Blog

  • Cacar Air Bisa Kambuh Lagi? Ini Penjelasan Dokter

    Cacar Air Bisa Kambuh Lagi? Ini Penjelasan Dokter

    Jakarta

    detikers, tahu gak kalau pernah terkena cacar air, ternyata bisa sakit cacar lagi, loh… Namun, berubah dari cacar air menjadi cacar api.

    Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Ratni Indrawanti menjelaskan kalau virus varicella-zoster (pemyebab cacar) sifatnya dorman di saraf.

    “Berbulan-bulan, bertahun-tahun kemudian, terjadi penurunan daya tahan tubuh. Nah, itu bisa menyebabkan Herpes Zoster (cacar api),” jelas Ratni.

    “Yang penting adalah daya tahan tubuhnya itu. Pada daya tahan tubuh yang baik itu varicella-nya yang akut juga tidak berat gitu, ya, sebagian besar, tergantung dari usianya,” tambahnya.

    Tonton video lainnya di sini ya!

    (/)

  • Dampak Banjir Sumatra, Kementan: Ribuan Hektare Lahan Padi-Jagung Gagal Panen

    Dampak Banjir Sumatra, Kementan: Ribuan Hektare Lahan Padi-Jagung Gagal Panen

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat sebanyak 107.324 hektare lahan sawah terdampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra di 44 kabupaten.

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, berdasarkan data per 13 Januari 2026, sawah terdampak banjir Sumatra tersebut terdiri atas 56.077 hektare rusak ringan, 22.152 hektare rusak sedang, dan 29.095 hektare rusak berat.

    Lebih rinci, sawah terdampak bencana di Aceh mencapai 54.234 hektare di 21 kabupaten, 47.336 hektare lahan sawah terdampak di 15 kabupaten provinsi Sumatra Utara, serta 5.754 hektare lahan sawah terdampak banjir di 14 kabupaten provinsi Sumatra Barat.

    Dari total lahan sawah tersebut, luas areal tanaman padi dan jagung yang mengalami puso atau gagal panen mencapai 44.686 hektare.

    Selain tanaman pangan, dampak bencana juga dirasakan pada sektor perkebunan dan hortikultura. Untuk lahan perkebunan nonsawit, seperti kopi, kakao, dan kelapa dalam.

    “Pada lahan perkebunan, luas areal terdampak pada lahan tanaman kopi, kakao, kelapa dalam, dan lainnya di luar lahan sawit mencapai 29,3 ribu [29.310] hektare,” kata Amran dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR, Rabu (14/1/2026).

    Selain itu, Kementan juga mencatat lahan hortikultura yang terdampak untuk lahan sayuran, buah, dan tanaman obat mencapai 1.803 hektare.

    Namun, Amran menekankan, data kerusakan sektor pertanian tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui melalui koordinasi intensif antara unit eselon I di lingkungan Kementerian Pertanian dan dinas pertanian provinsi di wilayah terdampak.

    Amran menuturkan, bencana yang terjadi di wilayah utara dan tengah Sumatra sejak akhir November 2025 merupakan bencana hidrometeorologi yang cukup parah, berupa banjir bandang, luapan sungai, serta tanah longsor.

    Bencana tersebut melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Adapun wilayah yang tercatat paling terdampak antara lain Aceh Tamiang, Agam, Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

    “Kementerian Pertanian berupaya untuk membantu memulihkan sektor pertanian di ketiga provinsi terdampak pascabencana yang terjadi, baik dengan mengoptimalkan anggaran yang tersedia di tahun 2026 maupun dengan mengusulkan anggaran tambahan,” pungkasnya.

  • Putra Chris Martin dan Gwyneth Paltrow Resmi Debut di Industri Musik Global

    Putra Chris Martin dan Gwyneth Paltrow Resmi Debut di Industri Musik Global

    JAKARTA – Darah seni mengalir deras dalam nadi Moses Martin. Putra dari vokalis Coldplay, Chris Martin, dan aktris pemenang Oscar, Gwyneth Paltrow, resmi mengumumkan langkah perdananya di industri musik global.

    Tidak mengekor sepenuhnya pada jejak sang ayah, Moses memperkenalkan warna musik yang lebih kelam melalui band barunya yang diberi nama People I’ve Met.

    Kehadiran unit alt-rock ini ditandai dengan peluncuran single debut bertajuk “Promise”. Dalam proyek ini, Moses berkolaborasi dengan Andrew Suster dan Orlando Wiltshire.

    Berbeda dengan eksplorasi warna musik Coldplay, People I’ve Met justru membawa pendengar ke dalam atmosfer yang lebih moody dan emosional.

    Kabar baiknya, bakat Moses langsung dilirik oleh raksasa industri, Interscope Records. Label ini bukan nama sembarangan, mengingat mereka menaungi musisi kelas dunia seperti Billie Eilish, Lady Gaga, hingga Kendrick Lamar.

    Melalui unggahan di Instagram, Moses pun mengungkap rasa syukur atas kelahiran karya perdananya. Ia memberikan apresiasi khusus kepada Noah Conrad, produser yang membantu meramu identitas suara bandnya.

    “Sangat bangga dengan lagu ini. Selamanya berterima kasih kepada band dan Noah Conrad, karena telah membantu membuat lagu ini menjadi begitu istimewa,” kata Moses, mengutip keterangan unggahan, Rabu, 14 Januari.

    “Semoga kalian menikmatinya. Hormat saya, Moses Martin,” lanjutnya.

    Secara musikal, “Promise” menawarkan perpaduan instrumen yang mengingatkan pendengar pada gaya musik The Temper Trap dan Tame Impala.

    Karakter vokal Moses menunjukkan kemiripan dengan warna suara Chris Martin, terutama pada bagian pra-chorus yang melankolis.

    Sementara itu, liriknya sendiri terasa sangat personal, yang menyuarakan rasa lelah dan kejujuran

    Sebenarnya, ini bukan kali pertama Moses terlibat di dunia musik. Sebelumnya, ia sempat menyumbangkan vokal pada lagu Coldplay, “Humankind”, serta memiliki kredit penulisan lagu untuk “All My Love”, “The Astronaut”, dan “Orphans”.

    Adapun langkah Moses menyusul kakaknya, Apple Martin, yang juga mulai aktif di kancah musik.

    Apple sempat terlihat tampil di Nashville bersama duo Jade Street dan terlibat sebagai penulis lagu untuk kolaborasi Coldplay dengan Selena Gomez, “Let Somebody Go”.

    Caption foto:

    Moses Martin, anak Chris Martin dan Gwyneth Paltrow (Instagram @peopleivemet)

  • Nasib Bandung Zoo di Ujung Tanduk, Jangan Sampai Berakhir Tragis seperti Kolam Renang Tjihampelas

    Nasib Bandung Zoo di Ujung Tanduk, Jangan Sampai Berakhir Tragis seperti Kolam Renang Tjihampelas

    Sebelumnya, Wali Kota Bandung M. Farhan menyebut, pembahasan masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan final. Namun, ada sejumlah opsi yang tengah dikaji bersama oleh tiga level pemerintahan.

    Farhan mengungkapkan, ada tiga kemungkinan konsep yang sedang dibahas terkait masa depan Bandung Zoo. Pertama, kawasan tersebut tetap dipertahankan sebagai kebun binatang dengan konsep seperti saat ini.

    Opsi kedua, kebun binatang tetap ada namun dengan jumlah koleksi satwa yang lebih sedikit, sementara porsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) diperbesar. Opsi ketiga bahkan lebih ekstrem, yakni kawasan tersebut tidak lagi berfungsi sebagai kebun binatang, melainkan sepenuhnya menjadi ruang terbuka hijau.

    “Ini masih dalam pembicaraan ya,” ujar Farhan belum lama ini.

    Farhan menyebut, salah satu pertimbangan utama adalah target Pemerintah Kota Bandung untuk meningkatkan luasan ruang terbuka hijau hingga dua kali lipat. Dia menjelaskan, kompleksitas pengelolaan Bandung Zoo tidak bisa dilepaskan dari status kewenangan yang terbagi.

    Secara aset, lahan kebun binatang dimiliki oleh Pemerintah Kota Bandung. Namun di sisi lain, satwa yang berada di dalamnya, terutama satwa dilindungi berada di bawah kewenangan Pemerintah Pusat, sementara aspek konservasi dan kehutanan disupervisi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    “Satwa-satwa dilindungi itu merupakan titipan dari negara. Jadi mau tidak mau kita harus melibatkan tiga level pemerintah,” kata Farhan.

    Saat ini, pengelolaan kawasan dilakukan bersama, dengan Pemkot Bandung sebagai pemegang aset, Pemprov Jabar melalui Dinas Kehutanan sebagai pengawas, dan Pemerintah Pusat yang menanggung 100 persen biaya pakan satwa.

  • Miris, Siswa di Cisolok Sukabumi Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Putus Demi ke Sekolah

    Miris, Siswa di Cisolok Sukabumi Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Putus Demi ke Sekolah

    Liputan6.com, Sukabumi – Semangat menuntut ilmu para siswa di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, harus dipertaruhkan dengan risiko nyawa. Jembatan gantung yang menjadi akses utama mereka menuju sekolah putus total akibat terjangan longsor setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras, Selasa dini hari (13/1/2026).

    ​Pemandangan memprihatinkan terlihat saat anak-anak usia SD dan SMP dengan sangat hati-hati merayap di sisa-sisa jembatan sepanjang 25 meter tersebut. 

    Sambil berpegangan kuat pada kawat seling demi menjaga keseimbangan, mereka terpaksa melintasi area yang rusak demi bisa sampai ke ruang kelas.

    ​Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisolok, Andri Firmansyah menjelaskan, jembatan yang menghubungkan Desa Cikelat dan Desa Karangpapak tersebut adalah jalur utama bagi warga dan pelajar. 

    ​”Jembatan ini merupakan akses utama penghubung antar desa dan sangat vital. Jembatan ini dipakai oleh anak-anak sekolah, baik tingkat SD maupun SMP,” ungkap Andri, Rabu (14/1/2026).

    ​Putusnya jembatan selebar 1,5 meter ini tidak hanya menghambat pendidikan, tetapi juga mengancam keselamatan siswa setiap harinya. 

     

  • IDPRO Ungkap Kapasitas Data Center Nasional Masih di Bawah 1 Watt per Kapita

    IDPRO Ungkap Kapasitas Data Center Nasional Masih di Bawah 1 Watt per Kapita

    Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) mengungkapkan total kapasitas pusat data yang terinstal di Indonesia saat ini masih berada di bawah 1 watt per kapita.

    Ketua IDPRO Hendra Suryakusuma mengatakan, kapasitas pusat data nasional saat ini masih tertinggal dibandingkan dengan kebutuhan ekonomi digital yang terus tumbuh.

    “Sehingga percepatan perlu dan juga dukungan insentif dari regulator perlu dilakukan secara sistematis,” kata Hendra kepada Bisnis pada Rabu (14/1/2026). 

    Menurut Hendra, kapasitas pusat data nasional saat ini masih didominasi oleh private data center yang tersebar di beberapa wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), serta Batam. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan komputasi nasional, IDPRO menilai target peningkatan kapasitas pusat data yang dicanangkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai langkah yang ambisius. Namun, sejalan dengan arah transformasi digital.

    “Seperti adopsi AI, cloud, IoT, dan big data di berbagai sektor,” katanya. 

    Sebelumnya, Komdigi menargetkan kapasitas pusat data nasional mencapai sekitar 2,81 watt per kapita pada 2026. Target tersebut meningkat sekitar 91% dibandingkan dengan target 2025 yang berada di kisaran 1,47 watt per kapita, sebagaimana tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra) Komdigi 2025–2029.

    Dalam dokumen Renstra tersebut, Komdigi juga menetapkan peningkatan kapasitas pusat data nasional secara bertahap hingga 2029. Setelah ditargetkan mencapai 2,81 watt per kapita pada 2026, kapasitas pusat data nasional direncanakan meningkat menjadi sekitar 4,18 watt per kapita pada 2027, kemudian 5,53 watt per kapita pada 2028, dan mencapai 6,87 watt per kapita pada 2029. 

    Dengan demikian, kapasitas pusat data per kapita dalam periode lima tahun tersebut direncanakan meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan dengan posisi awal pada 2025.

    Peningkatan kapasitas pusat data tersebut merupakan bagian dari program pengembangan dan penguatan ekosistem digital nasional. Dalam dokumen perencanaan yang sama, Komdigi juga menetapkan target pendukung, antara lain penyusunan rekomendasi kebijakan pengembangan pusat data dan layanan komputasi awan, peningkatan indeks ruang digital, serta penguatan pengawasan terhadap penyelenggara sistem elektronik di sektor publik dan privat.

    Selain penguatan infrastruktur data, Komdigi menargetkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia digital melalui fasilitasi literasi dan pelatihan digital sepanjang 2025–2029. 

    Pada 2025, jumlah peserta fasilitasi literasi digital ditetapkan sebanyak 300 orang, sementara pelatihan literasi digital ditargetkan menjangkau 200 orang per tahun mulai 2026 hingga 2029. Di sisi penguatan sistem pembelajaran digital nasional, Komdigi menargetkan peningkatan output teknis aplikasi platform SDM digital dari 14 unit pada 2025 dan 2026, menjadi 15 unit pada 2027, 16 unit pada 2028, dan 17 unit pada 2029.

    Komdigi juga mencantumkan penguatan sistem komunikasi nasional untuk perlindungan masyarakat dan penanggulangan bencana sebagai agenda prioritas. Fasilitasi penyelenggaraan jaringan sistem komunikasi nasional ditargetkan menjangkau 125 kabupaten/kota pada 2027 dan 2028, serta meningkat menjadi 264 kabupaten/kota pada 2029.

    Sementara itu, penyelenggaraan sistem komunikasi nasional perlindungan masyarakat dan penanggulangan bencana ditargetkan menjangkau 125 kabupaten/kota pada 2028 dan 2029.

  • Jadi Tersangka Korupsi, Eks Kadis-Kabid PUPR Mamuju Diserahkan ke Kejari

    Jadi Tersangka Korupsi, Eks Kadis-Kabid PUPR Mamuju Diserahkan ke Kejari

    Mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Basit ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek pembangunan pintu gerbang batas kota. Selain itu, mantan Kabid Cipta Karya PUPR Mamuju, Arman Sukirno beserta dua rekannya, Ahmad dan Zulfahmi juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

    Kini kepolisian telah menyerahkan tiga orang tersangka yaitu Basit, Ahmad dan Zulfahmi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju pada Rabu (14/1) pagi. Diketahui, total kerugian yang dialami negara akibat kasus ini mencapai Rp 1,8 Miliar.

  • Kijang Innova Reborn vs Innova Zenix, Mana Lebih Banyak Diburu Orang RI?

    Kijang Innova Reborn vs Innova Zenix, Mana Lebih Banyak Diburu Orang RI?

    Jakarta

    Larisnya penjualan Kijang Innova di Indonesia berkat kontribusi dua model yaitu Zenix dan Reborn. Tapi di antara kedua model itu, mana yang lebih laris?

    Kijang Innova mempertahankan takhtanya sebagai mobil terlaris di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Ya, berdasarkan data wholesales yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kijang Innova tercatat jadi mobil paling laris sejak tahun 2023.

    Penjualan Kijang Innova Reborn vs Innova Zenix Tahun 2025

    Banyaknya penjualan Toyota Kijang Innova itu merupakan kontribusi dari dua model yang masih dijual bersamaan yaitu Reborn Diesel dan Zenix. Lantas di antara kedua model itu, mana yang lebih laris ya?

    Mengutip data wholesales Gaikindo periode 2025, distribusi Kijang Innova Reborn mencapai 30.578 unit selama 12 bulan. Innova Zenix masih unggul sangat tipis. Torehan distribusinya dari Januari hingga Desember itu mencapai 30.656 unit. Selisihnya hanya 78 unit.

    Ya, sekalipun terhitung sebagai model lawas, Kijang Innova Reborn masih banyak diburu. Innova Reborn pertama kali meluncur di Indonesia pada 2015, artinya sudah 10 tahun meramaikan pasar otomotif Tanah Air.

    Toyota berencana memproduksi Innova Reborn hingga konsumen merasa bosan. Terbukti meski sudah 10 tahun, Innova Reborn masih sanggup bersaing dengan model baru. Bukan cuma bersaing, bahkan penjualannya justru lebih banyak dari model baru yang bermunculan.

    “Innova Reborn masih diproduksi sampai saat ini karena masih tingginya permintaan dari kustomer terkait hal tersebut. Hal ini menjadikan TMMIN sebagai fasilitas produksi Toyota yang memproduksi dua generasi sekaligus,” ujar Wakil Presiden PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam beberapa waktu lalu.

    Adapun kalau bicara konsumen, pembeli Innova Zenix dan Reborn punya karakter berbeda dari sisi wilayah. Dari data yang dihimpun Toyota, Innova Reborn lebih banyak disasar konsumen di wilayah Jawa dan luar Jawa. Penggunanya kebanyakan berasal dari kalangan perusahaan atau rental. Sedangkan Kijang Innova Zenix, banyak beredar di Pulau Jawa dan konsumennya lebih ke perorangan.

    (dry/rgr)

  • Dikaitkan ‘Bobby’ Broken Strings, Ahli Jiwa Beberkan Pola Psikologis Pelaku Grooming

    Dikaitkan ‘Bobby’ Broken Strings, Ahli Jiwa Beberkan Pola Psikologis Pelaku Grooming

    Jakarta

    Para pembaca novel ‘Broken String: Fragments of a Stolen Youth’ dari Aurelie Moeremans ngamuk-ngamuk di media sosial. Amarah tersebut ditunjukkan ke karakter ‘Bobby’.

    Bukan tanpa alasan, Bobby dalam buku tersebut digambarkan sebagai sosok yang manipulatif lengkap dengan kelakuan-kelakuan yang membuat geleng-geleng kepala.

    “Jijik bgt ama ni org, iblis pun tunduk sama dia,” tulis salah satu akun di TikTok, dikutip Rabu (14/1/2026).

    “Lu menutupi kebejatan lu itu dengan agama, gue benci bgt orang ini, demi apapun,” tulis lainnya.

    Dari viralnya buku tersebut, tidak sedikit warganet yang akhirnya berani bercerita bahwa mereka pernah ada di masa-masa kelam seperti Aurelie. Mereka juga bercerita bahwa pelaku grooming umumnya cenderung denial dan suka marah hingga meledak-ledak, mengapa bisa begitu?

    Spesialis kedokteran jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ mengatakan bahwa penyangkalan dan luapan emosi tersebut merupakan hasil dari defense mechanism, kurangnya empati, dan rasa ingin mengontrol sesuatu.

    “Ini pola psikologis yang cukup konsisten,” kata dr Lahargo kepada detikcom, Selasa (13/1/2026).

    Berikut pola psikologi menurut dr Lahargo ysng biasanya ada pada pelaku child grooming.

    1. Defense Mechanism

    Pelaku cenderung menyangkal agar:

    Tidak merasa bersalahTidak runtuh harga dirinyaTidak menghadapi kenyataan bahwa ia melukai orang lain

    2. Cognitive Dissonance

    Ini adalah kondisi psikologis tidak nyaman akibat memiliki dua atau lebih keyakinan

    “Ada konflik antara ‘saya orang baik’ vs ‘saya menyakiti orang’,” kata dr Lahargo.

    Agar konflik ini tidak menyakitkan, otak memilih:

    Menyangkal faktaMenyalahkan korbanMarah saat dikonfrontasi

    3. Kontrol dan Kekuasaan

    Grooming adalah tentang power. Saat kontrol itu terancam (dibongkar publik), pelaku akan mengalami hal-hal berikut:

    PanikMarahMeledak-ledak karena kehilangan posisi dominan.

    4. Minim Empati Terhadap Dampak

    Pelaku child groominh akan lebih fokus pada dirinya sendiri, bukan luka korban.

    “Marahnya pelaku bukan tanda ia benar,
    tapi tanda mekanisme pertahanannya sedang runtuh,” katanya.

    Halaman 2 dari 3

    (dpy/kna)

  • Dikaitkan ‘Bobby’ Broken Strings, Ahli Jiwa Beberkan Pola Psikologis Pelaku Grooming

    Dikaitkan ‘Bobby’ Broken Strings, Ahli Jiwa Beberkan Pola Psikologis Pelaku Grooming

    Jakarta

    Para pembaca novel ‘Broken String: Fragments of a Stolen Youth’ dari Aurelie Moeremans ngamuk-ngamuk di media sosial. Amarah tersebut ditunjukkan ke karakter ‘Bobby’.

    Bukan tanpa alasan, Bobby dalam buku tersebut digambarkan sebagai sosok yang manipulatif lengkap dengan kelakuan-kelakuan yang membuat geleng-geleng kepala.

    “Jijik bgt ama ni org, iblis pun tunduk sama dia,” tulis salah satu akun di TikTok, dikutip Rabu (14/1/2026).

    “Lu menutupi kebejatan lu itu dengan agama, gue benci bgt orang ini, demi apapun,” tulis lainnya.

    Dari viralnya buku tersebut, tidak sedikit warganet yang akhirnya berani bercerita bahwa mereka pernah ada di masa-masa kelam seperti Aurelie. Mereka juga bercerita bahwa pelaku grooming umumnya cenderung denial dan suka marah hingga meledak-ledak, mengapa bisa begitu?

    Spesialis kedokteran jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ mengatakan bahwa penyangkalan dan luapan emosi tersebut merupakan hasil dari defense mechanism, kurangnya empati, dan rasa ingin mengontrol sesuatu.

    “Ini pola psikologis yang cukup konsisten,” kata dr Lahargo kepada detikcom, Selasa (13/1/2026).

    Berikut pola psikologi menurut dr Lahargo ysng biasanya ada pada pelaku child grooming.

    1. Defense Mechanism

    Pelaku cenderung menyangkal agar:

    Tidak merasa bersalahTidak runtuh harga dirinyaTidak menghadapi kenyataan bahwa ia melukai orang lain

    2. Cognitive Dissonance

    Ini adalah kondisi psikologis tidak nyaman akibat memiliki dua atau lebih keyakinan

    “Ada konflik antara ‘saya orang baik’ vs ‘saya menyakiti orang’,” kata dr Lahargo.

    Agar konflik ini tidak menyakitkan, otak memilih:

    Menyangkal faktaMenyalahkan korbanMarah saat dikonfrontasi

    3. Kontrol dan Kekuasaan

    Grooming adalah tentang power. Saat kontrol itu terancam (dibongkar publik), pelaku akan mengalami hal-hal berikut:

    PanikMarahMeledak-ledak karena kehilangan posisi dominan.

    4. Minim Empati Terhadap Dampak

    Pelaku child groominh akan lebih fokus pada dirinya sendiri, bukan luka korban.

    “Marahnya pelaku bukan tanda ia benar,
    tapi tanda mekanisme pertahanannya sedang runtuh,” katanya.

    Halaman 2 dari 3

    (dpy/kna)