Blog

  • Mengandung Racun Cereulide, BPOM Temukan Produk Susu Nestle yang Ditarik Masuk RI

    Mengandung Racun Cereulide, BPOM Temukan Produk Susu Nestle yang Ditarik Masuk RI

    GELORA.CO – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan berdasarkan hasil penelusuran, ditemukan produk susu Nestle yang ditarik di beberapa negara karena adanya potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku arachidonic acid (ARA) oil tertentu.

    Menurut BPOM produk yang terdampak tersebut hanya produk S-26 Promil Gold pHPro 1 (formula bayi untuk usia 0–6 bulan), nomor izin edar ML 562209063696 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1.

    “Berdasarkan penelusuran terhadap data importasi BPOM, 2 bets produk susu formula terdampak tersebut diimpor ke Indonesia. Namun, hasil pengujian terhadap sampel produk dari 2 bets terdampak menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi (limit of quantitation/LoQ

    Walau begitu, BPOM akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dan mengutamakan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, mengingat kerentanan pengguna produk formula tersebut (bayi).

    Langkah awal, BPOM telah memerintahakan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan distribusi dan melakukan penghentian sementara importasi produk tersebut. 

    “Paralel dengan itu, PT Nestle Indonesia telah melakukan penarikan sukarela (voluntary recall) dari peredaran terhadap seluruh produk formula bayi dengan bets yang terdampak di bawah pengawasan BPOM,” tambahnya.

    “Hingga penjelasan ini diterbitkan, belum terdapat laporan kejadian sakit yang terkonfirmasi di Indonesia berkaitan dengan konsumsi formula bayi tersebut,” tutupnya.

    Apa itu Toksin cereulide?

    Menurut BPOM, Toksin cereulide dalam produk tersebut adalah toksin yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus. 

    Toksin ini bersifat tahan panas (heat stable)/tidak dapat dimusnahkan/dinonaktifkan melalui proses penyeduhan dengan air mendidih maupun proses pemasakan biasa. 

    “Akibat yang dapat timbul karena paparan toksin ini bersifat segera, umumnya antara 30 menit hingga 6 jam setelah konsumsi dengan gejala antara lain muntah parah/persisten, diare, serta kelesuan yang tidak biasa,” ujar BPOM.

  • AS Mulai Tarik Personel dari Pangkalan Militer di Qatar

    AS Mulai Tarik Personel dari Pangkalan Militer di Qatar

    Jakarta

    Sejumlah personel tentara Amerika Serikat (AS) telah diminta untuk meninggalkan pangkalan militer Al Udeid di Qatar. Dua sumber diplomatik mengatakan negara Teluk itu mengungkapkan ketegangan regional adalah alasan di balik langkah tersebut.

    Dilansir AFP, Rabu (14/1/2025), keputusan ini diambil setelah Washington mengancam akan menanggapi tindakan keras pemerintah Iran terhadap protes, sementara Teheran mengatakan akan menyerang aset militer dan perkapalan AS jika terjadi serangan baru.

    Langkah tersebut diambil “sebagai tanggapan terhadap ketegangan regional saat ini,” kata Kantor Media Internasional Qatar dalam sebuah pernyataan.

    “Qatar terus menerapkan semua langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan, termasuk tindakan yang berkaitan dengan perlindungan infrastruktur penting dan fasilitas militer,” tambahnya.

    Sebuah sumber diplomatik mengatakan kepada AFP sebelumnya bahwa sejumlah personel diminta untuk meninggalkan pangkalan tersebut pada Rabu (14/1) malam. Sumber kedua mengkonfirmasi informasi tersebut, juga dengan syarat anonim.

    Kedutaan Besar AS di Qatar menolak untuk berkomentar tentang pergerakan personel di Al Udeid.

    Pada bulan Juni, Iran menargetkan pangkalan militer Al Udeid milik Amerika Serikat di Qatar sebagai tanggapan atas serangan Amerika sebelumnya terhadap fasilitas nuklir Iran.

    Ali Shamkhani, penasihat senior pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, memperingatkan Presiden AS Donald Trump bahwa serangan terhadap pangkalan tersebut telah menunjukkan “kemauan dan kemampuan Iran untuk menanggapi serangan apa pun”.

    Doha mampu memanfaatkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayahnya untuk membantu mewujudkan gencatan senjata yang cepat antara Washington dan Teheran.

    Washington telah berulang kali mengatakan bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan serangan udara terhadap Iran untuk menghentikan penindasan terhadap para demonstran. Trump mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CBS News bahwa Amerika Serikat akan bertindak jika Iran mulai menggantung para demonstran.

    Otoritas Iran menyebut peringatan Amerika sebagai “dalih untuk intervensi militer”.

    Protes massal di Iran sejak Kamis telah menimbulkan salah satu tantangan terbesar bagi kepemimpinan ulama sejak revolusi Islam 1979 yang menggulingkan Shah.

    LSM Iran Human Rights yang berbasis di Norwegia mengatakan telah mengkonfirmasi 734 orang tewas selama protes, termasuk sembilan anak di bawah umur, tetapi memperingatkan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan jauh lebih tinggi.

    “Jumlah sebenarnya korban tewas kemungkinan mencapai ribuan,” kata direktur IHR, Mahmood Amiry-Moghaddam.

    Halaman 2 dari 2

    (rfs/eva)

  • Truk Kontainer Lewat Jalan Kampung di Kalideres, Polisi Telusuri Perusahaan Pemilik
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Januari 2026

    Truk Kontainer Lewat Jalan Kampung di Kalideres, Polisi Telusuri Perusahaan Pemilik Megapolitan 14 Januari 2026

    Truk Kontainer Lewat Jalan Kampung di Kalideres, Polisi Telusuri Perusahaan Pemilik
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Sebuah truk kontainer dilaporkan melintas di jalan permukiman Kampung Bulak Teko, Kalideres, Jakarta Barat, pada Rabu (14/1/2026) pagi.
    Dalam video yang diunggah akun Instagram
    @
    info_kalideres, terlihat
    truk kontainer
    berwarna hijau melintas di samping Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres. Truk tersebut bergerak dari Jalan Peta Selatan menuju perkampungan warga di Jalan XX.
    Saat ingin berbelok ke Jalan Kampung Bulak Teko, truk sempat kesulitan karena badan kendaraan terlalu besar untuk jalan tersebut.
    Truk pun harus mengambil ancang-ancang dengan berbelok dari sisi kanan, sehingga memakan badan jalan untuk kendaraan dari arah berlawanan. Akibatnya, arus lalu lintas sempat terhenti sejenak, disertai suara klakson bersahutan.
    Dalam video disebutkan bahwa di kawasan jalan kampung tersebut terdapat pabrik dan pergudangan. Truk kontainer disebut sering melintas di jalan perkampungan itu.
    Kanit Lantas Polsek Kalideres AKP Setyo Utomo menegaskan bahwa truk kontainer dilarang memasuki jalanan tersebut.
    “Dilarang (truk melintas). Itu sebenarnya sudah ada rambu larangan di Jalan Peta Selatan, di samping Polsek Kalideres,” kata Setyo saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    , Rabu malam.
    Setyo menambahkan, pihaknya akan menelusuri perusahaan pemilik truk untuk diberikan imbauan agar menggunakan kendaraan pengangkut yang lebih kecil saat melakukan bongkar muat barang di Jalan Kampung Bulak Teko.
    “Ke depannya akan diberikan imbauan buat perusahaan yang mengunakan kontainer, untuk tidak menggunakan kontainer ke jalan yang memang terdapat ambu larangan bagi kontainer masuk,” ucap Setyo.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tragis! Lansia Kolektor Barang Antik Tewas Terbakar Bersama Harta Rp500 Juta di Tuban

    Tragis! Lansia Kolektor Barang Antik Tewas Terbakar Bersama Harta Rp500 Juta di Tuban

    Tuban (beritajatim.com) – Seorang lansia berusia 75 tahun meninggal dunia dalam keadaan rumah terbakar di Dusun Panjunan, Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, bersama barang antik miliknya yang bernilai ratusan juta rupiah.

    Diketahui, seorang kakek bernama Raharjo (75) yang tinggal sebatang kara di kediamannya berukuran 7 x 9 meter ini ternyata seorang kolektor barang antik.

    Namun, nahas, peristiwa kebakaran yang tidak diketahui penyebabnya itu membuat Raharjo meninggal dunia hingga tubuhnya hangus terbujur kaku.

    Kapolsek Palang IPTU Wakhid Nurcahyo mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dan penyebab kebakaran masih belum diketahui. “Saksi hanya mengatakan terjadi kebakaran, belum tahu penyebabnya,” ujar Kapolsek Palang, Rabu (14/01/2026).

    Adapun jenazah telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Koesma Tuban. “Korban tinggal sendirian,” terang Wakhid Nurcahyo.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tuban, Sutaji, menambahkan bahwa pihaknya menerima laporan adanya kebakaran pada pukul 03.03 WIB dan petugas sampai di lokasi sekitar pukul 03.10 WIB.

    “Ada satu unit mobil Damkar Pos Mako yang kami kerahkan, sehingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.20 WIB dan dilanjutkan pembasahan hingga pukul 06.10 WIB,” imbuhnya.

    Sedangkan untuk kerugian barang antik milik korban yang ikut terbakar, kata Sutaji, diperkirakan mencapai Rp500 juta. Tidak ada aset yang terselamatkan. Selain itu, api tidak merembet ke rumah warga. [dya/kun]

  • Gapura Dukuh Zamrud Jadi Salah Satu Anggaran Terbesar, Disperkimtan Bekasi Buka Suara
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Januari 2026

    Gapura Dukuh Zamrud Jadi Salah Satu Anggaran Terbesar, Disperkimtan Bekasi Buka Suara Megapolitan 14 Januari 2026

    Gapura Dukuh Zamrud Jadi Salah Satu Anggaran Terbesar, Disperkimtan Bekasi Buka Suara
    Tim Redaksi

    BEKASI, KOMPAS.com –
     Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi Widayat Subroto Hardi menyebut anggaran pembangunan Gapura Utama Perumahan Dukuh Zamrud di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, termasuk salah satu yang terbesar dalam program Disperkimtan.
    “Ini salah satu yang besar (anggarannya). Dan memang sebelumnya gapura perbatasan juga besar. Tapi untuk perumahan, ini memang salah satunya yang besar,” ujar Widayat saat ditemui
    Kompas.com
    , Rabu (14/1/2026).
    Widayat menjelaskan, pembangunan gapura yang kini menjadi sorotan publik tersebut merupakan amanah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi yang harus dilaksanakan oleh Disperkimtan.
    Menurut dia, secara umum Disperkimtan memang menjalankan berbagai pembangunan fasilitas lingkungan, termasuk gapura di tingkat RW.
    “Kami dari Disperkimtan mendapatkan amanah dari APBD untuk pembangunan gapura. Dan secara umum kami memang membangun beberapa gapura untuk RW dan sebagainya,” kata Widayat.
    Ia menyebutkan, pembangunan Gapura Utama Perumahan Dukuh Zamrud berasal dari pengajuan pokok pikiran dan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) anggota DPRD Kota Bekasi Agus Rohadi.
    Widayat menegaskan, proyek tersebut merupakan usulan masyarakat yang disalurkan melalui mekanisme legislatif, bukan inisiatif langsung dari Disperkimtan.
    “Ini adalah usulan masyarakat, bukan usulan dari Dinas Perkimtan sendiri. Kebetulan ini melalui porsi dewan,” ujarnya.
    Menurut Widayat, mekanisme tersebut telah sesuai dengan ketentuan perencanaan pembangunan daerah dan tidak menyalahi aturan yang berlaku.
    Ia mengibaratkan peran Disperkimtan sebagai pelaksana teknis berbagai proyek pembangunan fasilitas publik.
    “Ibarat kami itu tukangnya. Misalnya ada bangunan sekolah, kantor kelurahan, gapura, sarana olahraga, itu semua kami jalankan secara sama,” kata dia.
    Meski demikian, Widayat berharap masyarakat dapat merawat dan memanfaatkan gapura tersebut secara bijak, mengingat besarnya anggaran yang telah dikeluarkan dari APBD.
    “Kami harap warga bisa melakukan pemeliharaan dan penggunaan yang wajar dan bijak tentunya. Kalau ada yang rusak misalnya, ya dilakukan pemeliharaan oleh warga setempat,” ujarnya.
    Ia juga berharap polemik yang berkembang di tengah masyarakat tidak berlarut-larut sehingga warga dapat menikmati fasilitas yang telah dibangun oleh Pemerintah Kota Bekasi.
    “Artinya tidak salah paham dan bisa menikmati lah apa yang sudah dibangun oleh Pemerintah Kota,” kata Widayat.
    Widayat menegaskan, secara internal Disperkimtan sebenarnya tidak menyetujui besaran anggaran pembangunan gapura yang mencapai hampir Rp 1 miliar tersebut.
    Namun, proyek tetap berjalan karena telah masuk dan disepakati dalam pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Bekasi Tahun Anggaran 2025.
    “Jadi memang kalau kami secara anggaran tidak menyetujui. Tapi kami menyetujui karena memang itu sudah menjadi porsinya di TAPD,” ujar Widayat.
    Ia menjelaskan, kawasan Perumahan Dukuh Zamrud saat ini berada di bawah kewenangan Disperkimtan setelah pengelolaannya diserahkan oleh pengembang kepada Pemerintah Kota Bekasi.
    Pembangunan gapura tersebut, menurut dia, juga berfungsi sebagai penanda wilayah dan bagian dari penataan arsitektur lingkungan perumahan.
    “Ini kan salah satunya untuk penanda wilayah, kemudian perbaikan dari arsitektur di lingkungan perumahan. Dan kami dari Disperkimtan mendapatkan amanah dari APBD,” katanya.
    Terkait polemik yang berkembang, Widayat menyatakan pihaknya siap jika ke depan dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat Pemerintah Kota Bekasi untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas proyek.
    “Malah pengennya saya yang menyampaikan ke inspektorat supaya diaudit dan tidak menjadi polemik di masyarakat,” ujarnya.
    Ia menambahkan, sebelum proyek berjalan, Disperkimtan telah menunjuk konsultan perencanaan, pelaksana, serta konsultan pengawas, disertai dengan pengawasan internal dari dinas selama proses pembangunan.
    “Selama proses pembangunan, kami menunjuk pelaksana, konsultan supervisi, dan juga memiliki proses pengawasan internal,” kata Widayat.
    Sebelumnya, pembangunan Gapura Utama Perumahan Dukuh Zamrud menjadi sorotan publik karena proyek yang dibiayai APBD Kota Bekasi Tahun Anggaran 2025 tersebut memiliki pagu anggaran hampir Rp 1 miliar.
    Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyatakan, setiap proyek pembangunan telah melalui proses perencanaan yang melibatkan masyarakat dan legislatif serta disetujui sesuai ketentuan yang berlaku.
    “Pada intinya, kalau sudah menjadi kesepakatan di dalam yang kemudian ditetapkan melalui perda kesepakatan bersama, kami pemerintah tentu akan melaksanakan,” ujar Tri.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Diduga Sakit Kronis, Wanita di Depok Tewas di Depan Teras Rumah Tetangga
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Januari 2026

    Diduga Sakit Kronis, Wanita di Depok Tewas di Depan Teras Rumah Tetangga Megapolitan 14 Januari 2026

    Diduga Sakit Kronis, Wanita di Depok Tewas di Depan Teras Rumah Tetangga
    Tim Redaksi
    DEPOK, KOMPAS.com –
    Seorang wanita berinisial IP (22) meninggal dunia di teras rumah tetangganya, di Jalan Jati Mulya, Pangkalan Jati, Cinere, Kota Depok, Rabu (14/1/2026).
    Kapolsek Cinere Kompol Chairul Saleh mengatakan, mulanya salah seorang saksi berinisial SN (52) mendengar suara korban yang memanggil dari luar rumahnya sekitar pukul 16.15 WIB.
    SN kemudian membuka pintu dan melihat korban duduk lemas di teras rumah.
    “Itu korban dengan kondisi ada bercak darah di mulut korban dan muntahan darah pada lantai,” kata Saleh saat dikonfirmasi, Rabu malam.
    Beberapa saat kemudian, korban tersungkur ke lantai dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
    Saat SN mencoba meminta bantuan warga untuk mengevakuasi, korban sudah tidak bernyawa.
    Berdasarkan pemeriksaan polisi yang didampingi Inafis Polres Metro
    Depok
    dan seorang dokter dari UPT Cinere, tidak ditemukan luka atau tanda kekerasan di tubuh korban.
    Hal ini diperkuat keterangan paman IP yang menyebut bahwa korban memiliki riwayat penyakit kronis.
    “Keterangan dari paman korban sekitar satu bulan yang lalu, korban mengalami sakit paru-paru pada saat melakukan pemeriksaan dokter di RS Husada,” jelas Chairul.
    Saat ini, korban telah dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan di Toraja, Sulawesi Selatan.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Alasan Guru di Jambi Tampar Siswa: Bertahun-tahun Dirundung, tetapi Sekarang Tak Tahan
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        14 Januari 2026

    Alasan Guru di Jambi Tampar Siswa: Bertahun-tahun Dirundung, tetapi Sekarang Tak Tahan Regional 14 Januari 2026

    Alasan Guru di Jambi Tampar Siswa: Bertahun-tahun Dirundung, tetapi Sekarang Tak Tahan
    Tim Redaksi
    JAMBI, KOMPAS.com
    – Guru dari sekolah jurusan pertanian di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, Agus Saputra, mengklarifikasi atas tuduhan adanya penindasan terhadap siswa-siswa sehingga berujung pada aksi pengeroyokan terhadap dirinya.
    “Tidak ada pemaksaan (penindasan), siapa yang mau kerjakan, silakan. Semua tugas harus sukarela,” kata Agus di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Rabu (14/1/2026).
    Dengan demikian, tidak ada persekongkolan maupun pemaksaan pada siswa untuk mengerjakan tugas.
    Bagi siswa yang merasa keberatan untuk mengerjakan tugas, dia juga tidak mempersoalkan karena harus dikerjakan secara sadar sebagai bagian proses belajar mengajar di sekolah.
    Agus menegaskan sudah lebih dari 15 tahun mengajar di sekolah, tetapi baru pertama kali menampar siswa.
    Tindakan yang dia lakukan karena selama dua tahun terakhir siswa yang bersangkutan dan siswa laki-laki lainnya senantiasa merundung dirinya.
    Selama dirundung siswa, Agus mampu menahan amarah dan senantiasa sabar karena ini bagian dari pengabdian dalam mencerdaskan generasi bangsa.
    Namun, keteguhan Agus runtuh juga karena yang bersangkutan, pelaku, yang bersama-sama siswa lainnya mengeroyok guru di sekolah, selalu merundung.
    “Bertahun-tahun saya dirundung pelaku (anak yang ditampar). Siswa laki-laki lain juga begitu. Selama ini sabar karena risiko mengajar, tapi hari ini saya tidak tahan dan akhirnya menampar siswa itu,” kata dia.
    Lantaran kejadian sudah berulang kali, Agus merasa harus mengambil tindakan tegas sebagai bentuk penanaman nilai moral kepada siswa.
    “Tapi, kemudian saya dikeroyok. Kalau memang diminta pindah, tidak masalah. Karena poin dalam mediasi saya, kalau siswa memang tidak senang dengan saya, buatlah petisi agar saya dipindah,” kata Agus.
    Pernyataan Agus ini merespons tundingan negatif muncul dari warganet pasca-video pengeroyokan terhadap dirinya viral.
    Bahkan, beredar video permintaan maaf dari Ketua OSIS sekolah tersebut, yang juga menuntut agar guru Agus dipindah dari sekolah tersebut demi kenyamanan siswa.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Maling Curi Pelat Baja Gorong-gorong Perumahan di Depok, Kerugian Ditaksir Rp 2 Juta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Januari 2026

    Maling Curi Pelat Baja Gorong-gorong Perumahan di Depok, Kerugian Ditaksir Rp 2 Juta Megapolitan 14 Januari 2026

    Maling Curi Pelat Baja Gorong-gorong Perumahan di Depok, Kerugian Ditaksir Rp 2 Juta
    Tim Redaksi
    DEPOK, KOMPAS.com – 
    Pencurian pelat baja penutup gorong-gorong terjadi di Jalan Bumi Pancoran Raya, Pancoran Mas, Kota Depok. Kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp 2 juta.
    “Untuk pelat baja kita punya sisi kanan dan kiri, jadi hitungannya ada dua. Tapi kan yang diambil satu, kerugian kisaran Rp 2.000.000 sampe sih,” ungkap Robi, penjaga keamanan perumahan dekat TKP, Rabu (14/1/2026).
    Robi menuturkan, pencurian terjadi pada Jumat (9/1/2026) saat ia bertugas pada
    shift
    malam. Peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.50 WIB, saat ia sedang beristirahat.
    Keesokan paginya, Robi mengecek rekaman CCTV dan melihat sekelompok orang mengangkat pelat baja yang cukup berat.
    “Kalau saya lihat dari CCTV sih jumlah orangnya kisaran 8-9 orang, dia pakai mobil Carry,” ujarnya.
    Pelat baja itu semulanya diletakkan tepat di atas gorong-gorong yang sudah berlapis aspal.
    Fungsi dari pelat ini adalah mencegah kendaraan berat masuk ke area perumahan dan terperosok.
    “Selama 5-6 tahun ada perumahan ini, ini yang pertama kalinya kejadian,” terang Robi.
    Robi menambahkan, ia tidak menaruh kecurigaan terhadap warga sekitar dan sulit mengenali wajah pelaku karena kualitas rekaman CCTV yang buram.
    Atas kejadian ini, pihak perumahan melapor ke Polsek Pancoran Mas dan kini menunggu perkembangan penyelidikan.
    Selain itu, pihak perumahan mengevakuasi pelat baja yang masih tersisa di lokasi yang bersebelahan dengan titik pencurian.
    “Semoga ada titik terang saja karena kejadian kayak gini jadinya juga pasti bikin warga sini resah,” lanjut dia.
    Peristiwa pencurian ini terekam CCTV dan videonya sempat viral di Instagram @depok24jam.
    Dalam rekaman terlihat mobil
    pick-up
    melintasi depan perumahan dari arah Jalan Pramuka Raya, kemudian balik arah.
    Di bagian belakang mobil terlihat sekelompok orang menunduk, turun, dan langsung mengangkat pelat baja ke area penempatan barang di mobil
    pick-up
    .
    Diperkirakan, aksi pencurian tersebut hanya berlangsung sekitar 70–90 detik sebelum para pelaku melarikan diri.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Dua Ibu-ibu di Makassar Ditangkap usai Curi Pakaian di Gerai Butik, Barang Curian Disembunyikan Dalam Baju
                
                    
                        
                            Makassar
                        
                        14 Januari 2026

    Dua Ibu-ibu di Makassar Ditangkap usai Curi Pakaian di Gerai Butik, Barang Curian Disembunyikan Dalam Baju Makassar 14 Januari 2026

    Dua Ibu-ibu di Makassar Ditangkap usai Curi Pakaian di Gerai Butik, Barang Curian Disembunyikan Dalam Baju
    Tim Redaksi
    MAKASSAR, KOMPAS.com
    – Dua ibu rumah tangga, NH (55) dan NA (44), diamankan polisi setelah nekat mencuri dua lusin pakaian di sebuah butik di Jalan Diponegoro, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
    Pencurian
    baru terbongkar ketika karyawan butik menyadari gerak-gerik pelaku dan mengecek rekaman kamera pengawas.
    Dalam video terlihat salah satu pelaku santai memilih pakaian layaknya pembeli, kemudian memasukkannya ke pakaian yang dikenakan. Pelaku lain mengalihkan perhatian karyawan agar aksi berjalan mulus.
    Panit Reskrim Polsek Wajo, Ipda Khairul Hadi, menjelaskan, “Pelaku ini bekerja tidak sendiri, bisa dikatakan jaringan.
    Saat melakukan aksinya, ada yang mengelabui karyawan, kemudian satu orang mengeksekusi barang yang akan diambil.”
    Menurutnya, modus pelaku adalah berpura-pura berbelanja untuk mengalihkan perhatian pemilik dan karyawan.
    “Pelaku masuk ke toko seolah ingin belanja parfum. Setelah itu, pelaku yang mengambil barang keluar, sementara satu pelaku lain melakukan transaksi untuk barang lain,” ungkap Khairul.
    Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan aksi pencurian ini telah dilakukan berulang kali, termasuk pada 10, 11, dan 12 Januari 2026.
    Salah satu pelaku juga pernah terlibat kasus serupa di Kota Parepare.
    Kedua pelaku dijerat Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman maksimal lima tahun penjara. Polisi masih mengembangkan kasus untuk mengetahui kemungkinan keterlibatan pelaku lain.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Rekor Impor Balik Mobil Jepang Pecah pada 2025, Suzuki Penyumbang Terbesar

    Rekor Impor Balik Mobil Jepang Pecah pada 2025, Suzuki Penyumbang Terbesar

    JAKARTA – Jepang belakangan semakin banyak kedatangan mobil impor. Namun yang menarik, mobil-mobil tersebut bukan berasal dari merek asing, melainkan diproduksi oleh perusahaan Jepang sendiri di pabrik mereka di luar negeri, lalu dikirim kembali untuk dijual di pasar domestik.

    Pada 2025, jumlah kendaraan produksi pabrik luar negeri milik perusahaan Jepang yang diimpor ke Jepang mencapai 111.513 unit. Angka ini naik 19 persen dibanding tahun sebelumnya, sekaligus memecahkan rekor lama yang bertahan hampir tiga dekade, yakni 107.092 unit pada 1995.

    Lonjakan impor balik ini sebagian besar ditopang oleh Suzuki. Pabrikan tersebut mencatat peningkatan paling drastis dengan mendatangkan 43.266 unit ke Jepang sepanjang 2025, atau lebih dari tujuh kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

    Pendorong utamanya adalah kehadiran Jimny Nomade lima pintu, model yang sudah lama dinanti pasar Jepang dan diproduksi di India. Selain itu, Suzuki juga memasukkan SUV Fronx dari India untuk memperkuat lini produknya di dalam negeri.

    Namun, tidak semua produsen mengikuti langkah Suzuki, beberapa merek besar justru menurunkan volume impor balik pada tahun lalu. Mengutip Nikkei Asia, Rabu, 14 Januari, Honda mencatat penurunan 18 persen menjadi 37.022 unit, yang dipengaruhi pengurangan pengiriman SUV WR-V dari India.

    Penurunan lebih tajam dialami Nissan, turun 33 persen menjadi 9.595 kendaraan. Sementara Toyota juga mengalami koreksi serupa, turun 33 persen menjadi 9.587 unit.

    Meski begitu, situasi Toyota tahun ini diperkirakan bisa berubah signifikan. Perusahaan raksasa otomotif tersebut baru-baru ini mengonfirmasi akan mulai mengimpor tiga model buatan Amerika Serikat ke Jepang pada akhir tahun ini.

    Toyota disebut akan membawa masuk sedan Camry, SUV Highlander, serta truk pikap ukuran penuh Tundra. Keputusan ini diklaim sebagai upaya untuk memenuhi beragam kebutuhan pelanggan, sekaligus membantu memperkuat hubungan perdagangan Jepang-AS.

    Kendati demikian, langkah tersebut belum tentu mulus. Faktor harga akan menjadi penentu utama. Jika banderol impor terlalu tinggi, permintaan berpotensi terbatas. Selain itu, selera konsumen Jepang selama ini dikenal condong pada kendaraan kompak serta minivan, sehingga mengubah preferensi mereka ke SUV besar seperti Highlander bisa menjadi pekerjaan panjang.