Blog

  • Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Ngawi Tewaskan 1 Pemudik

    Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Ngawi Tewaskan 1 Pemudik

    Ngawi (beritajatim.com) – Mobil pemudik berisi satu keluarga anggota polisi mengalami kecelakaan di ruas Jalan Tol Ngawi, tepatnya di kilometer 572 A masuk Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, pada Sabtu (6/4/2024) pukul 09.30 WIB.

    Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi, Ipda Yudhi Yulianto mengatakan, kronologis sementara kecelakaan tersebut adalah mobil oleng ke kanan, selip ke kiri, dan menabrak pembatas jalan.

    “Jadi mobil ini dari arah Jakarta, hendak mudik ke Ngawi. Kemudian, sampai lokasi kejadian, diduga sopir mengantuk sehingga mobil oleng ke kanan. Kemudian, selip ke kiri hingga menabrak pembatas jalan,” terang Yudhi.

    Mobil Mazda Biante berwarna putih itu mengalami kerusakan berat setelah menabrak pembatas jalan.

    Satu orang penumpang, Ike Dewi Mayidian (42 tahun), meninggal dunia di tempat kejadian. Korban merupakan PNS, warga Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

    Sementara itu, pengemudi mobil, Dyah Maya Haryani (38 tahun), dan penumpang lainnya, termasuk anggota polisi, mengalami luka-luka. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Widodo Ngawi.

    Mobil yang mengalami kecelakaan tersebut langsung dievakuasi oleh petugas. Kasus kecelakaan tunggal yang menewaskan seorang penumpang, istri dari anggota polisi, ini kini dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi. [fiq/beq]

  • Wasekjen PDIP Puji Wakil Bendahara Gerindra: Badannya Kecil, Tapi…

    Wasekjen PDIP Puji Wakil Bendahara Gerindra: Badannya Kecil, Tapi…

    Jember (beritajatim.com) – Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Arif Wibowo memuji sosok Wakil Bendahara Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Bambang Haryadi, saat acara buka puasa bersama Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan, di Rumah Makan Lestari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (5/4/2024) petang.

    “Beliau ini sangat terkenal sekarang di DPR, karena menjadi salah satu komandan. Bukan hanya di Partai Gerindra, tapi di partai yang lain. Kelihatannya kecil, tapi pinter ngatur partai-partai lain. Tapi kalau sama saya sahabat. Bahkan insyaallah sudah seperti saudara,” kata Arif disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

    Arif dan Bambang saat ini sama-sama menjadi legislator DPR RI yang mewakili Daerah Pemilihan Jember dan Lumajang. Mereka juga kembali terpilih dalam Pemilu 2024. Keduanya sama-sama memiliki pengaruh besar dalam konstalasi politik, terutama menjelang pilkada, di Jember.

    “Dari seluruh proses politik yang kita lalui bersama dalam pemilu, kita sungguh menyadari bahwa di antara kita sebagai partai politik, dalam pemilu legislatif dan pilpres kita bertanding. Partai Gerindra menang, calon presidennya menang. Itu tentu sesuatu yang harus kita hargai. Kita tahu dan sadar, di PDI Perjuangan kita diajarkan, kapan bertanding dan kapan bersanding,” kata Arif.

    Arif mengatakan, kedua partai sudah berbicara panjang lebar. “Dan sudah sampai pada satu kesimpulan, bahwa dalam hal-hal yang bersifat ideologis dan politis, bisa jadi kita memang untuk sebagian memiliki kesamaan. Kesamaan pemahaman dan kesamaan cara pandang. Insyaallah juga diikuti kesamaan sikap dan tindakan politik,” katanya.

    Salah satu kesamaan pandang itu adalah soal sikap terhadap Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPRD dan DPD (MD3). UU ini berisi aturan mengenai wewenang, tugas, dan keanggotaan MPR, DPR, DPRD dan DPD. Hak, kewajiban, kode etik serta detil dari pelaksanaan tugas juga diatur, termasuk pemilihan ketua parlemen.

    “Kalau MD3 tidak diubah, dan mudah-mudaha tidak diubah. Sikap Partai Gerindra sejauh ini tetap menghikmati UU MD3 yang ada, yang memperoleh kursi terbanyak menjadi ketua (DPR RI). Di tingkat nasional, insyaallah PDIP tetap jadi ketua (DPR RI),” kata Arif.

    Arif berharap silaturahmi antara PDI Perjuangan dan Gerindra terus berlanjut. “Silaturahmi yang tidak sekadar diadakan karena satu momentum tertentu, tapi menjadi keseharian kita bersama,” kata pria yang juga menjabat Ketua DPC PDIP Jember ini.

    Arif sudah berbicata kepada Ketua DPC Gerindra Jember Ahmad Halim soal komposisi dan aktivitas bersama di DPRD Jember. “Tentu dalam rangka berfastabikul khoirot, berlomba dalam kebaikan rakyat Jember,” katanya. [wir]

  • Tabrak Truk Tronton Parkir, Pelajar di Bojonegoro Tewas

    Tabrak Truk Tronton Parkir, Pelajar di Bojonegoro Tewas

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Pelajar di Bojonegoro tewas setelah menabrak truk sedang terparkir di pinggir jalan. Insiden ini terjadi di Jalan Raya Bojonegoro-Cepu, masuk Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan pada Jumat (5/4/2024) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

    Kabag Humas Polres Bojonegoro, Iptu Supriyanto mengungkapkan, korban meninggal inisial MF (17), pelajar asal Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro yang mengendarai sepeda motor Honda CB nomor polisi K 3931 GP. Korban menabrak truk tronton yang sedang parkir di bahu jalan karena mogok.

    Truk tronton bernomor polisi B 9323 BYY dikemudikan oleh JP (42), asal Desa Sumbersari, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Truk tersebut mengalami kerusakan mesin sehingga parkir di tepi jalan sisi selatan.

    Roda kiri truk berada di bahu jalan. Sementara roda sebelah kanan masih berada di badan jalan.

    Supriyanto menambahkan, sopir truk juga telah memasang tanda peringatan berupa traffic cone, lampu senter berkedip, dan segi tiga pengaman. “Karena diduga kurang konsentrasi, sehingga terjadi kecelakaan,” ujar Supriyanto, Sabtu (6/4/2024).

    Akibat kejadian laka lantas tersebut pengendara sepeda motor mengalami luka-luka dan akhirnya meninggal dunia. Korban lalu dibawa ke RSUD Padangan untuk dimintakan visume serta kendaraan mengalami kerusakan materiil. [lus/beq]

  • Paguyuban Pedagang Mobil Jombang Bagikan 5000 Paket Takjil

    Paguyuban Pedagang Mobil Jombang Bagikan 5000 Paket Takjil

    Jombang (beritajatim.com) – Paguyuban Pedagang Mobil Jombang (PPMJ) terus menebar kebaikan di bulan Ramadhan 1445 H ini. Mereka membagikan 5000 paket takjil di sejumlah titik strategis.

    Selain itu PPMJ juga memberikan santunan untuk anak yatim dan duafa. Yakni memberikan ratusan paket sembako berupa beras, minyak dan gula. “Pembagian takjil dan santunan anak yatim kita lakukan Jumat sore. Alhamdulillah acaranya sukses,” kata Sekretaris PPMJ Amin Tohari, Sabtu (6/4/2024).

    Amin Tohari mengatakan pada Sebar Takjil Ramadhan 1445 Hijriah ini, pihaknya membagikan sebanyak 5.000 paket takjil kepada masyarakat dan pengendara jalan di tiga titik lokasi. Yakni di pinggir jalan Stadion Jombang, Gerdu papak Parimono, dan Pertigaan atau simpang tiga Kecamatan Ngoro, Jombang.

    Ribuan paket takjil ini, menurut Amin, merupakan hasil dari partisipasi anggota PPMJ yang jumlahnya mencapai 300 orang. Kegiatan ini dalam rangka berbagi kebahagiaan dengan semua orang di bulan Ramadhan.

    “Ini rutin tiap tahun digelar sebagai kentuk kepedulian PPMJ kepada sesama di bulan Ramadhan yang penuh berkah. PPMJ yang anggotanya berjumlah 300 ini berharap kegiatan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat,” kata Amin.

    Kegiatan berbagi takjil dan santunan anak yatim ini merupakan salah satu bentuk komitmen PPMJ untuk terus berkontribusi kepada masyarakat dan menjalankan nilai-nilai sosial yang mengedepankan kepedulian dan kebersamaan, terutama saat Ramadhan.

    “Ini merupakan bentuk partisipasi kami dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan tahun ini. Mudah-mudahan yang dilakukan hari ini menjadi bermanfaat bagi semua pihak,” pungkas Amin.

    Walhasil, pengguna jalan sangat terbantu dengan adanya takjil gratis dari PPMJ. Karena mereka bisa membatalkan puasa saat di jalan. Tentu saja, mereka antusias menerima takjil yang dibagikan oleh PPMJ.

    “Alhamdulillah, mendapatkan takjil. Jadi saya tidak perlu pergi ke warung untuk berbuka. Ini langsung bisa berbuka saat kumandang azan magrib,” kata Doni (52), pengguna jalan yang sedang menuju Kediri ini. [suf]

  • Kades di Jombang Bagikan Zakat dan Sedekah Hingga Rp7,7 Miliar, Antrean Tukang Becak Capai 3 Km

    Kades di Jombang Bagikan Zakat dan Sedekah Hingga Rp7,7 Miliar, Antrean Tukang Becak Capai 3 Km

    Jombang (beritajatim.com) – Kades (Kepala Desa) Mojokrapak Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang Warsubi membagikan zakat dan sedekah untuk tukang becak, Sabtu (6/4/2024). Selain itu, Warsubi beserta keluarga juga membagikannya ke desa-desa yang ada di Jombang.

    Dari penghitungan yang dilakukan, sebanyak 77 ribu paket dibagikan. Setiap paket terdiri dari uang Rp100 ribu dan beras 5 kilogram. Sehingga jika ditotal uang yang dibagikan mencapai Rp7,7 miliar, belum termasuk beras.

    Nah, pada Sabtu (6/4/2024), pembagian zakat dan sedekah dikhususkan untuk abang becak yang ada di Kabupaten Jombang. Jumlahnya mencapat 2.500 tukang becak. Tentu saja, antren ribuan tukang becak ini mengular hingga 3 kilometer (Km).

    Mulai dari Desa Mojokrapak Kecamatan Tembelang hingga Desa Plosogeneng Kecamatan/Kabupaten Jombang. Satu per satu mereka bergerak ke rumah Kades Warsubi. Sementara itu, di kediaman kades yang juga pengusaha pemotongan ayam tersebut panitia nampak sibuk.

    Meja panjang berdiri di sampaing kediaman itu. Sejumlah perempuan yang merupakan panitia sibuk mendata para penerima. Begitu abang becak mendapatkan beras dan uang, panitia kemudian meminta tukang becak tersebut mencelupkan jarinya di tinta warna merah.

    Itu sebagai penanda bahwa yang bersangkutan sudah menerima sedekah. Selain itu, becak yang dibawa juga ditempeli stiker bergambar Warsubi. Lalu disembur menggunakan cat warna merah. Para tukang becak ini antre mulai pukul tiga dini hari atau saat sahur.

    Warsubi yang mengenakan baju putih bergaris tidak kalah sibuk. Dia menyerahkan secara simbolis beras dan uang Rp100 ribu kepada tukang becak di antrean pertama. Warsubi juga didampingi sang istri serta anaknya.

    Warsubi menjelaskan bahwa zakat dan sedekah tersebut adalah dirinya beserta keluarga. Termasuk sang adik, Agung Wicaksono yang juga pengusaha pemotongan ayam. Jumlah yang dibagikan sekitar 77 ribu paket.

    Kades Mojokrapak Warsubi saat menyerahkan beras dan uang kepada abang becak

    “Kalau tahun lalu 70 ribu paket. Sedangkan Ramadhan ini yang kita bagikan 77 ribu paket. Setiap paket terdiri dari beras 5 kg dan uang Rp100 ribu, Ini zakat/sedekah dari keluarga saya dan adik saya Agung Wicaksono,” ujar Warsubi yang juga Ketua AKD (Asosisasi Kepala Desa) Kabupaten Jombang.

    Warsubi mengungkapkan bahwa 77 ribu paket tersebut dibagikan ke berbagai pihak. Di antaranya ke seluruh desa yang ada di Kabupaten Jombang. Sedangkan khusus untuk tukang becak jumlahnya 2500 paket.

    “Ini adalah bentuk saling berbagai di keluarga kami. Karena bulan Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk berbagi dengan sesama. Ramadhan adalah bulan penuh maghfiroh. Makanya kita membagikan paket sembako ini,” ujar Ketua AKD Jombang ini.

    Pembagian paket sembako ini mendapat apresiasi dari para tukang becak. Oleh sebab itu, begitu mendapatkan kabar adanya pembagian sedekah mereka langsung bergegas. Salah satu tukang becak itu adalah Trimo (63), warga Kecamatan Diwek Jombang.

    Trimo datang saat dini hari. Dia mengendarai becak motor dari rumahnya di Kecamatan Diwek. Wlhasil, Trimo mendapatkan antrean di barisan depan. Sehingga saat pukul delapan dirinya sudah mendapatkan paket beras dan uang itu.

    “Alhamdulillah bisa digunakan untuk kebutuhan lebaran. Bukan hanya tahun ini saja. Tahun-tahun sebelumnya saya juga ke Abah Warsubi untuk menerima paket beras dan uang. Saya berangkat bersama tukang becak lainnya,” ujar Trimo dengan senyum lebar. [suf]

  • Wasekjen PDIP: Anang Hermansyah Cocok Jadi Cawabup Jember

    Wasekjen PDIP: Anang Hermansyah Cocok Jadi Cawabup Jember

    Jember (beritajatim.com) – Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Arif Wibowo memuji artis Anang Hermansyah sebagai sosok yang cocok menjadi calon wakil bupati mendampingi Muhammad ‘Gus’ Fawait, dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini.

    “Cocok Anang. Kader PDI Perjuangan. Bagi saya cocok. Mau Anang, mau yang lainnya cocok. Kan untuk Jember yang lebih baik,” kata Arif, usai acara buka puasa bersama Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan, di Rumah Makan Lestari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (5/4/2024) petang.

    Nama Fawait – Anang sudah dideklarasikan dua partai non parlemen, yakni Partai Garuda dan Gelora Indonesia. Fawait adalah legislator Partai Gerindra di DPRD Jatim. Sementara Anang pernah menjadi legislator DPR RI dari Partai Amanat Nasional pada 2014 – 2019. Saat ini menjadi salah satu kader PDI Perjuangan dan sempat mencalonkan diri di Bogor, Jawa Barat, sebagai anggota DPR RI dalam pemilu tahun ini.

    Kendati nama Anang sudah sempat disebut-sebut, Arif mengiugatkan, masih ada mekanisme partai yang harus dilalui. “Masing-masing partai punya mekanisme, seperti PDI Perjuangan sudah diperintahkan untuk melakukan penjaringan,” katanya.

    Menurut Arif, setelah lebaran, PDIP akan membuka penjaringan dan pendaftaran untuk mengakomodasi orang-orang yang berpotensi menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah di Kabupaten Jember. “Batas akhir dari DPP 31 Mei 2024,” katanya.

    Saat ini PDIP dan Gerindra di Jember sudah sepakat untuk bekerja sama dalam pilkada. “Insyaallah ada chemistry. Ada kesamaan pandang, meskipun tetap harus melalui mekanisme partai yang tersedia dan tetap akan kami dalami. Sampai kemudian pada titik tertentu, kami sanggup, mampu, dan konsisten untuk bekerja sama,” kata pria yang juga menjabat Ketua DPC PDIP Jember ini. [wir]

  • Kecelakaan Maut di Tol Ngawi, Satu Pemudik Meninggal Dunia

    Kecelakaan Maut di Tol Ngawi, Satu Pemudik Meninggal Dunia

    Ngawi (beritajatim.com) – Sebuah mobil pemudik berisi satu keluarga anggota polisi mengalami kecelakaan di ruas Jalan Tol Ngawi, tepatnya di kilometer 572 A masuk Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, pada Sabtu (6/4/2024) pukul 09.30 WIB. Mobil Mazda Biante berwarna putih itu mengalami kerusakan berat setelah menabrak pembatas jalan.

    Satu orang penumpang mobil, Ike Dewi Mayidian (42 tahun), meninggal dunia di tempat kejadian. Korban merupakan PNS warga Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

    Sementara itu, pengemudi mobil, Dyah Maya Haryani (38 tahun), dan penumpang lainnya, termasuk anggota polisi, mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Widodo Ngawi.

    Didik Haryono, salah satu kerabat korban, mengatakan saat itu satu keluarga tersebut hendak mudik dari Jakarta menuju Ngawi.

    “Awalnya saya tidak tahu kok ada kecelakaan, ada yang bersandar, terus saya berhenti, lalu kita tolong bersama petugas. Pemudik dari Jakarta, satu meninggal di lokasi, lainnya luka. Pistol diserahkan petugas karena ada anggota polisinya,” ujar Didik.

    Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi, Ipda Yudhi Yulianto mengatakan, kronologis sementara kecelakaan tersebut adalah mobil oleng ke kanan, selip ke kiri, dan menabrak pembatas jalan.

    “Penumpang lima orang, satu anggota polisi. Diduga pengemudi mengantuk,” kata Yudhi.

    Mobil yang mengalami kecelakaan tersebut langsung dievakuasi oleh petugas. Kasus kecelakaan tunggal yang menewaskan seorang penumpang, istri dari anggota polisi, ini kini dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi. [fiq/beq]

  • Mobdin Bupati Hingga Camat Diparkir di Kantor Pemkab Mojokerto

    Mobdin Bupati Hingga Camat Diparkir di Kantor Pemkab Mojokerto

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menginstruksikan agar mobil dinas (mobdin) mulai bupati hingga camat untuk diparkir di halaman kantor Pemkab maupun OPD. Mobdin tersebut dilarang digunakan untuk keperluan pribadi seluruh pejabat maupun ASN selama masa libur Lebaran 2024.

    Adapun mobil pelat merah yang dilarang digunakan buat mudik tersebut di antaranya mobdin Kepala OPD, mobdin Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) dan mobdin dua Direktur RSUD sekitar 29 unit. Termasuk, mobdin Kepala Bagian sebanyak 10 unit dan Camat sebanyak 18 unit serta mobdin Bupati Mojokerto.

    Sekdakab Mojokerto, Teguh Gunarko mengatakan, Surat Edaran (SE) dari Inspektorat Kabupaten Mojokerto melarang penggunaan mobil dinas untuk mudik lebaran. “Para ASN tidak boleh menggunakan fasilitas negara untuk mudik seperti mobdin,” ungkapnya, Sabtu (5/4/2024).

    Sehingga pihaknya melarang penggunaan mobdin untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya keperluan pribadi. Masih kata Sekdakab, nantinya mobdin rersebut akan di parkir di lingkup Pemkab Mojokerto dan sebagian di kantor OPD masing-masing.

    “Nanti dikumpulkan di pemkab, yang penting kendaraan itu tidak dipakai, diparkir di rumahnya masing-masing atau OPD yang bersangkutan. Untuk operasional lapangan terkait kondisi kegawatdaruratan tetap bisa dipakai, hanya di wilayah Kabupaten Mojokerto,” katanya.

    Pihaknya mengajak seluruh ASN berkomitmen tidak menggunakan mobdin untuk mudik maupun keperluan pribadi. Seperti anjangsana atau silaturahmi ke rumah saudara saat lebaran. Namun mobil operasional tetap boleh digunakan dalam kondisi kegawatdaruratan.

    “Tidak boleh, kami mengikuti imbauan KPK, tidak boleh menggunakan fasilitas negara untuk mudik,” pungkasnya. [tin/beq]

  • Hindari Kemacetan Beberapa Titik di Jalur Ngawi-Bojonegoro Hingga Babat Lamongan

    Hindari Kemacetan Beberapa Titik di Jalur Ngawi-Bojonegoro Hingga Babat Lamongan

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Beberapa titik jalan nasional di wilayah Kabupaten Bojonegoro perlu dihindari. Terutama saat arus mudik lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah. Sebab, beberapa titik tersebut merupakan kawasan rawan macet.

    Kanit Penegakkan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Septian Nur Pratama mengatakan, beberapa titik rawan kemacetan sudah dipetakan. Terutama jalur nasional Babat – Bojonegoro maupun Bojonegoro -Ngawi atau arah Blora.

    “Satlantas sudah memetakan daerah rawan kemacetan saat arus mudik, termasuk menyiapkan pola-pola untuk mengurai apabila terjadi kepadatan maupun kemacetan arus lalin,” ujarnya, Sabtu (6/4/2024).

    Titik rawan kemacetan yang telah ditentukan Satlantas Polres Bojonegoro, sebagai jalur yang rawan macet, yakni Bojonegoro Pertigaan SMP Baureno, Pasar Pasinan Baureno, dan Perempatan Padangan.

    Sementara, untuk titik yang rawat terjadi penumpukan atau kepadatan kendala saat arus mudik, yakni Perempatan Sumberrejo, Proliman Kapas, dan Pasar Kalitidu. Untuk mengurai kemacetan kendaraan saat arus mudik lebaran telah dibentuk tim urai dan jalur alternatif.

    “Saat arus mudik lebaran nanti, Satlantas Polres Bojonegoro telah membentuk tim urai kemacetan dan menyiapkan jalur pengalihan arus,” ungkap Ipda Septian.

    Disinggung terkait pemasangan barrier di setiap perempatan yang rawan terjadi penumpukan, Polisi berpangkat balok satu emas itu mengaku, akan melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu di lapangan.

    “Kalau (pemasangan barrier) itu nanti dilihat dulu seperti apa kondisi di lapangan, mas,” jelasnya.

    Ipda Septian menandaskan bahwa, selama masa arus mudik, Satlantas Polres Bojonegoro telah menyiapkan pola-pola untuk mengurai jika terjadi kepadatan hingga kemacetan arus lalu lintas (Lalin) di Bojonegoro saat arus mudik lebaran 2024. [lus/ted]

  • PDAM Lamongan Launching SPAM Mojolagres Jelang Lebaran

    PDAM Lamongan Launching SPAM Mojolagres Jelang Lebaran

    Lamongan (beritajatim.com) – Sebelum lebaran Idul Fitri 1445 H, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mojokerto, Lamongan, Gresik (Mojolagres) resmi dilaunching oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lamongan, di Kecamatan Kembangbahu.

    Menurut Direktur Perumda PDAM Lamongan M. Ali Mahfudi, launching SPAM Mojolagres di wilayah Kembangbahu menjadi prioritas. Pasalnya, daerah tersebut termasuk dalam kategori kekeringan ekstrem di Lamongan.

    Oleh sebab itu, Ali berharap, hadirnya SPAM dengan kapasitas ground resevoair 300m³ ini akan membantu masyarakat dalam mendapatkan air bersih dengan mudah.

    “SPAM Mojolagres di Kembangbahu merupakan pembangunan off take ke empat di Lamongan. Tentu hadirnya SPAM ini ditujukan untuk memudahkan masyarakat selatan dalam mendapatkan air bersih sesuai dengan standar kualitas air bersih,” tutur Ali, Sabtu (6/4/2024).

    Ali mengungkapkan bahwa kebutuhan air masyarakat dimungkinkan bertambah pada lebaran tahun ini. Sehingga hadirnya SPAM Mojolagres di Kembangbahu bakal sangat berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih.

    Seperti diketahui, sebelum dibangun SPAM Mojolagres di Kembangbahu, masyarakat harus menggunakan air telaga (berwarna hijau) untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

    “Momen launching bertepatan saat menjelang lebaran, sehingga tepat sekali untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Karena biasanya saat lebaran kebutuhan air meningkat karena ada pemudik dan lainnya. Namun tidak hanya sampai lebaran saja, kami berharap seterusnya aliran air dari SPAM Mojolagres Kembangbahu bisa memenuhi kebutuhan air bersih,” terangnya.

    Lebih jauh Ali menjelaskan bahwa SPAM Mojolagres Kembangbahu mulai dibangun pada tahun 2023 lalu menggunakan APBD 2023. Usai dilakukan sodialisasi, kini progresnya pada tahap trail operasional dan air dapat digunakan langsung oleh masyarakat.

    “Alhamdulillah respon masyarakat sangat positif menyambut SPAM Mojolagres ini, karena sebelumnya masyarakat sana menggunakan air tangki yang harganya bisa satu juta perbulan. Kalau menggunakan PDAM ini selain terjamin kualitasnya juga harganya terjangkau,” jelas Ali.

    Ditegaskan oleh Ali, SPAM Mojolagres Kembangbahu mampu mengaliri 500 sambungan rumah (SR). 500 SR tersebut menjangkau dua desa yakni Desa Kembangbahu (292 SR) dan Desa Kaliwates (Dusun Kebalan 120 SR dan Dusun Kalibogo 88 SR).

    “SPAM di Kembangbahu menyalurkan air ke 500 SR dengan kapasitas suplai dari PTAB Jawa timur 20 liter/detik,” pungkasnya.[riq/ted]