Blog

  • Yogyakarta Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana, Prediksi Puncak Musim Hujan Jadi Pertimbangan
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        15 Januari 2026

    Yogyakarta Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana, Prediksi Puncak Musim Hujan Jadi Pertimbangan Yogyakarta 15 Januari 2026

    Yogyakarta Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana, Prediksi Puncak Musim Hujan Jadi Pertimbangan
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com
    – Pemerintah Kota Yogyakarta memperpanjang status siaga darurat bencana banjir, talut longsor, dan cuaca ekstrem hingga Februari 2026, menyusul prediksi puncak musim hujan pada Januari hingga Februari.
    Perpanjangan status ini tertuang dalam Keputusan Wali Kota Yogyakarta Nomor 490 Tahun 2025.
    Ketua Tim Kerja Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Petrus Singgih Purnomo, menyatakan status siaga darurat bencana yang seharusnya berakhir pada Desember 2025, diperpanjang hingga Februari 2026.
    Perpanjangan ini didasarkan pada rilis perkembangan iklim dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi DIY, yang memprediksi puncak musim hujan di wilayah tersebut terjadi pada Januari-Februari 2026.
    “Untuk Kota Yogyakarta siaga darurat bencana sudah diperpanjang sampai Februari 2026. Mengingat prediksi puncak musim hujan pada bulan Januari-Februari 2026,” kata Singgih saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).
    Perpanjangan status siaga darurat bencana bertujuan untuk mengantisipasi dan mengurangi risiko bencana, serta mempermudah penanganan.
    Hal ini juga penting untuk mengkoordinasikan perangkat daerah terkait di Pemkot Yogyakarta dalam menyusun program kegiatan antisipasi bencana.
    “Jadi ini untuk mempermudah dan mempercepat penanganan bencana,” ujarnya.

    BPBD Kota Yogyakarta mencatat sepanjang tahun 2025 terjadi 138 kejadian pohon tumbang, 66 atap rusak akibat angin kencang atau cuaca ekstrem, 26 kejadian tanah atau talut longsor, 12 kejadian banjir luapan, dan 1 kejadian gempa bumi.
    Contoh kejadian banjir luapan terjadi pada awal Desember 2025 di Bener, Tegalrejo, dan Pakuncen akibat meluapnya Sungai Winongo.
    “Selama ini kejadian di Kota Yogya paling banyak pohon tumbang. Januari ini juga ada beberapa pohon tumbang. Makanya kami imbau warga untuk mengurangi atau memangkas sebagian pohon yang rimbun dan lapuk untuk mencegah pohon tumbang,” terang Singgih.
    BPBD Kota Yogyakarta juga mencatat dampak hujan lebat dan angin pada 13 Januari 2026 berupa dahan pohon patah di halaman rumah warga di Jatimulyo Kricak dan atap kanopi roboh di Notoprajan Ngampilan.
    Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Yogyakarta, relawan, Kampung Tangguh Bencana, dan masyarakat segera bergotong royong melakukan evakuasi pohon tumbang tersebut.
    Sementara itu, berdasarkan rilis resmi BMKG pada 10 Januari 2026 dari laman Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas, menjelaskan puncak musim hujan di DIY diprediksi pada Januari-Februari 2026.
    Curah hujan dasarian II Januari 2026 diprediksi dalam kategori menengah hingga tinggi, berkisar antara 75 hingga 200 mm per dasarian, dengan sifat hujan normal hingga atas normal.
    Curah hujan dasarian III Januari 2026 diprediksi dalam kategori menengah hingga tinggi, berkisar antara 50 hingga 200 mm per dasarian, dengan sifat hujan bawah normal hingga normal.
    Untuk curah hujan dasarian I Februari 2026 diprediksi dalam kategori menengah, berkisar antara 50 hingga 150 mm per dasarian, dengan sifat hujan bawah normal.
    “BMKG mengimbau kepada pemerintah daerah, institusi terkait dan seluruh masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap waspada puncak musim hujan. Terutama di wilayah rawan banjir, tanah longsor dan angin kencang dengan melakukan tindakan mitigasi bencana meliputi membersihkan saluran-saluran air, memangkas dahan pohon, memastikan kekuatan baliho-baliho di jalan dan tindakan-tindakan mitigasi bencana lainnya,” jelas Reni.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Menlu Denmark Usai Pertemuan di Gedung Putih: Trump Ingin Taklukkan Greenland

    Menlu Denmark Usai Pertemuan di Gedung Putih: Trump Ingin Taklukkan Greenland

    Jakarta

    Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengatakan bahwa ia gagal mengubah pikiran pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tentang ancaman merebut Greenland setelah pertemuan di Gedung Putih. Lokke mengatakan Trump ingin menaklukkan Greenland.

    Dilansir AFP, Kamis (15/1/2025), Menteri Luar Negeri Denmark dan Greenland, wilayah otonom Kopenhagen, bertemu dengan Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dalam pertemuan yang mereka harapkan dapat mengklarifikasi “kesalahpahaman” setelah bahasa agresif Trump terhadap sekutu NATO tersebut.

    “Kami tidak berhasil mengubah posisi Amerika. Jelas bahwa presiden memiliki keinginan untuk menaklukkan Greenland,” kata Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen kepada wartawan setelah pertemuan tersebut.

    “Dan kami telah menjelaskan dengan sangat, sangat jelas bahwa ini bukan untuk kepentingan kerajaan,” tambahnya.

    Lokke mengatakan pengambilalihan Greenland oleh AS, di mana Washington telah lama memiliki pangkalan militer, “sama sekali tidak perlu.” Ia mengatakan isu tersebut “sangat emosional” bagi rakyat Greenland dan Denmark, sekutu setia AS yang pasukannya gugur bersama Amerika di Afghanistan dan, secara kontroversial, di Irak.

    “Gagasan yang tidak menghormati integritas teritorial Kerajaan Denmark dan hak penentuan nasib sendiri rakyat Greenland, tentu saja, sama sekali tidak dapat diterima,” kata Lokke.

    “Oleh karena itu, kita masih memiliki perbedaan pendapat mendasar, tetapi kita juga sepakat untuk tidak sepakat,” ujarnya.

    Ia mengatakan kedua pihak akan membentuk komite yang akan bertemu dalam beberapa minggu untuk melihat apakah ada kemungkinan kemajuan.

    Trump bersikeras beberapa jam sebelum pembicaraan bahwa NATO harus mendukung upaya AS untuk mengambil kendali Greenland, meskipun sekutu utama Eropa semuanya telah berbaris untuk mendukung Denmark.

    Trump mengatakan Greenland “sangat penting” untuk sistem pertahanan udara dan rudal Golden Dome yang direncanakannya. “Apa pun yang kurang dari itu tidak dapat diterima,” tulisnya di jaringan Truth Social miliknya.

    Saat pembicaraan sedang berlangsung, Gedung Putih memposting di X: “Ke mana arahmu, orang Greenland?”

    Unggahan tersebut menyertakan gambar dua kereta luncur anjing–satu menuju Gedung Putih dan bendera AS yang besar, dan yang lainnya menuju bendera Tiongkok dan Rusia di atas Kremlin dan Tembok Besar Tiongkok yang disinari kilat.

    Baik Denmark maupun Greenland tidak mengklaim Greenland, dan Lokke mengatakan tidak ada kapal Tiongkok yang terlihat di sana selama satu dekade. Denmark berjanji sebelum pertemuan untuk meningkatkan kehadiran militer lebih lanjut di pulau yang luas, jarang penduduknya, dan berlokasi strategis tersebut.

    Trump telah mengejek upaya Denmark baru-baru ini untuk meningkatkan keamanan Greenland sebagai “dua kereta luncur anjing.” Denmark mengatakan telah menginvestasikan hampir $14 miliar untuk keamanan Arktik.

    Perselisihan mengenai Greenland telah mengguncang hubungan transatlantik secara mendalam. Baik Denmark maupun Greenland bersikeras bahwa hanya warga Greenland yang berhak memutuskan nasib pulau otonom tersebut.

    Di jalan-jalan yang tenang di ibu kota Nuuk, bendera Greenland berwarna merah dan putih berkibar di jendela toko, balkon apartemen, dan di mobil serta bus, sebagai wujud persatuan nasional saat pembicaraan dimulai.

    “Kita berdiri bersama di masa-masa ketika kita mungkin merasa rentan,” tulis pemerintah kota Nuuk di Facebook.

    Pemimpin Greenland mengatakan bahwa pulau itu lebih memilih untuk tetap menjadi bagian dari Denmark, yang mendorong Trump untuk mengatakan “itu akan menjadi masalah besar baginya.”

    Vance, yang mengecam Denmark sebagai “sekutu yang buruk” selama kunjungan ke Greenland tahun lalu, dikenal karena sikapnya yang keras, yang terlihat ketika ia secara terbuka mencela Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Ruang Oval Februari lalu. Namun, pertemuan tersebut tertutup bagi pers, yang berarti tidak ada konfrontasi di depan kamera.

    Halaman 2 dari 2

    (rfs/rfs)

  • Anak Indigo dari Cilacap Bantu Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet, Ini Alasannya
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        15 Januari 2026

    Anak Indigo dari Cilacap Bantu Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet, Ini Alasannya Regional 15 Januari 2026

    Anak Indigo dari Cilacap Bantu Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet, Ini Alasannya
    Editor
    PEMALANG, KOMPAS.com –
    Pencarian pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), sempat melibatkan anak indigo untuk menelusuri titik terakhir keberadaannya. 
    Anak dengan kemampuan khusus itu turut dilibatkan karena Syafiq tak kunjung ditemukan meski seluruh area sudah disisir tim SAR dan relawan.
    Amrul (20), pendaki yang membantu pencarian, mengatakan proses pencarian memang penuh kejanggalan.
    “Dari hari ke-2 pencarian sampai hari ke-17 ditemukan tidak ditemukan pendaki Syafiq meskipun seluruh area sudah pernah dilalui tim pencarian,” kata Amrul, Rabu (14/1/2026).
    Menurut Amrul, tim pencarian dibantu
    anak indigo
    yang didatangkan dari Cilacap, Jawa Tengah, untuk membantu menelusuri titik terakhir Syafiq.
    “Saya bersama tim relawan independen juga anak indigo ditugaskan di pos 9, tidak sampai pada lokasi ditemukan jasad Syafiq,” ujarnya.
    Anak indigo pada umumnya mempunyai kemampuan unik, yang menurut para ahli terkait gelombang otak lambda dengan frekuensi lebih dari 200 Hz, sehingga memungkinkan mereka bersinggungan dengan dunia supranatural dan metafisika.
    Secara bergantian, tim relawan independen bersama anak indigo menelusuri jalur pendakian yang ekstrem, namun jasad Syafiq baru bisa ditemukan pada hari ke-17, Rabu (14/1/2025).
    “Kata anak indigonya sih almarhum tertutup alam gaib yang tidak terlihat dan hanya menjelaskan orangnya dibalik bebatuan,” kata Amrul.
    Lokasi hilangnya Syafiq berada di lereng bebatuan dan tanah tandus, dengan banyak aliran sungai kecil.
    Dari foto yang diterima Kompas.com, Syafiq ditemukan tertelungkup di antara bebatuan.
    Jaket dan celana pendek masih menempel, sementara celana panjang terlepas separuh dari badan.
    Selain jasad, relawan juga menemukan sepatu, dompet, dan handphone milik Syafiq.
    Ali Syafiq dan rekannya Himawan diketahui masih bersama saat mendaki
    Gunung Slamet
    melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang, pada 28 Desember 2025.
    Keduanya sempat beristirahat di Pos 5. Di lokasi tersebut, kaki Himawan mengalami kram sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan dengan lancar.
    Melihat kondisi rekannya, Syafiq kemudian memutuskan turun lebih dulu untuk mencari bantuan. Ia meminta Himawan menunggu di Pos 5.
    Namun, setelah berpisah, Syafiq tak kunjung kembali. Hingga malam hari, Himawan masih menunggu, tetapi kontak dengan Syafiq terputus.
    Karena Syafiq tidak kembali, Himawan akhirnya memutuskan bergerak naik menuju Pos 9 Gunung Slamet yang berada di ketinggian sekitar 3.183 meter di atas permukaan laut (mdpl).
    Dari Pos 9, jarak menuju puncak Gunung Slamet diperkirakan sekitar 300 hingga 600 meter.
    Himawan bertahan di Pos 9 hingga Selasa (30/12/2025) pagi, sebelum akhirnya ditemukan oleh tim relawan dan dievakuasi melalui Basecamp Dipajaya dalam kondisi selamat.
    Sementara itu, pencarian terhadap Syafiq terus dilakukan hingga akhirnya ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan yang tidak jauh dari lokasi Himawan bertahan.
    (Penulis: Dedi Muhsoni)
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Guru Dikeroyok Siswa di Jambi Mengaku Acungkan Celurit Bukan Niat Melukai, tetapi Bela Diri
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        15 Januari 2026

    Guru Dikeroyok Siswa di Jambi Mengaku Acungkan Celurit Bukan Niat Melukai, tetapi Bela Diri Regional 15 Januari 2026

    Guru Dikeroyok Siswa di Jambi Mengaku Acungkan Celurit Bukan Niat Melukai, tetapi Bela Diri
    Tim Redaksi
    JAMBI, KOMPAS.com
    – Guru bahasa Inggris di Jambi, Agus Saputra, selaku korban pengeroyokan siswa, mengaku mengacungkan celurit ke arah siswa tidak berniat ingin melukai, tetapi hanya menggertak untuk membela diri.
    Klarifikasi Agus merespons video viral pasca-pengeroyokan terhadap dirinya.
    Dalam video itu, Agus tampak berdiri di tengah lapangan rumput hijau sembari memegang celurit, lalu mengacungkan ke siswa sembari mengejar beberapa langkah.
    Tak jauh darinya, terlihat beberapa siswa sekolah yang bersuara penuh amarah, dengan teriakan makian dan ancaman akan mengadang saat dia pulang dari sekolah.
    Upayanya membawa celurit dalam video yang beredar berbalas dengan lemparan batu ke arah Agus.
    “Saya tidak ada niat mau melukai, saya bawa celurit untuk menggertak dan membela diri agar kejadian pengeroyokan tak kembali berulang,” kata Agus di kantor Dinas Pendidikan Provinsi
    Jambi
    , Rabu (14/1/2026).
    Gertakan Agus tak mempan, siswa membalasnya dengan makian, ancaman, dan lemparan batu.
    Dengan membawa celurit ini, kata Agus, bukan untuk membalas serangan siswa, melainkan untuk membela diri agar peristiwa pengeroyokan tidak kembali terjadi.
    “Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa. Saya mana berani,
    mikir
    10 kali saya kalau mau melukai siswa,” kata guru yang telah mengabdi lebih dari 15 tahun itu.
    Celurit yang ditenteng Agus bukan sengaja dibawa dari rumah, melainkan memang peralatan praktik di sekolah pertanian.
    Karena itu, tidak hanya celurit, tetapi ada juga cangkul tersimpan rapi di kantor sekolah.
    Ia berharap seluruh pihak memandang perselisihan antara dirinya dengan para siswa yang berujung pengeroyokan ini secara obyektif dan tidak menarik kesimpulan dini setelah menyaksikan video yang viral.
    Terkait tudingan penghinaan terhadap status ekonomi siswa, Agus membantah narasi “siswa miskin” yang beredar.
    Ia menjelaskan bahwa konteks pembicaraannya saat itu adalah memberikan motivasi umum agar siswa mematuhi aturan sekolah demi masa depan mereka, bukan bertujuan menyerang individu tertentu secara spesifik.
    “Tak ada niat mau mengejek atau menghina. Konteksnya mendorong siswa mematuhi aturan, sebagai motivasi umum, tidak spesifik ke individu siswa,” ujarnya.
    Sebelumnya diberitakan, seorang guru di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, bernama Agus Saputra, mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk memberikan klarifikasi terkait insiden pengeroyokan yang menimpanya.
    Agus merasa perlu memberikan penjelasan objektif agar publik tidak tergesa-gesa menyimpulkan peristiwa yang sebenarnya terjadi di lapangan sekolah tersebut.
    “Awalnya saya dipanggil dengan kata-kata kasar oleh siswa. Saya datangi, lalu saya tampar sebagai bentuk pembelajaran,” kata Agus di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Rabu (14/1/2026).
    Insiden ini bermula pada Selasa pagi (13/1/2026). Saat itu, Agus yang sedang berjalan di lingkungan sekolah merasa dilecehkan secara verbal oleh salah seorang siswa.
    Ia mendengar kata-kata yang dianggap sangat tidak sopan dan merendahkan martabatnya sebagai tenaga pendidik.
    Agus kemudian menghampiri kelas sumber suara tersebut untuk mencari tahu siapa pelakunya.
    Ketika seorang siswa mengakui perbuatannya dengan gestur yang menantang, Agus mengaku refleks melakukan tindakan fisik satu kali sebagai bentuk teguran spontan.
    “Itu refleks, satu kali tamparan. Itu awal kejadiannya,” kata Agus menceritakan awal mula ketegangan.
    Setelah kejadian tersebut, suasana sekolah menjadi tidak kondusif. Para siswa dilaporkan terus menantang Agus hingga waktu pulang sekolah.
    Meski sempat dilakukan mediasi di ruangan yang dilengkapi CCTV, situasi justru berakhir ricuh saat Agus dikeroyok oleh massa siswa dari berbagai angkatan.
    “Di situ saya dikeroyok. Videonya viral. Banyak siswa mulai dari kelas 1, 2 dan 3,” kata Agus lagi.
    Meski menjadi korban kekerasan fisik, Agus mengaku masih menimbang untuk menempuh jalur hukum.
    Ia merasa berat hati jika harus melaporkan anak didiknya sendiri ke pihak kepolisian karena mempertimbangkan masa depan dan kondisi psikologis para siswa.
    “Saya merinding kalau harus melapor ke polisi. Mereka ini anak didik saya, masih sekolah dan secara psikologis butuh bimbingan,” kata dia menutup pembicaraan.
    Kepala Sekolah, Ranto M, membenarkan adanya insiden tersebut tetapi memastikan bahwa pihak sekolah telah mengambil langkah mediasi yang melibatkan unsur Forkopimcam, kepolisian, dan Babinsa.
    Saat ini, situasi sekolah dilaporkan sudah kembali kondusif dan kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasa.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kartu Nusuk Haji 2026 Mau Dibagikan sejak di Indonesia, Ini Rencananya

    Kartu Nusuk Haji 2026 Mau Dibagikan sejak di Indonesia, Ini Rencananya

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah berencana mendistribusikan kartu Nusuk kepada jemaah haji 1447 H/2026 di Indonesia atau sebelum keberangkatan untuk meningkatkan keamanan dokumen dan kenyamanan saat beribadah.

    Staf Urusan Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Hasyim Hilaby, menjelaskan bahwa rencana pembagian kartu Nusuk sejak jemaah haji masih berada di Tanah Air terus dimatangkan. Namun, dia meyakini bahwa rencana tersebut bisa dieksekusi.

    “Harapan kami kartu Nusuk itu sudah bisa diterima di Indonesia, agar jemaah itu sudah mudah, tenang, tidak ada kekhawatiran. Adapun, nanti kalau ada kendala-kendala, kami siap membantu insyaAllah,” ujar Hasyim saat diwawancarai di sela pendidikan dan pelatihan Petugas Haji 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (14/9/2026).

    Dalam pembahasan rencana itu, pihaknya menyarankan kepada pemerintah Indonesia agar setelah pembagian kepada jemaah di Tanah Air, kartu Nusuk dikumpulkan lagi kepada ketua regu (karu). Nantinya, setelah tiba di Arab Saudi, saat jemaah akan memasuki Masjidil Haram baru ketua regu membagikan lagi kartu Nusuk kepada jemaah.

    Selesai tawaf, kartu bisa dikumpulkan kembali kepada ketua regu. Kartu kemudian dibagikan kembali kepada jemaah jika hendak masuk ke Arafah, begitu pun ketika hendak masuk ke Masjid Nabawi di Madinah.

    Intinya, saran tersebut adalah agar kartu Nusuk tidak terus menerus dipegang oleh jemaah untuk mencegah risiko kehilangan.

    Menurut Hasyim, jemaah kerap kebingungan jika kehilangan kartu Nusuk, lalu khawatir tidak bisa memasuki tempat-tempat penting untuk beribadah haji. Sebenarnya, jemaah bisa tetap menunjukkan data-data terkait melalui aplikasi Nusuk, tetapi hal itu membutuhkan proses, dan belum tentu semua jemaah melek teknologi.

    Oleh karena itu, upaya pengamanan kolektif kartu Nusuk menjadi salah satu usulan penting yang bisa memberikan kenyamanan bagi jemaah haji asal Indonesia.

    Kartu Nusuk merupakan dokumen wajib bagi jemaah haji jika ingin memasuki Mekkah, Madinah, dan Arafah selama beribadah haji. Kartu itu berfungsi untuk memverifikasi jemaah, sehingga bisa mencegah masuknya jemaah ilegal saat musim haji.

    Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf menjelaskan bahwa pemerintah akan mengusahakan untuk jemaah haji sudah memegang kartu Nusuk sebelum terbang ke Arab Saudi. Dia ingin memastikan agar tidak ada lagi jemaah yang tidak bisa melaksanakan ibadah haji karena kehilangan kartu Nusuk.

    Gus Irfan menyebut hal itu dalam salah satu syarat kontrak kerja sama bagi perusahaan mitra atau syarikat untuk meningkatkan pelayanan kepada jemaah haji.

    “Syarikat harus siap membagikan kartu nusuk kepada jemaah sejak di embarkasi keberangkatan,” ujar Irfan dalam Outlook Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M, Kamis (8/1/2026).

  • Viral Bantuan Korban Erupsi Semeru Diduga Disalahgunakan, Ini Kata Anggota DPRD Lumajang
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        15 Januari 2026

    Viral Bantuan Korban Erupsi Semeru Diduga Disalahgunakan, Ini Kata Anggota DPRD Lumajang Surabaya 15 Januari 2026

    Viral Bantuan Korban Erupsi Semeru Diduga Disalahgunakan, Ini Kata Anggota DPRD Lumajang
    Tim Redaksi
    LUMAJANG, KOMPAS.com
    – Bantuan paket sembako untuk korban erupsi Gunung Semeru dari Gubernur Jawa Timur, diduga disalahgunakan.
    Bantuan tersebut tidak segera disalurkan kepada korban bencana
    erupsi Semeru
    , tetapi malah disalurkan ke korban bencana lainnya.
    Informasi dugaan penyalahgunaan bantuan itu viral di media sosial TikTok @gmpk_lumajang dan telah ditonton lebih dari 16.000 kali.
    Dalam unggahannya, pemilik akun menuliskan dugaan keterlibatan anggota DPRD
    Lumajang
    dalam dugaan penyalahgunaan bantuan tersebut.
    Mulanya, bantuan tersebut diusulkan oleh kelompok tani Cipta Jasa II di Kecamatan Rowokangkung kepada Gubernur Jawa Timur.
    Usulan tersebut disetujui dan bantuan 1.000 paket sembako dari gubernur dikirimkan ke rumah ketua kelompok tani.
    Namun, setelah dua pekan berada di rumah kelompok tani, bantuan tersebut tidak kunjung disalurkan kepada korban bencana erupsi Semeru.
    Dikonfirmasi perihal bantuan tersebut, Ketua Kelompok Tani Cipta Jasa II, Dulmanan mengatakan bahwa sebanyak 500 paket bantuan untuk korban bencana erupsi Semeru ini disalurkan untuk korban bencana banjir dan puting beliung di Kecamatan Rowokangkung.
    Dulmanan juga mengakui bahwa ada peran anggota
    DPRD Lumajang
    bernama Idris Marzuki dalam datangnya paket sembako dari Gubernur Jawa Timur untuk korban erupsi
    Gunung Semeru
    .
    “Langsung ke Poktan melalui Abah Idris (anggora DPRD Lumajang) ditaruh di rumah, (sebagian) diserahkan ke bencana banjir dan puting beliung,” kata Dulmanan di Pronojiwo, Rabu (14/1/2026).
    Usai viral di media sosial, kelompok tani dan anggota DPRD Lumajang tersebut langsung menyalurkan sisa paket sembako sebanyak 500 paket ke korban terdampak bencana erupsi Semeru yang ada di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro.
    Anggota DPRD Lumajang, Idris Marzuki menyebut, keterlambatan distribusi bantuan untuk korban erupsi Semeru dikarenakan kesibukan dirinya.
    Idris menegaskan bahwa tidak ada satupun bantuan yang diambilnya secara pribadi karena semua bantuan telah disalurkan kepada korban bencana.
    “Karena kami masih perlu mengkoordinasikan terkait bantuan ini, jadi kira rapatkan, kemudian saya juga ada kesibukan yang lain, jadi mencari waktu terbaik untuk pendistribusian,” kata Idris, Rabu.
    Kini, 1.000 paket sembako sudah disalurkan ke korban terdampak bencana. Baik bencana
    erupsi Gunung Semeru
    maupun bencana banjir dan puting beliung di Kecamatan Rowokangkung.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Batas Kritik-Hina Pemerintah Abu-abu, Mahasiswa UT Uji Materi KUHP ke MK

    Batas Kritik-Hina Pemerintah Abu-abu, Mahasiswa UT Uji Materi KUHP ke MK

    JAKARTA – Sembilan mahasiswa Fakultas Ilmu Hukum Universitas Terbuka menguji Pasal 240 dan Pasal 241 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena menilai batasan antara kritik dan menghina pemerintah masih kabur.

    Pasal 240 dan Pasal 241 KUHP mengatur tentang ancaman pidana atas perbuatan menghina pemerintah atau lembaga negara. Kedua pasal ini dianggap berpotensi menghambat kebebasan berekspresi warga negara.

    “Ketidakjelasan batas antara kritik yang sah dan penghinaan menyebabkan masyarakat berada dalam posisi rentan terhadap penafsiran subjektif aparat penegak hukum,” kata kuasa hukum para pemohon, Priskila Octaviani, dalam sidang pendahuluan di Jakarta, Rabu, 14 Januari dilansir ANTARA.

    Menurut para pemohon, Pasal 240 dan 241 KUHP tidak memiliki batasan yang jelas, objektif, dan terukur. Ketidakjelasan ini disebut menyebabkan warga negara tidak dapat memprediksi secara rasional apakah kritik atau pendapatnya dapat dipidana.

    Definisi menghina, kata Priskila, dikaitkan dengan kehormatan atau citra pemerintah yang bersifat abstrak dan subjektif. Kondisi itu dianggap membuka ruang kriminalisasi terhadap kritik publik sehingga berpotensi menghidupkan kembali “pasal karet”.

    Karena tidak disertai parameter yang jelas, para pemohon mendalilkan kedua pasal tersebut dapat menimbulkan ketakutan bagi warga negara dalam menyampaikan pendapat.

    “Padahal pembatasan kebebasan berpendapat hanya dapat dibenarkan apabila terdapatclear and present danger(ancaman nyata dan aktual) terhadap ketertiban umum,” ucap Priskila.

    Selain itu, menurut para pemohon, keberlakuan Pasal 240 dan 241 KUHP juga berpotensi membatasi arus informasi dan komunikasi politik yang seharusnya terbuka dalam negara hukum demokratis.

    Mereka memandang, ancaman pidana terhadap penyampaian informasi yang dianggap menghina pemerintah atau lembaga negara dapat menghambat fungsi pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara.

    Di sisi lain, para mahasiswa hukum itu menyebut kedua pasal diuji tidak sejalan dengan amanat putusan MK Nomor 6/PUU-V/2007. Dalam putusan itu, Mahkamah menyatakan Pasal 154 dan Pasal 155 KUHP lama inkonstitusional.

    Adapun Pasal 154 dan Pasal 155 KUHP lama mengatur tentang ancaman pidana terhadap kegiatan penyampaian perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap pemerintah.

    Ketika itu, MK memutuskan kedua pasal dimaksud bertentangan dengan konstitusi karena tidak menjamin adanya kepastian hukum yang sebagai konsekuensinya menghalangi kemerdekaan untuk menyatakan pikiran, sikap, dan pendapat.

    Menurut para pemohon, meskipun Pasal 240 dan Pasal 241 KUHP baru memasukkan unsur “berakibat terjadinya kerusuhan dalam masyarakat”, unsur tersebut dinilai abstrak dan tanpa kriteria objektif sehingga masih membuka ruang pemidanaan terhadap ekspresi.

    “Dengan demikian, norma a quo (pasal tersebut) belum sepenuhnya bersejalan denganratiodecidendi(pertimbangan hukum) Putusan Nomor Nomor 6/PUU-V/2007 dan tetap menimbulkan ketidakpastian hukum,” ujarnya.

    Maka dari itu, para pemohon dalam petitumnya meminta MK untuk menyatakan Pasal 240 dan Pasal 241 KUHP baru bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

    Permohonan ini tercatat dengan nomor perkara 282/PUU-XXIII/2025. Para pemohon, antara lain, Tania Iskandar, Sila Fide Novira Nggebu, Muhammad Restu, Yuni Wulan Ningsih, Ika Minawati, Putra Muhamad Fadilla, Tasya Ayu Hapsari, Mawar Prasiska Nur Rizki, dan Riesa Zhafirah.

  • FBI Geledah Rumah Jurnalis Terkait Dugaan Kebocoran Informasi Pentagon

    FBI Geledah Rumah Jurnalis Terkait Dugaan Kebocoran Informasi Pentagon

    Jakarta

    FBI menggeledah rumah seorang jurnalis Washington Post yang telah menulis tentang pemangkasan pekerjaan federal Amerika Serikat (AS). Jaksa Agung Pam Bondi mengatakan penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyelidikan atas dugaan kebocoran informasi dari Departemen Pertahanan atau Pentagon.

    Dilansir AFP, Kamis (15/1/2025), Bondi mengatakan jurnalis tersebut “sedang memperoleh dan melaporkan informasi rahasia dan informasi yang bocor secara ilegal dari kontraktor Pentagon” dan bahwa surat perintah penggeledahan dilaksanakan setelah permintaan dari Departemen Pertahanan.

    Washington Post menyebutkan nama reporter tersebut sebagai Hannah Natanson dan mengatakan agen federal menyita laptop kerja, laptop pribadi, telepon, dan jam tangannya dari rumahnya di Virginia, di luar Washington. Agen mengatakan kepada Natanson bahwa dia bukan fokus penyelidikan.

    Surat kabar tersebut melaporkan bahwa penegak hukum sedang menyelidiki Aurelio Perez-Lugones, seorang administrator sistem dengan izin keamanan tingkat tinggi yang dituduh membawa pulang dokumen intelijen yang ditemukan di kotak makan siangnya dan di ruang bawah tanahnya.

    Perez-Lugones, yang pernah bertugas di Angkatan Laut AS sebelum bekerja sebagai kontraktor Pentagon, ditangkap pekan lalu di Maryland, menurut dokumen pengadilan yang tidak menyebutkan adanya kontak dengan jurnalis.

    Pada bulan Desember, Natanson menulis tentang bagaimana ia mem-posting nomor telepon amannya di forum daring untuk pekerja pemerintah dan banyak yang menghubunginya tentang pengalaman mereka terkait pemotongan anggaran dan perubahan kebijakan yang radikal pada masa jabatan kedua Trump.

    Media berita AS dan internasional termasuk The New York Times, AP, AFP, dan Fox News menolak untuk menandatangani peraturan media baru dan dicabut kredensial akses pers mereka.

    (rfs/rfs)

  • Wilayah Saudi Tak Akan Digunakan untuk Serang Iran, Kedubes AS Waspada

    Wilayah Saudi Tak Akan Digunakan untuk Serang Iran, Kedubes AS Waspada

    Jakarta

    Arab Saudi memberi tahu Iran bahwa mereka tidak akan mengizinkan wilayah udara atau teritorialnya digunakan untuk menyerang Teheran. Dua sumber yang dekat dengan pemerintah kerajaan mengatakan pernyataan itu usai Amerika Serikat (AS) mengancam Teheran dengan kemungkinan serangan militer.

    Dilansir AFP, Kamis (15/1/225), pesan itu disampaikan ketika Washington memperingatkan bahwa mereka dapat menanggapi tindakan keras pemerintah Iran terhadap protes, sementara Teheran mengatakan akan menyerang aset militer dan perkapalan AS jika terjadi serangan baru.

    “Arab Saudi telah memberi tahu Teheran secara langsung bahwa mereka tidak akan menjadi bagian dari tindakan militer apa pun yang dilakukan terhadapnya, dan bahwa wilayah dan wilayah udaranya tidak akan digunakan untuk tujuan itu,” kata sebuah sumber yang dekat dengan militer Saudi kepada AFP.

    Sumber kedua yang dekat dengan pemerintah mengkonfirmasi bahwa pesan tersebut telah dikomunikasikan kepada Teheran. AS memiliki aset militer di Teluk, termasuk di Arab Saudi.

    Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Arab Saudi meminta personelnya untuk bertindak dengan hati-hati dan menghindari instalasi militer setelah Washington mengancam akan menanggapi tindakan keras pemerintah terhadap protes di Iran.

    (rfs/rfs)

  • Brian McKnight SIap Terima Request Lagu Penonton Konsernya di Jakarta

    Brian McKnight SIap Terima Request Lagu Penonton Konsernya di Jakarta

    JAKARTA – Penyanyi RnB asal Amerika Serikat, Brian McKnight bersiap melangsungkan konsernya bertajuk “An Intimate Evening with Brian McKnight”. Di konser yang dijadwalkan di Balai Sarbini, Jakarta, Jumat, 16 Januari ini, ia mengatakan bakal siap menerima permintaan lagu.

    “Saya mungkin akan membuka sesi permintaan lagu. Ada lagu-lagu yang disukai penonton tetapi jarang saya mainkan. Sebagai penulis dan pemain semua instrumen di rekaman, saya seharusnya tahu semua lagu itu,” kata Brian McKnight dalam konferensi pers di St. Regis Hotel, Jakarta, mengutip ANTARA 13 Januari.

    Brian mengatakan konsep tersebut menjadi pengalaman baru baginya. Ia berencana membuka kolom permintaan lagu melalui media sosial dan menampilkan beberapa pilihan penonton di layar saat konser berlangsung.

    Penyanyi 56 tahun ini juga menjelaskan alasan memilih Jakarta sebagai lokasi konser. Berdasarkan data pendengar di platform streaming musik, Indonesia menjadi negara dengan jumlah pendengar Brian McKnight terbanyak di dunia.

    “Indonesia adalah negara nomor satu pendengar musik saya di dunia, bahkan lebih tinggi dari Amerika Serikat. Itu sangat mengejutkan bagi saya,” lanjutnya.

    Brian menjadikan konser ini sebagai momen untuk bertemu langsung dengan penggemar yang berperan besar dalam perjalanan kariernya. Ia menyebut Indonesia sebagai rumah kedua karena hangatnya sambutan penonton setiap kali ia datang.

    Terkait tur konser, Brian menyebut tidak ada tantangan berarti setelah lebih dari tiga dekade tampil di berbagai negara. Ia menekankan pentingnya persiapan dan menjaga kualitas penampilan di setiap panggung.

    “Saya ingin penonton pulang dengan perasaan tidak ingin konsernya berakhir dan menantikan saya kembali lagi,” katanya.

    Brian McKnight juga memuji penonton Indonesia yang dinilainya musikal dan memiliki kecintaan kuat terhadap musik. Ia menyebut lagu cinta sebagai bahasa universal yang mampu melampaui perbedaan bahasa dan budaya.

    Konser Intimate Evening with Brian McKnight di Balai Sarbini dijanjikan menghadirkan suasana hangat, personal, dan penuh kejutan bagi penggemar di Indonesia.