Blog

  • Jambret Ponsel Warga di Tanjung Priok, 2 Pria Babak Belur Dihajar Massa
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 Februari 2025

    Jambret Ponsel Warga di Tanjung Priok, 2 Pria Babak Belur Dihajar Massa Megapolitan 20 Februari 2025

    Jambret Ponsel Warga di Tanjung Priok, 2 Pria Babak Belur Dihajar Massa
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Dua pria berinisial NRS (22) dan RNE (19) dihajar massa hingga babak belur usai menjambret ponsel seorang warga yang sedang joging sekitar pukul 07.00 WIB.
    “Keterangan dari korban menyebut saat sedang berolahraga joging, datanglah dua pelaku dari arah berlawanan langsung merampas ponsel milik korban,” kata Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok Iptu Tomy Brian Hutomo saat dikonfirmasi, Rabu (19/2/2025).
    Kaget ponselnya dirampas, korban berinisial ZP (57) langsung meneriaki kedua
    jambret
    tersebut ‘maling’.
    Warga yang mendengar teriakan itu langsung mengejar dan berhasil menangkap kedua pelaku.
    Para pelaku pun sempat dipukuli hingga akhirnya mengalami luka-luka. Tak lama, pihak kepolisian pun datang untuk menangkap kedua pelaku.
    Kemudian, saat diperiksa, ditemukan senjata tajam jenis celurit yang dibawa para pelaku.
    Namun, kata Brian, celurit itu tidak digunakan untuk mengancam korban saat keduanya beraksi. Setelah diperiksa, polisi membawa kedua pelaku ke rumah sakit.
    “Sempat dikeroyok, tadi sudah kita bawa ke rumah sakit dahulu untuk diobati,” beber Brian.
    Dua pelaku tersebut, kata Brian, tinggal di wilayah Cilincing dan Koja, Jakarta Utara.
    Mereka nekat melakukan aksi jambret itu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
    “Atas perbuatannya, pelaku terancam pasal 363 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” pungkas Brian.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ada Asteroid Berpeluang Tabrak Bumi, NASA Super Waspada

    Ada Asteroid Berpeluang Tabrak Bumi, NASA Super Waspada

    Jakarta

    NASA sangat waspada terhadap kedatangan asteroid yang berpeluang menghantam Bumi. Asteroid itu, 2024 YR4, berpeluang menghantam Bumi tahun 2032. Badan internasional bekerja sama melacaknya dan mencari cara menghancurkannya hingga berkeping-keping jika perlu.

    “Tidak ada yang panik, tapi itu pasti yang sedang kami bicarakan di lorong-lorong NASA. Kami tahu punya cukup waktu untuk bertindak, tapi sekaranglah saatnya mulai merencanakan. Anda tidak dapat melakukannya pada menit terakhir,” kata seorang manajer proyek di Kennedy Space Center.

    NASA mengeluarkan perkiraan mengejutkan yang menyebut kemungkinan tabrakan sebesar 3,1%, atau 1 dari 32, lebih mungkin daripada memilih nomor yang benar pada roulette. Kini, peluangnya diturunkan jadi 1,5% dan mungkin ada fluktuasi lagi.

    YR4 diyakini memiliki lebar 40 – 90 meter atau kira-kira seukuran gedung perkantoran besar. Jika terjadi tabrakan, mungkin berdampak di delapan kota terpadat di dunia termasuk Bogota, Lagos, dan Mumbai dengan hingga 110 juta orang berpotensi terimbas.

    Jika menghantam salah satu kota tersebut, konsekuensinya sangat dahsyat. “Jika menabrak Paris atau London atau New York, pada dasarnya Anda akan menyapu bersih seluruh kota dan sebagian daerah sekitarnya,” kata Bruce Betts, kepala ilmuwan Planetary Society.

    Jika badan antariksa dunia menentukan asteroid itu akan menghantam Bumi, mereka dapat mengirim roket yang dipersenjatai dengan bahan peledak ke arah batu itu, mengubah lintasannya atau menghancurkannya sepenuhnya.

    “Menghancurkannya akan mudah. Tak perlu banyak bahan peledak. Kuncinya adalah mencapainya dan mengirim bahan peledak tepat pada waktu yang tepat, pada sudut yang tepat. Itulah bagian yang sulit,” ” kata manajer proyek NASA.

    Cara menghancurkan asteroid sangat bergantung pada kepadatan dan komposisinya, yang saat ini belum diketahui. Beberapa asteroid terbuat dari batuan dan logam berpori, menyebabkannya mudah hancur, seperti yang meledak di Chelyabinsk, Rusia tahun 2013. Asteroid seperti itu butuh lebih sedikit peledak dari asteroid lain yang lebih padat.

    NASA belum berkomentar apakah akan mengirim hulu ledak nuklir ata peledak lain untuk menangkal asteroid semacam ini. Para ahli menyatakan pembicaraan itu mungkin terlalu dini, karena kita masih dalam tahap menunggu dan mengamati.

    “Kita akan dapat melacaknya hingga April dan setelah itu akan terlalu jauh. Namun, kita dapat belajar banyak dalam satu atau dua bulan ke depan, dan mencari tahu apa yang harus dilakukan dari sana,” sebut sumber NASA.

    NASA telah menghubungi beberapa badan antariksa, termasuk China National Space Administration (CNSA), badan antariksa Rusia Roscosmos, dan Badan Antariksa Eropa (ESA). Mereka juga menghubungi astronom International Asteroid Warning Network untuk memetakan jalur batu tersebut dan menganalisa risikonya menghantam Bumi dengan kecepatan 61.200 km/jam.

    Ratusan teleskop diarahkan ke asteroid tersebut, yang saat ini menjauh dalam rute elips yang membawanya lebih dekat ke Matahari. Ia akan kembali ke sekitar Bumi tahun 2028, memberi ilmuwan kesempatan lain untuk menghitung ulang peluang dan menentukan apakah batu itu masih mengancam Bumi.

    Beberapa ilmuwan percaya bahwa peluangnya akan turun drastis dari waktu ke waktu. Akan tetapi NASA dan lembaga lainnya tak mau mengambil risiko apa pun. “Apa pun bisa terjadi. Namun kita tetap harus waspada,” kata mereka yang dikutip detikINET dari NY Post.

    (fyk/rns)

  • Dahulu Jadi SPG, Kini Vonny Pilih Menjual Nasi Kebuli di Kalibata hingga Viral

    Dahulu Jadi SPG, Kini Vonny Pilih Menjual Nasi Kebuli di Kalibata hingga Viral

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemandangan yang tak biasa terlihat di kawasan kuliner kaki lima dekat Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan. Seorang penjual nasi kebuli yang cantik dan viral bernama Vonny, tampak sibuk melayani pelanggan di tengah asap yang mengepul dari gerobaknya.

    Vonny sebagai pemilik kedai Kebuli Sultan memulai usaha kuliner ini setelah terdampak pandemi Covid-19. Sebelumnya, ia bekerja sebagai sales promotion girl (SPG) di berbagai bazar di mal, seperti di Kota Kasablanka (Kokas). Namun, saat pandemi melanda, ia kehilangan pekerjaan dan memutuskan untuk membuka usaha kuliner dengan modal yang terbatas.

    “Dahulu saya SPG di bazar-bazar mal, seperti di Kokas. Ketika Covid-19 datang, kita tidak bisa bekerja lagi. Saya punya sedikit modal dan berpikir, kenapa tidak jual nasi kebuli di pinggir jalan dengan gerobak? Ternyata, belum ada yang jual,” ujar Vonny saat ditemui Beritasatu.com di kedainya, Kalibata, Jakarta Selatan belum lama ini.

    Usahanya pun mulai membuahkan hasil. Kini, kedai yang ia rintis dari nol semakin ramai dikunjungi pelanggan dan bahkan mendapat perhatian dari media nasional.

    “Alhamdulillah, awalnya memang berat karena baru mulai. Namun, semakin hari, semakin banyak yang mengulasnya dan semakin banyak pelanggan yang datang,” kata Vonny.

    Nasi kebuli di Kalibata, Jakarta Selatan – (Beritasatu.com/Teguh Adi Prasetyo)

    Tak ingin cepat puas, Vonny berambisi untuk mengembangkan usaha nasi kebulinya dan membuka cabang di berbagai daerah.

    “Insyaallah, saya ingin membuka cabang di berbagai tempat. Banyak yang minta di Bandar Lampung, Bandung. Semoga kami bisa buka cabang di tempat-tempat lain juga,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

    Kebuli Sultan menawarkan menu dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 50.000. Menu andalannya adalah nasi kebuli dan nasi mandi.

    “Nasi kebuli rasanya pedas, sedangkan nasi mandi tidak pedas. Kalau tidak suka pedas, bisa di-mix. Selain itu, ada juga shawarma dan kebab. Menu yang paling laris adalah nasi mix, dengan pilihan daging sapi atau kambing,” jelas Vonny.

    Salah satu pelanggan setia, Ida (40), mengaku sering datang ke nasi kebuli buatan Vonny hingga empat kali dalam seminggu karena suka dengan cita rasanya.

    “Rasa nasi kebulinya enak, benar-benar enak. Gurih dan asinnya pas, pokoknya bikin ketagihan. Saya memang suka nongkrong dan cari makan di sini,” ungkap Ida yang menikmati nasi kebuli sebagai salah satu kuliner di kawasan Kalibata.

  • Pengemudi Brio Tabrak BMW Usai Tepergok Mesum, 2 Orang Ditangkap
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 Februari 2025

    Pengemudi Brio Tabrak BMW Usai Tepergok Mesum, 2 Orang Ditangkap Megapolitan 20 Februari 2025

    Pengemudi Brio Tabrak BMW Usai Tepergok Mesum, 2 Orang Ditangkap
    Editor
    BEKASI, KOMPAS.com
    – Mobil
    Honda Brio
    menabrak BMW hingga terbalik di depan gerbang Tol Jakasampurna, Kota Bekasi, Rabu (19/2/2025) malam.
    Insiden ini terjadi setelah pengemudi Brio, pria dan wanita berinisial MS dan DS, kabur usai diduga tepergok mesum oleh petugas
    sekuriti
    di kawasan Kota Bintang.
    “Ini informasi dari sekuriti bahwa dia melakukan sesuatu yang tidak baik di dalam mobil berduaan mesum perkiraannya seperti itu, kemudian dikejar sekuriti kabur lari,” ujar Salah satu warga, Alex di Bekasi, Kamis (20/2/2025).
    Setelah aksi kejar-kejaran dengan petugas sekuriti dan warga, Honda Brio yang dikendarai MS dan DS akhirnya menabrak sebuah BMW hitam hingga terbalik di depan gerbang Tol Jakasampurna.
    Akibat kecelakaan ini, pengemudi BMW berinisial APY mengalami luka ringan, sementara dua petugas parkir berinisial ANB dan FMN juga terluka setelah sempat ditabrak oleh Honda Brio dalam upaya pelariannya.
    Alex mengatakan tercium bau alkohol dari dalam Honda Brio yang ditumpangi MS dan DS.
    “Isinya dua orang, umurnya sekitar 50 tahun lebih. Memang pas kita mencium bau di dalamnya, tercium bau alkohol,” ujarnya.
    Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera mengamankan kedua pelaku untuk diperiksa lebih lanjut.
    Sementara itu, BMW yang terbalik dan Honda Brio yang mengalami kerusakan parah telah dievakuasi dari lokasi kejadian.
    Polisi masih menyelidiki lebih lanjut terkait dugaan pengaruh alkohol dan motif di balik insiden ini.
    (Reporter: Achmad Nasrudin Yahya | Editor: Faieq Hidayat)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • PDIP Disebut Tanduk Tumpul di Senayan, Kader Bereaksi: Ayo Dong Kita Buktikan Banteng Petarung

    PDIP Disebut Tanduk Tumpul di Senayan, Kader Bereaksi: Ayo Dong Kita Buktikan Banteng Petarung

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Politisi PDIP Ferdinand Hutahaean memantik diskusi publik terkait cover majalah Tempo edisi Kamis, 20 Februari 2025.

    Cover tersebut menampilkan simbol banteng berwarna merah dengan gembok di mulutnya serta judul provokatif, “Tanduk Tumpul di Senayan.”

    Ferdinand, dalam unggahannya, mengekspresikan kekecewaannya terhadap gambaran yang disajikan oleh Tempo.

    “Ayo dong PDIP, kita buktikan kita Banteng Petarung. Malu saya dengan cover Tempo ini,” kata Ferdinand di X @ferdinand_mpu.

    Cover tersebut dinilai menyindir sikap fraksi PDIP di DPR yang dianggap kurang garang dalam membela kepentingan rakyat.

    Selain itu, terdapat sorotan terhadap UU Minerba yang disebut merusak tata kelola ekonomi.

    Setelah gagal memenangkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dalam Pilpres 2024, PDIP resmi mengambil posisi sebagai oposisi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

    Keputusan ini membawa harapan besar dari berbagai kalangan agar PDIP menjadi penyeimbang dan pengawal kepentingan rakyat dalam setiap kebijakan pemerintah.

    Sebagai partai dengan kursi terbanyak di DPR, PDIP dinilai memiliki modal kuat untuk menjalankan peran oposisi yang kritis dan konstruktif.

    Publik berharap partai berlambang banteng ini dapat mengawasi kebijakan-kebijakan pemerintah yang berpotensi tidak pro terhadap rakyat, seperti isu efisiensi anggaran, kebijakan pangan, hingga revisi UU yang kontroversial.

    Namun, hingga saat ini, banyak pihak menilai PDIP belum menunjukkan taji sebagai oposisi yang tegas.

    Beberapa kebijakan strategis pemerintahan Prabowo, seperti rencana makan bergizi gratis dan kebijakan ekonomi lainnya, belum mendapatkan respons kritis yang signifikan dari PDIP.

  • Kasus Dugaan Korupsi Proyek di PTPN XI, Polri Geledah HK Tower Jaktim

    Kasus Dugaan Korupsi Proyek di PTPN XI, Polri Geledah HK Tower Jaktim

    loading…

    Kortas Tipidkor Polri menggeledah Gedung HK Tower di MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur. Foto/SindoNews

    JAKARTA – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri menggeledah Gedung HK Tower di MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur. Penggeledahan tersebut terkait kasus dugaan korupsi di PTPN XI.

    Waka Kortas Tipidkor Polri Brigjen Pol Arief Adiharsa mengatakan, penggeledahan dilakukan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pekerjaan proyek pengembangan dan modernisasi PG Djatiroto PTPN XI terintegrasi Engineering, Procurement, Construction and Commisioning (EPCC) 2016.

    “Iya betul, lagi sedang berjalan, sedang berlangsung (penggeledahan),” kata Arief Adiharsa saat dikonfirmasi, Kamis (20/2/2025).

    Arief menyebut penggeledahan telah dilakukan sejak pukul 10.00 WIB, dan masih berlangsung hingga pukul 11.45 WIB. Tujuannya, mengumpulkan barang bukti dalam praktik korupsi tersebut. “Ya tujuannya (menemukan barang bukti),” katanya.

    Arief belum bisa memerinci terkait apa saja barang bukti yang sudah ditemukan oleh penyidik di lapangan. Karena, penggeledahan masih berlangsung. “Belum (ada laporan barang bukti apa yang dibawa). (Penggeledahan) Masih berlangsung,” katanya.

    Sebelumnya, Arief mengatakan proyek pengembangan dan modernisasi PG Djatiroto PTPN XI itu sudah direncanakan di 2014. “Proyek ini sebagai tindak lanjut program strategis BUMN didanai oleh PMN yang dialokasikan pada APBN-P tahun 2015,” kata Arief, Senin, 12 Agustus 2024.

    Arief mengungkap, nilai kontrak proyek pengadaan tersebut sebesar Rp871 miliar, dan berdasarkan hasil penyelidikan ditemukan adanya perbuatan melawan hukum pada proses perencanaan, pelelangan, pelaksanaan maupun pembayaran yang tidak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. “Sehingga mengakibatkan proyek belum selesai dan diduga menimbulkan kerugian negara,” katanya.

    Adapun beberapa fakta penyidikan diungkap Arief, yakni anggaran untuk pembiayaan proyek EPCC PG Djatiroto Lumajang kurang, dan tak tersedia sepenuhnya sesuai dengan nilai kontrak sampai kontrak ditandatangani.

  • Polda Metro Jaya Tetapkan Nikita Mirzani Jadi Tersangka!

    Polda Metro Jaya Tetapkan Nikita Mirzani Jadi Tersangka!

    Jakarta

    Direktorat Siber Polda Metro Jaya menetapkan artis Nikita Mirzani sebagai tersangka. Dia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dan pengancaman.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi membenarkan penetapan tersangka Nukita Mirzani ini. Selain Nikita Mirzani, polisi juga menetapkan seseorang berinisial IM sebagai tersangka di kasus yang sama.

    “Benar, Saudari NM dan Saudara IM telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Ditressiber Polda Metro Jaya berdasarkan bukti yang cukup dan berdasarkan hasil gelar perkara,” kata Ade Ary Syam Indradi, kepada detikcom, Jumat (20/2/2025).

    Ade Ary mengatakan Nikita Mirzani seharusnya diperiksa pada hari ini di gedung Ditsiber Polda Metro Jaya. Akan tetapi dia menunda pemeriksaan dengan alasan ada keperluan pekerjaan.

    “Penyidik telah menerima surat penundaan pemeriksaan terhadap tersangka atas nama Saudara IM dan Saudari NM dari kuasa hukum tersangka pada tanggal 19 Februari 2025. Alasan penundaan pemeriksaan Saudari NM dan Saudara IM sebagai Tersangka dikarenakan masih ada keperluan terkait dengan pekerjaan, dimana pekerjaan tersebut tidak bisa ditinggalkan maupun diwakilkan,” katanya.

    “Permohonan yang diajukan ke penyidik untuk penundaan pemeriksaan atau dijadwalkan ulang pada hari Senin, tanggal 3 Maret 2025, pukul 13:00 WIB,” tambahnya.

    Nikita Mirzani dilaporkan oleh wanita RGP pengusaha skincare ke Polda Metro Jaya pada tanggal 3 Desember 2024. RGP melaporkan terkait pengancaman hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU).

    Dalam laporannya, korban menyebut Nikita Mirzani diduga menjelek-jelekkan nama korban serta produk miliknya melalui siaran langsung di TikTok. Pada tanggal 13 November 2024, korban mencoba menghubungi terlapor melalui asistennya lewat WhatsApp dengan niat bersilaturahmi. Namun, respons yang diterima justru berisi ancaman.

    Korban merasa terancam dan mengaku mentransfer Rp 2 miliar ke rekening atas arahan terlapor. Pada tanggal 15 November, korban mengaku diminta lagi memberikan uang tunai Rp 2 miliar. Atas kejadian ini korban melapor ke Polda Metro Jaya.

    (mea/dhn)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Tak Ada Imbauan, Karangan Bunga Penuhi Halaman Pemkab Mojokerto

    Tak Ada Imbauan, Karangan Bunga Penuhi Halaman Pemkab Mojokerto

    Mojokerto (beritajatim.com) – Sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait himbauan untuk tidak mengirim karangan bunga terkait pelantikan Kepala Daerah periode 2025-2030 yang akan digelar pada, Kamis (20/2/2025). Namun tidak di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto.

    Tidak ada SE terkait hal tersebut membuat halaman Pemkab Mojokerto dipenuhi ratusan karangan bunga jelang pelantikan. Ratusan karangan bunga tersebut dari Forkompinda, OPD, Kepala Desa, pihak swasta maupun organisasi masyarakat lainnya. Ratusan karangan bunga tersebut mulai berdatangan sejak, Rabu (19/2/2025) kemarin.

    Hal tersebuy disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Mojokerto, Nugroho Budhi Sulistya. “Mulai kemarin, antusiasme baik pendukung, warga masyarakat, seluruh elemen masyarakat, swasta di Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya.

    Karangan bunga tersebut dikirim ke Kantor Pemkab Mojokerto dalam rangka ucapan selamat atas agenda Pelantikan Kepala Daerah yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta. Masih kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Mojokerto ini, Pemkab Mojokerto tidak ada himbauan larangan mengirim karangan bunga.

    “Tidak ada arahan itu, tetep seperti sedia kala. Pemkab Mojokerto tidak ada agenda acara khusus karena seluruh prosesi pelantikan Kepala Daerah diselenggarakan terpusat di Jakarta. Sesuai rundown Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto juga akan dilantik oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto sekira pukul 10.00 WIB ini,” tegasnya. [tin/beq]

  • Pemuda Diduga Mencuri Sawit di Pasaman Barat Dihakimi Massa, Polisi Lakukan Penyelidikan – Halaman all

    Pemuda Diduga Mencuri Sawit di Pasaman Barat Dihakimi Massa, Polisi Lakukan Penyelidikan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, PASAMAN BARAT – Insiden penghakiman massa terhadap seorang pemuda yang diduga mencuri kelapa sawit di Nagari Tandikek, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, memicu perdebatan di media sosial.

    Kejadian yang terjadi pada Rabu (19/2/2025) ini viral setelah video peristiwa tersebut beredar luas.

    Menurut informasi yang dihimpun, pemuda tersebut diduga tertangkap tangan saat mencuri tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik warga.

    Salah seorang warga, Moliono, mengungkapkan bahwa pelaku sudah lama dicurigai melakukan aksi pencurian serupa.

    Namun, karena biasanya beraksi bersama anak dan istrinya, warga enggan bertindak. Kali ini, karena pelaku beraksi sendirian, warga langsung mengamankannya.

    “Sudah lama warga melihat pelaku mencuri sawit, tapi karena ada anak dan istrinya, kami masih membiarkan. Kemarin dia sendiri, makanya kami langsung bertindak,” ujar Moliono saat dihubungi, Kamis (20/2/2025).

    Moliono menambahkan bahwa kebun sawit tempat pelaku beraksi merupakan miliknya.

    Setelah tertangkap, pelaku masih berusaha mengelak dan bahkan mencoba menyerang pemilik kebun dengan kapak.

    Namun, aksi tersebut berhasil digagalkan oleh adik pemilik kebun.

    Penangkapan Berlangsung Dramatis

     Setelah diamankan, pelaku dibawa keluar dari kebun dengan sepeda motor.

    Namun, dalam perjalanan, ia mencoba kabur dengan mengganti pakaiannya.

    Warga yang menyadari hal itu segera berteriak, hingga akhirnya pelaku dihadang dan kembali diamankan.

    Ketegangan semakin meningkat ketika pelaku mencoba menyerang warga dengan batu.

    Hal ini memancing emosi massa, yang kemudian melakukan pemukulan terhadap pelaku meskipun ada dua anggota kepolisian setempat yang berusaha mengamankannya.

    “Dua orang polisi yang kebetulan warga setempat sudah mencoba mengamankan pelaku, tetapi dia terus melawan, sehingga membuat warga lainnya semakin emosi,” tutur Moliono.

    Setelah diamankan, pelaku diminta menghubungi keluarganya untuk dijemput.

    Namun, pihak keluarga sempat mengelak dan mengklaim bahwa pelaku sudah memiliki riwayat gangguan kejiwaan yang ditandai dengan kartu kuning. Meski demikian, akhirnya pihak keluarga membawa pulang pelaku.

    Polisi Selidiki Kejadian

    Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto melalui Kapolsek Kinali AKP Alfian Nurman membenarkan adanya insiden tersebut.

    “Memang ada laporan mengenai seorang warga yang dipukuli massa karena diduga mencuri sawit di daerah Sumber Agung.

    Kami sudah mengantongi identitasnya dan saat ini masih mengumpulkan data lebih lanjut. Jika sudah ada perkembangan, kami akan informasikan,” ujar AKP Alfian Nurman.

    Peristiwa ini memunculkan kembali diskusi tentang penegakan hukum di tengah masyarakat, khususnya terkait tindakan main hakim sendiri.

    Polisi mengimbau warga agar tidak melakukan tindakan anarkis dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.

  • Jambret Ponsel Warga di Tanjung Priok, 2 Pria Babak Belur Dihajar Massa
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 Februari 2025

    Kronologi 2 Jakmania Keroyok Sesama Pendukung Persija, Korban Dikira Viking Megapolitan 20 Februari 2025

    Kronologi 2 Jakmania Keroyok Sesama Pendukung Persija, Korban Dikira Viking
    Tim Redaksi
    BEKASI, KOMPAS.com
    – Dua anggota The Jakmania, JS (25) dan AS (19), ditetapkan sebagai tersangka dugaan pengeroyokan terhadap sesama
    pendukung Persija
    berinisial MA.
    Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Binsar Hatorangan menjelaskan, insiden ini bermula ketika korban menyaksikan laga Persija melawan Persib di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (16/2/2025) sore.
    Ketika itu, MA melihat seorang penonton yang dikeroyok massa di dalam stadion. MA pun mengeluarkan ponselnya untuk merekam aksi pengeroyokan tersebut.
    Pelaku AS yang melihat aksi MA langsung memprovokasi dengan menuduh korban sebagai pendukung Persib, Viking.
    Kemudian, JS mendekati korban. Ia langsung merampas dan membanting ponsel korban. Tak lama, keduanya memukuli korban.
    “Provokasi dan aksi pemukulan tersebut membuat MA jadi sasaran pengeroyokan,” kata Binsar dalam konferensi pers, Rabu (20/2/2025).
    Petugas yang melihat MA dikeroyok kemudian mengevakuasi korban ke tribun VIP. Selanjutnya, MA dibawa ke kantor polisi dan diarahkan membuat laporan.
    Keesokan harinya atau Senin (17/2/2025), polisi langsung menangkap kedua pelaku di tempat berbeda.
    “Untuk pelaku JS kami tangkap keesokan harinya di tempat kerjanya di daerah Ciracas, sedangkan pelaku AS kami tangkap di kediamannya di Srengseng Sawah, Jakarta Timur,” ujar Binsar.
    Usai ditetapkan sebagai tersangka, JS dan AS langsung ditahan di Polres Metro Bekasi Kota.
    JS dan AS terancam dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman maksimal paling lama tujuh tahun penjara.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.