Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota Jakarta Utara (Pemkot Jakut) menanggung biaya pendidikan anak dari pasangan suami istri Hadi Warno (55) dan Naning Juniarti (50) yang meninggal dunia diduga akibat tersengat listrik saat banjir di Jakarta pada Senin (12/1).
“Kami memastikan keberlanjutan pendidikan Maulida yang saat ini duduk di kelas X SMA Yapenda tetap terjamin,” kata Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat saat mendatangi rumah duka di Jakarta, Rabu.
Ia menawarkan bantuan biaya sekolah serta memberikan opsi untuk melanjutkan pendidikan di sekolah negeri tanpa adanya paksaan.
Kedua anak korban adalah Maulida Dwi Handayani (16) dan Zaskia Apriliani (19) yang ditemuinya di RT 04/08, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing.
“Kami akan bantu biaya sekolahnya. Mau tetap di Yapenda atau pindah ke sekolah negeri, silakan dipikirkan dengan tenang. Jangan pernah patah semangat,” katanya.
Hendra menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga tersebut.
Ia menegaskan kehadirannya juga mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, sekaligus memberikan dukungan moril dan materi kepada keduanya.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam, simpati dan empati. Kami berharap Maulida tetap kuat, tabah dan tidak patah semangat. Kami akan hadir dan mendukung masa depan kalian,” kata dia.
Pemerintah Kota Jakarta Utara juga memberikan satu unit komputer untuk menunjang kegiatan belajar Maulida.
Hendra berkomitmen akan mendukung pendidikan Maulida hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para tetangga dan warga sekitar yang telah membantu keluarga korban.
Dirinya menitipkan kedua anak tersebut kepada sanak saudara dan lingkungan sekitar agar terus diberikan perhatian dan dukungan.
“Saya juga titip anak-anak ini kepada sanak saudara dan tetangga. Berikan perhatian dan kasih sayang. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan keberkahan,” katanya.
Sementara itu, Ketua RT 04/08, Kelurahan Semper Barat, Jaetun menjelaskan, kedua orang tua Maulida dan Zaskia, yakni Hadi Warno (55) dan Naning Juniarti (50) yang juga merupakan penyandang disabilitas, ditemukan meninggal dunia di dalam rumah.
Keduanya diduga tersengat aliran listrik dari kulkas yang kabelnya terkelupas, saat kondisi rumah terendam banjir setinggi sekitar 50 sentimeter.
“Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Maulida sepulang sekolah dan langsung meminta bantuan warga untuk melakukan evakuasi,” bebernya.
Kedua orang tua Maulida dan Zaskia telah dimakamkan di TPU Rorotan. Untuk sementara waktu, kedua anak tersebut akan tinggal bersama nenek mereka di kawasan Walang, Jakarta Utara.
Ia mengatakan peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh warga agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik, terutama di tengah musim hujan dan potensi banjir yang masih tinggi di Jakarta Utara.
“Kejadian ini mengingatkan kita untuk selalu waspada. Kami berharap ke depan, ada langkah-langkah antisipatif agar peristiwa serupa tidak terulang kembali,” katanya.
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5469306/original/074522600_1768107541-Uji_Performa_Vivo_X300_Pro_dengan_memainkan_game_Call_of_Duty_Mobile.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)




