Blog

  • Ledakan Gas Guncang Tambang Batu Bara Pakistan, 12 Orang Tewas

    Ledakan Gas Guncang Tambang Batu Bara Pakistan, 12 Orang Tewas

    Islamabad

    Sebuah tambang batu bara di wilayah Pakistan bagian selatan diguncang ledakan gas. Sedikitnya 12 orang pekerja tambang tewas setelah terjebak di kedalaman lebih dari 200 meter di bawah tanah.

    Seperti dilansir AFP, Rabu (20/3/2024), ledakan gas itu mengguncang tambang batu bara swasta yang terletak di wilayah pertambangan Khost, Pakistan bagian selatan, pada Selasa (19/3) malam waktu setempat. Ledakan itu membuat para pekerja tambang terjebak di kedalaman 244 meter di bawah tanah.

    Tambang yang dilanda insiden itu terletak di lokasi berjarak sekitar 80 kilometer sebelah timur kota Queta.

    Petugas penyelamat dari departemen pertambangan pemerintah dan badan penanggulangan bencana bekerja keras sepanjang malam untuk menjangkau para pekerja yang terjebak. Namun sebagian besar pekerja tambang dievakuasi dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

    “Upaya penyelamatan telah berakhir dengan ditemukannya 12 jenazah,” ucap kepala inspektur tambang Provinsi Balochistan, Abdul Ghani Baloch, kepada AFP.

    “Dua jenazah ditemukan pada malam hari, dan 10 jenazah lainnya dievakuasi pada pagi hari,” tutur Baloch.

    Delapan orang lainnya yang berusaha menyelamatkan rekan-rekan mereka juga sempat terjebak selama beberapa jam. Namun mereka berhasil dievakuasi ke tempat aman oleh tim penyelamat pemerintah, dengan beberapa di antaranya dievakuasi dalam kondisi tidak sadarkan diri.

    Delapan orang itu telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut.

    Direktur Jenderal Pertambangan Balochistan, Abdullah Shahwani, mengonfirmasi jumlah korban tewas dalam insiden tersebut. Dugaan sementara menyebut ledakan dipicu oleh gas metana.

    “Laporan awal menunjukkan insiden itu disebabkan oleh gas metana,” sebut Shawani dalam pernyataannya.

    Perdana Menteri (PM) Shehbaz Sharif, dalam pernyataannya, menyampaikan “kesedihan mendalam dan kesedihan atas hilangnya nyawa-nyawa yang berharga”.

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Hadir di 6 Negara Sekaligus, “Agak Laen” Tayang di AS

    Hadir di 6 Negara Sekaligus, “Agak Laen” Tayang di AS

    Surabaya (beritajatim.com) – Industri perfilman Indonesia kembali mencetak prestasi membanggakan. Kali ini, datang dari film “Agak Laen” karya sutradara Muhadkly Acho yang telah dipastikan akan dirilis di sejumlah bioskop Amerika Serikat pada tanggal 22 Maret 2024. Kabar ini disampaikan langsung oleh Muhadkly Acho melalui akun Instagram pribadinya pada Senin (18/3).

    Dalam unggahannya, Muhadkly Acho menyatakan kegembiraannya dengan menulis.

    “TAYANG DI AMERIKA DIA WOI,” tulisnya dalam keterangan unggahan di akun pribadinya @muhadkly. Ia membagikan daftar kota dan nama-nama bioskop yang akan menayangkan film garapannya itu di Amerika Serikat.

    Berdasarkan informasi yang dibagikan, film “Agak Laen” akan tayang di enam negara bagian Amerika Serikat, termasuk California, Florida, Nevada, Oregon, Texas, dan Washington. Adapun empat kota yang akan menayangkan film ini antara lain Los Angeles, Sacramento, San Francisco, dan San Jose.

    Di Los Angeles dan San Francisco, film yang dibintangi oleh Indra Jegel, Boris Bokir, Oki Rengga, dan Bene Dion ini akan ditayangkan di dua bioskop, sementara di kota-kota lainnya di California dan kota-kota lainnya seperti Miami, Las Vegas, Portland, Dallas-Fort Worth, Dallas, Houston, dan Seattle, hanya akan ada satu bioskop yang menayangkannya.

    Jumlah total bioskop yang akan menayangkan “Agak Laen” mencapai 13 di seluruh Amerika Serikat. Semua bioskop di setiap kota tersebut akan menayangkan film tersebut secara serentak pada tanggal 22 Maret mendatang.

    Selain Amerika Serikat, film “Agak Laen” juga sedang tayang di empat negara Asia lain, termasuk Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura.

    Sebagai tambahan, film “Agak Laen” sendiri telah mendekati angka 9 juta penonton. Hingga Minggu (17/3), film ini telah ditonton sebanyak 8.904.670 penonton sejak rilis pada tanggal 1 Februari lalu.

    Meskipun demikian, prestasinya masih berada di bawah film horor “KKN di Desa Penari” yang telah mencatat rekor sebagai film Indonesia terlaris kedua sepanjang masa dengan perolehan 10.061.033 penonton saat tayang pada tahun 2022.

    Bagi kalian yang belum sempat menontonnya, berikut adalah sinopsis singkat dari film “Agak Laen”

    Sinopsis Film Agak Laen

    Berdurasi hampir 2 jam, film ini mengikuti kisah empat sahabat yang bekerja sebagai penjaga rumah hantu di pasar malam, mereka berusaha mencari cara baru untuk menakuti pengunjung agar bisnis mereka tetap bertahan.

    Namun, upaya mereka malah berujung pada tragedi ketika salah satu pengunjung meninggal dunia akibat ketakutan. Tanpa sengaja, mereka mengubur korban tersebut di dalam rumah hantu mereka. Namun, arwah si korban malah gentayangan, membuat rumah hantunya menjadi lebih menyeramkan dan menarik banyak pengunjung.

    Ketika polisi mulai menyelidiki, mereka terpaksa terlibat dalam berbagai intrik konyol untuk menyembunyikan kejadian tersebut. Bagaimana nasib mereka selanjutnya? Untuk mengetahui lebih lanjut, kalian bisa menyaksikan film “Agak Laen” yang masih tayang di beberapa bioskop-bioskop Indonesia! [mnd/aje]

  • Blitar Siapkan Rp44,9 M untuk THR ASN, Bupati, dan DPRD

    Blitar Siapkan Rp44,9 M untuk THR ASN, Bupati, dan DPRD

    Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Blitar mengalokasikan anggaran sebesar Rp44,9 miliar untuk kebutuhan Tunjangan Hari Raya (THR) Idulfitri 1445 Hijriah/2024 Masehi. Anggaran THR tersebut akan diperuntukkan bagi 9.195 ASN dan Non-ASN.

    Adapun rincian anggaran THR 2024 itu, yakni Rp33,2 miliar untuk PNS dan Rp11,5 miliar diperuntukkan bagi PPPK. Serta sisanya Rp250 juta untuk Non ASN yang terdiri dari Bupati Blitar dan 50 orang pimpinan serta anggota DPRD Kabupaten Blitar.

    “Karena sudah ada aturan tentang THR yaitu PP No 14/2024, maka anggarannya juga sudah dialokasikan sesuai kebutuhan. Dimana ASN terdiri dari PNS sebanyak 6.292 orang dan PPPK 2.852 orang, serta Non ASN 51 orang,” kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Blitar, Kurdiyanto.

    Nantinya setiap PNS dan PPPK bakal mendapatkan THR dengan komponen gaji pokok, tunjangan pangan, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan/umum dan tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Demikian juga untuk Non ASN, yaitu bupati dan pimpinan serta anggota DPRD besarnya juga mengacu penghasilan Maret 2024

    “Besarnya THR mengacu pada komponen penghasilan Maret 2024 ini, ditambah 1 kali atau 100 persen TPP paling banyak yang diterima tiap bulan,” paparnya.

    Jumlah anggaran THR 2024 ini lebih banyak jika dibandingkan tahun sebelumnya. Pasalnya pada tahun ini gaji ASN naik sebesar 8 persen dari tahun 2023 lalu. Dengan kondisi itu maka secara otomatis besaran anggaran yang disediakan untuk THR pada tahun ini juga ikut meningkat.

    “Serta perbedaan aturan, jika tahun kemarin tunjangan TPP hanya 50 persen, tahun ini diberikan penuh 100 persen,” bebernya.

    Terkait kapan THR ini bakal dicairkan, BPKAD mengaku belum tahu pasti. Pasalnya saat ini masih dalam proses penyusunan Peraturan Bupati (Perbup). Karena sesuai aturan, untuk mencairkan THR harus ada Perbup yang kini sudah diproses Bagian Hukum Setda Pemkab Blitar.

    “Kalau sesuai aturan paling cepat H-10 hari kerja, sebelum Hari Raya Idul Fitri atau 26 Maret 2024 ini. Diupayakan bisa tepat waktu pencairannya,” tutupnya. [owi/beq]

  • DPRD Surabaya Nilai Penanganan Banjir Berjalan Optimal

    DPRD Surabaya Nilai Penanganan Banjir Berjalan Optimal

    Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah menilai penanganan banjir sudah berjalan optimal dengan massifnya pengerjaan proyek saluran air hingga penambahan rumah pompa.

    “Penanganan yang dilakukan ini mampu membuat titik genangan banjir menjadi berkurang,” kata Laila, Rabu (20/3/2024).

    Total di Surabaya saat ini punya 75 unit rumah pompa yang tersebar di beberapa wilayah. Sedangkan untuk pembangunan saluran air mencapai panjang 109.506,722 meter.

    Puluhan rumah pompa merupakan akumulasi dari adanya penambahan di beberapa kawasan, yakni Rumah Pompa Merr, Rumah Pompa Gresikan, Rumah Pompa Bulak, Rumah Pompa Kebraon, Rumah Pompa Bozem Aquatic, dan Rumah Pompa Bukit Barisan.

    Sedangkan proyek saluran air yang digarap meliputi pelebaran dan menghubungkan antar jalur air di wilayah perkampungan dan saluran utama.

    Dampak pembangunan saluran yang ditunjang penambahan rumpah pompa mampu memangkas durasi genangan banjir di Surabaya, selain titik lokasi kemunculan air saat hujan deras melanda.

    Dia pun optimistis upaya komprehensif yang ditemput pemerintah kota setempat mampu membuat Surabaya segera terbebas dari banjir.

    “Ini merupakan jawaban upaya serius pemkot menanggulangi banjir,” ujar dia.

    Sementara, Laila menyatakan terus mengawal perkembangan progres penanganan banjir yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya.

    Laila berharap Pemkot Surabaya bisa terus memperhatikan kondisi lingkungan yang ada, dengan mengakomodasi setiap usulan yang masuk melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan atau Musrenbangkel.

    Sebab, melalui Musrenbangkel itu dapat diketahui persoalan mendesak yang harus secepatnya ditangani oleh pemerintah, agar ke depannya masyarakat tidak mengalami dampak signifikan.

    “Bagi warga yang terpenting kampungnya tidak banjir, saluran air di kampung harus disisir dan alirannya lancar,” kata dia.[ADV]

  • Dispendukcapil Surabaya Perketat Pengawasan Pendatang

    Dispendukcapil Surabaya Perketat Pengawasan Pendatang

    Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap pendatang yang masuk Kota Pahlawan pasca Lebaran nanti.

    Pengawasan tersebut akan melibatkan camat, lurah, ketua RT, dan ketua RW di masing-masing kecamatan dan kelurahan. 

    “Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) juga telah menginstruksikan kepada seluruh Camat, Lurah, dan Ketua RT dan Ketua RW untuk melakukan kontrol terhadap penduduk yang masuk di wilayahnya masing-masing. Karena yang paling tahu kan Ketua RT dan RW-nya,” kata Eddy, Rabu (20/3/2024).

    Eddy menegaskan, jika setelah lebaran idul fitri mendatang ditemukan ada penduduk yang statusnya tidak jelas, maka Ketua RT dan Ketua RW wajib melaporkannya ke kecamatan dan kelurahan untuk dilakukan pendataan.

    “Nanti akan kita tindak lanjuti dengan pendataan penduduk non permanen. Kalau misal di sini (Surabaya) mereka tidak punya pekerjaan, kemudian menjadi beban, mereka harus kembali ke daerah asal,” tegas Eddy. 

    Dia mengungkapkan, untuk tinggal menetap dan memiliki KTP dengan alamat domisili Kota Surabaya itu tidak mudah. Sebab, ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh penduduk yang pindah dari luar kota tersebut. Selain harus ada tujuan yang jelas, penduduk itu juga harus tinggal di satu alamat domisili. 

    “Sebelum mereka disetujui (pindah), kelurahan akan kroscek. Misal, dia pindah ke alamat Gayungan Gang 3 No. 4, kita cek di lokasi, apakah ada atau tidak. Kalaupun ada, dia harus foto bersama dengan petugas kelurahan itu, untuk memastikan secara fisik mereka ada di (alamat) situ,” ungkapnya. 

    Dia melanjutkan, jika nantinya saat kroscek penduduk tersebut tidak ada di lokasi, atau tidak tinggal di alamat sesuai dengan permohonan pindah, secara otomatis tidak akan disetujui.

    “Tapi ternyata nanti dicek di lapangan itu tidak ada, atau cuma namanya saja yang penting dapat KTP Surabaya, tidak kita setujui,” lanjutnya. 

    Pihaknya tidak ingin, pasca lebaran nanti ada penduduk yang pindah ke Surabaya namun statusnya fiktif, atau sekadar menumpang alamat. Apalagi, sampai ada oknum yang ingin memanfaatkan bantuan dari Pemkot Surabaya.

    “Maka dari itu harus kita cek, jangan sampai mereka pindah ke sini itu cuma fiktif saja. Namanya ada, tapi tinggal di daerahnya, dengan alasan nanti sekolah gampang, kalau sakit gampang,” pungkasnya. [asg/beq]

  • Antisipasi Bencana Alam, Polres Malang Siagakan Personel dan Peralatan

    Antisipasi Bencana Alam, Polres Malang Siagakan Personel dan Peralatan

    Malang (beritajatim.com) – Persiapan serius dilakukan Kepolisian Resor Malang dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam di wilayah Kabupaten Malang.

    Langkah ini dilakukan sebagai respons atas potensi dampak buruk dari cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.

    Kesiapan peralatan penanganan bencana ini diwujudkan dengan pemeriksaan peralatan siaga bencana di halaman Mapolres Malang, Rabu (20/3/2024).

    Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, menegaskan, langkah ini diambil untuk mengantisipasi dampak buruk cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.

    “Alat-alat ini sangat diperlukan oleh anggota di lapangan untuk membantu masyarakat, terutama dalam merespons bencana alam,” kata Kholis.

    Dalam pemeriksaan yang dilakukan, seluruh peralatan siap digunakan. Tidak hanya itu, Polres Malang juga melakukan penambahan sejumlah peralatan baru guna peremajaan peralatan yang sudah ada di seluruh Polsek jajarannya.

    Beberapa peralatan yang telah disiapkan antara lain puluhan gergaji mesin, arco dorong, sekop, cangkul, sabit, linggis, hingga tali tambang dengan berbagai ukuran. Selain itu, perlengkapan perorangan seperti sepatu bot, jas hujan, dan rompi pelampung juga telah disiapkan untuk memaksimalkan efisiensi dalam penanganan bencana.

    “Seluruh peralatan baru ini akan didistribusikan ke tiap-tiap rayon Polsek guna memastikan kecepatan dalam menanggapi bencana,” tegasnya.

    Kholis juga menekankan pentingnya pelatihan bagi seluruh anggota, terutama dalam penggunaan peralatan dengan baik dan efisien. Hal ini bertujuan agar penanganan bencana dapat dilakukan secara optimal dan cepat.

    Sementara itu, Polres Malang juga tetap memantau informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta berkolaborasi dengan Basarnas dan BPBD guna memitigasi penanganan bencana yang mungkin terjadi. (yog/ted)

  • 273 PNS Pemkab Mojokerto Naik Pangkat

    273 PNS Pemkab Mojokerto Naik Pangkat

    Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 273 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto naik pangkat pada periode 1 April 2024. Dengan rincian, PNS golongan IV sebanyak 28 orang, PNS golongan III sebanyak 167 orang, PNS golongan II sebanyak 78 orang.

    Kenaikan pangkat PNS tersebut dilakukan sebanyak enam kali dalam setahun. Hal itu sebagaimana telah diatur dalam pasal 2 peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 4 Tahun 2023 tanggal 24 Juli Tahun 2023. Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati secara langsung langsung menyerahkan Surat Keterangan (SK) kenaikan pangkat tersebut.

    “Berarti kalau 6 kali dalam satu tahun maka setiap 2 bulan sekali ini bisa dilaksanakan untuk penyerahan ketika keputusan kenaikan pangkat. Tentu ini dilakukan sesuai dengan waktunya masing-masing,” terangnya di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Pemkab Mojokerto.

    Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini berharap, kenaikan pangkat PNS tersebut dapat meningkatkan pelayanan kepegawaian di Pemkab Mojokerto. Dengan peraturan baru yang memberikan kemudahan pelayanan terhadap PNS, Bupati berharap akan berdampak signifikan.

    “Semakin meningkatkan kinerja PNS, bekerja harus dengan cara yang luar biasa. Untuk itu, PNS perlu meningkatkan kapasitas dan terus mengembangkan potensi diri mampu berinovasi untuk kemajuan organisasi dengan tetap mengedepankan BERAKHLAK, melayani bangsa serta integritas profesional dan pengabdian,” katanya.

    Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini mengingatkan jika ada penilaian terkait dengan IP ASN yang semuanya dibebani untuk melaksanakan peningkatan kapasitas dalam setahun untuk masing-masing PNS. Bupati meminta untuk bisa dipenuhi dan harus didukung dengan peningkatan kapasitas.

    Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mojokerto dan Tatang Marhaendrata. Hadir pula Asisten dan Staf Ahli Bupati, serta Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Kabupaten Mojokerto. [tin/kun]

  • Bupati Ngawi Ony Minta Maaf ke Masyarakat, Ada Apa?

    Bupati Ngawi Ony Minta Maaf ke Masyarakat, Ada Apa?

    Ngawi (beritajatim.com) – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono tiba-tiba meminta maaf pada masyarakat. Permintaan maaf itu dia unggah di salah satu grup media sosial. Ada apa?

    Dalam surat itu, Ony meminta maaf pada warga Ngawi karena kondisi jalan yang belum mulus seperti yang diharapkan. 

    “Assalamu’alaikum wr wb.

    Di Bulan Ramadhan ini ijinkan kami memohon maaf kepada saudaraku seluruh warga masyarakat Ngawi dan yang melintasi kab Ngawi dengan ke tidak nyamanan jalan baik jalan Nasional, Jalan Propinsi, Jalan Kabupaten.

    Percepatan penanggulangan Jalan di Ngawi telah diusahakan, mengawali periode kami menjadi Bupati kami berusaha merampungkan Infrastruktur Ngawi Bag Utara, Kec Karanganyar, Kec Pitu, Kec Kasreman Kec Bringin dan beberapa spot yg urgen. Tahap berikutnya Insyaallah menyelesaikan PR Ngawi bagian Selatan.

    Penggunaan metode Rigid Beton memang Cost-nya tinggi, tapi ini yg kita ambil strategi supaya jalan lebih awet namun karena management anggaran kita tidak bisa kerjakan serentak.

    Kami mohon kerjasama, Kesabaran, ke hati2 an dan Doa panjenengan supaya permasalahan ini segera mendapatkan solusi terbaik. Yakinlah, Insyaallah kami telah bekerja optimal dengan penuh integritas.

    Doakan kami bisa memegang amanah dengan Istiqomah.

    Terima kasih atas perhatiannya, semoga dengan kebersamaan dan guyub rukun ini Allah mengijabah setiap Doa kita. Aamiin

    Ony Anwar Harsono ST MH,’’ tulis Ony dalam unggahan pada 16 Maret 2023. 

    Surat itu diunggah pasca seorang gadis 27 tahun asal Magetan meninggal dunia imbas terjeblos jalan berlubang hingga tertabrak truk tronton di Jalan Nasional Ngawi-Mantingan, masuk Desa Pengkol, Kecamatan Mantingan pada tanggal yang sama. 

    Ony mengatakan, setidaknya apa yang diunggahnya untuk menjawab masyarakat yang mengeluhkan kondisi jalan baik jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kabupaten. Karena, apapun jenis jalannya, Bupati yang lebih dulu mendapatkan keluhan soal kondisinya. 

    “Masyarakat ini kan pasti wadulnya ke Bupati. Sekaligus, kami berikan pemahaman bahwa kami di Kabupaten juga intens berkomunikasi dengan Kementerian PUPR untuk membahas jalan nasional kemudian dengan pihak provinsi untuk urusan jalan provinsi,” kata Ony, Rabu (20/3/2024) 

    Untuk jalan nasional di Ngawi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak ahli dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tentu, dengan kontur tanah yang labil, bakal membuat jalan jadi mudah rusak. Sehingga sebenarnya perlu dibeton. 

    “Namun, setelah dikaji kembali, ternyata belum urgent untuk dibeton. Bisanya ya diaspal, tapi dengan pondasi yang memang tebal. Begitu kata ahlinya,” papar Ony. 

    Kemudian, untuk jalan kabupaten, pihaknya menjadwalkan untuk rehabilitasi di belasan ruas jalan di tahun 2024. “Semoga tahun 2024 ini semua bisa diperbaiki dna kondisinya sudah mantap,” pungkasnya. [fiq/beq]

  • Mengapa Semakin Banyak Non-Muslim yang Mengikuti Ramadan?

    Mengapa Semakin Banyak Non-Muslim yang Mengikuti Ramadan?

    Jakarta

    Ini mungkin terdengar aneh dikatakan oleh seorang muslim yang taat, tapi Kholoud Khardoum, seorang pria berusia 53 tahun yang tinggal di Irak, jelas-jelas mengatakan hal ini.

    “Tidak semua hal tentang Ramadan adalah soal agama,” kata seorang penulis yang tinggal di Baghdad ini. “Ramadan juga tentang suasana dan tradisi berkumpulnya orang-orang.”

    Kholoud mengatakan kepada DW bahwa Irak adalah negara dengan mayoritas penduduk muslim, tetapi di daerah-daerah tempat komunitas-komunitas agama yang berbeda hidup bersama, maka orang akan sering menemukan non-muslim ikut serta dalam perayaan-perayaan di sekitar hari raya Ramadan.

    Khususnya “iftar”, yakni buka puasa yang terjadi saat matahari terbenam, yang sering dijadikan momen berkumpulnya teman dan keluarga untuk berbuka puasa.

    “Kadang-kadang umat Kristen membuat makanan penutup dan mengirimkannya kepada tetangga mereka yang beragama Islam,” kata Khardoum. “Kadang-kadang umat Muslim mengirim makanan. Atau mereka semua berpuasa bersama. Sungguh menyenangkan untuk berbagi hal-hal seperti ini,” katanya.

    Ada banyak cerita serupa di tempat lain di Timur Tengah. “Salah satu teman tertua dan terdekat saya adalah seorang muslim, jadi kami berbagi beberapa kebiasaan,” kata seorang perempuan Mesir, Um Amir.

    “Misalnya, saya akan berpuasa di siang hari di bulan Ramadan, lalu berbuka puasa bersama keluarganya,” ujar perempuan berusia 50 tahun, yang tinggal di Assiut, sebuah kota di selatan Kairo tersebut.

    Lebih banyak non-muslim ikut Ramadan di Barat?

    Mengingat ketiga perempuan ini tinggal di negara-negara mayoritas muslim, pengalaman mereka tidak akan mengejutkan bagi orang-orang yang tinggal di sana. Ini ibarat sama sulitnya bagi muslim untuk menghindari perayaan Natal di Eropa atau Amerika Utara.

    Namun, Ramadan juga secara bertahap menjadi hari libur yang terkenal di negara-negara mayoritas Kristen.

    Tahun lalu, London menjadi kota besar pertama di Eropa yang menghiasi jalan utama dengan lampu-lampu Ramadan. Tahun ini, Frankfurt am Main mengikuti jejak London dengan menjadi kota besar pertama di Jerman yang memasang lampu-lampu Ramadan.

    Di Austria, lebih dari 1.000 orang berkumpul untuk “buka puasa bersama” di negara bagian Carinthia. Ini adalah acara bagi semua masyarakat untuk berbuka puasa dan makan bersama, meskipun mereka bukan muslim dan tidak berpuasa.

    Penyelenggara mengatakan bahwa acara ini menarik lebih banyak orang setiap tahunnya. Seperti yang dikatakan oleh salah satu peserta kepada surat kabar regional Kleine Zeitung, “Saya tidak menyangka akan ada begitu banyak non-muslim di sini.”

    Ramadan yang lebih dikenal sekarang “juga sangat berkaitan dengan peningkatan pengakuan politik dan kesetaraan bagi umat Islam di ruang publik,” ujar Farid Hafez, seorang peneliti senior di Bridge Initiative, sebuah proyek yang menyelidiki Islamofobia yang berbasis di Universitas Georgetown, Washington.

    Dampak komersial dari Ramadan juga membuat informasi tentang bulan suci umat Islam ini semakin berkembang. Rata-rata umat muslim membelanjakan lebih banyak uang selama Ramadan untuk berbagai hal, mulai dari hadiah dan pakaian hingga makanan dan bahkan mobil. Di Timur Tengah saja, pengeluaran selama Ramadan tahun 2023 mencapai lebih dari $60 miliar (Rp943 triliun).

    Dituduh melakukan perampasan budaya

    Teori lain yang dikemukakan oleh direktur Woolf Institute, Wagner, mengenai profil Ramadan berkisar pada bahasa dan perubahan generasi. “Begitu orang berbicara bahasa tanpa aksen, ada pergeseran dalam pemahaman bahwa sekarang mereka benar-benar menjadi bagian dari bahasa tersebut,” kata Wagner, ahli sosiolinguistik.

    “Dan di Inggris, kita melihat populasi muslim penutur asli bahasa Inggris, yang kini berusia 40-an dan 50-an, mulai mengisi posisi kepemimpinan dan berpengaruh.”

    Di Prancis, hal yang sama juga terjadi. Di sana, para peneliti mencatat bahwa generasi muslim Prancis merasa bahwa mereka dapat mempraktikkan agama secara lebih terbuka.

    “Melalui praktik [keagamaan] yang lebih terlihat, individu-individu muda Prancis mengklaim status mereka sebagai anggota masyarakat yang utuh,” kata Jamel El Hamri, seorang peneliti di Institute of Research and Study on Arab and Islamic Worlds di Prancis, kepada Le Monde pekan lalu. “Mereka merasa sebagai orang Prancis dan muslim.”

    Tentu saja, tidak semua orang senang. Sebagian umat muslim merasa kesal dengan komersialisasi Ramadan. Ulama konservatif berpendapat bahwa non-muslim tidak boleh ikut berpuasa, sementara kelompok sayap kanan Eropa meyakini bahwa praktik ini akan menyebabkan berakhirnya peradaban seperti yang mereka definisikan. Lalu, beberapa tokoh media sosial yang berpuasa selama Ramadan, memperlakukannya sebagai semacam tantangan kesehatan online, dan ini mendapat kecaman sebagai perampasan budaya.

    Namun, baik Hafez maupun Wagner tidak yakin bahwa pendapat-pendapat seperti ini akan mereduksi manfaat seseorang merasa nyaman dengan kepercayaan orang lain. (pkp/rs )

    Tonton juga Video: Tips Memilih Jodoh Islami yang Tepat dan Bahagia

    (ita/ita)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Ojol Bebas Parkir di Apartemen Puncak Kertajaya Surabaya, Ini Aturannya!

    Ojol Bebas Parkir di Apartemen Puncak Kertajaya Surabaya, Ini Aturannya!

    Surabaya (beritajatim.com) – Ojol yang tergabung dalam Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur resmi mencabut seruan boikot terhadap Apartemen Puncak Kertajaya (APK) Surabaya per 19 Maret 2024.

    Keputusan ini diambil setelah pihak APK mengabulkan salah satu tuntutan PDOI, yaitu gratis biaya parkir bagi driver ojek online (ojol) yang mengantarkan orderan makanan dan barang.

    “Iya, benar. Kami sudah cabut status boikot terhadap Apartemen Puncak Kertajaya per 19 Maret 2024, setelah pihak managemen mengabulkan salah satu tuntutan kami,” kata Daniel Lukas Rorong Humas PDOI, Rabu (20/3/2024).

    Tuntutan yang dimaksud adalah, pihak managemen memberikan fasilitas gratis biaya parkir bagi driver ojek online (ojol) yang mengantarkan orderan makanan dan barang untuk penghuni Apartemen Puncak Kertajaya.

    “Awalnya, kami meminta durasi waktu selama 7-10 menit, tapi pihak managemen mengakomodir cuma 5 menit saja,” jelasnya.

    Keputusan dari pihak managemen APK sendiri terkait kebijakan tersebut disampaikan Dwi Prasetyo selaku Kepala Security Apartemen Puncak Kertajaya (APK) saat ditemui Daniel di Posko Security APK, Selasa (19/3/2024).

    Alhasil, untuk mensiasati durasi waktu yang cuma 5 menit, Herry Wahyu Nugroho, Ketua PDOI Jatim memberikan tipsnya

    Yang pertama, rekan-rekan ojol bisa konfirmasi dulu pada customer (penghuni) Apartemen Puncak Kertajaya (APK) melalui chat aplikasi saat menerima orderan agar nantinya menemui dan standby di lobi.

    Yang kedua, rekan-rekan ojol memberi kabar bahwa pesanan customer sudah selesai dan siap diantarkan, agar kiranya terus memantau rute perjalanan melalui aplikasi.

    Yang ketiga, saat sudah sampai di depan Apartemen Puncak Kertajaya, rekan-rekan ojol jangan masuk terlebih dahulu. Pastikan customer (penghuni) sudah menunggu (standby) di area lobi dimana dirinya tinggal.

    “Begitu customer sudah standby di lobi, baru deh rekan-rekan ojol bisa masuk ke area dalam APK beserta motonya sekalian. Jadi, tidak perlu menaruh motornya di area parkiran,” tegas Herry.

    Mengingat ada 4 tower di dalam area APK, Herry wanti-wanti pada rekan-rekan ojol untuk memastikan pihak customer (penghuni) dimana dia tinggal dan menunggu.

    “Karena durasi waktunya terbatas, jangan sampai nantinya kesasar dan buang waktu,” pesannya.

    Lalu yang keempat, begitu sudah tiba dan bertemu dengan pihak customer, rekan-rekan ojol bisa segera keluar dan meninggalkan APK sebelum durasi waktu 5 menit agar tidak terkena biaya parkir.

    “Memang mepet waktunya, tapi kebijakan ini kami terima sementara sambil ke depannya akan kami perjuangkan kembali untuk diperpanjang lagi waktunya sampai 10 menit. Termasuk tuntutan kami agar nantinya pihak APK bisa menyediakan slot parkir gratis khusus untuk ojol saat mengantarkan orderan di lokasi tersebut,” ungkap Herry.

    Namun, Herry juga tak membantah terkait ada driver ojol yang tetap memboikot segala bentuk orderan di Apartemen Puncak Kertajaya dan menginginkan gratis biaya parkir dengan durasi waktu 10 menit dan slot parkir gratis.

    “Itu hak mereka. Kami tak bisa memaksa jika ada yang tetap keukeh (berpendirian) seperti itu,” ujar pria yang akrab dipanggil Herry Bimantara ini.

    Solusi lainnya, lanjut Herry, rekan-rekan ojol bisa menyampaikan di awal saat menerima orderan melalui chat aplikasi bahwa ada biaya parkir sebesar 3 ribu yang harus ditanggung oleh customer.

    “Kalau customernya menolak biaya parkir yang harus ditanggung, maka sampaikan solusi perihal ketentuan gratis biaya parkir yang sudah diterapkan oleh pihak managemen APK,” imbuhnya.

    Untuk diketahui, Jumat (15/3/2024) lalu, ratusan driver ojek online (ojol) menggeruduk Apartemen Puncak Kertajaya (APK).

    Aksi solidaritas bertajuk “Save Motor Ojol” yang dimotori oleh “Perhimpunan Driver Online Indonesia” (PDOI) Jawa Timur ini dilakukan untuk menyikapi hilangnya dua motor ojol dalam kurun waktu sebulan terakhir, saat parkir diluar area APK untuk mengantarkan orderan yang dipesan oleh penghuni apartemen tersebut. (ted)