Blog

  • 2 Anak TK Ponorogo Tewas Tenggelam di Sungai

    2 Anak TK Ponorogo Tewas Tenggelam di Sungai

    Ponorogo (beritajatim.com) – Kejadian naas terjadi di Ponorogo, 2 anak perempuan yang masih duduk di Taman Kanak-kanak (TK) tewas tenggelam di sungai. Peristiwa itu terjadi pada Senin (01/04) sore di sungai Setono yang berada di Dusun Mirah Desa Nambangrejo Kecamatan Sukorejo Ponorogo. Kedua bocah malang itu, yakni berinisial SSD berumur 5 tahun dan inisial CAS berumur 6 tahun.

    “Saat dapat laporan dari warga, seketika petugas langsung meluncur ke TKP untuk melakukan evakuasi terhadap para korban,” kata Kapolsek Sukorejo Iptu Catur Juli Hernawan, Selasa (02/04/2024).

    Penemuan 2 jasad balita yang tenggelam di sungai Setono desa setempat itu, berawal dari seorang petani yang melintas di sekitar DAM sungai Setono. Petani itu curiga karena melihat ada 2 pasang sandal dan pakaian anak-anak di tepi sungai. Setelah ditelusuri, warga itu pun menemukan jasad anak perempuan yang sudah dalam keadaan tewas di sungai.

    Jasad pertama itu, berjarak 500 meter dari lokasi penemuan pakaian. Sementara untuk jasad satu korban lainnya ditemukan di sungai berjarak sekitar 1 kilometer dari titik awal. Disinyalir kedua anak TK itu berenang di sungai tersebut. Namun, karena tidak bisa berenang dan luput dari pengawasan orang dewasa, mereka akhirnya tenggelam.

    “Dam sungai Setono itu berkedalaman sekitar 1,5 meter dan saat kejadian arusnya cukup deras,” katanya.

    Usai dievakuasi petugas dari Polsek Sukorejo, jasad kedua korban pun diperiksa oleh tim medis. Dari pemeriksaan itu pun tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Keduanya pun langsung dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemulasaraan. Untuk selanjutnya di makamkan tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.

    “Supaya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, kami menghimbau kepada orangtua untuk selalu mengawasi anaknya ketika bermain di luar rumah,” pungkas Catur. [end/aje]

  • Catat, Perusahaan di Blitar Harus Cairkan THR Minimal H-7 Hari Raya Idul Fitri

    Catat, Perusahaan di Blitar Harus Cairkan THR Minimal H-7 Hari Raya Idul Fitri

    Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Blitar mewajibkan seluruh perusahaan yang beroperasi di Bumi Bung Karno untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) ke karyawan minimal H-7 Lebaran. Seluruh perusahaan pun wajib memberikan THR ke karyawan secara penuh atau full.

    Sejumlah sanksi pun disiapkan bagi perusahaan yang tidak mematuhi aturan tersebut. Karyawan atau buruh juga bisa langsung melapor ke Dinas Tenaga Kerja Kota Blitar jika hingga H-7 Hari Raya Idul Fitri THRnya belum dicairkan oleh pihak perusahaan.

    “Diharapkan diberikan H-7, dan tidak boleh dicicil itu sudah kita sampaikan ke seluruh perusahaan di wilayah Kota Blitar,” kata Juyanto, Kepala Dinkop, UKM dan Naker Kota Blitar, Selasa (02/04/24).

    Perlu diketahui setiap perusahaan yang sudah beroperasi di Kota Blitar diwajibkan untuk memberikan THR ke karyawan di Hari Raya Idul Fitri 2024 ini. Nilai THR untuk setiap karyawan adalah 1 kali gaji.

    Itu berlaku untuk karyawan yang telah bekerja selama 1 tahun lebih di perusahaan tersebut. THR itu harus diberikan ke buruh atau karyawan minimal 7 hari sebelum lebaran.

    “Untuk karyawan yang belum bekerja selama 1 tahun tetap berhak mendapatkan THR, dengan rumus penghitungannya yaitu 12 dibagi berapa bulan kerjanya akan ketemu,” terangnya.

    Karyawan yang belum bekerja selama 1 tahun pun tetap berhak mendapatkan THR. Namun nilai THR-nya bukan satu kali gaji, melainkan seberapa lama dia bekerja di perusahaan itu.

    Pemkot Blitar pun meminta kepada seluruh perusahaan untuk menaati aturan soal THR itu. Pasalnya ini sudah menjadi kesepakatan antara Pemkot Blitar, Perusahaan dengan buruh atau karyawan.

    “Sampai sekarang terkait THR belum ada pengaduan yang masuk kami juga berharap sampai hari H nanti bukan pengaduannya tapi pelaksanaannya dari perusahaan karena ini sudah jadi kesepakatan,” tutupnya.

    Jika ada perusahaan yang tidak memberikan THR maka tim tingkat dua dan pengawas dari Disnaker Provinsi Jawa Timur akan kelapangan. Mereka nantinya akan memberikan sanksi ke perusahaan sesuai dengan ketentuan dan tahapan-tahapan yang ada. (owi/ian)

  • Simpan Bahan Peledak Ilegal Warga Sampang Diciduk

    Simpan Bahan Peledak Ilegal Warga Sampang Diciduk

    Sampang (beritajatim.com) – Simpan bahan peledak untuk petasan hingga mencapai berat 1 kg, seorang pemuda inisal MR (22) warga Sampang diamankan polisi. Pemuda ini merupakan warga Dusun Kapasan, Desa Buker, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura.

    Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo mengatakan, tersangka diamankan karena menyimpan bahan peledak tanpa dilengkapi dengan surat izin.

    “Awalnya kami mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa ada seorang yang menjual bahan peledak untuk pembuatan mercon,” terangnya, Senin (1/4/2024).

    Sigit menjelaskan, dari hasil pengamanan tersengka pihaknya juga menyita barang bukti bahan peledak ilegal dan satu unit Hp.

    “Barang bukti juga kita sita dan tersangka masih menjalani proses hukum,” imbuhnya.

    Pasca pengamanan tersangka beserta bahan baku mercon itu. Pihaknya mengimbau kepada warga untuk tidak bermain petasan di bulan Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri nanti. Sebab, mercon merupakan benda yang dilarang.

    “Kami mengimbau kepada warga untuk tidak bermain petasan,” pungkasnya. [sar/aje]

  • Napak Tilas Bareng Wahyu Hidayat di Peringatan HUT ke 110 Kota Malang

    Napak Tilas Bareng Wahyu Hidayat di Peringatan HUT ke 110 Kota Malang

    Malang(beritajatim.com) – Napak tilas menjadi serangkaian perayaan hari ulang tahun ke 110 Kota Malang. Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengajak kepala perangkat daerah untuk mengingat kembali jejak sejarah di Kota Malang dengan mengunjungi sejumlah bangunan peninggalan era kolonial.

    Napak tilas semakin kental dengan nuansa tempo dulu karena Wahyu Hidayat dan sejumlah kepala OPD naik bemo roda 3 pada Senin, (1/4/2024). 6 tempat yang dikunjungi, yaitu Stasiun Kotabaru, Gedung KNPI, Kantor Bank Indonesia, KPPN, Alun-alun Merdeka, dan Gedung Kesenian Gajayana.

    Dengan napak tilas Wahyu ingin mengenang kembali sejarah-sejarah lama Kota Malang. Dia mengaku menerima, banyak pencerahan usai napak tilas.

    “Tujuan utamanya tentu dalam memperingati HUT Kota Malang, ASN dan masyarakat harus mengetahui sejarah yang sebenarnya. Jadi lebih pas kalau merayakan dengan tahu bagaimana cerita sejarah Kota Malang yang sebenarnya,” ujar Wahyu.

    Wahyu lantas menceritakan saat mengunjungi Kantor Bank Indonesia dan KPPN. Dirinya menyimpulkan ada keterkaitan erat cerita sejarah yang dia dapatkan dengan asal usul hari ulang tahun Kota Malang tanggal 1 April.

    “Banyak informasi yang saya dapatkan, tadi disana (Kantor BI dan KPPN) ceritanya punya keterkaitan, dan ada hubungannya dengan dipilihnya tanggal 1 April sebagai hari ulang tahun Kota Malang, “ujar Wahyu.

    Wahyu juga mengamati saat di KPPN ada pegawai yang menggunakan pakaian Kolonial di peringatan HUT Kota Malang ini.

    “Tadi saat di KPPN, ada pegawai yang mengenakan pakaian kolonial, dan ada benarnya karena 1904 ini Kota Malang kan ada di masa penjajahan bukan lagi masa kerajaan, nah fakta ini juga perlu untuk diketahui oleh semuanya,” ujar Wahyu.

    Selain itu, Wahyu juga sedikit bernostalgia dengan Gedung Kesenian Gajayana yang dipilih sebagai lokasi terakhir napak tilas. Wahyu mengatakan gedung yang punya sejarah ini perlu untuk dihidupkan lagi. Karena itu Wahyu menggagas rencananya resepsi HUT Kota Malang yang ke 110 ini nantinya bisa ditempatkan di gedung yang dulu bernama Cendrawasih ini.

    “Saya menikmati jadi seperti bernostalgia dengan masa kecil dulu, nah termasuk gedung kesenian ini. Dulu kan banyak pertunjukan kesenian disini, tapi sekarang sudah tidak pernah digunakan, padahal gedung ini punya sejarah. Rencananya nanti resepsi HUT akan dilaksanakan disini, harapannya gedung ini bisa seperti dulu lagi,” ujar Wahyu.

    Wahyu berharap napak tilas dilakukan secara berkelanjutan. Katanya, masyarakat perlu mengetahui cerita Kota Malang ini agar kecintaannya kepada Kota Malang ini semakin besar. Tujuannya mensukseskan program dan kebijakan pembangunan di Kota Malang.

    “Harapannya hal ini (Napak tilas) bisa terus dilanjutkan. Semakin tahu sejarah Kota Malang, mudah-mudahan kecintaan masyarakat terus bertambah. Dan kecintaan itu bisa diwujudkan dengan ikut mensukseskan program dan kebijakan pembangunan Pemerintah Kota Malang,” ujar Wahyu. (luc/ted)

  • Warga Sampang Digegerkan Sosok Mayat Bayi di Pantai Taddan

    Warga Sampang Digegerkan Sosok Mayat Bayi di Pantai Taddan

    Sampang (beritajatim.com) – Warga Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura digegerkan adanya sosok mayat bayi laki-laki yang tergeletak di bibir pantai desa setempat.

    Warga yang berada di lokasi, sempat mengabadikan dengan kamera ponsel lalu viral di media sosial. Dalam video singkat tersebut menggambarkan mayat bayi laki-laki dengan posisi tengkurap dan masih lengkap dengan ari-arinya.

    Saniman, mantan Kepala Desa (Kades) Desa Taddan, membenarkan adanya penemuan mayat bayi tersebut. Namun, pihaknya tidak bisa berkomentar lebih karena telah ditangani oleh pihak berwajib dan mayat bayi sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moh. Zyn.

    “Iya benar ada penemuan mayat bayi dan saat ini sudah dievakuasi ke rumah sakit,” singkatnya, Senin (1/4/2024).

    Informasi yang berhasil diperoleh Beritajatim.com, penemuan mayat bayi itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Posisi mayat berada di bibir pantai dengan jarak sekitar 10 meter dari jalan raya.

    Dugaan kuat, bayi laki-laki itu dilahirkan dari hasil hubungan gelap dan sengaja dibuang oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sebab kondisinya masih lengkap dengan ari-arinya. [sar/ian]

  • Ini Kesaksian Keluarga Pemilik Toko Sembako di Ponorogo yang Terbakar

    Ini Kesaksian Keluarga Pemilik Toko Sembako di Ponorogo yang Terbakar

    Ponorogo (beritajatim.com) – Kesaksian keluarga pemilik toko sembako yang terbakar pada tengah malam tadi, bahwa toko baru saja tutup kira-kira setengah jam sebelum kebakaran. Keluarga pemilik toko itu pun baru saja masuk ke rumah yang berada di belakang toko yang terbakar tersebut.

    “Jadi toko ini baru saja tutup setengah jam sebelum kejadian kebakaran itu” ungkap Hardianto, salah satu anggota keluarga pemilik toko sembako, Selasa (02/04/2024).

    Usai menutup toko, keluarga itu pun langsung bergegas masuk ke dalam rumah. Setengah jam kemudian, keluarga pemilik yang berada di dalam rumah, mengetahui teriak-teriak tetangga bahwa ada kebakaran. Tal ayal, saat keluar rumah, ternyata yang mengalami kebakaran toko sembako yang ada di depannya.

    “Tau-tau sudah timbul api. Kita yang ada di dalam rumah malah tidak tahu, kalau terjadi kebakaran,” katanya.

    Mengetahui toko terbako, pihak keluarga langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran (damkar). Hardianto menyebutkan bahwa, meski kebakaran masih berlangsung setengah jam, namun api pun cepat membesar. Sehingga membakar bagian-bagian lain yang ada di sekitar toko.

    “Api langsung membesar, sehingga barang-barang di dalam toko, tidak ada yang terselamatkan,” katanya.

    Diberitakan sebelumnya, Jelang tengah malam terjadi kebakaran hebat di Kabupaten Ponorogo. Si jago merah membakar sebuah toko sembako yang berada di Jalan Ir. Juanda masuk Kelurahan Tonatan Ponorogo. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebaran ini, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

    Sahid menjelaskan bahwa toko sembako yang terbakar itu, bergandengan langsung dengan rumah korban yang berada di belakang toko. Sehingga selain membakar semua bangunan toko dan isinya, api juga menyambar sebagian rumah yang dihuni oleh 2 kepala keluarga yang berisi 5 orang.

    “Rumah yang berada di belakang toko, juga ikut terbakar sebagian,” katanya.

    Untuk penyebab kebakaran, Sahid masih belum mengetahui pastinya. Sebab, pihaknya saat ini masih sedang melakukan penyelidikan. Namun, dari keterangan saksi, api pertama kali muncul dari sekring listrik. Pemilik toko sebenarnya berusaha akan memadamkan titik pertama api itu muncul, tetapi tidak bisa karena api sudah terlanjur membesar.

    “Untuk penyebab kebakaran belum pasti, kita masih melakukan penyelidikan,” katanya. (end/ian)

  • Prakiraan Cuaca Malang dan Kota Batu Selasa 2 April 2024

    Prakiraan Cuaca Malang dan Kota Batu Selasa 2 April 2024

    Malang (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memperkirakan cuaca Malang raya hari ini, Selasa 2 April 2024 di wilayah kabupaten dan kota.

    Prakirawan Bhilda Maulida S.Tr., melaporkan bahwa cuaca kota Malang pagi hari cuaca cerah berawan. “Kemudian pukul 10.00 cuaca di kota Malang cuaca berawan. Cuaca hujan ringan terjadi pada siang hari pukul 13.00 WIB,” tulis Bhilda Maulida dikutip dari laman resmi BMKG Juanda.

    Pukul 16.00 diperkirakan cuaca hujan petir. Pada pukul 19.00 WIB diperkirakan cuaca hujan ringan. Pukul 22.00 WIB diperkirakan cuaca berawan.

    Hari Rabu (3/4/2024) dini hari cuaca diperkirakan cuaca berawan. Suhu dengan kondisi tersebut berada pada angka 23 derajat celcius. Pagi hari pukul 07.00 cuaca di kota Malang diperkirakan cuaca cerah.

    Sementara itu, wilayah Kabupaten Malang pada Selasa (2/4/2024) seluruh kecamatan di wilayah kabupaten Malang cuaca cerah berawan.

    Pukul 10.00 WIB diperkirakan sebagian besar kecamatan cuaca berawan dan hujan ringan. Cuaca cerah berawan di Jabung, Pakis, Poncokusumo, Tajinan, Tumpang, Wajak. Hujan petir di Dau, Ngantang, Pujon, Kasembon, Karangploso, Lawang, Singosari.

    Pukul 13.00 WIB diperkirakan sebagian besar kecamatan cuaca hujan petir dan hujan ringan ringan. Cuaca berawan di Bantur, Gedangan, Sumbermanjing Wetan, Donomulyo. Kalipare cuaca berawan tebal.

    “Pukul 16.00 WIB sebagian besar kecamatan kabupaten Malang cuaca hujan petir. Cuaca hujan ringan di Donomulyo dan Kalipare,” tulis Bhilda Maulida dari laman resmi BMKG Juanda.

    Pukul 19.00 WIB di sebagian besar kecamatan cuaca cerah berawan. Cuaca hujan ringan terjadi di Karangploso, Lawang, Singosari, Dau, Ngantang, Pujon, Kasembon, Jabung, Pakis, Poncokusumo, Tajinan, Tumpang, Wajak,

    Pukul 22.00 WIB cuaca pada sebagian besar kecamatan cuaca berawan. Cuaca hujan ringan terjadi di Karangploso, Lawang, Singosari, Ampelgading, Dampit, Tirtoyudo.

    Dini hari Rabu (3/4/2024) sebagian besar wilayah cuaca berawan dan hujan ringan. Cuaca kabut terjadi di Karangploso, Lawang, Singosari, Dau, Ngantang, Pujon, Kasembon. Ampelgading, Dampit, Tirtoyudo cuaca cerah berawan. Suhu dengan kondisi tersebut berada di angka 22 derajat celcius.

    Pukul 07.00 sebagian besar kecamatan di kabupaten Malang cuaca cerah. Cuaca cerah berawan di Dau, Ngantang, Pujon, Kasembon, Bantur, Gedangan, Sumbermanjing Wetan, Karangploso, Lawang, Singosari.

    Kota Batu pada Selasa 2 April 2024 pagi hari diperkirakan cuaca cerah berawan. Pukul 10.00 WIB cuaca hujan petir. Cuaca hujan petir terjadi pada siang hari. Sore hari cuaca hujan ringan.

    Kota Batu yang meliputi Batu, Bumiaji, dan Junrejo cuaca hujan ringan pada pukul 19.00. Kemudian malam hari cuaca hujan ringan. Dini hari Rabu 3 April 2024 cuaca kabut. Pagi hari pukul 07.00 WIB cuaca cerah berawan. [dan/but]

     

  • HUT ke-110, Selaras Menuju Kota Malang Berkelas

    HUT ke-110, Selaras Menuju Kota Malang Berkelas

    Malang (beritajatim.com) – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-110 Kota Malang digelar dengan sejumlah kegiatan. Salah satunya upacara di halaman Balai Kota Malang pada Senin (1/4/2024).

    Tema HUT ke 110 adalah berselaras menuju Kota Malang berkelas. Dia mengajak komunitas yang ada di Kota Malang untuk bersama mengawal penanganan isu-isu strategis demi terwujudnya Kota Malang yang semakin berkelas.

    “Sesuai temanya, berselaras untuk Kota Malang berkelas. Kita akan bisa menjadi Kota Malang berkelas, apabila semua komunitasnya berselaras untuk satu visi satu misi. Sama-sama berjuang, melaksanakan keinginan masyarakat,” kata Wahyu usai upacara peringatan HUT ke-110 Kota Malang.

    Menurut Wahyu, peran komunitas dalam pembangunan Kota Malang tidak bisa dipisahkan. Dia berharap semangat kolaborasi, kerjasama, koordinasi, hingga komunikasi serta sinergitas harus terus terjalin erat.

    “Sebab ini menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan kemajuan pembangunan kota malang tercinta. Mengingat kedepannya masih banyak pekerjaan rumah yang harus dicarikan solusi sekaligus dituntaskan bersama,” ujar Wahyu.

    Lima agenda tersebut telah difokuskan menjadi 10 indikator prioritas. Diantaranya, pengendalian inflasi, penanganan stunting, pengembangan kerja dan kinerja BUMD, peningkatan layanan publik, penurunan angka pengangguran, pengentasan kemiskinan ekstrem, kesehatan, percepatan penyerapan anggaran, kemudahan perizinan, maupun penguatan program unggulan.

    “Pemerintah Kota Malang senantiasa melakukan upaya untuk mengendalikan inflasi dengan menguatkan TPID, operasi pasar, Gerakan Pangan Murah dan Warung Tekan Inflasi. Terkait stunting, penguatan kolaboratif antar perangkat terkait, kita integrasikan data stunting, memberikan edukasi, dan pemberian makanan tambahan bagi balita,” ujar Wahyu.

    Dimasa kepemimpinan Pj Wali Kota Malang berbagai program unggulan juga sukses memberikan dampak positif bagi masyarakat. Seperti Program Kemis Mbois, yang memberikan guliran ekonomi untuk pelaku UMKM Kota Malang.

    Serta upaya menampung aspirasi sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan di masyarakat yang termanifestasi pada program ‘Ngombe’ akronim dari Ngobrol Mbois Ilakes dimana program ini mendapat sambutan baik dari masyarakat.

    “Mari kita jadikan peringatan HUT Kota Malang yang ke-110 ini sebagai titik tolak baru untuk melangkah lebih jauh lagi menuju masa depan yang gemilang,” ujar Wahyu.

    Peringatan HUT ke-110 Kota Malang.

    Terakhir Wahyu juga membeberkan bahwa nantinya akan ada rangkaian acara yang berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk memeriahkan HUT ke-110 Kota Malang. Seperti Open Turnamen Bola Voli, Pertandingan Sepak Bola Legenda Malang vs Surabaya, Lomba Fotografi, pelayanan K-MKJP oleh Dinsos P3AP2KB, hingga launching buku Satu Abad Stadion Gajayana.

    “Saya berharap seluruh masyarakat dapat mendukung program-program kegiatan dari Pemerintah Kota Malang. Sekaligus ucapan terima kasih saya sampaikan kepada seluruh komponen masyarakat yang telah ikut berpartisipasi menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-110 Kota Malang,” ujar Wahyu. [luc/but]

  • Kebakaran Hebat Landa Toko Sembako di Ponorogo, Kerugian Capai Rp 1 M

    Kebakaran Hebat Landa Toko Sembako di Ponorogo, Kerugian Capai Rp 1 M

    Ponorogo (beritajatim.com) – Jelang tengah malam terjadi kebakaran hebat di Kabupaten Ponorogo. Si jago merah membakar sebuah toko sembako yang berada di Jalan Ir. Juanda masuk Kelurahan Tonatan Ponorogo. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebaran ini, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

    “Kebakaran terjadi pada pukul 23.45 WIB. Api membakar toko sembako milik Bapak Iim Sudrajat di Jalan Ir. Juanda,” kata Kapolsek Ponorogo Kota, Iptu Muhammad Sahid Mustofa,  Selasa (02/03/2024) dini hari.

    Sahid menjelaskan bahwa toko sembako yang terbakar itu, bergandengan langsung dengan rumah korban yang berada di belakang toko. Sehingga selain membakar semua bangunan toko dan isisnya, api juga menyambar sebagian rumah yang dihuni oleh 2 kepala keluarga yang berisi 5 orang.

    “Rumah yang berada di belakang toko, juga ikut terbakar sebagian,” katanya.

    Tentang penyebab kebakaran, Sahid masih belum mengetahui pastinya. Sebab, pihaknya saat ini masih sedang melakukan penyelidikan. Namun, dari keterangan saksi, api pertama kali muncul dari sekring listrik. Pemilik toko sebenarnya berusaha akan memadamkan titik pertama api itu muncul, tetapi tidak bisa karena api sudah terlanjur membesar.

    “Untuk penyebab kebakaran belum pasti, kita masih melakukan penyelidikan,” katanya.

    Untuk memadamkan api, ada 3 unit mobil pemadam kebakaran dan 1 unit mobil tangki milik BPBD Ponorogo dikerahkan. Meski akhirnya api berhasil dipadamkan, namun seisi toko sembako tersebut sudah terlanjur terbakar habis. Kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar. Sebab, barang-barang di toko merupakan stok yang akan dijual untuk lebaran nanti.

    “Kerugian materiil diperkirakan hingga Rp1 miliar, sebab ya barang-barang untuk persediaan lebaran terbakar habis,” pungkasnya. [end/but]

  • Banjir Bandang Terjang Madiun, 53 Rumah Rusak dan 10 Warga Dievakuasi

    Banjir Bandang Terjang Madiun, 53 Rumah Rusak dan 10 Warga Dievakuasi

    Madiun (beritajatim.com) – Banjir bandang menerjang Dusun Kebonduren, Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Senin (1/4/2024) malam. Banjir mengakibatkan 53 rumah warga rusak dan 10 orang terpaksa dievakuasi.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan banjir bandang sekitar pukul 18.00 WIB. Petugas langsung menuju lokasi.

    “Alhamdulillah begitu BPBD sudah sampai, warga telah dievakuasi,” ujar Boby.

    Menurut Boby, banjir bandang tersebut berasal dari kiriman air sungai di wilayah Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro. Air bah membawa material lumpur dengan ketebalan 10 sentimeter yang masuk ke rumah-rumah warga.

    “Ada aliran sungai sekitar pemukiman lalu meluap. Sementara akan kami buat penahan sehingga aliran air tidak akan kembali masuk ke rumah warga,” tuturnya.

    Rencananya, BPBD akan membangun penahan dengan ketinggian 1,5 meter untuk melindungi pemukiman warga.

    “Karena hari semakin gelap, besok kami lanjutkan penanganan dan pembersihan, sembari menyiapkan solusi agar kedepan tidak terjadi lagi,” pungkas Boby.

    Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Agung Budiarto, melaporkan bahwa 59 kepala keluarga (KK) terkena dampak dari banjir bandang.

    “Besok makanan untuk korban akan kami siapkan. Kami siapkan personel Tagana, membantu membersihkan rumah-rumah warga, sembari melaporkan bantuan kepada mereka,” tandas Agung. [fiq/but]