Blog

  • Pengamat: Kita Dipaksa Jadi Pahlawan di Tanah Sendiri Lewat Pajak yang Mencekik

    Pengamat: Kita Dipaksa Jadi Pahlawan di Tanah Sendiri Lewat Pajak yang Mencekik

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Pengamat Ekonomi dan Geopolitik, Hadi Saputra mengkritik kebijakan pemerintah. Terutama dalam sektor pajak.

    Dia menilai, masyarakat Indonesia dipaksa menjadi pahlawan devisa. Tapi di lain sisi dicekik lewat pajak.

    “Kita dipaksa menjadi pahlawan devisa di tanah sendiri lewat pajak yang mencekik,” tulis Hadi dikutip dari unggahannya di X, Rabu (14/1/2026).

    Dia membandingkannya dengan elit yang menduduki Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, mereka berpesta sementara rakyat tercekik.

    “Sementara perusahaan plat merah asyik berpesta di atas tumpukan modal rakyat tanpa rasa malu,” ujarnya.

    Berangkat dari hal itu, dia menanyakan arti keadilan di Indonesia.

    Hadi mewanti-wanti, kebijakan perpajakan di Indonesia jadi pemerasan yang dilegalkan.

    “Apakah ini bentuk keadilan sosial atau sekadar skema pemerasan legal yang dibungkus rapi dalam angka-angka APBN?” pungkasnya. (Arya/Fajar)

  • Kejar Target Data Center 2026, IDPRO Soroti Kebutuhan Pasokan Listrik Hijau

    Kejar Target Data Center 2026, IDPRO Soroti Kebutuhan Pasokan Listrik Hijau

    Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) menilai ketersediaan listrik hijau yang andal dan berkelanjutan menjadi faktor krusial untuk mendukung target Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang mematok kapasitas pusat data nasional mencapai sekitar 2,81 watt per kapita pada 2026.

    Ketua IDPRO Hendra Suryakusuma mengatakan, industri pusat data di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang positif seiring masuknya investasi besar dari pemain lokal maupun global. Sejumlah anggota IDPRO, menurutnya, telah dan tengah membangun fasilitas hyperscale dengan memanfaatkan energi terbarukan, edge computing, serta teknologi efisiensi daya terkini.

    “Saat ini, koordinasi dengan PLN dan pihak regulator sangat penting untuk memastikan pasokan listrik tinggi [high capacity power supply] tersedia secara merata, tidak hanya di Jabodetabek tapi juga kawasan industri lainnya,” kata Hendra kepada Bisnis, Rabu (14/1/2026).

    Selain ketersediaan energi, IDPRO menyoroti pentingnya dukungan fiskal serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk mempercepat investasi, terutama guna memenuhi kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (AI). Upaya tersebut mencakup pengembangan pool of talent melalui kerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi.

    Hendra mengungkapkan, terdapat sejumlah tantangan utama dalam pengembangan industri pusat data nasional. Salah satunya adalah aspek perizinan yang dinilai masih memerlukan sinkronisasi antarinstansi, baik di tingkat pusat maupun daerah, khususnya bagi pusat data yang memanfaatkan energi terbarukan atau dibangun di kawasan baru.

    “Kami sudah bicara dengan regulator terkait perlunya kebijaksanaan satu pintu,” katanya.

    Tantangan lainnya meliputi ketersediaan lahan serta infrastruktur pendukung, seperti jaringan serat optik, akses air, dan kestabilan pasokan listrik, terutama di wilayah Indonesia bagian timur. Di samping itu, keterbatasan SDM teknis di bidang operasional pusat data dan keamanan siber, serta akses pembiayaan dan insentif investasi bagi pemain lokal dan startup, juga masih menjadi perhatian.

    Untuk mendukung pencapaian target kapasitas pusat data per kapita, IDPRO merekomendasikan sejumlah kebijakan strategis. Di antaranya penerbitan peta jalan pusat data nasional yang mencakup aspek teknis, zonasi, serta rencana elektrifikasi kawasan industri digital.

    IDPRO juga mendorong pemberian insentif fiskal dan nonfiskal, penyederhanaan perizinan pembangunan fasilitas hyperscale dan edge data center, serta kebijakan energi hijau yang memungkinkan pelaku industri memperoleh pasokan listrik terbarukan secara langsung, termasuk melalui skema Renewable Energy Certificate (REC) atau wheeling system.

    Di sisi lain, Komdigi dalam Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029 menargetkan kapasitas pusat data nasional mencapai sekitar 2,81 watt per kapita pada 2026, atau meningkat sekitar 91% dibandingkan target 2025 yang berada di kisaran 1,47 watt per kapita. Target tersebut menjadi bagian dari agenda pengembangan dan penguatan ekosistem digital nasional.

    Dalam dokumen yang sama, Komdigi menetapkan peningkatan kapasitas pusat data nasional per kapita secara bertahap hingga 2029. Setelah 2,81 watt per kapita pada 2026, kapasitas tersebut ditargetkan meningkat menjadi sekitar 4,18 watt per kapita pada 2027, 5,53 watt per kapita pada 2028, dan mencapai 6,87 watt per kapita pada 2029. Dengan demikian, kapasitas pusat data nasional per kapita dalam lima tahun direncanakan meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan posisi awal pada 2025.

    Selain pembangunan infrastruktur pusat data, Komdigi juga menargetkan penguatan kebijakan pendukung, termasuk penyusunan rekomendasi kebijakan pengembangan pusat data dan layanan komputasi awan, peningkatan indeks ruang digital, serta penguatan pengawasan terhadap penyelenggara sistem elektronik di sektor publik dan privat.

    Dari sisi sumber daya manusia, Komdigi menargetkan peningkatan kapasitas SDM digital melalui fasilitasi literasi dan pelatihan digital sepanjang 2025–2029. Pada 2025, jumlah peserta fasilitasi literasi digital ditetapkan sebanyak 300 orang, sementara pelatihan literasi digital ditargetkan menjangkau 200 orang per tahun mulai 2026 hingga 2029.

    Seluruh target tersebut tercantum dalam matriks pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta sumber pendanaan lain yang sah untuk kegiatan prioritas Komdigi 2025–2029 sebagaimana tertuang dalam dokumen Renstra Komdigi.

  • 5 HP Rp 1 Jutaan Sudah Punya Fitur AI, Layak Dilirik di 2026

    5 HP Rp 1 Jutaan Sudah Punya Fitur AI, Layak Dilirik di 2026

    Liputan6.com, Jakarta – Tren kecerdasan buatan (AI) semakin merambah ke segmen smartphone entry-level dan menengah. Sepanjang 2025, fitur AI tidak lagi eksklusif di kelas flagship,

    Sejumlah lini HP Android dengan segmen harga Rp 1 juta hingga 2 juta kini ikutan menikmati teknologi dulu terasa mahal. Pasar Indonesia menjadi contoh paling jelas.

    Beragam pembuat ponsel kini berlomba-lomba memasukkan AI ke model HP entry-level dan menengah buatan mereka masing-masing. Tujuannya jelas, untuk membantu produktivitas, memoles foti, dan permudah aktivitas harian.

    Mengawali tahun 2026, tren HP AI dengan harga terjangkau akan semakin kuat. HP murah kini tidak lagi sekadar soal spesifikasi dasar, tetapi juga menghadirkan teknologi AI di dalamnya.

    Berikut rangkuman HP AI termurah di tahun 2026, apa saja?

    1. Redmi 14C

    Redmi 14C tampil dengan peningkatan signifikan pada sektor kamera berkat dukungan kamera utama 50MP dan teknologi AI. Ponsel ini memiliki desain yang ramping dengan ketebalan 8,22 mm dan bobot 211g. Layarnya berukuran 6,88 inci dengan refresh rate 120Hz dan resolusi 1640 x 720 piksel, serta hadir dengan sistem operasi HyperOS.

    Kamera utama Redmi 14C mampu menangkap detail di berbagai kondisi pencahayaan dan dilengkapi dengan AI Scene Detection yang secara otomatis menyesuaikan warna, kontras, dan pencahayaan agar hasil foto optimal. Baterainya berkapasitas 5.160 mAh, diklaim dapat bertahan sepanjang hari, dan didukung pengisian daya cepat 18 W.

    2. Infinix HOT 60i

    Infinix HOT 60i hadir dengan serangkaian fitur kecerdasan buatan (AI) yang diklaim paling lengkap di kelasnya, menjadikannya pilihan menarik di segmen harga terjangkau. Perangkat ini berjalan di atas sistem operasi Infinix XOS 15.11 berbasis Android 15, yang dilengkapi dengan empat fitur AI yang disebut One-Tap Infinix AI. Fitur-fitur ini mencakup “Produktivitas Sekali Ketuk” untuk membantu pengguna membuat daftar tugas, catatan, dan menjalankan perintah kerja ringan dengan cepat.

    Selain itu, Infinix HOT 60i juga dibekali “One-Tap Summarize”, sebuah fitur yang sangat berguna untuk merangkum teks panjang menjadi poin-poin penting yang mudah dipahami, dan “One-Tap Answers” yang memberikan feedback atau respons instan terhadap pertanyaan umum atau perintah teks. Ponsel ini memiliki kamera utama 50MP dengan AI dan kamera depan 8MP yang dilengkapi dengan lampu flash, serta fitur fotografi seperti Vlog Mode dan Super Night.

  • Kasus Tambang Konawe Utara, Kejagung Masih Analisis Data Kemenhut

    Kasus Tambang Konawe Utara, Kejagung Masih Analisis Data Kemenhut

    Bisnis.com, JAKARTA — Kejaksaan Agung (Kejagung) masih menganalisis temuan data dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk mengusut kasus tambang Ilegal di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. 

    Dirdik Jampidsus Kejagung RI, Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan data yang dianalisis itu berkaitan dengan luasan lahan hutan lindung dengan area tambang.

    “Yang kemarin kita cocokkan dengan yang ada di Kementerian Kehutanan. Itu adalah masalah luasan hutan, titik-titiknya, di tempat tambang itu. Itu yang kita lakukan,” ujar Syarief di Kejagung, Rabu (14/1/2026).

    Dia juga mengungkap bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait ini. Hanya saja, dia tidak mengungkap detail saksi yang diperiksa.

    Meskipun begitu, Syarief mengungkap bahwa salah satu saksi yang diperiksa terkait kasus dugaan rasuah ini adalah Bupati Konawe Utara pada 2013 yakni Aswad Sulaiman.

    “Sudah pernah [Bupati Konawe Utara, Aswad] diperiksa. Periodenya 2013, inisial A,” imbuhnya.

    Selain itu, Syarief mengemukakan bahwa penyidik saat ini tengah berkoordinasi dengan BPKP untuk menghitung kerugian negara dalam perkara ini.

    “Sekarang sedang proses juga bersamaan dengan perhitungan kerugian negara di BPKP,” pungkas Syarief.

    Sekadar informasi, kasus tambang Izin Usaha Pertambangan (IUP) nikel di Konawe Utara sudah naik penyidikan sekitar Agustus-September 2025.

    Kasus ini berkaitan dengan pemberian izin untuk pertambangan yang memasuki kawasan hutan lindung di Konawe Utara oleh pejabat daerah.

    Dalam perkara ini, korps Adhyaksa telah melakukan upaya penggeledahan di Konawe dan Jakarta. Namun, pihak Kejagung tidak menjelaskan secara detail lokasi penggeledahan tersebut.

  • Balai Desa Kalirejo Pasuruan Disegel, Perangkat Tuntut Pelunasan Gaji

    Balai Desa Kalirejo Pasuruan Disegel, Perangkat Tuntut Pelunasan Gaji

    Pasuruan (beritajatim.com) – Krisis kepercayaan melanda Pemerintah Desa Kalirejo setelah perangkat desa bersama pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) melakukan penyegelan balai desa. Aksi tersebut dipicu dugaan penggelapan hak keuangan perangkat desa dan dana Bumdes yang belum dibayarkan.

    Penyegelan kantor balai desa itu menjadi sorotan publik dan dinilai sebagai bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan kepala desa yang dianggap gagal mengelola anggaran. Akibat aksi tersebut, pelayanan publik sempat lumpuh dan memaksa jajaran Forkopimcam Kraton turun tangan untuk melakukan mediasi darurat.

    Dalam pertemuan mediasi tersebut, kepala desa akhirnya menyatakan kesanggupan untuk melunasi tunggakan gaji perangkat desa sebesar Rp75 juta serta mengembalikan dana Bumdes senilai Rp150 juta. Meski demikian, kesepakatan tersebut masih menyisakan keraguan di kalangan perangkat dan masyarakat karena besarnya nominal utang yang harus diselesaikan.

    Camat Kraton, Ugik Setyo Darmoko, mengaku masih perlu mempelajari persoalan tersebut secara menyeluruh sebelum memastikan langkah penyelesaiannya.

    “Mohon maaf, masih saya pelajari dulu permasalahan ini bersama pihak-pihak yang terkait,” ujarnya.

    Sementara itu, Kapolsek Kraton AKP Rio Sagita memastikan kehadiran pihak kepolisian bertujuan menjaga agar pelayanan publik di balai desa tetap berjalan.

    “Hasil pertemuan atau kesepakatan berkaitan dengan pelayanan masyarakat saya amankan,” tegasnya.

    Hingga kini, perangkat desa masih berpegang pada janji lisan kepala desa tanpa adanya jaminan aset atau kepastian waktu pembayaran. Jika janji tersebut kembali tidak direalisasikan, perangkat desa tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi lanjutan yang lebih besar di Balai Desa Kalirejo. (ada/but)

  • Penjualan Naik Ugal-ugalan, Ini Mobil PHEV Terlaris di Indonesia

    Penjualan Naik Ugal-ugalan, Ini Mobil PHEV Terlaris di Indonesia

    Jakarta

    Penjualan mobil plug-in hybrid electric vehicles (PHEV) naiknya ugal-ugalan di Indonesia. Angka pertumbuhannya bahkan sampai tiga ribu persen!

    Melejitnya mobil PHEV itu gara-gara merek China gencar menawarkan produknya dengan harga kompetitif. Walhasil masyarakat Indonesia mulai melirik PHEV. Buktinya penjualan wholesales mobil PHEV itu menyentuh 5.270 unit pada 2025, naik 3.775 persen dibanding 2024 yang cuma terjual 136 unit.

    Jika dibandingkan dengan jenis mobil elektrifikasi lain, penjualan PHEV masih tertinggal. Dalam periode yang sama, mobil hybrid terdistribusi sebanyak 65.943 unit, dan mobil listrik 103.931 unit.

    Penyebab melejitnya penjualan mobil PHEV adalah merek asal China, Chery Group. Sebelum merek China masuk, PHEV dari pabrikan Eropa atau Jepang umumnya diposisikan di segmen premium dengan harga yang cukup tinggi.

    Chery yang memasarkan Tiggo 8 dan Tiggo 9 berteknologi Chery Super Hybrid (CSH). Tiggo 8 CSH sudah mengirim sebanyak 3.372 unit pada periode Januari-Desember 2025, sementara Tiggo 9 CSH sebanyak 386 unit.

    Merek China lain yang masih di bawah Chery Group turut memasarkan PHEV, yakni Jaecoo lewat J7 dan J8. Kedua model itu masing-masing terjual 677 unit dan 234 unit.

    Wuling Darion PHEV yang baru memulai distribusi pada November lalu sudah mengirim sebanyak 232 unit.

    Geely yang baru memulai ekspansi di Indonesia turut menjual mobil PHEV. Lewat Geely Starray, pabrikan asal China ini sudah mendistribusikan sebanyak 166 unit.

    Bagaimana brand Jepang? Mazda ikut bermain segmen PHEV lewat CX-80. Total penjualan selama 2025 menyentuh 71 unit. Sementara raksasa otomotif, Toyota, baru menjual 1 unit Prius. Kemudian Lexus, brand mewah itu bisa menjual mobil PHEV sebanyak 36 unit.

    Brand Eropa yang mayoritas memposisikan sebagai merek premium juga turut andil menyumbang penjualan PHEV di Indonesia. Volvo membukukan angka 73 unit, dan BMW 24 unit.

    Berikut ini daftar mobil PHEV terlaris di Indonesia (Januari-Oktober 2025) yang didominasi merek China, berdasarkan data Gaikindo:

    1. Chery Tiggo 8 CSH: 3.372 unit
    2. Jaecoo J7 SHS: 677 unit
    3. Chery Tiggo 9 CSH: 386 unit
    4. Jaecoo J8: 234 unit
    5. Wuling Darion PHEV: 232 unit

    (riar/dry)

  • 2025 Jadi Tahun Terpanas Ketiga yang Pernah Tercatat

    2025 Jadi Tahun Terpanas Ketiga yang Pernah Tercatat

    Jakarta

    Setelah melewati 2025 yang diwarnai kebakaran hutan yang melahap Los Angeles, siklon tak biasa di Asia Tenggara, serta kekeringan yang membuat Iran mempertimbangkan pemindahan ibu kota, data terbaru menunjukkan tahun 2025 sebagai tahun terpanas ketiga yang pernah tercatat.

    Temuan dari program Copernicus Climate Change Service milik Uni Eropa itu mengungkap bahwa 2025 merupakan tahun ketiga, berturut-turut dari 2023 dan 2024 yang suhu rata-rata global0nya melampaui 1,5 derajat Celsius atau 2,7 derajat Fahrenheit.

    Mauro Facchini, yang membawahi observasi Bumi di Komisi Eropa, menyebut kondisi ini sebagai sebuah “tonggak yang tak seorang pun ingin capai”.

    Para ilmuwan sejak lama memperingatkan tentang bahaya jika ambang batas suhu yang disepakati dalam Perjanjian Iklim Paris 2015 terlampaui. Kenaikan suhu di atas batas ini dinilai akan memicu lebih banyak hari dengan panas ekstrem, meningkatkan risiko banjir mematikan, serta memperparah badai yang merusak.

    Direktur layanan perubahan iklim Copernicus, Carlo Buontempo, menyebut dunia dalam jangka panjang berpotensi melampaui ambang batas itu.

    “Pilihan yang kita hadapi sekarang adalah bagaimana mengelola sebaik mungkin kelebihan pemanasan yang tak terhindarkan ini dan dampaknya terhadap masyarakat serta sistem alam,” ujarnya dalam sebuah siaran pers.

    Para ilmuwan sepakat bahwa diperlukan langkah simultan, yakni memangkas emisi gas rumah kaca melalui transisi ke energi bersih, sekaligus beradaptasi untuk hidup di planet yang semakin hangat.

    Pada KTT iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun lalu, negara-negara berjanji mengalokasikan dana sebesar US$120 miliar atau sekitar Rp2.011 triliun bagi negara rentan. Dana tersebut ditujukan untuk proyek adaptasi, seperti pembangunan tanggul laut, sistem peringatan dini, dan pengembangan tanaman tahan kekeringan. Namun sayangnya, janji pendanaan iklim tidak selalu berujung pada tindakan nyata.

    El Nino ikut berperan dalam kenaikan suhu tiga tahun berturut-turut

    Masalah ini kemudian diperparah oleh rusaknya penyerap karbon alami, seperti hutan, yang seharusnya mampu menyerap karbon dioksida.

    “Data atmosfer tahun 2025 memberi gambaran yang sangat jelas: aktivitas manusia masih menjadi pendorong utama suhu ekstrem yang kita amati,” kata Laurence Rouil, direktur layanan pemantauan atmosfer Copernicus. Ia menambahkan bahwa “konsentrasi gas rumah kaca terus meningkat secara stabil selama 10 tahun terakhir”.

    Namun, pada 2023 dan 2024, kondisi ini semakin diperburuk oleh fenomena El Nino yang sangat kuat. Pola iklim yang muncul setiap beberapa tahun ini mendorong panas dari samudra ke atmosfer.

    Dampaknya terlihat di seluruh dunia. Copernicus mencatat bahwa luas es laut di Kutub Utara dan Kutub Selatan mencapai titik terendah sepanjang sejarah pada 2025. Selain itu, Antarktika mengalami suhu tahunan terhangat yang pernah tercatat, sementara setengah dari daratan dunia mengalami lebih banyak hari dengan panas berbahaya dibandingkan biasanya.

    “Atmosfer sedang mengirimkan pesan kepada kita, dan kita harus mendengarkannya,” ujar Rouil.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Fika Ramadhani

    Editor: Prihardani Purba

    (ita/ita)

  • Menakar Sikap Parpol di Jatim Soal Wacana Penerapan Pilkada Tak Langsung

    Menakar Sikap Parpol di Jatim Soal Wacana Penerapan Pilkada Tak Langsung

    Surabaya (beritajatim.com) – Wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) tak langsung kembali menghangat dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah partai politik pun mulai mengambil sikap terhadap wacana ini, tidak terkecuali di Jawa Timur (Jatim).

    DPD Partai Golkar Jatim mengikuti jejak DPP Partai Golkar yang setuju kepala daerah tingkat kabupaten/kota hingga provinsi kembali dipilih melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

    “Usulan Pilkada dipilih kembali oleh wakil rakyat karena memiliki landasan filosofis yang kuat dan sejalan dengan nilai-nilai Pancasila,” kata Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Ali Mufti, Rabu (14/1/2026).

    Nilai pancasila yang dimaksud khususnya sila keempat yang menekankan prinsip musyawarah dan perwakilan. Menurut dia, demokrasi Indonesia seharusnya merupakan wujud dari hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

    “Ketika pilkada langsung dampaknya terhadap pengambilan keputusan kepala daerah,” ujar Ali.

    Dia mengklaim sistem pemilihan langsung kerap membuat pemimpin daerah ragu bersikap. Ini karena terlalu dipengaruhi oleh opini publik.

    “Pemimpin itu kalau tidak punya sikap, itu problem. Efek pilkada langsung terkadang membuat pemimpin ragu-ragu karena mengikuti irama opini publik,” tambahnya.

    Akibatnya, jelas dia, tata kelola pemerintahan menjadi kurang ideal. Pun mekanisme pilkada melalui DPRD dinilai berpotensi mendorong profesionalisme dalam rekrutmen birokrasi daerah.

    Ali pun menegaskan sikap Golkar Jatim tetap setia pada garis instruksi pusat hasil Rapimnas. Konsolidasi intensif terus dilakukan di daerah guna memastikan satu komando di seluruh tingkatan kader.

    Untuk diketahui, Partai Golkar telah rampung menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Tahun 2025. Rapimnas tersebut menghasilkan 10 keputusan yang tertuang dalam bentuk rekomendasi atau pernyataan politik Rapimnas I Partai Golkar tahun 2025.

    Adapun sepuluh pernyataan politik Rapimnas I Partai Golkar tahun 2025, salah satunya adalah Partai Golkar mengusulkan pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebagai wujud pelaksanaan kedaulatan rakyat, dengan menitikberatkan pada keterlibatan dan partisipasi publik dalam proses pelaksanaannya.

    Tetapi, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Timur memilih enggan buru-buru menentukan sikap terhadap perdebatan sistem pilkada yang saat ini berlangsung. Sementara ini, para kader dari partai berlambang gajah tersebut di Jawa Timur masih menyimak dinamika yang berkembang.

    “Kami di Jawa Timur belum menentukan sikap, yang mana kita akan mengikuti seluruh perkembangan yang ada. Apalagi ini masih sangat terlalu jauh,” kata Ketua DPW PSI Jatim, Bagus Panuntun kepada beritajatim.com, Rabu (14/1/2026).

    Bagus menilai dinamika ini masih terlalu dini. Terlebih, perubahan sistem pilkada tentu harus diikuti dengan regulasi. Sehingga lantaran masih sebatas wacana, maka dinamika yang terjadi termasuk perdebatan yang muncul akan menjadi bahan pertimbangan para kader PSI di daerah.

    Meski begitu, ia mendengar bahwa pilkada tidak langsung bisa menjadi opsi untuk mengurangi tingginya biaya penyelenggaraan kontestasi politik. Lebih jauh, Bagus yang juga Wakil Wali Kota Madiun ini menegaskan PSI Jatim akan siap dengan sistem pilkada apapun yang nanti diputuskan.

    Beda lagi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang secara terang-terangan menyatakan dukungan terhadap wacana gubernur dipilih DPRD atau parlemen. Dalam pandangang yang berkembang di internal PKB, evaluasi terhadap sistem pilkada dinilai penting akibat sejumlah faktor. Salah satunya biaya politik pilkada langsung yang semakin tinggi.

    Dukungan terhadap wacana pilkada tak langsung ini mengemuka di sela pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PKB Jatim yang berlangsung di Surabaya, Jumat (19/12/2025) silam. Secara terang-terangan, Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar (Gus Halim) menyatakan dukungan.

    Mulanya, Gus Halim mengatakan bahwa Muswil menjadi momentum untuk konsolidasi sekaligus menetapkan target Pemilu mendatang. PKB sebagai partai pemenang di DPRD Jatim pada Pemilu 2024, menargetkan bisa sukses kembali termasuk bisa memenangkan pemilihan gubernur Jatim.

    “Para ketua partai di Jawa Timur hampir sepakat untuk gubernur dipilih DPRD,” ujar Gus Halim.

    Gus Halim mengatakan mayoritas pimpinan parpol mengeluh sulitnya faktor komunikasi dengan gubernur. Ini karena gubernur menilai bahwa dirinya merupakan pilihan rakyat secara langsung.

    “Oleh karena itu, kami mendukung usulan agar gubernur dipilih DPRD,” ungkap Gus Halim.

    Sementara itu, PDI Perjuangan Jatim secara tegas menolak wacana Pilkada tidak langsung yang dipilih lewat DPRD. Wakil Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPD PDI Perjuangan Jatim, Budi ‘Kanang’ Sulistyono menegaskan pilkada adalah hak rakyat yang memilih pemimpinnya dan bukan diwakilkan suaranya.

    “Anggaran pilkada yang dinilai terlalu besar, bisa dievaluasi. Jika kemudian ada politik uang dalam pilkada langsung, yang penting pengawasan harus ditingkatkan.Pilkada dipilih DPRD juga tidak menjamin tidak ada politik uang. Justru bisa jadi lebih besar politik uangnya,” tukasnya.

    Yang menjadi evaluasi saat ini, lanjut Kanang, adalah bagaimana pelaksanaannya memilih langsung itu. “Perlu dievaluasi, tidak harus mengubah sistemnya,” jelasnya. [tok/beq]

  • Viral Video Siswa SMK Keroyok Guru di Tanjung Jabung Timur Jambi, Diduga karena Salah Paham

    Viral Video Siswa SMK Keroyok Guru di Tanjung Jabung Timur Jambi, Diduga karena Salah Paham

    Kapolsek Berbak Ipti Hans Simangunsong membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan pihaknya akan melakukan mediasi antara pihak sekolah, guru yang bersangkutan, para orang tua murid dan forum komunitas pimpin kecamatan.

    “Ya benar, kita akan mediasi hari ini terkait persoalan ini bersama pihak sekolah, guru, dan pihak terkait lainnya. Mudah-mudahan ada titik terang,” ungkap Hans.

    Camat Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Nopi Ariansyah menyampaikan hal yang sama, pihaknya bersama kepolisian, Babinsa dan pihak komite, hari ini (14/1) langsung melakukan proses mediasi melibatkan orang tua siswa.

    “Sekarang kita sedang upayakan mediasi, melibatkan Babinsa, Polsek Berbak dan pihak komite di sekolah itu,” kata Camat Berbak Kabupaten Tanjab Timur, Nopi Ariansyah.

    Menurut dia, peristiwa yang menggemparkan media sosial itu diduga akibat kesalahpahaman saat guru tersebut memberikan arahan kepada siswa.

     

  • Cacar Air Bisa Kambuh Lagi? Ini Penjelasan Dokter

    Cacar Air Bisa Kambuh Lagi? Ini Penjelasan Dokter

    Jakarta

    detikers, tahu gak kalau pernah terkena cacar air, ternyata bisa sakit cacar lagi, loh… Namun, berubah dari cacar air menjadi cacar api.

    Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Ratni Indrawanti menjelaskan kalau virus varicella-zoster (pemyebab cacar) sifatnya dorman di saraf.

    “Berbulan-bulan, bertahun-tahun kemudian, terjadi penurunan daya tahan tubuh. Nah, itu bisa menyebabkan Herpes Zoster (cacar api),” jelas Ratni.

    “Yang penting adalah daya tahan tubuhnya itu. Pada daya tahan tubuh yang baik itu varicella-nya yang akut juga tidak berat gitu, ya, sebagian besar, tergantung dari usianya,” tambahnya.

    Tonton video lainnya di sini ya!

    (/)