Blog

  • Gudang Limbah Triplek di Bululawang Malang Terbakar

    Gudang Limbah Triplek di Bululawang Malang Terbakar

    Malang (beritajatim.com) – Gudang limbah triplek milik PT. Wijaya Cahaya Timber (WCT) di Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, terbakar Selasa (12/3/2024) kemarin.

    Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Lantaran banyaknya material yang mudah terbakar di pabrik tersebut, membuat proses pemadaman berjalan hingga Rabu (13/3/2024) dini hari.

    Dari informasi yang dirangkum Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang, lokasi kebakaran terjadi di penampungan limbah triplek dengan luas sekitar 20 meter x 30 meter. “Informasinya kebakaran terjadi kemarin sekitar pukul 17.30 WIB,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang, Sigit Yuniarto, Rabu (13/3/2024).

    Sesaat setelah kejadian tersebut, Damkar Kabupaten Malang yang mendapat laporan bergegas mendatangi lokasi kejadian. Kata Sigit, petugas sampai di lokasi dan melakukan penanggulangan kebakaran pada pukul 19.05 WIB. Selain petugas Damkar Kabupaten Malang, Pemerintah Desa (Kasembon) dan para relawan juga turut dilibatkan dalam proses pemadaman. Selain itu, satu unit ambulans juga turut disiagakan ke lokasi kejadian. “Lima unit mobil pemadam kebakaran kami kerahkan guna menanggulangi kebakaran,” ucap Sigit.

    Banyaknya material yang mudah terbakar mengakibatkan proses pemadaman berlangsung cukup lama. Dikabarkan, kebakaran baru bisa dipadamkan sekitar 7 jam setelah kejadian. “Kebakaran berhasil dipadamkan pada tadi (Rabu, 13/3/2024) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB,” ujarnya.

    “Tidak ada korban jiwa, kerugian material kurang lebih Rp 10 juta. Peristiwa kebakaran ini sedang ditangani pihak kepolisian,” lanjutnya.

    Sementara itu, Kapolsek Bululawang Kompol Ainun Djariyah menambahkan, diduga api berasal dari gesekan kayu bekas triplek yang sudah lama dan mengering. Sehingga pada saat ada angin kencang, kayu tersebut terbakar. “Walaupun begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” pungkasnya. (yog/kun)

  • Pria Kota Surabaya Tewas dalam Sumur

    Pria Kota Surabaya Tewas dalam Sumur

    Surabaya (beritajatim.com) – Muslimin (47) warga Sidoyoso Kali Selatan, Tambakrejo, Simokerto, Kota Surabaya ditemukan tewas di dalam sumur umum di Jalan Sidoyoso 2, Selasa (12/03/2024) malam. Dari keterangan berbagai saksi, Muslimin diduga terpeleset lantaran di sekitar sumur licin ditumbuhi oleh lumut.

    Kapolsek Simokerto, Kompol M. Irfan mengatakan, penemuan jenazah Muslimin (47) pertama kali diketahui oleh Riadi dan Sholeh tetangga dari Muslimin. Saat itu, Riadi hendak mencuci dan mengambil air di dalam sumur.

    Ketika ember diturunkan, air di dalam sumur tetap tidak bisa diambil karena terhalang. Riadi yang belum mengerti jika di sumur ada jenazah Muslimin (47) lantas mengajak Sholeh untuk memeriksa sumur menggunakan senter.

    “Setelah diperiksa oleh Riadi dan Sholeh itu, baru ketahuan ada jenazah Muslimin (47) di dalam sumur. Lalu dua saksi tadi memanggil pengurus kampung dan command center,” kata M.Irfan, Rabu (13/03/2024).

    Petugas Damkar dan Command Center 112 pun datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Setelah dilakukan evakuasi, tim inafis Satreskrim Polrestabes Surabaya juga melakukan pemeriksaan kepada TKP dan luka di tubuh bagian luar jenazah.

    Hasilnya, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan hasil perbuatan orang lain. Namun, untuk memastikan polisi masih merujuk jenazah Muslimin ke RS dr. Soetomo untuk dilakukan autopsi.

    “Kami sudah mengarahkan untuk autopsi namun ditolak oleh pihak keluarga,” imbuh M.Irfan.

    Dari keterangan keluarganya, Muslimin terakhir di rumah pada Senin (12/03/2024) malam. Saat itu ia pamit ke Masjid Sabilul Muttaqin Jl.Kenjeran. Namun, Muslimin tidak kunjung pulang ke rumah.

    Keluarga juga menjelaskan jika Muslimin memiliki masalah di bagian mata. Ia menderita penyakit rabun. Sehingga saat malam hari penglihatannya berkurang.

    “Sehari-hari korban bekerja sebagai biro jasa di Samsat Ketintang. Memang adik kandungnya ketika ditanya korban memiliki keterbatasan penglihatan. Untuk saat ini masalah sudah selesai,” pungkas M.Irfan. [ang/but]

  • Dukung Kemajuan Startup RI, Telkomsel Gaet AppWorks Gelar Tinc Batch 9

    Dukung Kemajuan Startup RI, Telkomsel Gaet AppWorks Gelar Tinc Batch 9

    Jakarta

    Telkomsel Ventures menyelenggarakan program Tinc Batch 9 bersama AppWorks, sebuah perusahaan modal ventura di Asia Tenggara, untuk mendukung perkembangan startup di Indonesia. Tinc merupakan bagian dari ekosistem inovasi Telkomsel yang tidak hanya berfungsi sebagai akselerator, tetapi juga menjadi kelanjutan dari program inkubasi NextDev yang berfokus dalam memajukan startup tahap awal ke tingkat lanjutan.

    Pada gelaran Tinc Batch 9 ini, para startup akan dipasangkan dengan unit bisnis Telkomsel untuk dapat memanfaatkan lebih banyak peluang pengembangan bisnis secara lebih luas dan berkualitas. Program pengembangan perusahaan digital rintisan yang telah dibuka proses pendaftarannya sejak 12 Februari 2024 ini bertujuan untuk mengembangkan startup inovatif agar dapat menghadirkan solusi digital bagi berbagai sektor di Indonesia.

    “Penyelenggaraan Tinc Batch 9 sejalan dengan semangat Telkomsel dalam menggerakkan kemajuan ekosistem digital bangsa melalui sinergi strategis guna mendorong pertumbuhan solusi digital inovatif dari startup nasional yang dapat mendukung perekonomian digital Indonesia. Pada program tahun ini, Tinc diselenggarakan oleh Telkomsel Ventures sebagai akselerator perusahaan sekaligus corporate venture capital Telkomsel yang berhubungan langsung dengan ekosistem startup di Indonesia guna membuka lebih banyak peluang investasi terhadap para startup nasional terpilih,” ujar CEO Telkomsel Ventures Mia Melinda dalam keterangan tertulis, Rabu (13/3/2024).

    Sebagai wujud nyata perkembangan startup, lanjut Mia, Telkomsel Ventures melalui pemanfaatan ekosistem, aset, dan keahlian perusahaan juga turut menghadirkan ragam solusi digital yang inklusif dan berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

    “Selama satu dekade terakhir, AppWorks telah mendukung masa depan ratusan startup melalui program akselerator kami dengan menghubungkan inovator dan perusahaan untuk mendorong pertumbuhan yang saling menguntungkan. Komitmen kami terhadap Indonesia dimulai dengan investasi pada 2018 dan sejak itu berkembang menjadi komunitas bagi para founders startup dan investor. Melalui kerja sama strategis dengan Telkomsel sebagai grup telekomunikasi digital terbesar di Indonesia, kami dapat memberdayakan lebih banyak startup yang menjanjikan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” kata Chairman & Partner AppWorks Jamie Lin.

    Pada program Tinc Batch 9 ini, para startup teknologi di Indonesia dapat mendaftarkan diri dengan memilih fokus pada sektor atau vertikal yang sesuai dengan proposisi nilai untuk dapat bermitra dengan Telkomsel seperti Consumer Solutions, Data (Artificial Intelligence/AI, data analytics, cyber security), Software as a service (SaaS)/Enterprise, B2B Services, dan Fintech.

    Di samping itu, AppWorks juga telah mengakselerasi lebih dari 800 startup dan membantu para perusahaan rintisan digital tersebut menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan besar, seperti perusahaan telekomunikasi digital Taiwan Mobile dan produsen elektronik Wistron.

    Startup yang berpartisipasi akan mendapat akses ke ekosistem digital milik Telkomsel dan AppWorks untuk memanfaatkan lebih banyak peluang pengembangan bisnis secara lebih berkualitas.

    Hal ini guna memperbesar dampak positif kolaborasi, para startup akan dipasangkan dengan unit bisnis Telkomsel yang meliputi Technology Strategy & Consumer Product Innovation;⁠Data Solutions;⁠Corporate Strategy, Innovation, Sustainability, & Marketing; Strategic Investment & Portfolio Management; ⁠Digital Advertising & Financial Services; dan Enterprise Product Management.

    Selama program berlangsung, berbagai unit bisnis Telkomsel tersebut akan berkolaborasi dengan para founder startup dalam rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi perusahaan, memperluas jaringan, dan membangun sinergi dengan Telkomsel. Selain itu, program Tinc Batch 9 akan menyelenggarakan puncak acara, Demo Day, pada Oktober 2024 di mana para startup akan mempresentasikan startup mereka kepada investor dan mitra bisnis potensial.

    Sebagai program akselerator yang menjadi wadah untuk meningkatkan kolaborasi antara startup dengan ekosistem inovasi dan unit bisnis yang ada di Telkomsel, Tinc mengambil peran sebagai mitra strategis para startup dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis dan diharapkan dapat mengoptimalkan kemampuan setiap startup. Hal ini diperlukan agar mencapai objektif bisnis mereka dengan lebih efektif dan memberikan dampak positif pada ekonomi digital Indonesia serta masyarakat luas.

    Selain Tinc, Telkomsel juga memiliki platform ekosistem inovasi lainnya untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan ekosistem digital serta startup di Indonesia, yakni NextDev yang dirancang dan diposisikan sebagai impact incubator bagi early-stage startup sebagai upaya menciptakan dampak sosial dengan proses bisnis berkelanjutan yang mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG).

    Kemudian Telkomsel Ventures juga mendukung stabilitas startup melalui investasi strategis dan kolaborasi jangka panjang, hingga INDICO sebagai anak usaha Telkomsel yang menjadi new growth engine yang memaksimalkan value creation. Untuk informasi lebih lanjut terkait program Tinc Batch 9 dan seluruh rangkaian programnya dapat diakses melalui https://tconnext.id/tinc/tinc-home.

    (akn/ega)

  • Dianggap Cacat Hukum Saat Amankan Truk BBM, Polres Pasuruan Kota di Pra Peradilan

    Dianggap Cacat Hukum Saat Amankan Truk BBM, Polres Pasuruan Kota di Pra Peradilan

    Pasuruan (beritajatim.com) – Kasus penangkapan mobil pengangkut solar subsidi yang diamankan oleh Polres Kota Pasuruan terus bergulir. Meski sampai saat ini Satreskrim Polres Pasuruan Kota belum mengamankan pelakunya, namun pemilik sudah melakukan pra peradilan.

    Pra peradilan yang dilakukan di Pengadilan Negri (PN) Bangil ini dilakukan diruang Kartika sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam sidang kedua ini pihak Polres Pasuruan Kota yang menjadi pihak termohon menyerahkan kuasanya kepada Polda Jatim.

    Sementara itu dari laman SIPP PN Bangil pihak pemohon bernama Roni Zakarias Pontoh yang mengajukan pra peradilan karena Polres Pasuruan Kota tidak melakukan prosedur dalam penangkapan. Masih dari data SIPP PN Bangil, tertulis bahwa kasus tersebut bermula pada 20 Februari.

    Polres Pasuruan Kota, melalui Kasat Reskrim melakukan pengamanan lima unit truk milik M Fachrul Wahidi atas nama PT Mitra Centra Niaga (MCN) yang disewanya dari Achadun sejak 1 Desember 2023. Diketahui sebelumnya pemilik dari PT MCN yakni Abdul Wahid sudah diadili karena menimbun BBM Subsidi di dua lokasi Kota Pasuruan.

    Menurut pemohon, termohon tidak melakukan prosedur hukum karena tidak menyerahkan surat penyitaan kendaraan. Sehingga menurut pemohin prosedur yang dilakukan oleh Polres Pasuruan Kota cacat hukum dan menginginkan barang yang diamankan dikembalikan.

    Dalam petitumnya, pemohon meminta agar mengabulkan permohonan seluruhnya dengan mengembalikan kelima truk yang diamankan oleh termohon. Tak hanya itu pihak pemohon juga meminta agar putusan dari PN Bangil bisa dijalankan meski ada upaya hukum banding, kasasi, dan PK.

    Sementara itu Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Rudi Hidajanto saat ditemui di PN Bangil mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pengamanan barang bukti sesuai prosedur. Dirinya sudah memberikan surat pengamanan saat menggeledah gudang yang berada di Kecamatan Nguling.

    “Kami sudah membawa surat kuasa lengkap baik penahanan maupun pengamanan barang bukti. Pra peradilan ini juga merupakan dinamika hukum,” jelasnya.

    Rudi juga menambahkan bahwa sidang kedua kali ini pihaknya hanya menyerahkan berkas kuasa. “Saat ini jadwalnya kami menyerahkan berkas kuasa yang selanjutnya akan langsung dilakukan oleh Polda Jatim. Sidang selanjutnya akan dilakukan pada minggu depan dan seterusnya,” Imbuhnya. (ada/kun)

  • BMKG: Cuaca Ekstrem di Jawa Timur Hingga Minggu Depan

    BMKG: Cuaca Ekstrem di Jawa Timur Hingga Minggu Depan

    Malang (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur (Jatim) memprediksi, cuaca ekstrim akan terjadi hingga Minggu depan.

    Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi.

    “Di antaranya angin kencang, tanah longsor dan banjir,” kata Staf Analis BMKG Stasiun Meteorologi Jatim, Firda Amalia Maslahah, Rabu (13/3/2024).

    Firda menjelaskan, cuaca ekstrem tersebut terjadi karena terdapat fenomena atmosfer yang disebut dengan Madden Julian Oscillation (MJO). Yang mana, hal itu dapat menyebabkan peningkatan potensi hujan di wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Malang.

    MJO ini yakni gelombang atau osilasi non seasonal yang terjadi di lapisan troposfer yang bergerak dari Barat ke Timur dengan periode osilasi antara 30-60 hari. Fenomena tersebut sangat berdampak terhadap anomali curah hujan di wilayah yang dilaluinya.

    Menurut Firda, saat ini sedang memantau adanya bibit siklon di Samudera Hindia yang menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi, hujan disertai petir, maupun hujan disertai angin kencang.

    Sekedar diketahui, bibit siklon tersebut yakni kumpulan embusan awan dari berbagai daerah di area garis khatulistiwa. Awan tersebut berputar dengan cepat. Sehingga berpotensi badai.

    “Saat ini kecepatan angin mencapai sekitar 30 meter per jam. Cuaca ekstrim ini kira-kira akan berlangsung satu Minggu kedepan,” tegasnya.

    Firda menambahkan, kawasan yang perlu diwaspada yakni daerah pegunungan atau perbukitan. Sebab, ketika terjadi hujan lebat dengan durasi cukup lama, dapat berdampak bencana alam.

    “Kabupaten Malang kan banyak perbukitan, jadi harus berhati-hati kedepan,” pungkasnya. (yog/ted)

  • Fitur AI Galaxy S24 akan Berbayar, Pengguna Siap-siap Rogoh Kocek!

    Fitur AI Galaxy S24 akan Berbayar, Pengguna Siap-siap Rogoh Kocek!

    Fitur AI Galaxy S24 akan Berbayar, Pengguna Siap-siap Rogoh Kocek!

  • Kenapa Ya Kereta Cepat Bisa Melaju Tinggi Tapi Tetap Aman? Ini Alasannya

    Kenapa Ya Kereta Cepat Bisa Melaju Tinggi Tapi Tetap Aman? Ini Alasannya

    Jakarta

    Kereta cepat, sesuai namanya, mampu meluncur dengan laju sangat tinggi sehingga jarak tempuh antar kota dapat dijangkau dalam waktu singkat.

    Sebagai contoh, Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh yang mulai beroperasi pada Oktober 2023 silam bisa melaju dengan kecepatan maksimal 350 km/jam.

    Meski ngebut, jenis kereta ini aman digunakan dan jadi transportasi pilihan banyak orang. Kira-kira, kenapa ya kereta cepat bisa melesat dengan kecepatan tinggi tapi tetap aman digunakan?

    Alasan Kereta Cepat Bisa Ngebut Tapi Tetap Aman

    Alasan kereta cepat dapat melaju sangat cepat karena rasio daya terhadap beratnya sangat besar sehingga akselerasinya tinggi. Hal ini diungkap Dr Adhi Dharma Permana selaku peneliti di Pusat Riset Teknologi Transportasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

    “Sederhananya, kereta cepat bisa sedemikian cepatnya karena rasio power to weight atau rasio daya terhadap beratnya itu sangat besar,” ujar Dr Adhi dalam live Eureka! ‘Kereta Canggih Dunia’, dikutip dari catatan detikcom.

    “Bisa mencapai 350 km dalam waktu mungkin misalnya 5-10 menit. Jadi akselerasinya sangat tinggi. Jadi, kira-kira kurang lebih di atas 20 kilowatt per ton rasio power to weight-nya itu,” lanjutnya.

    Bukan cuma itu, ada sejumlah faktor lain yang menunjang kereta sehingga meluncur dengan cepat. Menurut Dr Adhi, kereta ini tidak lepas dari dua hal yakni sarana (rolling stock) dan prasarana (infrastructure). Termasuk sistem rel, jembatan, hingga terowongan.

    “Itu semua membuat kesatuan. Kalau kita lihat di sisi rolling stock-nya, untuk mencapai akselerasi yang tinggi, dia akan menyesuaikan agar hambatan atau aerodinamiknya itu serendah mungkin,” katanya.

    Desain Moncong Mempengaruhi Laju Kereta Cepat

    Upaya antisipasi keselamatan juga diperhatikan supaya kereta cepat aman digunakan. Salah satunya terlihat dari bagian depan kereta cepat yang kebanyakan didesain bak moncong bebek yang panjang.

    “Desain ini terkait unsur keselamatan, di samping unsur aerodinamika. Ada juga unsur peredam kalau misalnya terjadi suatu kecelakaan. Jadi itu semacam absorbent yang menyerap energi yang ditumbukkan,” papar Dr Adhi.

    Selain itu, sistem propulsi atau penggeraknya yang berkaitan dengan keseluruhan bodi kereta juga perlu diperhatikan. Termasuk sistem kelistrikan kereta karena kereta cepat mengandalkan listrik aliran atas sebagai bahan bakarnya.

    “Termasuk roda, rem, sistem elektrik motornya agar berdaya tinggi tapi juga ringan, hemat energi, tidak cepat panas, dan sebagainya. Jadi ada berbagai hal,” jelasnya.

    “Bagaimana dia kontak dengan catu dayanya. Jadi supaya pantograf dan listrik aliran atas itu tetap menempel atau memberikan kontak sehingga mampu menyalurkan daya listrik. Karena kereta listrik itu tidak membawa bahan bakarnya sendiri, dia mengandalkan listrik aliran atas yang menjadi sumber energinya,” tambah periset di BRIN itu.

    Sistem kendali dan instrumentasi juga yang memungkinkan kereta mengendalikan dan mengadopsi sensor. Karena itu, kereta cepat tidak bisa lepas dan harus terhubung dengan kontrol stasiunnya.

    “Semua sistem ini selalu dibuat redundant, overlapping (berulang). Jadi kalau misalnya ada yang malfunction (tidak berfungsi), dia harus bisa meng-cover sistem lain yang mengalami kegagalan,” kata Dr Adhi.

    Sistem keamanan bagi lingkungan sekitar dan keselamatan penumpang maupun operator juga merupakan faktor penting sehingga kereta ini mampu ngebut dengan aman.

    Dengan kata lain, berbagai aspek teknologi mesti diperhatikan dan dipenuhi dalam pengadaan transportasi umum seperti kereta cepat. Dengan begitu, kereta cepat dapat melaju tinggi tetapi teman aman digunakan penumpang.

    (azn/fds)

  • Cuitan Kocak Netizen Non Muslim yang Ikutan Berburu Takjil

    Cuitan Kocak Netizen Non Muslim yang Ikutan Berburu Takjil

    Jakarta

    Bulan suci Ramadan telah tiba, bulan penuh keberkahan yang dinanti-nantikan oleh jutaan umat muslim termasuk di Indonesia untuk menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

    Kehadiran bulan suci Ramadan selalu disambut dengan kegembiraan dan sukacita umat muslim. Sebab banyak momen dan tradisi yang hanya bisa dirasakan pada saat bulan Ramadan saja seperti sholat tarawih, berbuka puasa bersama, hingga berburu takjil.

    Nah, menariknya perayaan bulan Ramadan tak hanya disambut gembira oleh umat muslim saja tapi juga non-muslim lho. Sebagaimana ditelusuri detiKINET di media sosial X, Rabu (13/3/2024) banyak mereka yang non-muslim membagikan cerita pengalaman dan keseruan mereka saat ikutan berburu takjil.

    Mereka mengungkapkan selalu senang dan antusias kala bulan Ramadan datang, salah satunya berburu takjil karena hanya satu tahun sekali banyak jajanan-jajanan pasar dengan beragam varian dari makanan hingga minuman yang dijual di sepanjang jalan setiap harinya.

    Inilah beberapa di antara cuitan para netizen non Muslim yang ikut keseruan berburu takjil.

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    (jsn/fay)

  • Pasien Berambut Gondrong Kabur dari RSUD Jombang

    Pasien Berambut Gondrong Kabur dari RSUD Jombang

    Jombang (beritajatim.com) – Seorang pasien berambut gondrong berniat kabur dari RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Jombang, Rabu (13/3/2024). Dia hendak menemui adiknya yang bernama Widodo di Desa Dukuhmojo Kecamatan Mojoagung.

    Saat menerobos pintu utama RSUD Jombang, selang infus masih mencapkan di tangannya. Dia terus berjalan, dari ruang Bima menuju rsepsionis, kemudian ke area parkir mobil. Aksi pria ini nyaris berhasil.

    Namun hal itu akhirnya bisa digagalkan oleh petugas keamanan RSUD yang berada di Jl KH Wahid Hasyim Jombang ini. Bambang sudah berada di parkiran mobil. Selangkah lagi dia sudah berada di jalan raya.

    Petugas kemananan dan sejumnlah perawat kemudian membujuk agar Bambang kembali ke ruangannya. Namun Bambang tetap kukuh. “Saya ingin pulang ke rumah adik, di Mojoagung. Namanya Widodo,” kata Bambang yang berkacamata dan berambut gondrong.

    Negosiasi cukup alot. Namun hati Bambang akhirnya luluh. Dia menurut ketika diajak kembali ke ruangannya. Bambang kecewa, selama tiga hari menjalani perawatan di RSUD Jombang, tidak ada kerabat satu pun yang menunggui.

    Direktur RSUD Jombang Dr dr Ma’murotus Sa’diyah M.kes membenarkan adanya pasien bernama Bambang yang hendak kabur. Pasien tersebut hendak menjalani operasi prostat atau saluran kencing. Namun ketika hendak operasi, tidak ada keluarga yang menendatangani berita acara.

    Sehingga operasi belum bisa dilakukan. Bambang masuk ke RSUD Jombang pada Senin (11/3/2024). Namun Bambang ditinggal begitu saja oleh keluarga. Tidak ada yang bisa dihubungi. Praktis, selama tiga hari di RSUD Jombang, Bambang hanya berteman sepi.

    “Kami akhirnya menghubungi Pemdes Dukuhmojo dan memberitahukan bahwa ada warga setempat yang sedang dirawat di RSUD Jombang. Tak ada satu pun pihak keluarga yang bersedia menandatangani persetujuan operasi. Padahal, sesuai prosedur, penanganan operasi membutuhkan persetujuan minimal seorang anggota keluarga dari pasien,” ujarnya.

    Ning Eyik, panggilan akrab Dr dr Ma’murotus Sa’diyah M.kes menambahkan bahwa penjagaan pasien sudah sesuai dengan SOP (standar operasonal prosedur). Yakni di ruang perawatan dijaga oleh perawat, kemudian ring dua dijaga oleh satpam.

    Namun demikian, Bambang bisa menerobos penjagaan itu. Hingga akhirnya pasien yang hendak operasi prostat ini bisa diamankan kembali saat berada di parkiran. “Kita sudah menghubungi keluarganyam,” katanya.

    Direktur RSUD Jombang Dr dr Ma’murotus Sa’diyah M.kes

    Keponakan Bambang yang bernama Andreas kemudian datang ke rumah sakit pelat merah tersebut. Dia mengurusi kebutuhan pamannya. Dia mengatakan, selama ini emosi sang paman memang kurang stabil. Ketika di rumah juga kerap marah-marah tanpa sebab yang jelas.

    Selama ini, lanjut Andreas, Bambang memiliki masalah keluarga. Sang paman yang selama ini tinggal di Madiun akhirnya berpisah dengan istrinya. Dalam kondisi seorang diri, Bambang sakit. Dia kemudian dirawat dan tinggal di rumah adiknya, Widodo, di Desa Dukuhmojo.

    “Jadi ada masalah psikologi. Orangnya sering marah-marah. Bukan bapak saya tidak mau menunggui di rumah sakit. Tapi bapak saya sedang ke Surabaya untuk memberi kabar ke saudara yang lain tentang sakitnya paman,” kata Andreas sembari meminta maaf. [suf]

  • Sampang Banjir, Polda Jatim Imbau Jangan ke Madura Dulu

    Sampang Banjir, Polda Jatim Imbau Jangan ke Madura Dulu

    Surabaya (beritajatim.com) – Polda Jatim mengirim pasukan yang terdiri dari Brimob, Polair, dan juga lalu lintas untuk membantu penanganan banjir di Sampang Madura. Pasukan satu peleton ini dipimpin langsung oleh Dirlantas dan Dilpolair.

    “Saat ini pasukan masih disana, masih back up Polres Sampang,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto, Rabu (13/3/2204).

    Dirmanto mengimbau agar masyarakat Madura dari Sampang, Pamekasan, Sumenep, yang akan ke Surabaya sebaiknya ditunda dulu. Mengingat kondisi jalan yang masih belum memungkinkan untuk dilewati.

    “Begitu pula sebaliknya masyarakat yang akan menuju Sampang, Pamekasan, Sumenep agar ditunda perjalanan,” ujarnya.

    Dijelaskan Dirmanto, banjir diakibatkan intensitas hujan dan merata mulai kemarin pukul 03.00 Wib.

    Adapun wilayah yang terkena luapan air adalah Kecamatran Jrengik kemudian luapan air sungai Panyiburan Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang karena intensitas curah hujan yang tinggi serta banjir kiriman dari Kecamamatan Tambelangan dan Kecamatan Konang Kabupaten Bangkalan.

    Banjir selain menggenangi persawahan warga juga menggenangi sebagian rumah warga yang terdampak, serta meluap dan mengenanggi Jl. Raya Panyepen.

    Sungai tidak mampu menampung debit air hujan sehingga air meluap ke pemukiman penduduk, area persawahan serta meluap ke Jl. Raya Panyepen.

    Air hujan yang tinggi dan merata mengakibatkan sungai tidak mampu menjadikan luapan air hujan dari sungai ke jalan persawahan. [uci/but]