Blog

  • Bulan Ramadhan, Banyak Pengunjung Ngabuburit di Perpusda Tuban

    Bulan Ramadhan, Banyak Pengunjung Ngabuburit di Perpusda Tuban

    Tuban (beritajatim.com) – Selama bulan Ramadhan, jadwal kunjungan di Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kabupaten Tuban mengalami perubahan, jika dibandingkan dengan hari biasa.

    Hal tersebut dikarenakan pada saat hari biasa banyak kunjungan dari sekolah-sekolah. Sedangkan, pada bulan Ramadan, yakni jelang berbuka puasa banyak pengunjung ngabuburit dengan membaca.

    Menurut JFT Perpusda Tuban, Jumiati bahwa aturan dari pemerintah perpustakaan umum selama bulan Ramadan tahun ini buka pelayanan mulai pukul 08.00 hingga 17.30 Wib. Sedangkan, hari-hari biasa mulai pukul 07.30 hingga 20.30 Wib.

    “Rata-rata pengunjung juga memanfaatkan jam kunjung sore hari setelah ashar, sebab mereka sambil menghabiskan waktu menunggu buka puasa,” ucap Jumiati. Senin (08/04/2024).

    Selain itu, kunjungan pengunjung di bulan Ramadan masih tetap seperti biasa. Banyak anak-anak yang memanfaatkan jam kunjung setelah pulang sekolah.

    Adapun kata Jumiati, per hari selama Ramadan sekitar 50 hingga 150 orang. Namun bedanya, kalau hari biasa lebih banyak gegara ada jam kunjung dari sekolah-sekolah.

    Ia juga menjelaskan, saat ini pengunjung Perpusda lebih banyak kemudahan, selain keberadaan perpustakaan di kecamatan yang hampir merata, juga banyaknya koleksi buku bacaan dalam format E-book atau buku digital.

    “Dengan adanya E-book, secara otomatis juga mengurangi kunjungan perpustakaan, sebab dapat diakses melalui ponsel, laptop atau komputer,” pungkasnya. [ayu/ted]

  • Pemkab Kediri Jamin Stok Beras Aman Hingga Lebaran, 92.741 Ton

    Pemkab Kediri Jamin Stok Beras Aman Hingga Lebaran, 92.741 Ton

    Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menjamin stok beras aman hingga Lebaran nanti. Saat ini, di Kediri telah tersedia stok beras mencapai 92.741 ton.

    Lebih dari sepekan operasi pasar murah telah berjalan, Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan komoditas beras masih menjadi titik sasaran utama dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 2024.

    Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Tutik Purwaningsih melalui Kepala Bidang Ketersediaan Distribusi dan Kerawanan Pangan Arbai menerangkan, operasi pasar murah menyusul arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana sebagai bentuk intervensi pemerintah daerah menjaga stabilitas pasokan pangan.

    “Menurut pengamatan pemerintah daerah dan Perum Bulog, kelihatannya beras yang masih menjadi titik utama. Kami harus memastikan ketersediaan, khususnya menjelang Idul Fitri,” pinta Arbai.

    Diketahui, ketersediaan stok beras mencapai 92.741 ton. Sedangkan kebutuhan di Kabupaten Kediri sebesar 9.913,3 ton. Dengan jumlah data yang terinput, secara umum ketersediaan stok pangan dipastikan aman untuk Maret 2024.

    Melimpahnya stok tersebut sebagaimana untuk menyongsong kebutuhan beras masyarakat. Dimana, Arbai menyebut sekitar 8 ton beras disediakan dalam gelaran operasi pasar murah di setiap titik. Namun, terdapat pengurangan sekitar 2 ton, khusus bagi wilayah di dataran tinggi Kabupaten Kediri.

    “Kecuali untuk dataran tinggi memang ada pengurangan karena berkaitan dengan transportasi. Akhirnya dikurangi tapi masih dalam kategori wajar, kita bawa 6 ton,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan operasi pasar murah tersebut, lanjut Arbai, pihaknya berharap masyarakat mampu menjalani ibadah puasa dengan tenang. Arbai memastikan kebutuhan masyarakat akan tercukupi dalam beberapa waktu ke depan.

    “Dengan kondisi semacam ini masyarakat diharapkan tidak panik karena kebutuhan beras bisa tercukupi. Saat ini saja stok kami bisa mencukupi sampai liburan haji. Apalagi ketambahan (stok beras) pada Maret dan April,” terangnya.

    Selain beras SPHP dengan total 8 ton, dalam operasi pasar murah juga disediakan gula, minyak goreng, tepung terigu, telur, bawang merah dan bawang putih, serta sejumlah produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

    Adapun, operasi pasar murah juga akan terus berlangsung hingga menjelang lebaran. Di antaranya 18 Maret di Kecamatan Gurah, 19 Maret di Kayen Kidul, 20 Maret di Purwoasri, 21 Maret di Mojo, 22 Maret di Pare, 25 Maret di Ringinrejo, 26 Maret di Kunjang, 27 Maret di Pagu, 28 Maret di Kandangan, 1 April di Wates, 2 April di Plosoklaten, 4 April di Ngadiluwih. [ADV PKP/nm]

  • Wanita Bringin Ngawi Diduga Dibunuh, Polisi Amankan Suami

    Wanita Bringin Ngawi Diduga Dibunuh, Polisi Amankan Suami

    Ngawi (beritajatim.com) – Parsi (67) warga Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi diamankan Satreskrim Polres Ngawi. Dia diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut soal kematian istrinya, Suminten (64) yang diduga meninggal dunia karena dibunuh. Lantaran, ada darah yang keluar dari telinga kanan dan kiri korban.

    Kapolsek Bringin AKP Suyitno mengatakan, pihaknya menemukan beberapa kejanggalan saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Awalnya, pihaknya menerima laporan gantung diri, namun saat dicek, pihaknya meragukan jika Suminten meninggal karena bunuh diri.

    “Setelah dicek bersama Inafis Polres, ditemukan beberapa kejanggalan, yakni jenazah tergeletak di ranjang. Nah, ada tali jarik yang mengikat leher korban dengan simpul di depan. Kalau gantung diri kan harusnya di belakang atau di tengkuk,” terang Suyitno.

    “Kemudian, ada darah yang keluar dari telinga kanan dan kiri. Diduga pukulan benda tumpul. Dan kami sudah pastikan, tidak ada bekas jeratan tali apapun di leher korban,’’ lanjut mantan Kasat Binmas itu.

    Saat ini pihaknya sudah mengamankan suami korban untuk dimintai keterangan lebih lanjut. “Saat ini, suami korban sudah kami amankan. Penyelidikan ini mendapatkan back up penuh dari pihak Polres Ngawi,” pungkasnya.

    Diketahui, seorang lansia di RT 09 RW  01 Dukuh Bringin 2 Desa/Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi ditemukan meninggal dunia di rumahnya dengan cara tak wajar pada Senin (18/3/2024) pukul 10.00 WIB. Dia adalah Minten (68) warga setempat.

    Dia ditemukan meninggal dengan leher terjerat tali jarik, namun anehnya dia meninggal terbaring di tempat tidur. Diduga, dia tak meninggal karena bunuh diri.

    Kejadian berawal saat suami korban yakni Parsi meminta tolong pada warga karena kondisi korban. Kemudian, warga yang datang pun melihat kondisi korban yang sudah tewas terlentang dengan kondisi leher terjerat tali jarik.

    Harjo, salah seorang warga mengatakan, setahu dia, korban meninggal terlentang. Kemudian, ada jeratan jarik di leher korban.

    “Ya meninggal telentang gitu. Kepala di sebelah selatan gitu ya. Ada jarik gitu di lehernya. Tapi anehnya, kok itu meninggal telentang gitu. Ya sebatas itu,” kata Harjo.

    Warga pun kemudian melapor ke pihak perangkat desa dan kemudian melapor ke pihak kepolisian. Pihak kepolisian pun mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    Jenazah Minten kemudian dibawa ke Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD dr Soeroto Ngawi untuk diautopsi.

    Minten diduga meninggal dibunuh. Namun, hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil proses autopsi. [fiq/beq] 

  • Cerita Tetangga Soal Wanita Ngawi yang Dikabarkan Meninggal Tak Wajar

    Cerita Tetangga Soal Wanita Ngawi yang Dikabarkan Meninggal Tak Wajar

    Ngawi (beritajatim.com) – Sejumlah tetangga mendatangi rumah Suminten (64) warga Desa/Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Senin (18/03/2024) siang. Mereka terkejut mendengar kabar bahwa Suminten meninggal dunia. 

    Kejadian itu diketahui saat suami Suminten, yakni Parsi berteriak kebingungan hingga mengundang perhatian warga. Saat didatangi warga, ternyata Suminten sudah tergeletak tak sadarkan diri di atas ranjang. Ada pula jeratan kain jarik di lehernya.

    Warga pun melaporkan kejadian itu pada perangkat desa dan kemudian diteruskan ke pihak kepolisian. Hingga akhirnya rumah tersebut pun diamankan oleh pihak kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).  “Mereka berdua itu belum setahun tinggal di dusun ini. Dulunya sempat jadi transmigran di Kalimantan. Kemudian kembali tinggal di Ngawi,” terang Tarmi, warga setempat. 

    Setahu Tarmi, keduanya memang menderita penyakit. Sehingga, tidak bisa bekerja. Kalaupun ada ya seadanya saja. Sementara, anak mereka kadang mendatangi rumah untuk memberikan makanan. “Kami tidak tahu bagaimana meninggalnya. Tapi katanya memang ada yang aneh begitu,” pungkasnya. 

    Diketahui, Seorang lansia di RT 09 RW  01 Dukuh Bringin 2 Desa/Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi ditemukan meninggal dunia di rumahnya dengan cara tak wajar pada Senin (18/03/2024) pukul 10.00 WIB. Dia adalah Minten (68) warga setempat.

    Dia ditemukan meninggal dengan leher terjerat tali jarik, namun anehnya dia meninggal terbaring di tempat tidur. Diduga, dia tak meninggal karena bunuh diri. 

    Kejadian berawal saat suami korban yakni Parsi meminta tolong pada warga karena kondisi korban. Kemudian, warga yang datang pun melihat kondisi korban yang sudah tewas telentang dengan kondisi leher terjerat tali jarik. 

    Harjo, salah seorang warga mengatakan, setahu dia, korban meninggal terlentang. Kemudian, ada jeratan jarik di leher korban. “Ya meninggal telentang gitu. Kepala di sebelah selatan gitu ya. Ada jarik gitu di lehernya. Tapi anehnya, kok itu meninggal telentang gitu. Ya sebatas itu,” kata Harjo. 

    Warga pun kemudian melapor ke pihak perangkat desa dan kemudian melapor ke pihak kepolisian. Pihak kepolisian pun mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).  Jenazah Minten kemudian dibawa ke Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD dr Soeroto Ngawi untuk diotopsi. Minten diduga meninggal dibunuh. Namun, hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil proses otopsi. [fiq/kun] 

  • Kota Kediri Jadi Titik Pertama Safari Ramadan 1445 H, Santunan Anak Yatim

    Kota Kediri Jadi Titik Pertama Safari Ramadan 1445 H, Santunan Anak Yatim

    Kediri (beritajatim.com) – Kota Kediri menjadi titik pertama di Jawa Timur dalam Safari Ramadan 1445 H Baznas Jawa Timur dimana mengambil tema “Nikmat Berzakat, Tentaramnya Muzakki Bahagianya Mustahik”.

    Pada Safari Ramadan Baznas Jawa Timur ini dilakukan pemberian santunan kepada 800 anak yatim di Kota Kediri, yang bertempat di Masjid Agung Kota Kediri, Senin (18/3/2024). Pemberian santunan ini juga hasil kolaborasi dengan Baznas dan Lembaga Amil Zakat se-Kota Kediri.

    Pada kesempatan ini, Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono dan Pj Wali Kota Kediri Zanariah menyerahkan santunan kepada anak yatim secara simbolis kepada 10 penerima. Pada saat sambutan, Zanariah menuturkan bahwa telah disampaikan oleh Baznas Republik Indonesia bahwa Jawa Timur merupakan provinsi dengan pertumbuhan zakat yang tercepat dan berpengaruh pada peningkatan ekonomi masyarakat. “Kota Kediri juga merupakan salah satu penyumbang angka tersebut,” ucapnya.

    Lebih lanjut, Pj Wali Kota Kediri juga menuturkan bahwa hal tersebut ditandai dengan kolaborasi solid antara Pemkot Kediri dengan Baznas dan Lembaga Amil Zakat se-Kota Kediri. Lembaga-lembaga ini membantu menjangkau lebih banyak masyarakat Kota Kediri yang membutuhkan bantuan, melalui berbagai program penanggulangan kemiskinan, peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat seperti bantuan biaya bedah rumah, pendidikan hingga usaha. “Masyarakat sangat terbantu dengan bantuan yang disalurkan oleh Baznas dan Lembaga Amil Zakat ini,” imbuhnya.

    Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Timur mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa karena telah mengajari jajaran di Provinsi Jawa Timur di setiap kegiatan untuk melakukan santunan terlebih dahulu. Kemudian terima kasih juga kepada Baznas Jatim yang telah menyalurkan zakat, infaq dan yang lainnya di Jawa Timur ini. “Di Bulan Ramadan yang selalu dirindukan ini, bulan penuh berkah dan ampunan sehingga apabila melakukan amal kebaikan selalu dilipatgandakan,” ujarnya.

    Perlu diketahui, Baznas Jatim membagikan zakat dan santunan anak yatim ini di 10 titik kota maupun kabupaten di Jawa Timur. Selain santunan anak yatim, juga diberikan zakat produktif untuk 50 orang penerima, pemberian tali asih Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) kepada 10 orang, pemberian tali asih kepada Tagana 10 orang dan pemberian apresiasi seniman kepada 10 orang.

    Pada acara santunan anak yatim ini juga digelar operasi pasar murah Pemerintah Provinsi Jawa Timur di halaman Masjid Agung Kota Kediri. Ada empat komoditas yang dijual yakni telur dengan harga Rp 27.000/kg, beras dengan harga Rp 10.400/kg, gula pasir dengan harga Rp 16.000/kg, dan minyak goreng dengan harga Rp 14.000/kg.

    Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Ketua Baznas Provinsi Jawa Timur Ali Maschan Moesa, Ketua Baznas Kota Kediri Dawud Syamsuri, Forkopimda Kota Kediri, Kepala OPD Pemerintah Kota Kediri, dan penerima santunan. [nm/ted]

  • Emak-emak Perumahan Mewah Sidoarjo Bela Satpam yang Hendak Dimutasi Developer

    Emak-emak Perumahan Mewah Sidoarjo Bela Satpam yang Hendak Dimutasi Developer

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Beberapa warga Cluster Greenhill dan Orchard perumahan Citra Garden Sidokepung Buduran, mendatangi kantor marketing perumahan setempat, Senin (18/3/2024). Perwakilan warga Orchard sejumlah sekitar 6 orang tersebut menyampaikan keberatan atas pemindahan satpam Andi oleh pihak manajemen Citra Garden, karena dinilai melanggar dalam bertugas.

    Satpam Andi diketahui tertidur dengan duduk saat berjaga di kantor keamanan. Oleh warga salah satu warga cluster tersebut, diabadikan dengan foto, kemudian dikirim ke pihak pengembang. Khusnul Khotimah salah satu perwakilan warga merasa keberatan jika sampai Andi diberikan sanksi berat, pindah tugas karena tertidur sambil duduk itu.

    Ia memaklumi itu suatu kesalahan Andi karena dalam peraturan perusahaan outsourcing yang menaunginya, tidur sebuah kesalahan fatal. “Saya pikir kalau sampai Andi dipindah dari Orchard, itu berlebihan,” katanya.

    Isteri Ketua RT di Cluster Greenhill dan Orchard itu menyebut, petugas keamanan selain sigap dalam bertugas, ramah dan juga dibutuhkan yang komunikasinya baik dengan lingkungan.

    Perwakilan warga Cluster Orchard ditemui pihak Manajemen Citra Garden Buduran

    “Andi selama ini juga sudah menunjukkan komunikasi yang baik dengan lingkungan Orchard, sering membantu dan hampir sudah dianggap keluarga oleh warga Orchard, kenapa harus dipindah, ditegur keras tanpa harus dipindah kan bisa. Dari pada ditempatkan orang baru tapi sifatnya jauh tidak seperti Andi, mending pekan depan kita demo saja untuk membela Andi,” ancamnya.

    Ny Fikri warga lainnya, juga sependapat, ingin Andi tetap sebagai Satpam Orchard. Karena Andi selama bertugas sudah baik, hanya yang tidak senang saja sampai mengabadikan dengan foto kemudian memojokkan Andi. “Saya sepakat dengan warga lainnya, jika tetap pihak managemen Citra Garden memindahkan tugas, saya sepakat dengan rencana warga lainnya,” tukasnya.

    Sementara Nelson perwakilan dari Citra Garden membenarkan akan memindah Andi bertugas. Karena dinilai sudah melakukan kesalahan, bahkan ini sudah dua kalinya.

    Menurut dia, aturan bertugas di perusahaannya memang demikian. Artinya jika ada satpam diketahui tidur, kendati posisi itu diatas kursi, sudah masuk kategori kesalahan fatal. “Ini menyangkut soal keamanan, dan keamanan menjadi tanggungjawab kami. Jika di lapangan terjadi seperti ada yang melanggar, ya kami sanksi tegas,” paparnya. (isa/kun)

  • Balapan Liar di Sampang Berhadiah Rp50 Ribu, Bocah Luka

    Balapan Liar di Sampang Berhadiah Rp50 Ribu, Bocah Luka

    Sampang (beritajatim.com) – Balapan liar yang meresahkan kembali terjadi di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Kali ini, aksi berbahaya tersebut memakan korban luka-luka, termasuk seorang bocah di bawah umur.

    Peristiwa ini terjadi pada Minggu (17/3/2024) sekitar pukul 22.00 WIB di Jalan Raya Ragung, Kecamatan Pengarengan. Bermula dari adu kecepatan dua sepeda motor untuk memperebutkan uang taruhan senilai Rp 50 ribu.

    “Korban berinisial S, seorang remaja yang masih di bawah umur, terluka parah setelah terjatuh dari motornya saat melakukan balap liar,” ungkap Kapolsek Pengarengan Iptu Iwan Suhadi, Senin (18/3/2024).

    Iwan menjelaskan, S melaju dari arah timur ke barat tanpa mengenakan helm di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Desa/Kecamatan Pengarengan. Dari arah berlawanan, muncul sepeda motor dengan nomor polisi M 3964 PR yang dikendarai P dengan membonceng dua orang penumpang, A dan F.

    “Karena jarak yang terlalu dekat dan tidak ada ruang untuk menghindar, terjadilah tabrakan antara kedua sepeda motor tersebut,” terang Iwan.

    Akibat kecelakaan ini, keempat korban mengalami luka-luka. Mereka kemudian dilarikan ke Puskesmas terdekat, dan satu di antaranya dirujuk ke RSUD Sampang. Korban F yang diduga mengalami patah tulang dirujuk ke sangkal putung.

    “Kasus ini sudah dilimpahkan ke Unit Lakalantas Polres Sampang untuk penanganan lebih lanjut,” pungkas Iwan. [sar/beq]

  • Pesta Miras saat Ramadhan, Sekelompok Warga Bojonegoro Tewas

    Pesta Miras saat Ramadhan, Sekelompok Warga Bojonegoro Tewas

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Pesta minuman keras (miras) yang digelar sekelompok warga Kabupaten Bojonegoro saat Ramadhan berujung maut. Dari lima orang yang melakukan pesta miras, tiga di antaranya tewas.

    Mereka menggelar pesta miras di teras warung pinggir jalan persawahan Desa Duyungan, Kecamatan Sukosewu yang sedang tutup pada Sabtu (16/3/2024) siang.

    Ketiga pemuda yang meninggal tersebut yaitu Kiki, Didik dan Arifin. Dua di antaranya merupakan warga Desa Mayangkawis, Kecamatan Balen, serta satu orang asal Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro. Ketiganya diketahui tewas dalam waktu yang tidak bersamaan.

    “Ada lima orang yang ikut minum. Tiga yang meninggal. Kemarin satu, tadi malam dan yang satu lagi tadi pagi. Jadi tidak berbarengan,” ujar Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Fahmi Amarullah, Senin (18/3/2024).

    Ditambahkan AKP Fahmi, untuk dua orang lainnya saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

    Sedangkan, jasad tiga orang yang tewas sudah dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan. [lus/beq]

  • Mentan Andi Amran ke Bojonegoro Minta Gerakan Pompanisasi Dimaksimalkan

    Mentan Andi Amran ke Bojonegoro Minta Gerakan Pompanisasi Dimaksimalkan

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat berkunjung ke Kabupaten Bojonegoro meminta agar gerakan pompanisasi dilakukan secara maksimal. Dengan begitu diharapkan musin tanam padi bisa ditingkatkan per tahunnya.

    Guna mempercepat gerakan pompanisasi itu, kepala dinas dan juga pihak terkait harus segera melakukan pengecekan terhadap sungai-sungai besar yang tidak pernah surut saat musim kering. Usai dicek, pemasangan pompa harus segera dimasifkan.

    “Luas lahan kering disini kan 40 persen. Nah 40 persen disini berapa yang nempel ke Bengawan Solo atau Sungai Berantas harus dilakukan pengecekan dan pasang pompa secara maksimal,” ujar Mentan Amran, Senin (18/3/2024).

    Amran yang sedang meninjau gerakan tanam padi di Desa Tulungagung, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro melanjutkan, air dari sungai bisa dialirkan pada lahan-lahan sawah dengan indeks pertanamannya 1 atau maksimal 2 kali dalam setahun sehingga ke depan bisa dinaikkan menjadi 3 sampai 4 kali setahun.

    “Yang harus dicari adalah sungai yang tidak pernah kering. Ini boleh. Jadi yang tanam 1 kali cari dan yang tanam 2 kali cari sehingga bisa tanam 3 sampai 4 kali,” katanya.

    Mentan mengatakan pompanisasi menjadi solusi cepat mengingat saat ini tidak semua daerah diguyur hujan. Artinya, masih ada daerah-daerah kering akibat dilanda el nino gorila alias musim kering ekstrem yang berujung pada darurat pangan.

    Untuk mendukung upaya tersebut, katanya, semua pihak harus terlibat baik dari TNI, Polri, Kejaksaan, petani maupun dukungan langsung dari Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura (BPWS) yang memiliki peta wilayah sungai berair dan sawah kering.

    “Yang pasti kita harus efisien dan efektif. Bahkan dari BPWS, sudah sepakat ya 200 pompa digunakan dan keluar. Nah bapak ibu sekalian, ini dicek baik-baik berapa pompa dibutuhkan untuk menaikkan indeks tanam,” katanya.

    Sementara Pj Bupati Bojonegoro, Adriyanto mendukung penuh upaya kementerian pertanian dalam memaksimalkan pompanisasi pada lahan-lahan kering di Jawa Timur. Apalagi, kata dia, Kabupaten Bojonegoro selama ini adalah penghasil beras terbesar ketiga untuk wilayah Jatim.

    “Bojonegoro ini daerah terbesar ketiga produksi padi di Jatim. Namun kami punya tantangan besar karena kalau musim hujan resikonya banjir dan kalau musim kering seperti ini resikonya sangat panjang hingga 8 bulan,” terangnya.

    “Tapi kami berupaya menjaga produksi maksimal dimana angka pada 2023 mencapai 705 ribu ton. Jadi kami mendukung penuh pompanisasi yang dilakukan,” tambah Adriyanto.

    Sebagai informasi, luas hamparan sawah di Bojonegoro mencapai 115 hektare dengan rata-rata penggunaan varietas adalah inpari 32 atau indeks pertanaman 200. Adapun produktivitasnya sendiri mencapai 7,5 ton per hektare dengan kadar air 21 persen. Diketahui, rata-rata harga gabah kini mencapai Rp7.100 per kilogram . [lus/kun]

  • Wanita di Ngawi Ditemukan Meninggal Tak Wajar di Rumahnya 

    Wanita di Ngawi Ditemukan Meninggal Tak Wajar di Rumahnya 

    Ngawi (beritajatim.com) – Wanita yang tinggal di RT 09 RW 01 Dukuh Bringin 2 Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar di rumahnya pada Senin (18/3/2024). Jasad wanita bernama Minten (68) itu ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB.

    Saat ditemukan, leher Minten terjerat tali jarik. Anehnya, dia meninggal terbaring di tempat tidur. Diduga, dia tak meninggal karena bunuh diri.

    Kejadian itu berawal saat suami korban, Parsi, meminta tolong pada warga karena melihat kondisi istrinya. Warga yang datang langsung melihat kondisi korban yang sudah tewas terlentang dengan kondisi leher terjerat tali jarik.

    Harjo, salah seorang warga mengatakan, setahu dia, korban meninggal terlentang. Kemudian, ada jeratan jarik di leher korban.

    “Ya meninggal telentang gitu. Kepala di sebelah selatan gitu ya. Ada jarik gitu di lehernya. Tapi anehnya, kok itu meninggal telentang gitu. Ya sebatas itu,” kata Harjo.

    Warga pun kemudian melapor ke pihak perangkat desa dan kemudian melapor ke pihak kepolisian. Pihak kepolisian pun mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    Jenazah Minten kemudian dibawa ke Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD dr Soeroto Ngawi untuk diautopsi.

    Minten diduga meninggal dibunuh. Namun, hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil proses autopsi. [fiq/beq]