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan sejak pagi hari.

    “Saya dari Bekasi ke Sunter tiga jam, berangkat jam 7 pagi, sampai di kantor jam 10,” kata Rini saat berbincang dengan Liputan6.com perihal pengalamannya pagi ini menembus cuaca buruk ibu kota, Senin (12/1/2026).

    Rini mengaku hampir mengurungkan niatnya untuk berangkat ke kantor. Namun situasinya serba sulit. Dia sudah terjebak di jalan tol.

    “Mau puter balik gimana? saya kejebak exit tol 1,5 jam, padahal kantor sudah deket setelah keluar tol, karena banjir jalannya!” geram dia.

    Rini hanya bisa pasrah. Dia terlambat masuk jam kantor. Sebab biasanya, perjalanan harian hanya ditempuh 1 jam saja.

    “Ya mau gimana lagi? pasrah aja kalau harus telat daripada tidak masuk,” keluhnya.

    Untuk diketahui, hujan deras mengguyur wilayah Jakarta Senin (12/1/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sebagian wilayah DKI Jakarta hujan ringan pada Senin pagi hingga malam.

    BMKG melalui laman resminya https://bmkg.go.id/ merinci, wilayah DKI Jakarta pada pagi hari mulai dari Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Kepulauan Seribu diperkirakan hujan ringan hingga petir.

    Memasuki siang hari, wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Kepulauan Seribu diperkirakan hujan ringan. Sedangkan Jakarta Timur diperkirakan berawan tebal.

  • Emak-emak Diduga Mainin Hewan Dilindungi Ikan Pesut, Netizen Geram dan Sebut Siap-siap Ditangkap

    Emak-emak Diduga Mainin Hewan Dilindungi Ikan Pesut, Netizen Geram dan Sebut Siap-siap Ditangkap

    GELORA.CO – Viral di media sosial memperlihatkan seorang wanita yang diduga memegang seekor ikan pesut sambil joget-joget.

    Hal tersebut lalu mendapatkan kecaman dari berbagai netizen yang sudah melihat video tersebut.

    Pasalnya Ikat Pesut atau Pesut Mahakan adalah hewan mamalia air tawar yang benar-benar sudah langka.

    Ikan Pesut juga masih satu keluarga dengan iklan Lumba-lumba, Ikan pesut diketahu merupakan ikan yang dilindungi spesiesnya.

    Namun justru oleh sang wanita tersebut ditangkap dan dipermaikan sambil joget-joget.

    Terlihat ikan tersebut sudah tidak bernyawa karena saat digoyangkan ikan tersebut tidak merespon apapun.

    Dikutip Pojoksatu.id dari riverdholpins.org mengatakan bahwa  Survei formal 2019 memperkirakan populasi di Sungai Mahakam antara 79–81 individu.

    Kemudian ada catatan pemantauan terbaru 2023 mengestimasi sekitar 76 individu dengan tingkat kelahiran 4–7 bayi per tahun. 

    Terlihat jumlah spesies ikan pesut tersebut makin menyusut pada beberapa tahun terakhir.

    Namun miris ikan pesut dalam video viral tersebut justru dipermainkan dengan tidak ada rasa bersalah justru nampak senang.

    Tak hanya itu ikan pesut pada video terlihat seperti sudah tidak bernyawa, terlihat pada gerakan sang wanita yang berjoget ikan pesut tersebut tidak ada merespon gerakan apapun.

    Hal ini menuai kecaman dari netizen yang mengatakan bahwa kelakuannya tersebut tidak etis, karena menagkap hewan yang dilindungi dan mempermainkannya.

    Ada juga yang mengatakan bahwa bersiaplah kepada wanita pada video tersebut terkena hukum pidana karena hewan yang dipermainkan hewan dilindungi secara hukum.

    Meski begitu masih belum ada klarifikasi dari pihak terkait atau instansi yang menangai hewan laut atau kelautan.

    Yang pasti publik berharap ada tindakan untuk mecegah kejadian serupa terjadi dan tetap bisa melindungi ekosistem hewan dilindungi di darat maupun laut.***

  • Trump Akan Bertemu Para Penasihatnya Bahas Opsi Soal Iran

    Trump Akan Bertemu Para Penasihatnya Bahas Opsi Soal Iran

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan bertemu dengan para penasihat seniornya pada hari Selasa (13/1) untuk membahas opsi-opsi soal Iran, yang tengah dilanda aksi demo besar-besaran.

    Rencana pertemuan Trump itu diungkapkan seorang pejabat AS pada Minggu (11/1) waktu setempat, seperti dilansir kantor berita Reuters dan Al Arabiya, Senin (12/1/2026).

    Menurut sebuah kelompok hak asasi manusia, aksi demo yang diwarnai kerusuhan di Iran itu telah menewaskan lebih dari 500 orang. Sementara pemerintah Iran mengancam akan menargetkan pangkalan militer AS, jika Presiden Donald Trump melaksanakan ancamannya untuk campur tangan demi membela para demonstran.

    Trump telah berulang kali mengancam akan campur tangan jika kekerasan digunakan terhadap para demonstran.

    Media Wall Street Journal melaporkan bahwa opsi-opsi yang dipertimbangkan Trump termasuk serangan militer, penggunaan senjata siber rahasia, perluasan sanksi, dan pemberian bantuan daring kepada sumber-sumber anti-pemerintah.

    Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, telah memperingatkan Washington agar tidak melakukan “kesalahan perhitungan.”

    “Biar kami perjelas: jika terjadi serangan terhadap Iran, wilayah pendudukan (Israel) serta semua pangkalan dan kapal AS akan menjadi target sah kami,” kata Qalibaf yang merupakan mantan komandan di Garda Revolusi Iran.

    Berdasarkan laporan kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, HRANA, lebih dari 100 anggota pasukan keamanan Iran tewas sejak protes dimulai. Dalam periode 15 hari terakhir, 500 demonstran juga dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 10.000 orang ditangkap.

    Dilansir AFP, pemerintah Iran turut meminta rakyatnya untuk terus melawan AS dan Israel. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengajak warga turun ke jalan pada Senin (12/1) dalam aksi demo nasional untuk mengecam kekerasan, yang menurut Iran didalangi kedua negara tersebut.

    “Presiden Masoud Pezeshkian mendesak masyarakat untuk ikut serta dalam “aksi perlawanan nasional” berupa demonstrasi nasional pada hari Senin untuk mengecam kekerasan tersebut, yang menurut pemerintah dilakukan oleh “penjahat teroris perkotaan”, menurut televisi pemerintah.

    Demonstrasi di Iran diketahui mulai terjadi pada akhir Desember sebagai respons terhadap krisis mata uang. Seiring waktu, aksi tersebut membesar dan meluas, dengan semakin banyak warga menyerukan perubahan besar-besaran terhadap pemerintahan otoriter negara itu.

    Para pejabat Iran telah mengancam akan menindak tegas para demonstran.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Viral Wanita Tunanetra Masuk Got Akibat Diduga Petugas TransJakarta Menolak Mengantarnya, Netizen Geram!

    Viral Wanita Tunanetra Masuk Got Akibat Diduga Petugas TransJakarta Menolak Mengantarnya, Netizen Geram!

    GELORA.CO – Viral di media sosial memperlihatkan sebuah video seorang Tunanetra harus terjeblos got karena diduga tidak dibantu dan diantar oleh petugas transjakarta.

    Pada video yang diunggah oleh akun TikTok @wahidgo90 mengatakan bahwa ada Tunanetra yang meminta tolong diantar kepada petugas Transjakarta (TJ) namun petugas diduga menolak.

    Sang Tunanetra ingin diantar ke depan Halte, kemudian sang perekam mengatakan bahwa sang petugas tidak bisa mengantar dan hanya memberi tahu tinggal lurus saja ke pintu Halte.

    Namun naas ternyata sekitaran halte tersebut ada lobang got yang cukup besar, sang tunanetra pun harus terjatuh kedalam got.

    Terlihat dalam video tersebut sang wanita tunanetra itu harus kebasahan dan pakaiannya yang kotor akibat terkena air got.

    Sang perekam pun menuliskan untuk Pemprov Jakarta dan PT transjakarta untuk memperbaiki sistem dan layanan nya.

    Terutama untuk orang-orang yang memiliki disabilitas, mereka mendesak mau membantu dan ramah kepada orang yang ingin meminta tolong.

    Apalagi seorang Tunanetra yang benar-benar terbatas terhadap penglihatan, mereka membutukan bantuan dalam pendampingan untuk menulusuri jalan.

    Netizen pun sangat geram melihat video tersebut, mereka langsung men tag Gubernur Jakarta dan Pihak TransJakarta tersebut.

    Mereka meminta segera menindak petugas yang diduga menolak permintaan sang wanita tunanetra.

    Sampai saat ini masih belum ada klarifikasi dari pihak Transjakarta untuk bisa segera mengevaluasi seluruh layanannya.*** 

    @wahidgo90 mohon ini jadi bahan evaluasi untuk #pemprovdkijakarta dan #transjakartacare ♬ suara asli – Sahabat A2 Entertainment

  • Setelah Indonesia, Malaysia Ikut Blokir Grok AI Milik Elon Musk

    Setelah Indonesia, Malaysia Ikut Blokir Grok AI Milik Elon Musk

    Tindakan pemutusan akses ini memiliki landasan hukum yang kuat, yakni mengacu pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat.

    Berdasarkan Pasal 9 aturan tersebut, setiap PSE memiliki kewajiban hukum untuk memastikan sistem elektronik mereka tidak memuat, memfasilitasi, atau menyebarluaskan informasi dan dokumen elektronik yang dilarang oleh undang-undang.

    Hingga berita ini naik, pemerintah terus memantau perkembangan teknologi AI dan memperketat pengawasan terhadap platform digital guna mencegah meluasnya konten merugikan di Tanah Air.

    Komdigi Ancam Denda X

    Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan fitur kecerdasan buatan (AI) Grok AI pada platform X.

    Teknologi tersebut disinyalir dimanfaatkan untuk memproduksi dan menyebarkan konten asusila (mesum), termasuk manipulasi foto pribadi atau deepfake tanpa persetujuan korban.

    Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, mengungkapkan berdasarkan penelusuran awal, Grok AI belum memiliki sistem pengamanan yang memadai.

    Menurutnya, tidak adanya pengaturan eksplisit untuk mencegah konten pornografi berbasis foto warga Indonesia berisiko melanggar privasi dan hak atas citra diri.

    “Temuan awal menunjukkan belum adanya pengaturan spesifik dalam Grok AI untuk mencegah pemanfaatan teknologi ini dalam pembuatan dan penyebaran konten pornografi berbasis foto pribadi,” ujar Alexander dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).