Blog

  • Kejagung Nyatakan Banding atas Vonis Eks Dirjen Kemenkeu Isa

    Kejagung Nyatakan Banding atas Vonis Eks Dirjen Kemenkeu Isa

    Bisnis.com, JAKARTA — Kejaksaan Agung (Kejagung) mengajukan banding atas putusan terhadap mantan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata dalam perkara korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

    Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna mengatakan banding diajukan karena vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

    “Penuntut kemarin mikir-mikir sekarang sudah menyatakan banding,” ujar Anang di Kejagung, Rabu (14/1/2026).

    Anang menjelaskan Isa dijatuhi hukuman pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan. Putusan tersebut jauh lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut hukuman 4 tahun penjara.

    Saat ini, Kejagung tengah menyiapkan memori banding sebagai bagian dari proses hukum lanjutan atas perkara tersebut.

    “Dua minggu setelah mengajukan wajib mengirim memori, yang penting menyatakan. Nanti juga tidak hanya buat memori banding akan membuat kontra memori juga,” pungkasnya.

    Sebagai informasi, Isa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam perkara pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya periode 2008–2018.

    Majelis hakim menyatakan Isa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan primer. Namun, Isa terbukti melanggar dakwaan subsider Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

    Selain pidana badan, majelis hakim juga menjatuhkan pidana denda sebesar Rp100 juta dengan ketentuan subsider tiga bulan kurungan penjara.

    “Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan,” ujar Ketua Majelis Hakim Sunoto dalam persidangan, Rabu (7/1/2026).

  • Satpol PP dan Alat Berat Merapat Jelang Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Januari 2026

    Satpol PP dan Alat Berat Merapat Jelang Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Megapolitan 14 Januari 2026

    Satpol PP dan Alat Berat Merapat Jelang Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com – 
    Menjelang pembongkaran tiang monorel pertama di Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, mobil Satpol PP mulai merapat ke sisi jalur lambat pada Rabu (14/1/2026) malam.
    Mobil patroli tiba sekitar pukul 20.50 WIB dengan dua anggota. Mereka duduk di bangku Halte Non-BRT Transjakarta Kuningan Madya.
    Arus lalu lintas saat itu masih lancar dan belum ada penutupan jalan. Mobil patroli kemudian meninggalkan lokasi pukul 21.02 WIB.
    Sekitar pukul 21.20 WIB, 10 anggota Satpol PP kembali ke lokasi, berdiri di trotoar yang menghadap tiang monorel. Mobil patroli diparkirkan di Jalan Kuningan Persada dan dua personel tambahan ikut bergabung.
    20 menit kemudian, mobil bak Dinas Bina Marga tiba membawa alat berat, diparkir di jalan masuk jalur lambat. Pembatas oranye berbentuk kerucut mulai ditata di sekitarnya, tetapi kendaraan masih diperbolehkan melintasi jalur lambat.
    Pembongkaran dijadwalkan berlangsung mulai pukul 23.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB keesokan paginya.
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pengerjaan dilakukan malam hari untuk menghindari kepadatan lalu lintas di wilayah Kuningan.
    “Pengerjaannya akan dilakukan malam hari. Dengan demikian tidak ada penutupan jalur, dan mudah-mudahan saya sudah minta ke Bina Marga dan Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas agar tak macet. Karena ini jalan utama kita,” ucap Pramono saat menyaksikan langsung
    pembongkaran tiang monorel
    , Rabu pagi.
    Total terdapat 109 tiang monorel yang akan dibongkar di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
    Pembongkaran tersebut menjadi bagian dari upaya penataan ulang kawasan yang telah lama terbengkalai akibat mangkraknya proyek monorel.
    “Ada 109 tiang monorel sampai dengan ujung Jalan Rasuna Said, semuanya akan ditata rapi dan saya meyakini ini akan membuat jalan Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,” ujar Pramono.
    Selain pembongkaran tiang monorel, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga merencanakan penataan menyeluruh di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
    Penataan tersebut mencakup perbaikan badan jalan, saluran air, jalur pedestrian, penerangan jalan umum (PJU), hingga pembangunan taman.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Aksi Kilat Pencurian Plat Baja di Depok, 8 Orang Beraksi Kurang 2 Menit
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Januari 2026

    Aksi Kilat Pencurian Plat Baja di Depok, 8 Orang Beraksi Kurang 2 Menit Megapolitan 14 Januari 2026

    Aksi Kilat Pencurian Plat Baja di Depok, 8 Orang Beraksi Kurang 2 Menit
    Tim Redaksi

    DEPOK, KOMPAS.com –
     Peristiwa pencurian plat baja penutup gorong-gorong terjadi di Jalan Bumi Pancoran Raya, Pancoran Mas, Kota Depok. Aksi tersebut diduga dilakukan secara berkelompok oleh sekitar delapan orang.
    Informasi itu disampaikan Robi, penjaga keamanan perumahan yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.
    Ia mengaku mengetahui peristiwa tersebut setelah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV).
    “Kalau saya lihat dari CCTV sih, jumlah orangnya kisaran 8-9 orang, mereka pakai mobil carry,” kata Robi saat ditemui di lokasi, Rabu (14/1/2026).
    Insiden
    pencurian
    tersebut terjadi pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 02.50 WIB. Saat itu, Robi baru saja mulai menjalani piket jaga malam.
    Namun, ia baru menyadari adanya pencurian pada pagi hari ketika mengecek rekaman CCTV perumahan.
    Dari rekaman tersebut, terlihat para terduga pelaku bekerja sama mengangkat plat baja dan memindahkannya ke bagian belakang mobil
    pick up
    .
    Plat baja yang dicuri merupakan satu dari dua penutup gorong-gorong yang diletakkan tepat di depan pintu masuk perumahan.
    “Satu lagi (ditinggal) tuh kayaknya karena waktu kita pindahin juga pakai alat soalnya yang satu sudah agak mendam. Sedangkan yang dicuri kan sudah agak tinggi (mudah diangkat),” ujar Robi.
    Robi menjelaskan, plat baja berukuran sekitar 2,4 x 1,2 meter itu berfungsi sebagai alas agar kendaraan berat dapat melintas tanpa ambles ke gorong-gorong. Akibat pencurian tersebut, kerugian ditaksir tidak mencapai Rp 2 juta.
    “Langsung saya lapor ke Babinsa lalu konfirmasi ke beberapa pihak, baru kita bikin laporan ke Polsek Pancoran Mas,” lanjut dia.
    Aksi pencurian ini terekam kamera CCTV dan videonya sempat viral di media sosial melalui akun Instagram @
    depok24jam
    .
    Dalam rekaman tersebut, terlihat sebuah mobil
    pick up
    melintas di depan perumahan dari arah Jalan Pramuka Raya.
    Mobil itu kemudian berbalik arah. Di bagian belakang kendaraan, tampak sejumlah orang dalam posisi menunduk.
    Tak lama berselang, mereka turun dari mobil dan langsung mengarah ke plat baja penutup gorong-gorong.
    Para pelaku mengangkat plat baja tersebut dan meletakkannya ke bagian bak mobil
    pick up
    .
    Diperkirakan, kelompok tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar 70 hingga 90 detik sebelum meninggalkan lokasi kejadian.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • SK PPPK Sampai Pensiun Ditarik dan Diubah Jadi 5 Tahun, Ajun: PPPK Guru dan Nakes Bingung Atas Kebijakan Aneh Ini

    SK PPPK Sampai Pensiun Ditarik dan Diubah Jadi 5 Tahun, Ajun: PPPK Guru dan Nakes Bingung Atas Kebijakan Aneh Ini

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) angkatan pertama di Kabupaten Ponorogo dibuat resah oleh kebijakan Pemkab Ponorogo. Itu karena tiba-tiba melakukan perubahan SK kontrak kerja PPPK.

    Jika sebelumnya Surat keputusan (SK) kontrak kerja PPPK berlaku hingga batas usia pensiun sebagaimana yang sudah diterima saat pertama kali diangkat menjadi PPPK, kini berubah menjadi hanya berlaku selama 5 tahun.

    Hal tersebut terjadi pada PPPK Guru dan nakes. PPPK angkatan pertama itu diubah SK kontrak kerjanya jadi lima tahun.

    Pengurus Persatuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Republik Indonesia (P-PPPK RI) kabupaten Ponorogo, Ajun mengatakan, perpanjangan kontrak PPPK angkatan pertama yang sebelumnya sudah jadi SK dengan masa kontrak sampai BUP, tiba-tiba ditarik lagi oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

    “BKPSDM mengubah perpanjangan kontrak 5 tahun. Para guru dan nakes PPPK angkatan pertama sangat kecewa karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya,” terang Ajun, Rabu (14/1/2026).

    Dia mengungkapkan, beberapa perwakilan PPPK angkatan pertama menghadap ke BKPSDM untuk mempertanyakan perubahan kebijakan yang tiba-tiba tersebut. SK kontrak kerja PPPK yang diterbitkan pada 29 Desember 2025, resmi difandatangani pihak pertama dalam hal ini Bupati Ponorogo, Lisdiarita dan pihak kedua sebagai penerima (PPPK).

    “Tiba-tiba SK kontrak kerja tersebut ditarik lagi dan diubah isinya dari BUP menjadi kontrak 5 tahunan tanpa pemberitahuan dahulu, sehingga teman-teman PPPK guru dan nakes bingung atas kebijakan aneh ini,” bebernya.

  • Save the Children Ungkap Anak Indonesia Hadapi Krisis Ganda Digital dan Iklim

    Save the Children Ungkap Anak Indonesia Hadapi Krisis Ganda Digital dan Iklim

    Jakarta: Anak-Anak Indonesia semakin hidup di ruang digital, namun di saat yang
    sama menghadapi tekanan serius terhadap kesehatan mental dan perlindungan mereka. Di sisi lain, krisis iklim yang kian nyata juga berdampak langsung pada pemenuhan h
    mulai dari pangan, pendidikan hingga rasa aman. 

    Temuan ini disampaikan dalam diskusi media awal Tahun 2026 oleh Save the Children pada Rabu, 14 Januari 2026.

    Studi Save the Children Indonesia tahun 2025 tentang Penguatan Perlindungan Digital dan Kesejahteraan Anak menunjukan bahwa hampir 40% anak usia SMP menghabiskan
    waktu 3-6 jam per hari di depan gawai, dengan puncak penggunaan terjadi pada pukul 18.00-21.00.

    Perempuan tercatat menghabiskan waktu layar lebih lama dibandingkan anak laki-laki. Temuan ini menguatkan fakta bahwa dunia digital telah menjadi ruang hidup utama anak, bahkan ketika sekolah melarang penggunaan ponsel, anak tetap berupaya mengakses gawai saat jam pelajaran.

    Hal lain yang ditemukan dalam studi yakni meningkatnya literasi digital tidak berkorelasi  dengan kesejahteraan mental anak. Semakin tinggi tingkat kecanduan digital, semakin buruk kondisi kesehatan mental anak. 

    Studi juga menjelaskan bahwa anak-anak umumnya memahami berbagai risiko di ruang digital, seperti penipuan, peretasan, pencurian dan perundungan siber. Sayangnya, kesadaran ini tidak dibarengi dengan keterampilan untuk merespons secara aman dan sehat.

    “Anak-Anak tahu risiko di ruang digital, tapi mereka bingung harus berbuat apa. Literasi digital saja tidak cukup. Anak membutuhkan penguasaan kompetensi digital yang utuh, pendampingan orang tua, serta dukungan kesehatan mental yang memadai,” ungkap Dessy Kurwiany Ukar, CEO Save the Children Indonesia.

    Di saat vang bersamaan, anak-anak juga menghadapi krisis lain yang tak kalah mengkhawatirkan. Laporan Voluntary National Review SDG’s Tahun 2025 menunjukan bahwa krisis iklim telah merenggut hak hak anak. 

    Dampak krisis iklim mengganggu pola makan dan kesehatan anak, menurunkan pendapatan keluarga, serta meningkatkan risiko perlindungan terutama dalam
    situasi bencana.

    Bersama Save the Children dengan Humanitarian Forum Indonesia pada Desember 2
    menemukan bahwa kecukupan air bersih di lokasi pengungsian masih belum merata, berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi anak dan keluarga. Banyak fasilitas
    yang terdampak dan tidak mampu melayani secara optimal, sementara kebutuhan balita, ibu menyusui belum terpenuhi secara memadai.
     

    Menghadapi situasi ini, Save the Children Indonesia menekankan pentingnya pendekatan
    perlindungan anak yang komprehensif dan terintegrasi. Memasuki tahun 2026, terdapat sejumlah prioritas mendesak antara lain memperkuat keamanan digital anak melalui peningkatan keterampilan, sistem perlindungan dan partisipasi anak, guru serta orang tua; meningkatkan literasi adaptasi krisis iklim dan aksi iklim yang bermakna bagi anak; serta memastikan pemenuhan hak anak dalam tahapan transisi pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

    “Menuju Indonesia Emas 2045, investasi terbesar kita adalah memastikan anak-anak tumbuh dengan aman, sehat dan tangguh menghadapi krisis dan perubahan zaman. Tanpa perlindungan pemenuhan hak anak hari ini, cita -cita itu akan sulit tercapai,” tegas Dessy.

    Jakarta: Anak-Anak Indonesia semakin hidup di ruang digital, namun di saat yang
    sama menghadapi tekanan serius terhadap kesehatan mental dan perlindungan mereka. Di sisi lain, krisis iklim yang kian nyata juga berdampak langsung pada pemenuhan h
    mulai dari pangan, pendidikan hingga rasa aman. 
     
    Temuan ini disampaikan dalam diskusi media awal Tahun 2026 oleh Save the Children pada Rabu, 14 Januari 2026.
     
    Studi Save the Children Indonesia tahun 2025 tentang Penguatan Perlindungan Digital dan Kesejahteraan Anak menunjukan bahwa hampir 40% anak usia SMP menghabiskan
    waktu 3-6 jam per hari di depan gawai, dengan puncak penggunaan terjadi pada pukul 18.00-21.00.

    Perempuan tercatat menghabiskan waktu layar lebih lama dibandingkan anak laki-laki. Temuan ini menguatkan fakta bahwa dunia digital telah menjadi ruang hidup utama anak, bahkan ketika sekolah melarang penggunaan ponsel, anak tetap berupaya mengakses gawai saat jam pelajaran.
     
    Hal lain yang ditemukan dalam studi yakni meningkatnya literasi digital tidak berkorelasi  dengan kesejahteraan mental anak. Semakin tinggi tingkat kecanduan digital, semakin buruk kondisi kesehatan mental anak. 
     
    Studi juga menjelaskan bahwa anak-anak umumnya memahami berbagai risiko di ruang digital, seperti penipuan, peretasan, pencurian dan perundungan siber. Sayangnya, kesadaran ini tidak dibarengi dengan keterampilan untuk merespons secara aman dan sehat.
     
    “Anak-Anak tahu risiko di ruang digital, tapi mereka bingung harus berbuat apa. Literasi digital saja tidak cukup. Anak membutuhkan penguasaan kompetensi digital yang utuh, pendampingan orang tua, serta dukungan kesehatan mental yang memadai,” ungkap Dessy Kurwiany Ukar, CEO Save the Children Indonesia.
     
    Di saat vang bersamaan, anak-anak juga menghadapi krisis lain yang tak kalah mengkhawatirkan. Laporan Voluntary National Review SDG’s Tahun 2025 menunjukan bahwa krisis iklim telah merenggut hak hak anak. 
     
    Dampak krisis iklim mengganggu pola makan dan kesehatan anak, menurunkan pendapatan keluarga, serta meningkatkan risiko perlindungan terutama dalam
    situasi bencana.
     
    Bersama Save the Children dengan Humanitarian Forum Indonesia pada Desember 2
    menemukan bahwa kecukupan air bersih di lokasi pengungsian masih belum merata, berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi anak dan keluarga. Banyak fasilitas
    yang terdampak dan tidak mampu melayani secara optimal, sementara kebutuhan balita, ibu menyusui belum terpenuhi secara memadai.
     

     
    Menghadapi situasi ini, Save the Children Indonesia menekankan pentingnya pendekatan
    perlindungan anak yang komprehensif dan terintegrasi. Memasuki tahun 2026, terdapat sejumlah prioritas mendesak antara lain memperkuat keamanan digital anak melalui peningkatan keterampilan, sistem perlindungan dan partisipasi anak, guru serta orang tua; meningkatkan literasi adaptasi krisis iklim dan aksi iklim yang bermakna bagi anak; serta memastikan pemenuhan hak anak dalam tahapan transisi pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
     
    “Menuju Indonesia Emas 2045, investasi terbesar kita adalah memastikan anak-anak tumbuh dengan aman, sehat dan tangguh menghadapi krisis dan perubahan zaman. Tanpa perlindungan pemenuhan hak anak hari ini, cita -cita itu akan sulit tercapai,” tegas Dessy.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (RUL)

  • 2 Pelaku Pelecehan di Meruya Masih di Bawah Umur, Ngaku Iseng karena Video Porno
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Januari 2026

    2 Pelaku Pelecehan di Meruya Masih di Bawah Umur, Ngaku Iseng karena Video Porno Megapolitan 14 Januari 2026

    2 Pelaku Pelecehan di Meruya Masih di Bawah Umur, Ngaku Iseng karena Video Porno
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Dua pelaku pelecehan payudara yang meresahkan warga di Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat ternyata masih di bawah umur.
    Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat AKP Wisnu Wirawan mengungkapkan bahwa kedua pelaku yang berinisial FNS dan ZHR itu merupakan pelajar.
    “Benar, keduanya masih di bawah umur, pelajar. Saat ini mereka ditangani Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak),” kata Wisnu saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    , Rabu (14/1/2026).
    Wisnu mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan awal, para pelaku baru pertama kali melancarkan aksinya.
    Motif kedua remaja tersebut melakukan aksi bejat itu dipicu oleh kebiasaan menonton konten dewasa.
    “Pengakuannya baru sekali melakukan, dan atas dasar iseng karena sering nonton video porno,” ujar Wisnu.
    Wisnu menjelaskan, kedua pelaku berhasil ditangkap pada Selasa (13/1/2026) di wilayah Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.
    Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga dan video viral yang memperlihatkan aksi keduanya.
    Kasus ini kini telah dilimpahkan dari Polsek Kembangan ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Barat untuk penanganan lebih lanjut, mengingat status pelaku yang masih di bawah umur.
    Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung menyatakan, pihaknya masih terus mendalami kasus ini.
    “Ini masih pengembangan, karena baru diserahkan (Polsek) Kembangan ke kami. Diserahin pagi tadi ke kami,” kata Arfan.
    Sebelumnya, aksi
    pelecehan payudara
    yang dilakukan kedua pelaku sempat viral di media sosial.
    Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat dua pria berboncengan mengendarai sepeda motor matik melintas di sebuah gang wilayah Meruya Selatan pada Kamis (8/1/2026).
    Mereka tampak membuntuti seorang perempuan yang sedang mengayuh sepeda dan kemudian melakukan aksinya kepada korban.
    Berdasarkan rekaman lainnya, aksi serupa kedua pelaku yang sama juga menyasar seorang siswi SMP berseragam putih biru yang sedang berjalan kaki pada Senin (12/1/2026) pagi.
    Warga sekitar yang mengenali wajah pelaku dari rekaman CCTV pun akhirnya menangkap keduanya saat tengah menaiki sepeda motor di jalanan pada Selasa (13/1/2026) sore.
    Keduanya pun langsung diinterogasi dan sempat dihakimi massa, sebelum akhirnya diserahkan ke kepolisian.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Komisi III DPR Desak KPK Usut Tuntas Korupsi Pegawai Pajak, Kemenkeu Diminta Kooperatif

    Komisi III DPR Desak KPK Usut Tuntas Korupsi Pegawai Pajak, Kemenkeu Diminta Kooperatif

    JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Abdullah, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas kasus dugaan suap pengurangan nilai pajak yang melibatkan pegawai KPP Madya Jakarta Utara, Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kementerian Keuangan.

    Abdullah mengatakan, kasus korupsi di lingkungan pajak bukan kali pertama terjadi dan terus berulang. Menurutnya, kasus ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam sistem pengawasan dan integritas aparatur pajak.

    Ia pun menegaskan, pengungkapan kasus ini harus dijadikan momentum penting untuk melakukan bersih-bersih secara menyeluruh di kantor pajak.

    “Kasus suap dan korupsi pegawai pajak ini sangat menyakitkan dan merugikan masyarakat. Pajak adalah tulang punggung keuangan negara, tetapi justru diselewengkan oleh oknum yang seharusnya menjadi garda terdepan penerimaan negara,” ujar Abdullah kepada wartawan, Rabu, 14 Januari.

    Abdullah menilai, praktik korupsi di sektor pajak semakin tidak dapat ditoleransi, mengingat selama ini pegawai pajak telah mendapatkan fasilitas dan gaji yang relatif besar dibandingkan aparatur negara lainnya. Meski berpendapatan besar, namun menurutnya, hal tersebut tidak menjamin bersihnya perilaku sebagian oknum dari praktik korupsi.

    “Dengan penghasilan yang sudah cukup besar, seharusnya tidak ada alasan lagi untuk melakukan korupsi. Fakta bahwa praktik ini masih terjadi menunjukkan lemahnya integritas dan pengawasan internal,” tegasnya.

    Ia pun mendukung langkah KPK untuk mengusut kasus ini hingga ke akar-akarnya, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dan membuka jaringan korupsi yang lebih luas di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.

    “Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu. Kepercayaan publik terhadap institusi pajak hanya bisa dipulihkan jika negara hadir dan benar-benar serius memberantas korupsi,” tegas Legislator PKB dari Dapil Jawa Tengah VI itu

    Abdullah juga meminta Kementerian Keuangan terbuka dan kooperatif dalam kasus tersebut. “Tidak boleh ada pihak yang berusaha menutup-nutupi kasus tersebut,” pungkasnya.

    Sebelumnya, KPK telah menetapkan 5 orang tersangka terkait kasus suap pengurangan nilai pajak pada KPP Madya Jakarta Utara. KPK menyebut dugaan kebocoran pajak dalam kasus ini hampir Rp 60 miliar.

    KPK juga telah menyita sejumlah dokumen, Barang Bukti Elektronik (BBE), dan uang tunai saat menggeledah kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Jakarta Selatan, Selasa, 13 Januari.

  • AS Butuh Greenland untuk Pertahanan Rudal Golden Dome

    AS Butuh Greenland untuk Pertahanan Rudal Golden Dome

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa kendali AS atas Greenland sangat penting untuk sistem pertahanan udara dan rudal Golden Dome yang direncanakannya. Golden Dome dirancang untung keamanan nasional AS.

    “Amerika Serikat membutuhkan Greenland untuk tujuan keamanan nasional. Ini sangat penting untuk Golden Dome yang sedang kita bangun,” tulis Trump yang telah berjanji untuk merebut Arktik itu dari sekutunya, Denmark, di media sosial, dilansir AFP, Rabu (14/1/2025).

    “NATO menjadi jauh lebih tangguh dan efektif dengan Greenland di tangan Amerika Serikat. Apa pun yang kurang dari itu tidak dapat diterima,” katanya.

    Unggahan Trump muncul di pagi hari ketika para diplomat Denmark dan Greenland terkemuka akan mengunjungi Gedung Putih untuk pembicaraan tentang Greenland dengan Wapres AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

    Beberapa jam sebelum pertemuan dijadwalkan dimulai, Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen berusaha meredakan kekhawatiran AS tentang keamanan di Greenland, dengan mengatakan kepada AFP bahwa Denmark meningkatkan kehadiran militernya di sana dan sedang dalam pembicaraan dengan sekutu tentang peningkatan kehadiran NATO di Arktik.

    “Jika kita tidak melakukannya, Rusia atau China akan melakukannya, dan itu tidak akan terjadi!” tulis Trump.

    Pemimpin AS itu telah berulang kali mengancam akan mengambil alih Arktik yang luas, strategis, dan berpenduduk jarang itu, dan ia terdengar semakin berani sejak memerintahkan serangan mematikan pada 3 Januari di Venezuela yang menggulingkan presidennya.

    (rfs/eva)

  • RI Ajak Kerja Sama Negara Mitra Untuk Sukseskan MBG

    RI Ajak Kerja Sama Negara Mitra Untuk Sukseskan MBG

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia turut menggandeng negara-negara mitra serta lembaga internasional untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan manusia dan ketahanan nasional.

    Dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026, Rabu (14/1/2026), Menteri Luar Negeri RI Sugiono menjelaskan bahwa pemerintah memanfaatkan diplomasi untuk pembangunan nasional, termasuk dalam mendukung ketahanan pangan dan energi. Pendekatan tersebut juga diterapkan dalam pelaksanaan program MBG.

    “Guna mendukung makan bergizi gratis, pemerintah menggalang kerja sama dengan The School Meals Coalition, badan-badan terkait, serta negara-negara mitra,” kata Sugiono.

    Sugiono menyebut, keberhasilan Indonesia dalam menyediakan makanan bagi lebih dari 55 juta anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui kini menjadi rujukan bagi sejumlah negara lain.

    “Lebih dari sekadar program sosial, makan bergizi gratis adalah kesadaran politik bahwa pembangunan manusia menjadi tumpuan kekuatan nasional Indonesia,” ujarnya.

    Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa program MBG pada awal pelaksanaannya sempat diragukan banyak pihak dan dinilai tidak mungkin berhasil.

    “Akan tetapi, kini sudah 58 juta penerima manfaat. Kalau Singapura penduduknya 6 juta, berarti kita memberi makan 9 Singapura. Kita kasih makan tiap hari,” ujarnya dalam peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1/2026).

    Prabowo mencontohkan, program serupa di Brasil hanya mampu menjangkau 41 juta penerima manfaat dalam kurun waktu 11 tahun.

    “Kita 58 juta dalam setahun. Yang dianggap tidak mungkin dari segi manajemen, kemudian kita jadi studi kasus bisa hasilkan seperti ini,” kata Prabowo.

    Presiden menargetkan pada 2026, program makan bergizi gratis dapat menjangkau hingga 82 juta penerima manfaat.

  • Liga Desa Bakal Gerakkan Ekonomi Desa dan UMKM

    Liga Desa Bakal Gerakkan Ekonomi Desa dan UMKM

    Jakarta

    Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bersama Wakil Mendes PDT Ahmad Riza Patria menyaksikan Partai Puncak Liga Desa 2026 di Lapangan Songgo Langit, Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Boyolali, hari ini.

    Partai Puncak ini tersaji duel Tim Desa Kalibening Banjarnegara kontra Tim Desa Karanggondang Jepara.

    Kedua tim memperagakan permainan cepat dan pressing ketat. Selama 2×45 menit, kedua tim saling menciptakan peluang. Namun, hingga peluit ditiupkan wasit, skor kacamata tersaji.

    Laga dilanjutkan dengan adu penalti. Desa Karanggondang menjadi pemenang dengan skor akhir 4-2.

    – Juara I Desa Karanggondang meraih uang pembinaan Rp 50 juta.

    – Juara II Desa Kalibening meraih uang pembinaan Rp 40 juta.

    Pemain terbaik diraih Mustofa dari Desa Karanggondang dapat uang pembinaan Rp 3 juta.

    Pencetak Gol Terbanyak Ricky dari Desa Kalibening dengan torehan empat gol. Peroleh uang pembinaan Rp 5 juta.

    Atas prestasi itu, Yandri Susanto mengucapkan selamat kepada para pemenang. Dia bersyukur penyelenggaraan Liga Desa 2026 berlangsung dengan baik dan lancar.

    Yandri mengatakan Liga Desa ini jadi cara Kemendes PDT untuk menjalin silaturahmi dan menggali bibit-bibit pesepakbola dari desa.

    “Saya meyakini Liga Desa bakal menggerakkan ekonomi desa dan UMKM bakal tumbuh hingga pertumbuhan ekonomi tingkat desa semakin baik,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1/2026).

    Yandri menegaskan menuju Hari Desa 2027 yang dimulai tahun ini, bakal digelar Liga Desa yang diikuti oleh seluruh desa di Indonesia.

    Nantinya, juara tingkat provinsi bakal diadu lagi hingga lahir juara nasional.

    “Terima kasih kepada semua pihak hingga turnamen ini berjalan lancar,” ujar Yandri.

    Diketahui, kick off Liga Desa itu sudah berlangsung dua bulan lalu di Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang. Liga Desa diikuti oleh seluruh warga desa di Jawa Tengah. Ada 7.800 desa yang berlaga dalam Liga Desa itu.

    Turut hadir dalam pertandingan final itu, , Bupati Boyolali Agus Irawan, Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana, Direktur Bisnis Kelembagaan Bank Jawa Tengah Onny Suharsono, dan masyarakat sekitar.

    Hadir juga Dewan Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kemendes PDT yang juga Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah , Sekjen Taufik Madjid, Dirjen PDP Nugroho Setijo Nagoro, serta pejabat tinggi madya dan pratama di lingkungan Kemendes PDT.

    (prf/ega)