Blog

  • Bangun Banyak Data Center AI, Microsoft Janji Tak Bebani Warga Tagihan Listrik

    Bangun Banyak Data Center AI, Microsoft Janji Tak Bebani Warga Tagihan Listrik

    Bisnis.com, JAKARTA — Microsoft kembali mengumumkan rencana besar untuk membangun banyak pusat data atau data center baru guna mendukung teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Rencana pembangunan ini menuai banyak penolakan dari masyarakat dalam setahun terakhir, perusahaan-perusahaan teknologi raksasa tetap melanjutkan ekspansi mereka. Microsoft, sebagai mitra OpenAI, menyebut pendekatannya kali ini sebagai pembangunan “berbasis komunitas”.

    Pengumuman ini sebenarnya tidak mengejutkan. Tahun lalu, Microsoft sudah menyatakan akan menginvestasikan miliaran dolar untuk memperluas kapasitas AI. Namun, yang berbeda sekarang adalah janji-janji khusus yang mereka sampaikan terkait dampak pembangunan pusat data bagi masyarakat sekitar.

    Microsoft menyatakan ingin menjadi tetangga yang baik di wilayah tempat pusat data mereka dibangun dan dioperasikan. Salah satu janji utamanya adalah memastikan tagihan listrik warga tidak naik akibat kehadiran pusat data tersebut. Microsoft mengatakan akan menanggung sendiri biaya listrik tambahan yang mereka gunakan.

    Untuk mewujudkan hal itu, Microsoft akan bekerja sama dengan perusahaan listrik lokal serta pemerintah daerah agar tarif yang mereka bayarkan benar-benar mencerminkan beban yang mereka berikan pada jaringan listrik. Tujuannya jelas biaya operasional pusat data tidak boleh dibebankan kepada pelanggan rumah tangga.

    “Kami akan bekerja sama erat dengan perusahaan utilitas yang menetapkan harga listrik dan komisi negara bagian yang menyetujui harga tersebut,” kata Microsoft, dikutip dari Tech Crunch Rabu (14/1/2026).

    Selain soal listrik, Microsoft juga berjanji akan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar dan mengurangi penggunaan air, karena pusat data sering dikritik menghabiskan air dalam jumlah besar dan berpotensi merusak lingkungan

    Meski begitu, penggunaan air dan janji penciptaan lapangan kerja masih menjadi perdebatan. Banyak pihak mempertanyakan apakah pekerjaan yang tercipta benar-benar banyak dan bersifat jangka panjang.

    Alasan Microsoft membuat janji-janji ini cukup jelas. Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan pusat data menjadi isu sensitif dan sering memicu penolakan warga. Bahkan, tercatat ada lebih dari 140 kelompok aktivis di 24 negara bagian Amerika Serikat yang menentang proyek pusat data.

    Dampaknya sudah dirasakan langsung oleh Microsoft. Pada Oktober lalu, mereka membatalkan rencana pembangunan pusat data di Wisconsin karena penolakan warga. Di Michigan, rencana serupa juga memicu aksi protes. Di Ohio, media setempat bahkan menyalahkan Microsoft dan perusahaan teknologi lain atas dampak perubahan iklim.

    Isu ini juga menarik perhatian pemerintah pusat. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Microsoft harus melakukan perubahan besar agar warga Amerika tidak menanggung biaya listrik akibat konsumsi energi pusat data. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kekhawatiran publik telah sampai ke tingkat nasional. (Nur Amalina)

  • Peringkat Ketahanan Siber RI Merosot di Tingkat Global, Ini yang Perlu Dilakukan

    Peringkat Ketahanan Siber RI Merosot di Tingkat Global, Ini yang Perlu Dilakukan

    Bisnis.com, JAKARTA — Ketahanan siber Indonesia mengalami penurunan yang menggambarkan Indonesia masih rentan terhadap serangan siber. Skor ketahanan siber yang rendah juga berpengaruh terhadap target pertumbuhan ekonomi. 

    Pada 2023, skor National Cybersecurity Index (NCSI) Indonesia sebesar 63,64 poin. Menempatkan Indonesia di urutan ke-48 dari 136 negara di dunia. Namun, pada 2025 skor dan peringkat Indonesia ambles menjadi urutan ke-84 dengan skor 47.50 poin. Di Asia Tenggara Indonesia tertinggal dari Singapura, Malaysia, hingga Filipina.

    Untuk diketahui, NCSI merupakan indeks global yang mengukur kesiapan negara-negara dalam mencegah ancaman siber dan mengelola insiden siber.

    NCSI menggunakan kerangka kerja keamanan siber nasional yang mencakup ancaman utama seperti penolakan layanan elektronik, pelanggaran integritas data, dan pelanggaran kerahasiaan data.

    Indikator difokuskan pada aspek yang diimplementasikan oleh pemerintah pusat, termasuk undang-undang, unit organisasi, dan lain sebagainya. 

    Ketua Umum Asosiasi digitalisasi dan keamanan siber indonesia (Adigsi) Firlie Ganinduto mengatakan penurunan peringkat tersebut perlu juga  dibaca dengan proporsional.

    NCSI, menurutnya, adalah live index yang menilai kesiapan pemerintah berdasarkan bukti yang tersedia secara publik. Jadi, peringkat bisa turun bukan hanya karena Indonesia mundur, tetapi juga karena negara lain bergerak lebih cepat atau Indonesia belum cukup terlihat di ranah publik.

    Dia mengatakan seharusnya pada tahun ini ketahanan siber Indonesia dapat membaik jika kesadaran seluruh pemangku kepentingan terhadap isu keamanan siber membaik. 

    Menurutnya jika swasta dan pemerintah menempatkan infrastruktur keamanan siber tidak hanya sebagai investasi, tetapi sudah menjadikan itu sebagai infrastruktur dasar saat mendesain sebuah perusahaan dan masyarakat lebih sadar terhadap keamanan data maka skor NCSI dapat naik. 

    Dia menegaskan tiga aspek inti keamanan siber yaitu perangkat (tools), proses, dan sumber daya manusia (SDM), harus berjalan selaras jika ketahanan siber Indonesia ingin membaik. 

    “Percuma kalau misalnya kita punya the best tools in the world tetapi process dan people itu tidak sesuai dengan standar,” kata Firlie, Rabu (14/1/2026). 

    Ilustrasi hacker

    Firlie memberi contoh dalam hal mengganti kata sandi sistem IT di perusahaan. Standar yang baik, kata sandi yang berkaitan dengan sistem perusahaan diganti 3 bulan sekali. Dalam praktiknya, SDM di Indonesia bisa berbulan-bulan tidak mengganti password. 

    Firlie menegaskan bahwa ketahanan siber merupakan pondasi berkelanjutan dalam membangun kepercayaan digital dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang aman dan tangguh. 

    “Jadi ketika Indonesia mendapat kepercayaan, ekonomi itu akan berjalan dan kita juga bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan oleh pemerintah di 8%,” kata Firlie. 

    Keamanan Siber By Desain

    Sementara Deputi 4 Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) sekaligus Ketua Dewan Pengawas ADIGSI  ⁠Slamet Aji Pamungkas mengatakan pihaknya mengupayakan berbagai cara agar infrastruktur keamanan siber menjadi desain fondasi dalam sebuah organisasi. Maksudnya, investasi dalam hal keamanan siber dipikirkan sejak awal oleh korporasi, bukan dilakukan setelah terjadi insiden. 

    BSSN, lanjutnya, melakukan pengukuran tingkat kematangan keamanan siber di mitra-mitra pemerintahan terutama sektor yang masuk di perlindungan infrastruktur informasi vital. Misalnya sektor keuangan. 

    “Jadi kalau mau melakukan sesuatu, security sudah masuk sebagai bagian dari R&D setiap perusahaan. Kemudian kita juga membentuk tim tangkap insiden cyber di semua organisasi,” kata Slamet. 

    Slamet mengatakan kebijakan tersebut sejauh ini baru diterapkan di lembaga pemerintahan saja. Dia berharap ke depan setiap instansi dapat menerapkan hal yang sama. 

    “Kalau instansi swasta kita tidak bisa melarang kan. Tapi di setiap instansi pemerintah itu sekarang berkaitan dengan program Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Dari sekian sekian poin penilaian itu salah satunya adalah tentang bagaimana keamanan data,” kata Slamet. 

    Ilustrasi peretas mencoba mencuri data

    Inovasi lainnya, ujar Slamet, adalah bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian melalui program Indonesia 4.0. Dalam program tersebut Kemenperin akan menilai tentang segala aspek dari industri. BSSN berharap Kemenperin juga memasukan faktor keamanan siber dalam setiap izin usaha yang diberikan kepada sebuah perusahaan. 

    “Kami tidak bisa memaksa tetapi misalnya yang dikasih izin usaha itu kalau bisa  yang sistem keamanan servernya sudah bagus itu menjadi salah satu poin penilaian,” kata Slamet. 

    Dari pihak swasta, dalam meningkatkan ketahanan siber yang lebih andal, PT ITSEC Asiat Tbk. (CYBR) tidak hanya berfokus dalam menyediakan perangkat dan solusi, juga dari sisi penguatan SDM melalui pelatihan. 

    Presiden Direktur Patrick Dannacher mengatakan peluang untuk memberi pelatihan profesional di bidang siber dan AI di Indonesia sangat besar. ITSEC yang telah beroperasi lebih dari 15 tahun tidak hanya ingin memberikan solusi secara parsial lewat perangkat saja, juga SDM yang terlatih menggunakan perangkat. 

    “Jadi kami benar-benar berusaha meluncurkan academy tidak hanya untuk satu kontrak tetapi untuk banyak lagi yang akan datang. Ini bukan proses yang sederhana,” kata Patrick.

    Dia mengatakan dalam beberapa bulan ke depan perusahaan menargetkan untuk membuka lebih banyak akademi dan melatih lebih banyak orang. Pelatihan tersebut akan menyasar berbagai sektor mulai dari perbankan, perusahaan asuransi, maskapai penerbangan, hingga perusahaan milik negara. 

    “Karena pada dasarnya pengetahuan di industri ini sangat penting. Jadi apa yang kami lakukan adalah melatih pada teknologi terbaru, pada alat-alat terbaru, pada kerentanan terbaru,” kata Patrick. 

    Sebelumnya,  Executive Director Catalyst Policy Works Wahyudi Djafar mengingatkan teknologi seperti deepfake berpotensi dimanfaatkan secara masif oleh pelaku kejahatan apabila tidak diantisipasi dengan baik.

    Wahyudi menjelaskan generatif AI memungkinkan penciptaan konten yang sangat menyerupai peristiwa asli, sehingga menyulitkan publik untuk membedakan antara konten autentik dan hasil rekayasa teknologi.

    “Itu kan memberikan satu ancaman yang cukup serius dalam konteks hari ini misalnya online scamming gitu ya. Dan terutama di sektor-sektor keuangan ya. Ataupun bahkan critical information infrastructure lainnya,” kata Wahyudi.

    Wahyudi mencatat telah ada sejumlah inisiatif lintas lembaga untuk mempercepat penanganan kejahatan keuangan digital, termasuk kerja sama antara kepolisian dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam pemblokiran rekening yang diduga digunakan untuk penipuan.

    Namun demikian, dia menilai tantangan akan semakin besar seiring meningkatnya pemanfaatan AI di berbagai sektor, sementara tingkat literasi digital masyarakat masih relatif rendah.

    “Karena seringkali publik tidak memahami satu konten apakah dia adalah konten yang original ataukah dia memang konten yang di-create oleh AI gitu ya,” ujar Wahyudi.

  • Sertijab, Polres Mojokerto Kota Perkuat Layanan dan Stabilitas Kamtibmas

    Sertijab, Polres Mojokerto Kota Perkuat Layanan dan Stabilitas Kamtibmas

    Mojokerto (Beritajatim.com) – Polres Mojokerto Kota kembali melakukan penyegaran organisasi melalui serah terima jabatan (sertijab) dan pengukuhan sejumlah pejabat utama. Upacara yang dipimpin langsung Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto berlangsung di Lapangan Patih Gajah Mada diikuti pejabat utama dan seluruh personel Polres Mojokerto Kota.

    Mutasi ini mencakup sejumlah posisi strategis, mulai dari Waka Polres, Kasat Reskrim, Kasat Lantas hingga Kapolsek jajaran. Dalam rangkaian mutasi tersebut, Waka Polres Mojokerto Kota Kompol Ria Anggraini dimutasi sebagai Analis Kebijakan Pertama Bidang Gakkum Ditlantas Polda Jawa Timur. Jabatannya kini diemban Kompol Jalaludin yang sebelumnya menjabat Kasubbagrenmin ROOPS Polda Jatim.

    Perubahan juga terjadi di jajaran Satreskrim. AKP Siko Sesaria Putra Suma yang sebelumnya menjabat Kasat Reskrim dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo. Posisi yang ditinggalkan kini diisi AKP Mangara Panjaitan, yang sebelumnya bertugas di Ditreskrimsus Polda Jawa Timur. Sementara itu, di Satlantas, AKP Galih Yasir Mubaroq dimutasi sebagai Kasatlantas Polres Blitar.

    Jabatan Kasat Lantas selanjutnya diamanahkan kepada AKP Ninit Titis Dewiyani yang sebelumnya menjabat Kasatlantas Polres Sumenep. Rotasi jabatan juga menyentuh tingkat Polsek. AKP Edi Purwo Santoso yang sebelumnya menjabat Kapolsek Prajurit Kulon kini mengemban amanah baru sebagai Kapolsek Jetis Polres Mojokerto Kota. Jabatannya diisi Kompol Purnomo yang sebelumnya menjabat Kapolsek Mojosari Polres Mojokerto.

    Prosesi sertijab ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan serta penandatanganan berita acara. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kinerja institusi sekaligus peningkatan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas.

    “Selamat kepada pejabat baru yang dilantik, semoga para pejabat baru dapat segera beradaptasi dan melanjutkan program kerja yang telah berjalan, khususnya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif. Dan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasinya selama ini,” ungkapnya, Rabu (14/1/2026)

    Sementara itu, Kasi Humas Polres Mojokerto Kota IPDA Jinarwan menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang lazim dalam tubuh Polri sebagai bagian dari penyegaran organisasi. “Pergantian jabatan dalam tubuh Polri menjadi bentuk penyegaran dalam struktur organisasi untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya. [tin/suf]

  • Oknum ASN diduga terlibat penebangan pohon ilegal di Kebayoran Lama

    Oknum ASN diduga terlibat penebangan pohon ilegal di Kebayoran Lama

    Jakarta (ANTARA) – Oknum aparatur sipil negara (ASN) diduga terlibat dalam kasus penebangan pohon ilegal di Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

    “Ya, ini masih terduga. Itu (petugas) dari Dinas Bina Marga, ASN yang bertugas di Kecamatan (Kebayoran Lama). Cuma dari tadi kita hubungi (untuk diklarifikasi) tidak diangkat,” kata Camat Kebayoran Lama Mustofa Thohir kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

    Mustofa membenarkan adanya penebangan pohon milik Pemerintah Provinsi DKI tanpa izin melalui video yang beredar.

    Ia menyebut, terduga pelaku penebangan merupakan oknum petugas dari Dinas Bina Marga yang bertugas di wilayah kecamatan.

    Ia menjelaskan, secara tugas pokok dan fungsi, petugas Bina Marga memang memiliki kewenangan melakukan pemangkasan pohon.

    Namun, kewenangan tersebut harus disertai izin resmi dan tidak boleh dilakukan sembarangan.

    “Ada, dia bisa memangkas, potong. Tapi itu harus ada izin, tidak main asal tebang,” ucapnya.

    Dia menduga oknum itu mendapatkan imbalan dalam praktik penebangan pohon tersebut lantaran terdapat pihak lain yang meminta pohon dipotong.

    “Ada pihak lain yang lain (yang meminta), memesan untuk dipotong, lalu ada itunya (imbalan). tapi untuk kebutuhan apa, saya kurang tahu,” ucapnya.

    Kini, pihaknya telah melaporkan temuan penebangan pohon tanpa izin itu ke Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan untuk ditindaklanjuti.

    “Kita sudah melaporkan ke Sudin Dinas Pertamanan (soal penebangan pohon),” ucapnya.

    Sebelumnya, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan siap melaporkan dugaan penebangan pohon ilegal di Jalan Sultan Iskandar Muda, tepatnya di depan ruangan pameran (showroom) mobil Xpeng, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

    Penebangan tersebut dilakukan tanpa izin dari dinas terkait, setelah dipastikan melalui pengecekan perizinan, baik ke Dinas Pertamanan dan Hutan Kota maupun ke Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) wilayah setempat dan hasilnya penebangan tersebut tidak memiliki izin resmi.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pemulihan Ekonomi Direm Kebijakan Moneter, Menkeu Purbaya Perkuat Koordinasi dengan BI

    Pemulihan Ekonomi Direm Kebijakan Moneter, Menkeu Purbaya Perkuat Koordinasi dengan BI

    JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan bahwa dengan perubahan kebijakan dapat membalikkan kondisi ekonomi, namun dalam praktiknya, proses pemulihan tidak berlangsung semudah yang dibayangkan.

    Ia menjelaskan bahwa pada periode Agustus hingga September 2025, kondisi ekonomi sempat melemah cukup tajam dan situasi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak sosial dan politik apabila tidak segera direspons, mengingat tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat dapat memicu gejolak sosial.

    “Kita tahu kalau nggak dibalik, stabilitas sosial politik akan tergangung. Demo itu bukan demo asal demo aja. Demo yang karena mencerminkan, Anda media susah, masyarakat susah, jadi kalau gitu, nantinya masyarakat sudah susah cari makanan,” ujarnya dalam acara semangat awal tahun 2026, Rabu, 14 Januari.

    Menurut Purbaya, pemerintah memiliki berbagai instrumen survei untuk memantau kondisi ekonomi dan sosial masyarakat.

    Ia menjelaskan berdasarkan hasil pemantauan tersebut, langkah pembalikan kebijakan dinilai perlu dilakukan dan terbukti mampu memperbaiki kondisi ekonomi, meskipun tidak secepat perkiraan awal.

    Purbaya menilai perlambatan ekonomi terjadi karena likuiditas di sistem perekonomian tidak mengalir optimal, meski perbankan memiliki dana, uang tersebut tidak sepenuhnya tersalurkan ke sektor riil.

    Menurutnya kondisi ini mendorong pemerintah mengambil langkah kebijakan fiskal untuk mempercepat perputaran uang di perekonomian.

    “Waktu langkah pertama saya, itu kan kenapa Anda susah, karena ekonominya lambat, karena ekonominya dicekik. Ada yang bilang nggak begitu, tapi kalau saya lihat uang di sistem, kering, bukan di bank-bank punya uang, tapi uangnya nggak di ekonomi, di sebelah sana taruhnya,” tuturnya.

    Namun demikian, Purbaya mengakui bahwa terdapat penyesuaian dan pengetatan di sisi kebijakan lain, khususnya kebijakan moneter.

    “Saya pikir cepat, beberapa minggu pertama jalan, karena kan baru-baru balik.Tapi setelah itu ya ada rem-rem sedikit lah di sebelah sana,” jelasnya.

    Oleh karena itu, Purbaya menyampaikan bahwa koordinasi intensif dengan Bank Indonesia terus dilakukan guna menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter.

    “Itu memang kita harus diskusi terus dengan pengambil kebijakan moneter Indonesia. Bank Indonesia. Mungkin mereka pandangannya beda, mungkin ilmunya beda, mungkin juga belum sinkron. Jadi agak direm sedikit,” ucapnya.

    Ia menyebutkan bahwa pada kuartal IV 2025, pertumbuhan ekonomi belum sekuat yang diharapkan karena masih adanya penyesuaian kebijakan dan dengan hasil koordinasi yang lebih intensif bersama bank sentral mulai menunjukkan titik temu.

    “Tapi kami diskusi lagi dengan Bank Sentral, sekarang udah dapet titik tengah lah. Gimana cara memperbaiki sistem ini dengan baik, dengan cara fiskal, moneter, lebih sinkron ke depannya,” jelasnya.

    Ke depan, Purbaya optimistis dengan semakin sinkronnya kebijakan fiskal dan moneter, kinerja perekonomian nasional akan membaik.

    Ia berharap pada 2026, pertumbuhan ekonomi dapat bergerak mendekati 6 persen, dengan tanda-tanda perbaikan mulai terlihat sejak kuartal I 2026.

  • Pohon rawan tumbang di Jalan Bangka Raya Jaksel dipangkas

    Pohon rawan tumbang di Jalan Bangka Raya Jaksel dipangkas

    Jakarta (ANTARA) – Petugas Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakarta Selatan (Jaksel) memangkas pohon rawan tumbang di Jalan Bangka Raya, Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan.

    “Pohon yang dipangkas jenis angsana dengan ketinggian rata-rata lebih dari tujuh meter,” kata Koordinator Lapangan Sudin Tamhut Jakarta Selatan, Dadang Hermanto di Jakarta, Rabu.

    Dadang mengatakan, untuk pemangkasan pohon di Jalan Bangka Raya dikerahkan 60 petugas dengan peralatan pendukungnya.

    Dia menambahkan kondisi pohon yang licin akibat hujan menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan kegiatan.

    Oleh karena itu, lanjut dia, prosesnya memerlukan waktu yang lebih lama karena harus memperhatikan kehati-hatian dan keselamatan petugas.

    “Mengingat saat ini sedang musim hujan dan sering terjadi angin kencang, kami melakukan langkah antisipasi terhadap potensi pohon tumbang. Kegiatan ini akan kami lakukan secara intensif dan masif,” ucapnya.

    Sementara itu, Lurah Pela Mampang, Teuku Aji Mahbrurry menambahkan pemangkasan juga dilakukan karena banyak dahan pohon yang sudah menjuntai ke bawah dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

    “Kita tahu saat ini cuaca hujan disertai angin kencang kerap melanda Jakarta. Kami berkoordinasi dengan unsur terkait untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, salah satunya pohon tumbang,” ucap Aji.

    Menurutnya, sebanyak 15 petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) turut dikerahkan untuk membantu petugas Sudin Tamhut Jakarta Selatan, khususnya dalam mempercepat pembersihan ranting dan sampah hasil pemangkasan yang jatuh di badan jalan maupun trotoar.

    “Kami juga mengimbau warga agar melaporkan kepada pemerintah setempat atau melalui aplikasi JAKI apabila melihat pohon sempal yang rawan tumbang di lingkungan sekitarnya,” katanya.

    Berdasarkan data yang dihimpun, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan pemangkasan terhadap 19.972 pohon sepanjang Januari hingga Desember 2025 sebagai mitigasi risiko pohon tumbang dan menjaga keselamatan warga.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Mentan Minta Tambahan Anggaran Rp5,11 Triliun Buat Tangani Banjir Sumatra

    Mentan Minta Tambahan Anggaran Rp5,11 Triliun Buat Tangani Banjir Sumatra

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) meminta tambahan anggaran senilai Rp5,11 triliun untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabanjir di wilayah Sumatra.

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan tambahan anggaran tersebut untuk menangani dampak banjir yang melanda sejumlah sentra produksi pertanian di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

    “Kami memperkirakan kebutuhan anggaran untuk membantu pemulihan sektor pertanian di tiga provinsi terdampak tersebut memerlukan anggaran tambahan Rp5,1 triliun,” kata Amran dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR, Rabu (14/1/2026).

    Saat ini, Kementan telah menyiapkan alokasi anggaran pemulihan pascabencana yang siap digulirkan pada APBN 2026 sebesar Rp1,49 triliun.

    Anggaran tersebut antara lain dialokasikan untuk rehabilitasi lahan sawah rusak ringan hingga sedang dan jaringan irigasi sebesar Rp736,21 miliar, bantuan benih tanaman pangan Rp68,6 miliar, dan rehabilitasi kawasan perkebunan Rp50,46 miliar. Serta, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, dan pestisida senilai Rp641,25 miliar.

    “Alokasi bantuan-bantuan tersebut kami prioritaskan pada wilayah-wilayah yang paling terdampak di ketiga provinsi, khususnya lahan sawah yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang,” terangnya.

    Adapun untuk lahan sawah yang mengalami kerusakan berat, Amran menilai upaya rehabilitasi memerlukan sinergi lintas kementerian, terutama dengan Kementerian ATR/BPN dalam penataan ruang serta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait perbaikan jaringan irigasi.

    Amran menyebut kebutuhan tambahan anggaran Rp5,1 triliun tersebut mencakup pemeliharaan sektor pertanian secara komprehensif di seluruh lokasi terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

    “Untuk itu diperlukan dukungan tambahan anggaran di luar kapasitas yang ada saat ini, mengingat program-program prioritas lainnya dalam rangka mencapai dan menjaga swasembada pangan berkelanjutan harus tetap berjalan,” tuturnya.

    Secara rinci, usulan tambahan anggaran tersebut akan difokuskan untuk rehabilitasi tambahan lahan dan irigasi senilai Rp3,41 triliun, rehabilitasi lahan dan penyediaan benih perkebunan Rp456,4 miliar, dan bantuan benih hortikultura Rp19,1 miliar.

    Kemudian, penyediaan pakan ternak dan kesehatan hewan Rp262,83 miliar, sarana dan prasarana pertanian Rp674,75 miliar, serta rehabilitasi bangunan dan sarana penunjang lainnya sebesar Rp291 miliar.

    Dia juga menjelaskan, bencana yang terjadi di wilayah utara dan tengah Sumatra sejak akhir November 2025 itu merupakan bencana hidrometeorologi yang cukup parah, berupa banjir bandang, luapan sungai, serta tanah longsor.

    Bencana tersebut melanda tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Sementara itu, wilayah yang tercatat paling terdampak antara lain Aceh Tamiang, Agam, Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

    “Kami memohon dukungan dari pimpinan anggota Komisi IV DPR RI untuk mendukung adanya alokasi tambahan anggaran dalam rangka mempercepat proses pemulihan pascabencana yang terjadi, khususnya pemulihan sektor pertanian,” pungkasnya.

  • Polantas Menyapa, Cara Satlantas Polres Pamekasan Cegah Pelanggaran dan Kecelakaan

    Polantas Menyapa, Cara Satlantas Polres Pamekasan Cegah Pelanggaran dan Kecelakaan

    Pamekasan (beritajatim.com) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pamekasan, melaksanakan kegiatan preemtif bertajuk ‘Polantas Menyapa’ di sejumlah lokasi troublespot yang rawan kemacetan dan pelanggaran lalu lintas, Rabu (14/1/2026).

    Kegiatan dengan menempatkan personil di beberapa titik rawan seperti persimpangan jalan, kawasan padat aktivitas masyarakat hingga jalur dengan tingkat pelanggaran cukup tinggi, bertujuan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat serta menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

    Beberapa personil melakukan pengaturan arus lalu lintas, membantu penyeberangan pejalan kaki, serta memberikan imbauan langsung bagi pengguna jalan agar selalu tertib berlalu lintas. “Kegiatan Preemtif Polantas Menyapamerupakan upaya preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini,” kata Kanit Kamsel Satlantas Polres Pamekasan, IPDA Dedy Dwi Purnomo.

    “Melalui kegiatan Polantas Menyapa di lokasi troublespot ini, kami mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama, bagi bagi pengendara pribadi maupun orang lain,” ungkapnya.

    Selain sosialisasi maupun pengaturan lalu lintas, pihkanya juga mengingatkan pengendara untuk selalu tertib berlalu lintas. Di antaranya dengan selalu menggunakan helm berstandar SNI, melengkapi surat-surat kendaraan, serta tidak menggunakan ponsel saat berkendara.

    “Dengan adanya kegiatan ini, tentu kami sangat berharap masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas dan situasi lalu lintas di wilayah hukum Polres Pamekasan tetap aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.

    Tidak hanya itu, pihaknya juga sangat berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas.

    “Kita harapkan kegiatan ini dapat mencegah pelanggaran dan kecelakaan, menumbuhkan disiplin dan tanggungjawab pengguna jalan, guna mewujudkan kamseltibcarlantas, sekaligus membangun kemitraan bersama masyarakat dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas,” pungkasnya. [pin/suf]

  • 2 Ruas Jalan di Lebak Diterjang Longsor Imbas Hujan Ekstrem

    2 Ruas Jalan di Lebak Diterjang Longsor Imbas Hujan Ekstrem

    Lebak

    Intensitas curah hujan yang tinggi disertai angin kencang, masih melanda wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Akibatnya, dua titik jalan dilaporkan mengalami longsor.

    Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Lebak, Hamdan Soleh, mengatakan longsor terjadi di Jalan Raya Kaduagung-Gunungkencana, tepatnya di Kampung Cikoret, Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur. Lalu, longsor juga terjadi di Jembatan Cikupa, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak.

    “Yang parah itu di Cikoret dan di jembatan Cikupa. Untuk sementara masih bisa dilintasi, tapi kami sudah pasang police line dan sistem buka-tutup jalan,” kata Hamdan, Rabu (14/1/2026).

    Hamdan mengatakan longsor di dua titik tersebut disebabkan karena intensitas curah hujan tinggi, ditambah meningkatnya debit aliran sungai yang meluap ke ruas jalan. Untuk penanganan awalnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan bidang sumber daya air (SDA).

    “Penanganannya nanti pengamanan tebing sungai dulu. Ini karena arus air sungai langsung menggerus bahu jalan,” katanya.

    Hamdan mengatakan longsor diprediksi sepanjang 50 meter dengan kedalaman sekitar 5,5 meter. Ia meminta pengendara berhati-hati ketika melintas di dua titik tersebut.

    Warga Kampung Cikolelet, Kusnaedi, memastikan tidak ada pengendara yang menjadi korban dalam peristiwa itu. Namun, menurut dia, ada satu warung milik warga yang terbawa longsor.

    “Enggak ada kendaraan yang jatuh, cuma kondisinya sekarang sudah hancur seperti ini, warung juga ikut kebawa longsor,” katanya.

    (azh/azh)

  • KPK Kantongi Otak Penghilangan Barang Bukti Kasus Kuota Haji di Kantor Maktour

    KPK Kantongi Otak Penghilangan Barang Bukti Kasus Kuota Haji di Kantor Maktour

    KPK Kantongi Otak Penghilangan Barang Bukti Kasus Kuota Haji di Kantor Maktour
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku sudah mengidentifikasi pihak yang menjadi inisiator penghilang barang bukti kasus dugaan korupsi kuota haji saat penggeledahan di kantor Maktour Travel, Jakarta Timur.
    “Ya tentunya siapa yang memerintah, siapa yang meminta kepada staf-staf di MK Tour untuk melakukan penghilangan jejak dokumen itu, kami sudah kantongi,” kata Juru Bicara
    KPK
    Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
    Meski demikian, Budi belum mengungkapkan identitas inisiator tersebut.
    Dia hanya mengatakan, KPK masih menganalisis tindakan tersebut masuk pada Pasal
    Perintangan Penyidikan
    atau tidak.
    “Apakah itu kemudian masuk ke dalam ranah perintangan penyidikan itu masih akan didalami, karena nanti berkaitan juga dengan peran-peran yang bersangkutan pada perkara pokoknya,” ujarnya.
    Diberitakan, KPK menemukan petunjuk awal adanya dugaan
    penghilangan barang bukti
    saat menggeledah kantor swasta terkait kasus dugaan korupsi penentuan kuota haji 2024.
    “Dalam penggeledahan yang dilakukan di kantor biro perjalanan haji MT, yang berlokasi di wilayah Jakarta, penyidik menemukan petunjuk awal adanya dugaan penghilangan barang bukti,” kata Budi, 15 Agustus 2025 lalu.
    Atas tindakan tersebut, KPK mempertimbangkan pengenaan pasal 21 perintangan penyidikan atau
    obstruction of justice
    terhadap pihak swasta tersebut.
    “KPK kemudian melakukan evaluasi dan tentunya penyidik tidak segan untuk mempertimbangkan pengenaan pasal 21
    obstruction of justice
    terhadap pihak swasta yang berupaya merintangi, menghalangi, salah satunya termasuk menghilangkan barang bukti dalam perkara haji ini,” ujar Budi.
    KPK menetapkan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan eks staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, sebagai tersangka kasus dugaan
    korupsi kuota haji
    2024 di Kementerian Agama.
    “Kami sampaikan update-nya bahwa
    confirm
    KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Yang pertama saudara YCQ selaku eks Menteri Agama, dan yang kedua saudara IAA selaku stafsus Menteri Agama pada saat itu,” kata Budi, Jumat (9/1/2026).
    KPK menjerat Gus Yaqut dan Gus Alex dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) yang mengatur tentang adanya kerugian negara.
    “BPK saat ini masih terus melakukan kalkulasi untuk menghitung besarnya nilai kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dari perkara ini,” ujar Budi.
    Dalam perkara ini, KPK menduga terdapat penyelewengan dalam pembagian 20.000 kuota tambahan yang diberikan pemerintah Arab Saudi.
    Pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan, berdasarkan Pasal 64 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, diatur bahwa kuota haji khusus ditetapkan sebesar 8 persen, sedangkan kuota haji reguler ditetapkan sebesar 92 persen.
    Dengan demikian, 20.000 kuota tambahan haji itu harusnya dibagi menjadi 18.400 atau setara 92 persen untuk haji reguler dan 1.600 atau setara 8 persen untuk haji khusus.
    Namun, dalam perjalanannya, aturan tersebut tidak dilakukan Kementerian Agama.
    “Tetapi kemudian, ini tidak sesuai, itu yang menjadi perbuatan melawan hukumnya, itu tidak sesuai aturan itu, tapi dibagi dua (yaitu) 10.000 untuk reguler, 10.000 lagi untuk kuota khusus,” ujar Asep.
    “Jadi kan berbeda, harusnya 92 persen dengan 8 persen, ini menjadi 50 persen, 50 persen. Itu menyalahi aturan yang ada,” imbuh dia.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.