Blog

  • Waspada Hujan Petir di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik Hari Ini 13 Maret

    Waspada Hujan Petir di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik Hari Ini 13 Maret

    Surabaya (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memberikan informasi adanya hujan petir yang terjadi di Surabaya Raya, yang mencakup Kota Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, pada Rabu (13/3/2024).

    “Untuk masyarakat di wilayah Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo perlu waspadai terjadinya hujan petir pada siang hari ini,” Oky Sukma Hakim, S.Tr, prakirawan BMKG Juanda Surabaya, Selasa (12/3/2024).

    Adapun berikut ini lebih lengkapnya prakiraan cuaca di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, untuk hari ini.

    Rabu, 13 Maret 2024

    Cuaca Surabaya

    Pagi: Hujan Ringan

    Siang: Hujan Petir

    Malam: Berawan

    Dini hari: Berawan

    Suhu antara 25-34 derajat celcius dan kelembapan mencapai 65-95 persen.

    Cuaca Sidoarjo

    Pagi: Cerah Berawan

    Siang: Hujan Petir

    Malam: Hujan Ringan

    Dini hari: Berawan

    Suhu antara 24-34 derajat celcius dan kelembapan mencapai 65-95 persen.

    Cuaca Gresik

    Pagi: Hujan Ringan

    Siang: Hujan Petir

    Malam: Berawan

    Dini hari: Hujan Ringan

    Suhu antara 25-34 derajat celcius dan kelembapan mencapai 65-95 persen.

    Penting untuk dicatat bahwa prakiraan cuaca dapat berubah, oleh karena itu, disarankan untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca dari sumber yang terpercaya.

    Dengan mengetahui prakiraan cuaca ini, masyarakat dapat lebih siap menghadapi kondisi cuaca yang mungkin terjadi pada periode tersebut. (fyi/ian)

  • Cuaca Ekstrem Diprediksi Landa Magetan, Madiun, Ngawi sampai 18 Maret 2024 

    Cuaca Ekstrem Diprediksi Landa Magetan, Madiun, Ngawi sampai 18 Maret 2024 

    Magetan (beritajatim.com) – Cuaca ekstrem di wilayah Kota Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Madiun, diprediksi terjadi pada 12 Maret 2024 hingga 18 Maret 2024. Demkikian berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda.

    Dalam press rilis BMKG Juanda nomor ME.02.04/019/KSUB/III/2024, BMKG meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi (hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es).

    Saat ini wilayah Jawa Timur berada di akhir musim hujan dan memasuki fase peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby menambah tingginya potensi pertumbuhan awan konvektif di wilayah Jawa Timur.

    “Serta adanya sirkulasi siklonik di utara Australia mengakibatkan adanya pola konvergensi atau pertemuan angin di wilayah Jawa Timur yang berpengaruh terhadap peningkatan cuaca ekstrem sepekan kedepan,” tulis Taufiq Hermawan, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo dalam press release yang dilayangkan pada Selasa (12/3/2024).

    Pihaknya menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan. Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor jika wilayah tersebut terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat dengan durasi waktu yang panjang.

    Bagi yang sedang berkendara diharap untuk mewaspadai jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang saat hujan lebat berlangsung. Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI melalui website https://stamet-juanda.bmkg.go.id/radar, dan informasi peringatan dini 3 harian dan peringatan dini 2 – 3 jam ke depan yang selalu kami bagikan melalui website https://stamet-juanda.bmkg.go.id dan media sosial @infobmkgjuanda. [fiq/suf]

  • Anggota DPRD Kota Malang Geram Sikap RS Hermina Karena Tolak Beri Penanganan ke Wahyu

    Anggota DPRD Kota Malang Geram Sikap RS Hermina Karena Tolak Beri Penanganan ke Wahyu

    Malang (beritajatim.com) – Kasus meninggalnya Wahyu Widianto warga Jalan Bareng Tenes, Kota Malang membuat anggota DPRD setempat geram. Wahyu meninggal dunia karena tidak segera mendapat perawatan oleh RS Hermina padahal saat itu kondisinya sedang kritis.

    Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi langsung meminta klarifikasi pada RS Hermina. Arief adalah tetangga dekat Wahyu. Dia bertemu dengan Wakil Direktur RS Hermina Malang, Yuli Ningsih meminta jawaban atas kabar bahwa Wahyu tidak ditangani karena alasan bed penuh.

    “Ada keteledoran setelah kami bicara. Mereka mengaku menyiapkan tempat tidur, tapi tidak diberitahukan kepada keluarga pasien sehingga kondisi pasien terlantar. Seharusnya diinformasikan kepada keluarga untuk menunggu sehingga tidak akan membawa pasien ke RSSA,” ujar Arief.

    Wahyu yang saat itu mengidap penyakit diabetes diantar oleh keluarga menggunakan becak motor sekira pukul 18.30 WIB, Senin, (11/3/2024) karena kondisinya kritis. Disana keluarga sempat berdebat dengan pihak RS Hermina karena Wahyu tidak mendapat penanganan dengan alasan bed penuh.

    Karena tidak mendapat penanganan keluarga ditolong oleh ambulans salah satu relawan untuk dibawa ke Rumah Sakit Saifu Anwar (RSSA) Kota Malang. Pada pukul 19.00 WIB Wahyu tiba dan dinyatakan meninggal dunia sebelum mendapat perawatan medis di RSSA.

    “Aneh dan tidak masuk akal melakukan penanganan tapi keluarga pasien tidak diberi tahu padahal kondisinya kritis. Sampai minta bantuan relawan yang sudah siap dengan ambulans. Kalau keluarga dibertahu untuk menunggu, pasti menunggu,” ujar Arief.

    Dia pun berencana melaporkan kejadian ini ke Dinas Kesehatan Kota Malang agar RS Hermina mendapat sanksi atas kasus ini. Menurutnya, jika ada pasien yang kritis seharus RS Hermina memberikan penanganan karena berkaitan dengan nyawa.

    “Nyawa lebih penting dari apapun. Kalau perlu ditaruh di tempat Kami di legislatif akan kaji terlebih dahulu. Kalau memang dibutuhkan sanksi, kami rekomendasikan untuk itu,” ujar Arief.

    Sebelumnya, melalui Wakil Direktur RS Hermina Malang, Yuli Ningsih membantah anggapan itu. Mereka mengklaim telah memberikan penanganan awal lewat dokter jaga yang berpakaian tidak formal atau non dinas.

    “Sudah kami lakukan juga untuk penanganan awal dimana dokter jaga kami sudah memeriksa dan ditemukan juga bahwa saturasi (oksigen) 77,” ujar Yuli.

    Soal kamar pasien penuh dia juga menyangkal. Mereka mengklaim telah menyiapkan bed untuk mendiang Wahyu namun diam-diam tidak memberi tahu keluarga pasien.

    “Kami sudah menangani dengan kondisi memang bed kami saat itu full dan ada pasien yang duduk. Sehingga kami harus koordinasi internal untuk melakukan penambahan bed dari rawat inap yang harus kami turunkan ke IGD sesuai dengan keperluan pasien. Tapi tidak kami beritahukan ke keluarga” ujar Yuli.

    Yuli menyebut, bahwa saat pasien datang kondisinya masih bernafas. RS Hermina juga membenarkan bahwa pasien saat itu dalam kondisi gawat darurat atau perlu penanganan lebih lanjut.

    “Masih hidup (kondisi pasien). Tetapi memang butuh emergency atau penanganan lebih lanjut. Tapi kami sudah koordinasikan bahwa kami akan menurunkan bed tapi gak kita komunikasikan ke keluarga,” ujar Yuli. (luc/ian)

  • Pj Bupati Pamekasan Tinjau Titik Banjir dan Bantu Warga Terdampak

    Pj Bupati Pamekasan Tinjau Titik Banjir dan Bantu Warga Terdampak

    Pamekasan (beritajatim.com) – Pj Bupati Pamekasan, Masrukin meninjau beberapa titik banjir yang melanda sejumlah wilayah di kabupaten Pamekasan, Selasa (12/3/2024) malam.

    Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Dandim 0826 Pamekasan, Letkol Inf Ubaydillah, Waka Polres Pamekasan, Kompol Andy Purnomo, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan.

    “Banjir ini terjadi akibat intensitas hujan yang cukup tinggi yang berlangsung sejak waktu subuh, kondisi ini terjadi hampir merata di seluruh wilayah di Pamekasan,” kata Pj Bupati Pamekasan, Masrukin.

    Intensitas hujan dalam waktu relatif lama, mengakibatkan sejumlah desa/kelurahan di Pamekasan, terendam banjir akibat luapan kali semajid yang tidak dapat menampung debit air.

    “Kondisi (intensitas hujan yang tinggi dan merata) ini mengakibatkan debit air meluap, ditambah wilayah hilir di Desa Majungan, air laut dalam kondisi pasang,” ungkapnya.

    Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga memberikan bantuan kepada sejumlah warga tedampak banjir, guna meringankan beban warga terdampak musibah banjir di wilayah setempat.

    Seperti diketahui, banjir Pamekasan meluas dan mengepung sebanyak 6 (enam) kelurahan dan 3 (tiga) desa berbeda di Pamekasan. Meliputi Kelurahan Barkot, Bartim, Jungcancang, Kangenan, Parteker, dan Patemon, Kecamatan Pamekasan.

    Termasuk dua desa lainnya di kecamatan Pamekasan, yakni Desa Jalmak dan Laden. Sedangkan satu desa lainnya, yakni Desa Sumedangan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. [pin/ian]

  • Sampang Banjir, Belasan Sapi Diungsikan ke dalam Masjid

    Sampang Banjir, Belasan Sapi Diungsikan ke dalam Masjid

    Sampang (beritajatim.com) – Banjir air hujan luapan sungai Kemuning, Kabupaten Sampang terus meluber dan merendam sejumlah wilayah.

    Warga yang terdampak banjir mulai mengungsi dan mengevakuasi barang-barang berharga mereka ke tempat yang aman dari genangan air.

    Bahkan, sejumlah hewan ternak berupa sapi, terpaksa diamankan ke teras masjid agar terhindar dari banjir. Kejadian itu, sempat diabadikan dengan kamera ponsel oleh warga dan viral di media sosial.

    Informasi yang berhasil diperoleh beritajatim.com, video viral sapi diungsikan ke teras masjid itu terjadi di Desa Panyeppen, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang.

    Langkah tersebut dinilai sebagai solusi terakhir dalam rangka meminta perlindungan kepada Allah Swt.

    “Ini usaha terakhir di masjid selanjutnya apa kata Allah,” kata warga salam vidoe berduras 11 detik tersebut.

    Terpisah, Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sampang, H. Moh Hozin membenarkan kejadian itu dan mengatakan bahwa sampai malam ini banjir luapan sungai Kemuning mulai masuk ke kawasan perkotaan.

    “Malam ini air sudah masuk ke kawasan perkotaan dan sebagian desa masih terendam, untuk korban yang mengungsi masih kita lakukan pendataan,” tandasnya. [sar/ian]

  • Bantah Pernyataan RS Hermina, Keluarga Sebut Wahyu Tidak Dapat Penanganan Medis hingga Meninggal Dunia

    Bantah Pernyataan RS Hermina, Keluarga Sebut Wahyu Tidak Dapat Penanganan Medis hingga Meninggal Dunia

    Malang (beritajatim.com) – Keluarga mendiang Wahyu Widianto warga Jalan Bareng Tenes, Kota Malang membantah pernyataan Wakil Direktur RS Hermina Malang, Yuli Ningsih. Menurut keluarga pernyataan RS Hermina tidak sesuai fakta sebenarnya.

    “Ayah mulai dari rumah sampai tiba di RS Hermina sekitar 18.30 tetap di becak motor. Ayah tidak mendapat penanganan sama sekali,” ujar anak kedua mendiang Wahyu, yakni Elia Widianaputri (26) Selasa, (12/3/2024).

    Wahyu yang saat itu mengidap penyakit diabetes diantar oleh keluarga menggunakan becak motor sekira pukul 18.30 WIB, Senin, (11/3/2024) karena kondisinya kritis. Disana keluarga sempat berdebat dengan pihak RS Hermina karena Wahyu tidak mendapat penanganan dengan alasan bed penuh.

    Karena tidak mendapat penanganan keluarga ditolong oleh ambulans salah satu relawan untuk dibawa ke Rumah Sakit Saifu Anwar (RSSA) Kota Malang. Pada pukul 19.00 WIB Wahyu tiba dan dinyatakan meninggal dunia sebelum mendapat perawatan medis di RSSA.

    “Ayah tidak mendapat penanganan sama sekali. Hanya diperiksa mata, tidak ada alat medis sama sekali,” imbuh Elia.

    Pernyataan Elia membantah keterangan RS Hermina yang menyebut pasien sempat diperiksa oleh dokter jaga berpakaian non dinas. RS Hermina juga mengklaim telah menyiapkan kamar pasien meski tidak memberi tahu keluarga pasien.

    “Kita datang belum ditangani, mereka bilang hanya tidak ada bed. Karena kan itu sakit tetap di bektor. Kita minta tolong tapi tetap tidak bisa. Akhirnya ada relawan yang membawa ayah ke Rumah Sakit Saiful Anwar,” ujar Elia.

    Usai mendengar pernyataan Wakil Direktur RS Hermina Malang, Yuli Ningsih. Keluarga semakin kecewa dan sakit hati. Karena pernyataan RS Hermina tidak sesuai dengan fakta yang ada. Apalagi Elia adalah salah satu orang yang mengantar ayahnya pergi ke RS Hermina.

    “Saya pribadi sakit hati karena bapak sudah susah nafas saat di becak motor tapi tidak diberi penanganan. Dan pernyataan RS Hermina itu semuanya tidak benar. Soal ambulans ini dalam kondisi kritis tapi kita masih disuruh ngisi form administrasi,” ujar Elia.

    Sebelumnya, melalui Wakil Direktur RS Hermina Malang, Yuli Ningsih membantah anggapan itu. Mereka mengklaim telah memberikan penanganan awal lewat dokter jaga yang berpakaian tidak formal atau non dinas.

    “Sudah kami lakukan juga untuk penanganan awal dimana dokter jaga kami sudah memeriksa dan ditemukan juga bahwa saturasi (oksigen) 77,” ujar Yuli.

    Soal kamar pasien penuh dia juga menyangkal. Mereka mengklaim telah menyiapkan bed untuk mendiang Wahyu namun diam-diam tidak memberi tahu keluarga pasien.

    “Kami sudah menangani dengan kondisi memang bed kami saat itu full dan ada pasien yang duduk. Sehingga kami harus koordinasi internal untuk melakukan penambahan bed dari rawat inap yang harus kami turunkan ke IGD sesuai dengan keperluan pasien. Tapi tidak kami beritahukan ke keluarga” ujar Yuli.

    Yuli menyebut, bahwa saat pasien datang kondisinya masih bernafas. RS Hermina juga membenarkan bahwa pasien saat itu dalam kondisi gawat darurat atau perlu penanganan lebih lanjut.

    “Masih hidup (kondisi pasien). Tetapi memang butuh emergency atau penanganan lebih lanjut. Tapi kami sudah koordinasikan bahwa kami akan menurunkan bed tapi enggak kita komunikasikan ke keluarga,” ujar Yuli. (luc/ian)

  • Personel Gabungan Sigap Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Pamekasan

    Personel Gabungan Sigap Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Pamekasan

    Pamekasan (beritajatim.com) – Personel gabungan sigap dan bahu membahu mengevakuasi warga terdampak banjir yang melanda beberapa titik di Pamekasan, Selasa (12/3/2024) malam.

    Personel gabungan tersebut berasal dari lintas instansi di Pamekasan, meliputi personel BPBD, TNI-Polri, serta komunitas relawan yang tergabung dalam FPRB Pamekasan.

    Mereka bergerak cepat dan bahu membahu melakukan evakuasi, serta membantu warga keluar dari kepungan banjir yang menyebar di beberapa titik di Pamekasan.

    “Sejauh ini kami sudah melakukan proses evakuasi terhadap warga terdampak banjir, yang terbakar di beberapa desa/kelurahan di Pamekasan. Seperti di Kelurahan Jungcancang dan Patemon,” kata salah satu staf BPBD Pamekasan, Akhmad Zaini.

    Proses evaluasi tersebut dilakukan dengan cara membawa warga terdampak banjir dengan menggunakan perahu karet dari titik banjir. “Proses evakuasi dilakukan dari titik banjir menuju tempat aman,” ungkapnya.

    “Warga yang kita evaluasi di antaranya mulai dari lansia, anak-anak hingga bayi. Mereka diungsikan ke rumah saudara atau famili yang berada di titik aman,” jelasnya.

    Seperti diketahui, banjir Pamekasan meluas dan mengepung sebanyak 6 (enam) kelurahan dan 3 (tiga) desa berbeda di Pamekasan. Meliputi Kelurahan Barkot, Bartim, Jungcancang, Kangenan, Parteker, dan Patemon, Kecamatan Pamekasan.

    Termasuk dua desa lainnya di kecamatan Pamekasan, yakni Desa Jalmak dan Laden. Sedangkan satu desa lainnya, yakni Desa Sumedangan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. [pin/ian]

  • Ibu Rumah Tangga di Parigi Moutong Akhirnya Bisa Lihat Anak Kembarnya Setelah 3 Tahun

    Ibu Rumah Tangga di Parigi Moutong Akhirnya Bisa Lihat Anak Kembarnya Setelah 3 Tahun

    Parigi Moutong (beritajatim.com) – Roya, seorang ibu rumah tangga dari Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tak kuasa menahan air matanya saat ia akhirnya bisa melihat wajah anak kembarnya yang kini telah berusia 3 tahun.

    Selama 3 tahun terakhir, Roya mengalami katarak yang membuatnya tidak bisa melihat sama sekali. Ia hanya bisa merasakan kehadiran anak kembarnya dan mendengar suara mereka, tapi tak pernah bisa melihat wajah mereka secara langsung.

    Kondisi keluarga yang kurang mampu membuat Roya pasrah dengan kondisinya. Ia tak mampu berobat ke dokter untuk operasi katarak.

    Namun, harapan datang saat Roya mendapat informasi tentang program operasi katarak gratis yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Tanpa ragu, Roya mendaftarkan diri untuk mengikuti program tersebut.

    Operasi katarak gratis ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia, dan Himpunan Bersatu Teguh.

    Kini, setelah operasi, Roya bisa melihat kembali. Ia takjub melihat wajah anak kembarnya yang ternyata begitu cantik dan tampan.

    “Saya sangat senang sekali bisa melihat kembali. Saya bisa melihat wajah anak-anak saya yang selama ini hanya bisa saya bayangkan,” kata Roya dengan haru.

    Menteri Sosial Tri Rismaharini yang turut mengunjungi para pasien operasi katarak gratis di Parigi Moutong merasa bahagia melihat kebahagiaan Roya.

    “Saya senang sekali melihat ibu-ibu ini bisa melihat kembali. Ini adalah program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat kurang mampu,” kata Risma.

    Program operasi katarak gratis ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu. Dengan program ini, diharapkan masyarakat yang mengalami katarak bisa mendapatkan pengobatan yang layak dan kembali menjalani hidup dengan normal. [rea/ian]

  • Meluas, Banjir Pamekasan Terjang 6 Kelurahan dan 3 Desa

    Meluas, Banjir Pamekasan Terjang 6 Kelurahan dan 3 Desa

    Pamekasan (beritajatim.com) – Banjir Pamekasan meluas dan mengepung sebanyak 6 (enam) kelurahan dan 3 (tiga) desa berbeda di Pamekasan, Selasa (12/3/2024) malam.

    Enam kelurahan tersebut meliputi Kelurahan Barkot, Bartim, Jungcancang, Kangenan, Parteker, dan Patemon, Kecamatan Pamekasan. Termasuk dua desa lainnya di kecamatan Pamekasan, yakni Desa Jalmak dan Laden.

    Sedangkan satu desa lainnya, yakni Desa Sumedangan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. “Titik banjir meluas ke beberapa desa/kelurahan di Pamekasan,” kata Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi.

    “Sebelumnya hanya terjadi di Kelurahan Jungcancang dan Petemon, namun seiring dengan kondisi air laut dengan status pasang. Banjir meluap dan menyebar ke titik lainnya,” ungkapnya.

    Diberitakan sebelumnya, personel gabungan lintas instansi di Pamekasan, meliputi personel BPBD, TNI-Polri, serta komunitas relawan yang tergabung dalam FPRB Pamekasan, terlibat dalam melakukan proses evakuasi.

    Mereka bergerak cepat dan bahu membahu melakukan evakuasi, serta membantu warga keluar dari kepingan banjir menyebar di dua kelurahan tersebut.

    Sementara personel dari jajaran Satlantas Polres Pamekasan, bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan, melakukan penjagaan arus lalu lintas yang tergenang banjir. [pin/ian]

  • Banjir di Tuban, Rumah 45 Keluarga di Desa Patihan Masih Terendam

    Banjir di Tuban, Rumah 45 Keluarga di Desa Patihan Masih Terendam

    Tuban (beritajatim.com) – Sebanyak 45 keluarga di Desa Patihan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban dilaporkan masih terendam banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo.

    Menurut Kepala Dusun (Kadus) Patihan, Rohman mengatakan sejak pukul 10.00 WIB kemarin air mulai memasuki wilayah pemukiman warga Desa Patihan, hingga 2 hari tak kunjung surut.

    “Kurang lebih ada 45 KK dari beberapa RT yang rumahnya tergenang banjir,” ucap Rohman. Selasa (12/03/2024).

    Menurutnya, debit air menunjukkan tren kenaikan sejak kemarin, karena ditambah hujan deras pada sorenya, sehingga banyak rumah warga yang kemasukkan air banjir.

    Akibatnya banyak warga setempat yang kesulitan beraktivitas normal, namun meski begitu warga tetap nekat menerobos banjir untuk pergi sholat taraweh dan berbelanja.

    Adapun 45 KK dari beberapa RT di Desa Patihan, Kecamatan Widang yang dilaporkan rumahnya tergenang banjir yakni dengan rinciam warga RT 08/02, sebanyak 2 KK, warga RT 11/02 sebanyak 4 KK, warga RT 01/03 berjumlah 3 KK, warga RT 02/01 berjumlah 4 KK, warga RT 01/01 sebanyak 6 KK.

    “Sedangkan, untuk RT 08/02 ada 6 KK, RT 09/02 ada 2 KK, lalu, RT 01/03 hanya 1 KK, RT 11/02 satu KK juga, RT 09/02 tiga KK, dan RT 10/02 ada 13 KK ,” pungkasnya. [ayu/ian]